Lompat ke isi

Senyawa meso: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29582410; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Senyawa meso''' atau '''isomer meso''' adalah suatu [[isomer]] yang [[Rotasi optik|tidak aktif secara optis]] dalam satu set [[stereoisomer]], meskipun set tersebut mencakup isomer-isomer lain yang aktif secara optis. Dengan kata lain, meskipun mengandung dua atau lebih [[pusat stereogenik]], molekul meso tidak bersifat [[Kiralitas (kimia)|kiral]]. Suatu senyawa meso dapat ditumpangtindihkan (''superposable'') secara sempurna dengan bayangan cerminnya—yang berbeda dari sekadar ''superimposable'' (karena dua objek apa pun dapat ditumpangkan tanpa harus identik). Dua objek hanya dapat ''superposable'' apabila semua elemen geometrinya berkorespondensi dan tidak menghasilkan rotasi “(+)” atau “(–)” dalam pengukuran menggunakan [[polarimeter]]. Istilah “meso” berasal dari bahasa Yunani ''mésos'', yang berarti “tengah”.
[[File:S4-tetrafluorospiropentane-3D-bs-17.png|thumb|right|280px|Salah satu dari dua isomer meso 1,2,3,4-tetrafluorospiropentana, dengan simetri S]]


Sebagai contoh, [[asam tartarat]] memiliki tiga stereoisomer yang dapat digambarkan menggunakan [[proyeksi Fischer]]. Dua gambar pertama pada diagram mewakili senyawa meso (isomer 2''[[Aturan prioritas Cahn–Ingold–Prelog|R]]'',3''[[Aturan prioritas Cahn–Ingold–Prelog|S]]'' dan 2''[[Aturan prioritas Cahn–Ingold–Prelog|S]]'',3''[[Aturan prioritas Cahn–Ingold–Prelog|R]]'', yang sebenarnya identik). Dua berikutnya adalah pasangan aktif-optik berupa [[asam tartarat|asam levotartarat]] (asam L-(''R,R'')-(+)-tartarat) dan [[asam tartarat|asam dekstrotartarat]] (asam D-(''S,S'')-(-)-tartarat). Senyawa meso memiliki bidang [[simetri]] internal (ditandai dengan garis), yang tidak ditemukan dalam isomer non-meso. Ketika direfleksikan, senyawa meso menghasilkan stereokimia yang sama; sebaliknya, isomer non-meso akan menghasilkan [[enantiomer]] pasangannya. Senyawa meso tidak boleh disamakan dengan campuran [[rasemat]] 50:50, meskipun keduanya sama-sama tidak memutar cahaya terpolarisasi.
'''Senyawa meso''' atau '''isomer meso''' adalah suatu [[isomer]] yang [[Rotasi optik|tidak aktif secara optis]] dalam satu set [[stereoisomer]], meskipun set tersebut mencakup isomer-isomer lain yang aktif secara optis.<ref>Addison Ault. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-education_2008-03_85_3/page/441 The Meaning of Meso]. ''Journal of Chemical Education''. 2008. Vol. 85 (3). hlm. 441. doi:10.1021/ed085p441.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Senyawa+meso&oldid=29582410 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Dengan kata lain, meskipun mengandung dua atau lebih [[pusat stereogenik]], molekul meso tidak bersifat [[Kiralitas (kimia)|kiral]]. Suatu senyawa meso dapat ditumpangtindihkan (''superposable'') secara sempurna dengan bayangan cerminnya—yang berbeda dari sekadar ''superimposable'' (karena dua objek apa pun dapat ditumpangkan tanpa harus identik). Dua objek hanya dapat ''superposable'' apabila semua elemen geometrinya berkorespondensi dan tidak menghasilkan rotasi “(+)” atau “(–)” dalam pengukuran menggunakan [[polarimeter]].<ref>McMurry, John. ''Organic Chemistry (7th Ed.)''. Thomson. 2008. hlm. 305–7. ISBN 978-0-495-11258-7.</ref> Istilah “meso” berasal dari bahasa Yunani ''mésos'', yang berarti “tengah”.


Sebagai contoh, [[asam tartarat]] memiliki tiga stereoisomer yang dapat digambarkan menggunakan [[proyeksi Fischer]]. Dua gambar pertama pada diagram mewakili senyawa meso (isomer 2''[[Aturan prioritas Cahn–Ingold–Prelog|R]]'',3''[[Aturan prioritas Cahn–Ingold–Prelog|S]]'' dan 2''[[Aturan prioritas Cahn–Ingold–Prelog|S]]'',3''[[Aturan prioritas Cahn–Ingold–Prelog|R]]'', yang sebenarnya identik). Dua berikutnya adalah pasangan aktif-optik berupa [[asam tartarat|asam levotartarat]] (asam L-(''R,R'')-(+)-tartarat) dan [[asam tartarat|asam dekstrotartarat]] (asam D-(''S,S'')-(-)-tartarat). Senyawa meso memiliki bidang [[simetri]] internal (ditandai dengan garis), yang tidak ditemukan dalam isomer non-meso. Ketika direfleksikan, senyawa meso menghasilkan stereokimia yang sama; sebaliknya, isomer non-meso akan menghasilkan [[enantiomer]] pasangannya.<ref>McMurry, John. ''Organic Chemistry (7th Ed.)''. Thomson. 2008. hlm. 305–7. ISBN 978-0-495-11258-7.</ref> Senyawa meso tidak boleh disamakan dengan campuran [[rasemat]] 50:50, meskipun keduanya sama-sama tidak memutar cahaya terpolarisasi.


