Benzenaselenol: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27457723; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Benzenaselenol''', juga dikenal sebagai '''selenofenol''', adalah sebuah [[Kimia organoselenium|senyawa organoselenium]] dengan [[rumus kimia]] , sering disingkat menjadi [[Gugus fenil|Ph]]SeH. Senyawa ini adalah analog [[selenium]] dari [[fenol]]. Senyawa tak berwarna dan berbau busuk ini digunakan sebagai [[pereaksi kimia|reagen]] dalam [[sintesis organik]]. | '''Benzenaselenol''', juga dikenal sebagai '''selenofenol''', adalah sebuah [[Kimia organoselenium|senyawa organoselenium]] dengan [[rumus kimia]] , sering disingkat menjadi [[Gugus fenil|Ph]]SeH. Senyawa ini adalah analog [[selenium]] dari [[fenol]]. Senyawa tak berwarna dan berbau busuk ini digunakan sebagai [[pereaksi kimia|reagen]] dalam [[sintesis organik]].<ref>Noboru Sonoda. ''Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis''. 2005. doi:10.1002/047084289X.rb018.pub2. ISBN 0471936235.</ref> | ||
==Sintesis== | ==Sintesis== | ||
Benzenaselenol dibuat melalui reaksi [[fenilmagnesium bromida]] dan selenium: | Benzenaselenol dibuat melalui reaksi [[fenilmagnesium bromida]] dan selenium:<ref>D. G. Foster. ''Selenophenol''. ''Organic Syntheses''. 1944. Vol. 24. hlm. 89. doi:10.15227/orgsyn.024.0089.</ref> | ||
:PhMgBr + Se → PhSeMgBr | :PhMgBr + Se → PhSeMgBr | ||
:PhSeMgBr + HCl → PhSeH + MgBrCl | :PhSeMgBr + HCl → PhSeH + MgBrCl | ||
Karena benzenaselenol tak memiliki masa simpan yang lama, senyawa ini sering kali dihasilkan secara ''in situ''. Metode yang umum digunakan adalah dengan mereduksi [[difenil diselenida]]. Alasan lebih lanjut untuk konversi ini adalah karena sering kali, anionlah yang dicari. | Karena benzenaselenol tak memiliki masa simpan yang lama, senyawa ini sering kali dihasilkan secara ''in situ''. Metode yang umum digunakan adalah dengan mereduksi [[difenil diselenida]]. Alasan lebih lanjut untuk konversi ini adalah karena sering kali, anionlah yang dicari.<ref>Noboru Sonoda. ''Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis''. 2005. doi:10.1002/047084289X.rb018.pub2. ISBN 0471936235.</ref> | ||
==Reaksi== | ==Reaksi== | ||
Benzenaselenol lebih mudah teroksidasi oleh udara daripada tiofenol. Kemudahan reaksi ini mencerminkan kelemahan ikatan Se-H, yang [[energi disosiasi ikatan]] (BDE)-nya diperkirakan antara 67 dan 74 kcal/mol. Sebagai perbandingan, BDE S-H untuk tiofenol mendekati 80 kcal/mol. Produknya adalah difenil diselenida seperti yang ditunjukkan dalam persamaan ideal ini: | Benzenaselenol lebih mudah teroksidasi oleh udara daripada tiofenol. Kemudahan reaksi ini mencerminkan kelemahan ikatan Se-H, yang [[energi disosiasi ikatan]] (BDE)-nya diperkirakan antara 67 dan 74 kcal/mol.<ref>Noboru Sonoda. ''Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis''. 2005. doi:10.1002/047084289X.rb018.pub2. ISBN 0471936235.</ref> Sebagai perbandingan, BDE S-H untuk tiofenol mendekati 80 kcal/mol.<ref>Asit K. Chandra. ''The S−H Bond Dissociation Enthalpies and Acidities of Para and Meta Substituted Thiophenols: A Quantum Chemical Study''. ''The Journal of Physical Chemistry A''. 2003. Vol. 107 (43). hlm. 9182–9188. doi:10.1021/jp035622w.</ref> Produknya adalah difenil diselenida seperti yang ditunjukkan dalam persamaan ideal ini: | ||
: | : | ||
| Baris 19: | Baris 19: | ||
: | : | ||
Benzenaselenol kira-kira tujuh kali lebih asam daripada [[tiofenol]] terkait. Kedua senyawa tersebut larut dalam air setelah penambahan basa. Basa konjugatnya adalah , suatu [[nukleofil]] kuat. | Benzenaselenol kira-kira tujuh kali lebih asam daripada [[tiofenol]] terkait. Kedua senyawa tersebut larut dalam air setelah penambahan basa. Basa konjugatnya adalah , suatu [[nukleofil]] kuat.<ref>Noboru Sonoda. ''Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis''. 2005. doi:10.1002/047084289X.rb018.pub2. ISBN 0471936235.</ref> | ||
==Sejarah== | ==Sejarah== | ||
Benzenaselenol pertama kali dilaporkan pada tahun 1888 melalui reaksi [[benzena]] dengan [[selenium tetraklorida]] () dengan adanya [[aluminium klorida|aluminium triklorida]] (). | Benzenaselenol pertama kali dilaporkan pada tahun 1888 melalui reaksi [[benzena]] dengan [[selenium tetraklorida]] () dengan adanya [[aluminium klorida|aluminium triklorida]] ().<ref>Chabrié, M. C. [http://gallica.bnf.fr/ark:/12148/bpt6k281999w/f157 Premiers essais de synthèse de composés organiques séléniés dans la série aromatique]. ''Bulletin de la Société Chimique de Paris''. 1888. Vol. 50. hlm. 133–137.</ref><ref>Chabrié, M. C. [http://gallica.bnf.fr/ark:/12148/bpt6k34890j/f200 Sur la synthèse de quelques composés séléniés dans la série aromatique]. ''Annales de Chimie et de Physique''. 1890. Vol. 6 (20). hlm. 202–286.</ref> | ||
