Lompat ke isi

Asam salisilat: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27097443; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Asam salisilat''' (asam ortohidroksibenzoat) memiliki struktur kimia C<sub>7</sub>H<sub>6</sub>O<sub>3,</sub> merupakan asam monohidroksibenzoat dengan gugus hidroksi pada posisi orto. Bersifat iritan lokal yang dapat  digunakan sebagai bahan terapi [[topikal]] yang memiliki fungsi [[keratolitik]],[[kerotoplastik]], [[Antiinflamasi|anti inflamasi]], [[Analgesik|analgetik]], [[bakteriostatik]], dan [[fungistatik]].
[[File:Salicylic-acid-skeletal.svg|thumb|right|280px|Salicylic-acid-skeletal]]
 
'''Asam salisilat''' (asam ortohidroksibenzoat) memiliki struktur kimia C<sub>7</sub>H<sub>6</sub>O<sub>3,</sub> merupakan asam monohidroksibenzoat dengan gugus hidroksi pada posisi orto. <ref>PubChem. [https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Salicylic-Acid Salicylic Acid]. ''pubchem.ncbi.nlm.nih.gov''.</ref> Bersifat iritan lokal yang dapat  digunakan sebagai bahan terapi [[topikal]] yang memiliki fungsi [[keratolitik]],[[kerotoplastik]], [[Antiinflamasi|anti inflamasi]], [[Analgesik|analgetik]], [[bakteriostatik]], dan [[fungistatik]]. <ref>Sulistyaningrum, dkk. ''Penggunaan Asam Salisilat dalam Dermatologi''. ''Journal of the Indonesian Medical Association : Majalah Kedokteran Indonesia''. Juli 2012. Vol. Volume 6 (No. 7). hlm. 277-284.</ref>


Terdapat berbagai turunan yang digunakan sebagai [[obat luar]], yang terbagi atas 2 kelas, ester dari asam salisilat dan ester salisilat dari [[asam karboksil|asam organik]]. Di samping itu digunakan pula [[garam]] [[salisilat]]. Turunannya yang paling dikenal asalah [[asam asetilsalisilat]].
Terdapat berbagai turunan yang digunakan sebagai [[obat luar]], yang terbagi atas 2 kelas, ester dari asam salisilat dan ester salisilat dari [[asam karboksil|asam organik]]. Di samping itu digunakan pula [[garam]] [[salisilat]]. Turunannya yang paling dikenal asalah [[asam asetilsalisilat]].
Baris 7: Baris 9:
Salisilat umumnya bekerja melalui kandungan asamnya. Hal tersebut dikembangkan secara menetap ke dalam salisilat baru. Selain sebagai [[obat]], asam salisilat juga merupakan [[hormon tumbuhan]].
Salisilat umumnya bekerja melalui kandungan asamnya. Hal tersebut dikembangkan secara menetap ke dalam salisilat baru. Selain sebagai [[obat]], asam salisilat juga merupakan [[hormon tumbuhan]].


Asam salisilat terdapat dalam sediaan krim, gel, maupun plester dengan konsentrasi yang bervariasi. Zat ini sukar larut dalam air, tetapi lebih mudah larut dalam lemak. Formulasi asam salisilat harus memperhatikan nilai pH yang optimal mendekati 2,97, agar efek asam salisilat bekerja secara efektif.
Asam salisilat terdapat dalam sediaan krim, gel, maupun plester dengan konsentrasi yang bervariasi. Zat ini sukar larut dalam air, tetapi lebih mudah larut dalam lemak. Formulasi asam salisilat harus memperhatikan nilai pH yang optimal mendekati 2,97, agar efek asam salisilat bekerja secara efektif.<ref>Sulistyaningrum, dkk. ''Penggunaan Asam Salisilat dalam Dermatologi''. ''Journal of the Indonesian Medical Association : Majalah Kedokteran Indonesia''. Juli 2012. Vol. Volume 6 (No. 7). hlm. 277-284.</ref>


== Sumber ==
== Sumber ==
Baris 13: Baris 15:


=== Senyawa organik ===
=== Senyawa organik ===
Berasal dari asam beta hidroksi pada senyawa alami tumbuhan, seperti [[Willow bark|kulit pohon willow]] (''willow bark), wintergreen, spearmint,'' dan ''sweet birch, Camellia sinensis.''
Berasal dari asam beta hidroksi pada senyawa alami tumbuhan, seperti [[Willow bark|kulit pohon willow]] (''willow bark), wintergreen, spearmint,'' dan ''sweet birch, Camellia sinensis.''  


