Lompat ke isi

Ikatan pisang: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27770601; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Coulson_Moffit_Model.svg|thumb|right|280px|Coulson Moffit Model]]
'''Ikatan pisang''' adalah istilah dalam [[kimia organik]] yang merujuk pada sejenis [[ikatan kimia]] [[Ikatan kovalen|kovalen]] yang geometri ikatannya melengkung menyerupai [[pisang]].
'''Ikatan pisang''' adalah istilah dalam [[kimia organik]] yang merujuk pada sejenis [[ikatan kimia]] [[Ikatan kovalen|kovalen]] yang geometri ikatannya melengkung menyerupai [[pisang]].


== Molekul siklik kecil ==
== Molekul siklik kecil ==
Ikatan pisang adalah sejenis ikatan kimia khusus yang mana keadaan [[hibridsasi orbital|hibridisasi]] dua atom yang berikatan berubah, dengan karakter [[orbital s]] orbital tersebut meningkat ataupun menurun untuk menyesuaikan diri dengan [[geometri molekul]] yang terbatas. Ikatan pisang dapat ditemukan pada [[senyawa organik]] seperti [[siklopropana]], [[oksiran]], dan [[aziridina]].
Ikatan pisang <ref>Burnelle, L.; Kaufmann, J.J. J.Chem. Phys. 1965, 43, 3540;Klessinger, M. J. Chem. Phys.1967, 46, 3261</ref><ref>''Bent Bonds in Organic Compounds'' Kenneth B. Wiberg Acc. Chem. Res.; '''1996'''; 29(5) pp 229 - 234; (Article)</ref><ref>Advanced Organic Chemistry F.A. Carey R.J. Sundberg ISBN 0-306-41198-9</ref> adalah sejenis ikatan kimia khusus yang mana keadaan [[hibridsasi orbital|hibridisasi]] dua atom yang berikatan berubah, dengan karakter [[orbital s]] orbital tersebut meningkat ataupun menurun untuk menyesuaikan diri dengan [[geometri molekul]] yang terbatas. Ikatan pisang dapat ditemukan pada [[senyawa organik]] seperti [[siklopropana]], [[oksiran]], dan [[aziridina]].


Pada senyawa-senyawa tersebut, adalah tidak mungkin atom karbon memiliki sudut ikat 109,5° seperti yang terdapat pada hibridisasi sp³ biasanya. Peningkatan karakter p membuat atom karbon ini dapat mengurangi sudut ikat menjadi 60°. Pada saat yang sama pula, ikatan karbon ke hidrogen menerima karakter s yang lebih besar dan akan memendek. Pada siklopropana, rapatan [[elektron]] maksimum antara dua atom karbon tidaklah sejajar dengan sumbu ikat kedua atom tersebut, melainkan ''melengkung''. Pada siklopropana, '''sudut antarorbital'''-nya adalah 104°. Pelengkungan ini dapat dipantau secara eksperimen menggunakan [[difraksi sinar-X]] beberapa turuna siklopropana. Pada siklopropana, terpantau bahwa panjang ikat antar karbon lebih pendek (151 pm) dari yang biasanya (154 pm).
Pada senyawa-senyawa tersebut, adalah tidak mungkin atom karbon memiliki sudut ikat 109,5° seperti yang terdapat pada hibridisasi sp³ biasanya. Peningkatan karakter p membuat atom karbon ini dapat mengurangi sudut ikat menjadi 60°. Pada saat yang sama pula, ikatan karbon ke hidrogen menerima karakter s yang lebih besar dan akan memendek. Pada siklopropana, rapatan [[elektron]] maksimum antara dua atom karbon tidaklah sejajar dengan sumbu ikat kedua atom tersebut, melainkan ''melengkung''. Pada siklopropana, '''sudut antarorbital'''-nya adalah 104°. Pelengkungan ini dapat dipantau secara eksperimen menggunakan [[difraksi sinar-X]] beberapa turuna siklopropana. Pada siklopropana, terpantau bahwa panjang ikat antar karbon lebih pendek (151 pm) dari yang biasanya (154 pm).
Baris 9: Baris 11:


== Ikatan rangkap dua dan rangkap tiga ==
== Ikatan rangkap dua dan rangkap tiga ==
 