==Keamanan== | ==Keamanan== | ||
Senyawa ini memiliki bau yang sangat busuk dan, seperti senyawa organoselenium lainnya, beracun. | Senyawa ini memiliki bau yang sangat busuk<ref>Lowe, D. [https://www.science.org/content/blog-post/things-i-won-t-work-selenophenol Things I wont work with: Selenophenol]. ''In the Pipeline''. 15 Mei 2012.</ref> dan, seperti senyawa organoselenium lainnya, beracun. | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Benzenaselenol&oldid=27457723 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27457723 (2025-06-24T16:50:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Benzenaselenol&oldid=27457723 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27457723 (2025-06-24T16:50:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 09.02
Benzenaselenol, juga dikenal sebagai selenofenol, adalah sebuah senyawa organoselenium dengan rumus kimia , sering disingkat menjadi PhSeH. Senyawa ini adalah analog selenium dari fenol. Senyawa tak berwarna dan berbau busuk ini digunakan sebagai reagen dalam sintesis organik.[1]
Sintesis
Benzenaselenol dibuat melalui reaksi fenilmagnesium bromida dan selenium:[2]
- PhMgBr + Se → PhSeMgBr
- PhSeMgBr + HCl → PhSeH + MgBrCl
Karena benzenaselenol tak memiliki masa simpan yang lama, senyawa ini sering kali dihasilkan secara in situ. Metode yang umum digunakan adalah dengan mereduksi difenil diselenida. Alasan lebih lanjut untuk konversi ini adalah karena sering kali, anionlah yang dicari.[3]
Reaksi
Benzenaselenol lebih mudah teroksidasi oleh udara daripada tiofenol. Kemudahan reaksi ini mencerminkan kelemahan ikatan Se-H, yang energi disosiasi ikatan (BDE)-nya diperkirakan antara 67 dan 74 kcal/mol.[4] Sebagai perbandingan, BDE S-H untuk tiofenol mendekati 80 kcal/mol.[5] Produknya adalah difenil diselenida seperti yang ditunjukkan dalam persamaan ideal ini:
Keberadaan diselenida dalam benzenaselenol ditunjukkan dengan warna kuning. Diselenida dapat diubah kembali menjadi selenol melalui reduksi yang diikuti oleh pengasaman yang dihasilkan.
PhSeH bersifat asam dengan pKa 5,9. Jadi pada pH netral, PhSeH sebagian besar terionisasi:
Benzenaselenol kira-kira tujuh kali lebih asam daripada tiofenol terkait. Kedua senyawa tersebut larut dalam air setelah penambahan basa. Basa konjugatnya adalah , suatu nukleofil kuat.[6]
Sejarah
Benzenaselenol pertama kali dilaporkan pada tahun 1888 melalui reaksi benzena dengan selenium tetraklorida () dengan adanya aluminium triklorida ().[7][8]
Keamanan
Senyawa ini memiliki bau yang sangat busuk[9] dan, seperti senyawa organoselenium lainnya, beracun.
Referensi
- ↑ Noboru Sonoda. Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis. 2005. doi:10.1002/047084289X.rb018.pub2. ISBN 0471936235.
- ↑ D. G. Foster. Selenophenol. Organic Syntheses. 1944. Vol. 24. hlm. 89. doi:10.15227/orgsyn.024.0089.
- ↑ Noboru Sonoda. Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis. 2005. doi:10.1002/047084289X.rb018.pub2. ISBN 0471936235.
- ↑ Noboru Sonoda. Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis. 2005. doi:10.1002/047084289X.rb018.pub2. ISBN 0471936235.
- ↑ Asit K. Chandra. The S−H Bond Dissociation Enthalpies and Acidities of Para and Meta Substituted Thiophenols: A Quantum Chemical Study. The Journal of Physical Chemistry A. 2003. Vol. 107 (43). hlm. 9182–9188. doi:10.1021/jp035622w.
- ↑ Noboru Sonoda. Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis. 2005. doi:10.1002/047084289X.rb018.pub2. ISBN 0471936235.
- ↑ Chabrié, M. C. Premiers essais de synthèse de composés organiques séléniés dans la série aromatique. Bulletin de la Société Chimique de Paris. 1888. Vol. 50. hlm. 133–137.
- ↑ Chabrié, M. C. Sur la synthèse de quelques composés séléniés dans la série aromatique. Annales de Chimie et de Physique. 1890. Vol. 6 (20). hlm. 202–286.
- ↑ Lowe, D. Things I wont work with: Selenophenol. In the Pipeline. 15 Mei 2012.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27457723 (2025-06-24T16:50:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.