Untuk dapat menjadi meso, dua pusat stereogenik dalam molekul harus memiliki sedikitnya dua [[substituen]] yang sama (meski syarat ini sendiri tidak menjamin sifat meso). Contohnya, pada senyawa 2,4-pentanadiol, karbon kedua dan keempat memiliki keempat substituen yang identik.
Untuk dapat menjadi meso, dua pusat stereogenik dalam molekul harus memiliki sedikitnya dua [[substituen]] yang sama (meski syarat ini sendiri tidak menjamin sifat meso). Contohnya, pada senyawa 2,4-pentanadiol, karbon kedua dan keempat memiliki keempat substituen yang identik.


 
Karena isomer meso memiliki bayangan cermin yang dapat ditumpangtindihkan, senyawa dengan ''n'' pusat kiral tidak dapat mencapai jumlah maksimum teoritis 2<sup>''n''</sup> stereoisomer apabila salah satu isomernya adalah meso.<ref>Bruice, Paula. Organic Chemistry. 2007. Pearson Prentice Hall. Upper Saddle River NJ.</ref>
Karena isomer meso memiliki bayangan cermin yang dapat ditumpangtindihkan, senyawa dengan ''n'' pusat kiral tidak dapat mencapai jumlah maksimum teoritis 2<sup>''n''</sup> stereoisomer apabila salah satu isomernya adalah meso.


Suatu isomer meso tidak selalu harus memiliki bidang cermin. Sifat meso dapat muncul dari jenis simetri lain, seperti [[inversi pada titik|inversi]] atau [[rotorefleksi]] (mis. S). Contohnya, terdapat dua isomer meso pada 1,4-difluoro-2,5-diklorosikloheksana yang tidak memiliki bidang cermin, dan dua isomer meso pada 1,2,3,4-tetrafluorospiropentana.
Suatu isomer meso tidak selalu harus memiliki bidang cermin. Sifat meso dapat muncul dari jenis simetri lain, seperti [[inversi pada titik|inversi]] atau [[rotorefleksi]] (mis. S). Contohnya, terdapat dua isomer meso pada 1,4-difluoro-2,5-diklorosikloheksana yang tidak memiliki bidang cermin, dan dua isomer meso pada 1,2,3,4-tetrafluorospiropentana.
Baris 14: Baris 14:
Senyawa [[siklopropana]] 1,2-disubstitusi memiliki isomer [[isomerisme cis-trans|cis]] yang bersifat meso (karena memiliki bidang cermin), serta sepasang isomer [[isomerisme cis-trans|trans]] yang merupakan enansiomer:
Senyawa [[siklopropana]] 1,2-disubstitusi memiliki isomer [[isomerisme cis-trans|cis]] yang bersifat meso (karena memiliki bidang cermin), serta sepasang isomer [[isomerisme cis-trans|trans]] yang merupakan enansiomer:


 
Dua isomer cis dari senyawa [[sikloheksana]] 1,2-disubstitusi juga bertindak seperti senyawa meso pada suhu ruang. Pada kondisi tersebut, kebanyakan 1,2-disubstitusi sikloheksana mengalami ''ring flipping'' yang cepat (kecuali jika substituen sangat besar), sehingga kedua isomer cis bersifat identik dalam reaksi dengan pereaksi kiral.<ref>Vollhardt, K. Peter C. Organic Chemistry: Structure and Function, Fourth Ed. 2003. W.H. Freeman and Co. New York. pp. 187.</ref> Namun pada suhu rendah, energi aktivasi untuk proses ''ring flipping'' tidak dapat tercapai, sehingga kedua isomer cis bertindak seperti enansiomer. Perlu dicatat pula bahwa saat sikloheksana mengalami ''ring flip'', konfigurasi absolut pusat stereogenik tidak berubah.
Dua isomer cis dari senyawa [[sikloheksana]] 1,2-disubstitusi juga bertindak seperti senyawa meso pada suhu ruang. Pada kondisi tersebut, kebanyakan 1,2-disubstitusi sikloheksana mengalami ''ring flipping'' yang cepat (kecuali jika substituen sangat besar), sehingga kedua isomer cis bersifat identik dalam reaksi dengan pereaksi kiral. Namun pada suhu rendah, energi aktivasi untuk proses ''ring flipping'' tidak dapat tercapai, sehingga kedua isomer cis bertindak seperti enansiomer. Perlu dicatat pula bahwa saat sikloheksana mengalami ''ring flip'', konfigurasi absolut pusat stereogenik tidak berubah.
 