Terdapat dua penjelasan berbeda yang diajukan untuk menjelaskan sifat-sifat ikatan kovalen rangkap dua dan rangkap tiga dalam molekul [[kimia organik|organik]] pada tahun 1930-an. [[Linus Pauling]] mengajukan bahwa ikatan rangkap dua merupakan akibat dari dua ikatan yang setara.<ref>Linus Pauling. The nature of the chemical bond. Application of results obtained from the quantum mechanics and from a theory of paramagnetic susceptibility to the structure of molecules. ''J. Am. Chem. Soc.'' '''1931''', ''53'' 1367-1400.</ref> Model ikatan ini kemudian disebut '''ikatan pisang'''. Sengkan [[Erich Hückel]] mengajukan bahwa ikatan rangkap dua merupakan kombinasi antara [[ikatan sigma]] dengan [[ikatan pi]].<ref>Hückel, E. ''Z. Phys'' '''1930''', ''60'', 423.; Penney, W. G. ''Proc. R. Soc. London'' '''1934''', ''A144'', 166; ''A146'', 223.</ref> Model Hückel merupakan yang paling dikenal dan dapat ditemukan pada kebanyakan buku-buku teks kimia akhir abad ke-20. Terdapat perdebatan mengenai representasi siapakah yang paling tepat,<ref>William E. Palke. Double bonds are bent equivalent hybrid (banana) bonds. ''J. Am. Chem. Soc.'' '''1986''' ''108'', 6543-6544.</ref> walaupun [[kimiawan]] teoretis menganggap kedua model tersebut memiliki kedudukan yang setara. Pada tinjauan tahun 1996, Kenneth B. Wiberg menyimpulkan bahwa "walaupun pernyataan yang konklusif tidak dapat dibuat berdasarkan informasi yang ada sekarang ini, tampaknya kita dapat terus memperlakukan deskripsi σ/π dan ikatan pisang etilena sebagai dua penjelasan yang setara."<ref>''Bent Bonds in Organic Compounds'' Kenneth B. Wiberg Acc. Chem. Res.; '''1996'''; 29(5) pp 229 - 234; (Article)</ref>
 
Terdapat dua penjelasan berbeda yang diajukan untuk menjelaskan sifat-sifat ikatan kovalen rangkap dua dan rangkap tiga dalam molekul [[kimia organik|organik]] pada tahun 1930-an. [[Linus Pauling]] mengajukan bahwa ikatan rangkap dua merupakan akibat dari dua ikatan yang setara. Model ikatan ini kemudian disebut '''ikatan pisang'''. Sengkan [[Erich Hückel]] mengajukan bahwa ikatan rangkap dua merupakan kombinasi antara [[ikatan sigma]] dengan [[ikatan pi]]. Model Hückel merupakan yang paling dikenal dan dapat ditemukan pada kebanyakan buku-buku teks kimia akhir abad ke-20. Terdapat perdebatan mengenai representasi siapakah yang paling tepat, walaupun [[kimiawan]] teoretis menganggap kedua model tersebut memiliki kedudukan yang setara. Pada tinjauan tahun 1996, Kenneth B. Wiberg menyimpulkan bahwa "walaupun pernyataan yang konklusif tidak dapat dibuat berdasarkan informasi yang ada sekarang ini, tampaknya kita dapat terus memperlakukan deskripsi σ/π dan ikatan pisang etilena sebagai dua penjelasan yang setara."


== Penerapan lainnya ==
== Penerapan lainnya ==
Teori ikatan pisang juga dapat menjelaskan fenomena-fenomena lainnya dalam molekul organik. [[Fluorometana]] (CH<sub>3</sub>F) contohnya memiliki sudut ikat eksperimental sebagai 109°, walaupun seharusnya ia lebih kecil. Hal ini dikarenakan menurut [[kaidah Bent]], ikatan C-F mendapatkan karakter orbital p yang menyebabkan ikatan C-H berkarakter s lebih banyak, sehingga sudut ikat H-C-H akan lebih menyerupai orbital sp<sub>2</sub> dan mengakibatkan sudut ikat F-C-H lebih kecil. Perbedaan ini dapat dijelaskan menggunakan teori ikatan pisang.
Teori ikatan pisang juga dapat menjelaskan fenomena-fenomena lainnya dalam molekul organik. [[Fluorometana]] (CH<sub>3</sub>F) contohnya memiliki sudut ikat eksperimental sebagai 109°, walaupun seharusnya ia lebih kecil. Hal ini dikarenakan menurut [[kaidah Bent]], ikatan C-F mendapatkan karakter orbital p yang menyebabkan ikatan C-H berkarakter s lebih banyak, sehingga sudut ikat H-C-H akan lebih menyerupai orbital sp<sub>2</sub> dan mengakibatkan sudut ikat F-C-H lebih kecil. Perbedaan ini dapat dijelaskan menggunakan teori ikatan pisang.<ref>''Bent Bonds in Organic Compounds'' Kenneth B. Wiberg Acc. Chem. Res.; '''1996'''; 29(5) pp 229 - 234; (Article)</ref>
 
== Referensi ==
 


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*  [http://www.csub.edu/Chemistry/450/NMR_hybridization.html Eksperimen NMR]
*  [http://www.csub.edu/Chemistry/450/NMR_hybridization.html Eksperimen NMR]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ikatan+pisang&oldid=27770601 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27770601 (2025-09-02T14:57:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ikatan+pisang&oldid=27770601 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27770601 (2025-09-02T14:57:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 09.03

Coulson Moffit Model

Ikatan pisang adalah istilah dalam kimia organik yang merujuk pada sejenis ikatan kimia kovalen yang geometri ikatannya melengkung menyerupai pisang.