=== Senyawa sintetis ===
=== Senyawa sintetis ===
Diproduksi dengan proses pemanasan zat natrium fenol di bawah tekanan karbon dioksida, serta proses oksidasi zat ''naphthalene'' dengan menggunakan mikroba. Proses sintetis menghasilkan asam salisilat dengan sediaan kristal berwarna putih atau transparan.
Diproduksi dengan proses pemanasan zat natrium fenol di bawah tekanan karbon dioksida, serta proses oksidasi zat ''naphthalene'' dengan menggunakan mikroba. Proses sintetis menghasilkan asam salisilat dengan sediaan kristal berwarna putih atau transparan.


== Kegunaan ==
== Kegunaan ==
=== Sebagai anti inflamasi ===
=== Sebagai anti inflamasi ===
Pada konsentrasi 0,5-5%, asam salisilat menghambat proses biosntetis prostaglandin.
Pada konsentrasi 0,5-5%, asam salisilat menghambat proses biosntetis prostaglandin.


=== Efek analgesik ===
=== Efek analgesik ===
Digunakan pada pengobatan nyeri otot dan persendian.
Digunakan pada pengobatan nyeri otot dan persendian.  


=== Pengobatan penyakit kulit ===
=== Pengobatan penyakit kulit ===
Baris 30: Baris 31:


=== ''Photoaging'' ===
=== ''Photoaging'' ===
Digunakan sebagai agen pengelupas kulit untuk mengatasi melasma, jerawat, hiperpegmentasi, serta kerusakan kult akibat sinar UV. Asam salisilat akan mengaktivasi sel basal epidermis danfibroblas dan menghasilkan efek regenerasi kulit.
Digunakan sebagai agen pengelupas kulit untuk mengatasi melasma, jerawat, hiperpegmentasi, serta kerusakan kult akibat sinar UV. Asam salisilat akan mengaktivasi sel basal epidermis danfibroblas dan menghasilkan efek regenerasi kulit.  


== Toksisitas ==
== Toksisitas ==
Asam salisilat tidak boleh digunakan untuk anak di bawah usia 12 tahun, ibu hamil dan menyusui, penderita ulkus lambung, hemofilia, asma, dan sakit ginjal. Penggunaan asam salisilat dalam kadar ringan, masih berpotensi memunculkan efek samping seperti gangguan pencernaan, kerusakan sistem saraf pusat, gangguan pernafasan, maupun penyakit metabolik.
Asam salisilat tidak boleh digunakan untuk anak di bawah usia 12 tahun, ibu hamil dan menyusui, penderita ulkus lambung, hemofilia, asma, dan sakit ginjal. Penggunaan asam salisilat dalam kadar ringan, masih berpotensi memunculkan efek samping seperti gangguan pencernaan, kerusakan sistem saraf pusat, gangguan pernafasan, maupun penyakit metabolik.  


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Kegunaan medis asam salisilat]]
* [[Kegunaan medis asam salisilat]]
* [[Keracunan salisilat]]
* [[Keracunan salisilat]]
== Rujukan ==


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+salisilat&oldid=27097443 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27097443 (2025-04-01T05:30:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+salisilat&oldid=27097443 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27097443 (2025-04-01T05:30:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 09.02

Salicylic-acid-skeletal

Asam salisilat (asam ortohidroksibenzoat) memiliki struktur kimia C7H6O3, merupakan asam monohidroksibenzoat dengan gugus hidroksi pada posisi orto. [1] Bersifat iritan lokal yang dapat digunakan sebagai bahan terapi topikal yang memiliki fungsi keratolitik,kerotoplastik, anti inflamasi, analgetik, bakteriostatik, dan fungistatik. [2]

Terdapat berbagai turunan yang digunakan sebagai obat luar, yang terbagi atas 2 kelas, ester dari asam salisilat dan ester salisilat dari asam organik. Di samping itu digunakan pula garam salisilat. Turunannya yang paling dikenal asalah asam asetilsalisilat.