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Senyawa+meso&oldid=29582410 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29582410 (2026-08-15T11:02:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Senyawa+meso&oldid=29582410 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29582410 (2026-08-15T11:02:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 09.04

Salah satu dari dua isomer meso 1,2,3,4-tetrafluorospiropentana, dengan simetri S

Senyawa meso atau isomer meso adalah suatu isomer yang tidak aktif secara optis dalam satu set stereoisomer, meskipun set tersebut mencakup isomer-isomer lain yang aktif secara optis.[1][2] Dengan kata lain, meskipun mengandung dua atau lebih pusat stereogenik, molekul meso tidak bersifat kiral. Suatu senyawa meso dapat ditumpangtindihkan (superposable) secara sempurna dengan bayangan cerminnya—yang berbeda dari sekadar superimposable (karena dua objek apa pun dapat ditumpangkan tanpa harus identik). Dua objek hanya dapat superposable apabila semua elemen geometrinya berkorespondensi dan tidak menghasilkan rotasi “(+)” atau “(–)” dalam pengukuran menggunakan polarimeter.[3] Istilah “meso” berasal dari bahasa Yunani mésos, yang berarti “tengah”.

Sebagai contoh, asam tartarat memiliki tiga stereoisomer yang dapat digambarkan menggunakan proyeksi Fischer. Dua gambar pertama pada diagram mewakili senyawa meso (isomer 2R,3S dan 2S,3R, yang sebenarnya identik). Dua berikutnya adalah pasangan aktif-optik berupa asam levotartarat (asam L-(R,R)-(+)-tartarat) dan asam dekstrotartarat (asam D-(S,S)-(-)-tartarat). Senyawa meso memiliki bidang simetri internal (ditandai dengan garis), yang tidak ditemukan dalam isomer non-meso. Ketika direfleksikan, senyawa meso menghasilkan stereokimia yang sama; sebaliknya, isomer non-meso akan menghasilkan enantiomer pasangannya.[4] Senyawa meso tidak boleh disamakan dengan campuran rasemat 50:50, meskipun keduanya sama-sama tidak memutar cahaya terpolarisasi.

Untuk dapat menjadi meso, dua pusat stereogenik dalam molekul harus memiliki sedikitnya dua substituen yang sama (meski syarat ini sendiri tidak menjamin sifat meso). Contohnya, pada senyawa 2,4-pentanadiol, karbon kedua dan keempat memiliki keempat substituen yang identik.

Karena isomer meso memiliki bayangan cermin yang dapat ditumpangtindihkan, senyawa dengan n pusat kiral tidak dapat mencapai jumlah maksimum teoritis 2n stereoisomer apabila salah satu isomernya adalah meso.[5]

Suatu isomer meso tidak selalu harus memiliki bidang cermin. Sifat meso dapat muncul dari jenis simetri lain, seperti inversi atau rotorefleksi (mis. S). Contohnya, terdapat dua isomer meso pada 1,4-difluoro-2,5-diklorosikloheksana yang tidak memiliki bidang cermin, dan dua isomer meso pada 1,2,3,4-tetrafluorospiropentana.

Senyawa meso siklik

Senyawa siklopropana 1,2-disubstitusi memiliki isomer cis yang bersifat meso (karena memiliki bidang cermin), serta sepasang isomer trans yang merupakan enansiomer:

Dua isomer cis dari senyawa sikloheksana 1,2-disubstitusi juga bertindak seperti senyawa meso pada suhu ruang. Pada kondisi tersebut, kebanyakan 1,2-disubstitusi sikloheksana mengalami ring flipping yang cepat (kecuali jika substituen sangat besar), sehingga kedua isomer cis bersifat identik dalam reaksi dengan pereaksi kiral.[6] Namun pada suhu rendah, energi aktivasi untuk proses ring flipping tidak dapat tercapai, sehingga kedua isomer cis bertindak seperti enansiomer. Perlu dicatat pula bahwa saat sikloheksana mengalami ring flip, konfigurasi absolut pusat stereogenik tidak berubah.

Referensi

  1. Addison Ault. The Meaning of Meso. Journal of Chemical Education. 2008. Vol. 85 (3). hlm. 441. doi:10.1021/ed085p441.
  2. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  3. McMurry, John. Organic Chemistry (7th Ed.). Thomson. 2008. hlm. 305–7. ISBN 978-0-495-11258-7.
  4. McMurry, John. Organic Chemistry (7th Ed.). Thomson. 2008. hlm. 305–7. ISBN 978-0-495-11258-7.
  5. Bruice, Paula. Organic Chemistry. 2007. Pearson Prentice Hall. Upper Saddle River NJ.
  6. Vollhardt, K. Peter C. Organic Chemistry: Structure and Function, Fourth Ed. 2003. W.H. Freeman and Co. New York. pp. 187.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29582410 (2026-08-15T11:02:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.