Molekul siklik kecil

Ikatan pisang [1][2][3] adalah sejenis ikatan kimia khusus yang mana keadaan hibridisasi dua atom yang berikatan berubah, dengan karakter orbital s orbital tersebut meningkat ataupun menurun untuk menyesuaikan diri dengan geometri molekul yang terbatas. Ikatan pisang dapat ditemukan pada senyawa organik seperti siklopropana, oksiran, dan aziridina.

Pada senyawa-senyawa tersebut, adalah tidak mungkin atom karbon memiliki sudut ikat 109,5° seperti yang terdapat pada hibridisasi sp³ biasanya. Peningkatan karakter p membuat atom karbon ini dapat mengurangi sudut ikat menjadi 60°. Pada saat yang sama pula, ikatan karbon ke hidrogen menerima karakter s yang lebih besar dan akan memendek. Pada siklopropana, rapatan elektron maksimum antara dua atom karbon tidaklah sejajar dengan sumbu ikat kedua atom tersebut, melainkan melengkung. Pada siklopropana, sudut antarorbital-nya adalah 104°. Pelengkungan ini dapat dipantau secara eksperimen menggunakan difraksi sinar-X beberapa turuna siklopropana. Pada siklopropana, terpantau bahwa panjang ikat antar karbon lebih pendek (151 pm) dari yang biasanya (154 pm).

Siklobutana memiliki cincin yang lebih besar, namun ikatannya masih melengkung. Pada molekul ini, sudut ikat karbon adalah 96° untuk konformasi planar, dan 88° untuk konformasi lipatan. Berbeda dengan siklopropana, panjang ikat antar karbon pada siklobutana meningkat. Hal ini dikarenakan tolakan sterik 1,3-nonikatan. Reaktivitas siklobutana relatif inert dibandingkan siklopropana, dan berperilaku seperti alkana biasanya.

Ikatan rangkap dua dan rangkap tiga

Terdapat dua penjelasan berbeda yang diajukan untuk menjelaskan sifat-sifat ikatan kovalen rangkap dua dan rangkap tiga dalam molekul organik pada tahun 1930-an. Linus Pauling mengajukan bahwa ikatan rangkap dua merupakan akibat dari dua ikatan yang setara.[4] Model ikatan ini kemudian disebut ikatan pisang. Sengkan Erich Hückel mengajukan bahwa ikatan rangkap dua merupakan kombinasi antara ikatan sigma dengan ikatan pi.[5] Model Hückel merupakan yang paling dikenal dan dapat ditemukan pada kebanyakan buku-buku teks kimia akhir abad ke-20. Terdapat perdebatan mengenai representasi siapakah yang paling tepat,[6] walaupun kimiawan teoretis menganggap kedua model tersebut memiliki kedudukan yang setara. Pada tinjauan tahun 1996, Kenneth B. Wiberg menyimpulkan bahwa "walaupun pernyataan yang konklusif tidak dapat dibuat berdasarkan informasi yang ada sekarang ini, tampaknya kita dapat terus memperlakukan deskripsi σ/π dan ikatan pisang etilena sebagai dua penjelasan yang setara."[7]

Penerapan lainnya

Teori ikatan pisang juga dapat menjelaskan fenomena-fenomena lainnya dalam molekul organik. Fluorometana (CH3F) contohnya memiliki sudut ikat eksperimental sebagai 109°, walaupun seharusnya ia lebih kecil. Hal ini dikarenakan menurut kaidah Bent, ikatan C-F mendapatkan karakter orbital p yang menyebabkan ikatan C-H berkarakter s lebih banyak, sehingga sudut ikat H-C-H akan lebih menyerupai orbital sp2 dan mengakibatkan sudut ikat F-C-H lebih kecil. Perbedaan ini dapat dijelaskan menggunakan teori ikatan pisang.[8]

Pranala luar

Referensi

  1. Burnelle, L.; Kaufmann, J.J. J.Chem. Phys. 1965, 43, 3540;Klessinger, M. J. Chem. Phys.1967, 46, 3261
  2. Bent Bonds in Organic Compounds Kenneth B. Wiberg Acc. Chem. Res.; 1996; 29(5) pp 229 - 234; (Article)
  3. Advanced Organic Chemistry F.A. Carey R.J. Sundberg ISBN 0-306-41198-9
  4. Linus Pauling. The nature of the chemical bond. Application of results obtained from the quantum mechanics and from a theory of paramagnetic susceptibility to the structure of molecules. J. Am. Chem. Soc. 1931, 53 1367-1400.
  5. Hückel, E. Z. Phys 1930, 60, 423.; Penney, W. G. Proc. R. Soc. London 1934, A144, 166; A146, 223.
  6. William E. Palke. Double bonds are bent equivalent hybrid (banana) bonds. J. Am. Chem. Soc. 1986 108, 6543-6544.
  7. Bent Bonds in Organic Compounds Kenneth B. Wiberg Acc. Chem. Res.; 1996; 29(5) pp 229 - 234; (Article)
  8. Bent Bonds in Organic Compounds Kenneth B. Wiberg Acc. Chem. Res.; 1996; 29(5) pp 229 - 234; (Article)

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27770601 (2025-09-02T14:57:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.