Asam salisilat mendapatkan namanya dari spesies dedalu (), yang memiliki kandungan asam tersebut secara alamiah, dan dari situlah manusia mengisolasinya. Penggunaan dedalu dalam pengobatan tradisional telah dilakukan oleh bangsa Sumeria, Asyur dan sejumlah suku Indian seperti Cherokee. Pada saat ini, asam salisilat banyak diaplikasikan dalam pembuatan obat aspirin.

Salisilat umumnya bekerja melalui kandungan asamnya. Hal tersebut dikembangkan secara menetap ke dalam salisilat baru. Selain sebagai obat, asam salisilat juga merupakan hormon tumbuhan.

Asam salisilat terdapat dalam sediaan krim, gel, maupun plester dengan konsentrasi yang bervariasi. Zat ini sukar larut dalam air, tetapi lebih mudah larut dalam lemak. Formulasi asam salisilat harus memperhatikan nilai pH yang optimal mendekati 2,97, agar efek asam salisilat bekerja secara efektif.[3]

Sumber

Asam salisilat bisa didapatkan dari senyawa organik dan senyawa sintetis.

Senyawa organik

Berasal dari asam beta hidroksi pada senyawa alami tumbuhan, seperti kulit pohon willow (willow bark), wintergreen, spearmint, dan sweet birch, Camellia sinensis.

Senyawa sintetis

Diproduksi dengan proses pemanasan zat natrium fenol di bawah tekanan karbon dioksida, serta proses oksidasi zat naphthalene dengan menggunakan mikroba. Proses sintetis menghasilkan asam salisilat dengan sediaan kristal berwarna putih atau transparan.

Kegunaan

Sebagai anti inflamasi

Pada konsentrasi 0,5-5%, asam salisilat menghambat proses biosntetis prostaglandin.

Efek analgesik

Digunakan pada pengobatan nyeri otot dan persendian.

Pengobatan penyakit kulit

Pada penyakit kulit psoriasis dan dermatitits, asam salisilat dapat dikombinasikan dengan zat sulfur dan menghasilkan efek desmolitik yang meningkatkan kortikostreroid.

Photoaging

Digunakan sebagai agen pengelupas kulit untuk mengatasi melasma, jerawat, hiperpegmentasi, serta kerusakan kult akibat sinar UV. Asam salisilat akan mengaktivasi sel basal epidermis danfibroblas dan menghasilkan efek regenerasi kulit.

Toksisitas

Asam salisilat tidak boleh digunakan untuk anak di bawah usia 12 tahun, ibu hamil dan menyusui, penderita ulkus lambung, hemofilia, asma, dan sakit ginjal. Penggunaan asam salisilat dalam kadar ringan, masih berpotensi memunculkan efek samping seperti gangguan pencernaan, kerusakan sistem saraf pusat, gangguan pernafasan, maupun penyakit metabolik.

Lihat pula

Referensi

  1. PubChem. Salicylic Acid. pubchem.ncbi.nlm.nih.gov.
  2. Sulistyaningrum, dkk. Penggunaan Asam Salisilat dalam Dermatologi. Journal of the Indonesian Medical Association : Majalah Kedokteran Indonesia. Juli 2012. Vol. Volume 6 (No. 7). hlm. 277-284.
  3. Sulistyaningrum, dkk. Penggunaan Asam Salisilat dalam Dermatologi. Journal of the Indonesian Medical Association : Majalah Kedokteran Indonesia. Juli 2012. Vol. Volume 6 (No. 7). hlm. 277-284.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27097443 (2025-04-01T05:30:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.