Permen manusia: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28602289; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Mellified_man.JPG|thumb|right|280px|Mellified man]] | |||
Proses ini berbeda dengan donor organ tubuh yang mulai dikerjakan setelah kematian. Proses melifikasi (perendaman dalam madu) idealnya dimulai sebelum kematian. Donor akan berhenti makan makanan apa pun selain madu, dan tubuhnya direndam dalam madu. Tak lama kemudian, kotoran dan bahkan keringat donor akan terbentuk dari madu. Ketika si pendonor mati, tubuh pendonor akan ditempatkan di peti batu berisi madu. | '''Permen manusia''', atau '''gula-gula mumi manusia''', adalah zat obat legendaris yang dibuat dengan merendam [[mayat]] manusia dalam [[madu]]. Ramuan ini dirinci dalam sumber-sumber medis [[Tiongkok]], termasuk dalam buku ''Bencao Gangmu'' dari abad ke-16. Teks tersebut melaporkan sebuah cerita yang beredar dari mulut ke mulut bahwa beberapa pria tua di [[Jazirah Arab]], mendekati akhir hidup mereka, akan melakukan proses [[mumifikasi]] dalam madu untuk membuat [[permen]] penyembuhan.<ref>Mary Roach. [https://books.google.com/books?id=uTdIPwAACAAJ Stiff: The Curious Lives of Human Cadavers]. Paw Prints. 2008. ISBN 978-1-4352-8742-6.</ref> | ||
Proses ini berbeda dengan donor organ tubuh yang mulai dikerjakan setelah kematian. Proses melifikasi (perendaman dalam madu) idealnya dimulai sebelum kematian. Donor akan berhenti makan makanan apa pun selain madu, dan tubuhnya direndam dalam madu. Tak lama kemudian, kotoran dan bahkan keringat donor akan terbentuk dari madu. Ketika si pendonor mati, tubuh pendonor akan ditempatkan di peti batu berisi madu.<ref>Paul Salopek. [http://outofedenwalk.nationalgeographic.com/2015/05/13/honey-im-dead In Ancient Burial, Embalming With Honey Out Of Eden Walk]. ''outofedenwalk.nationalgeographic.com''.</ref> | |||
Setelah direndam dalam madu sekitar satu abad, isinya akan berubah menjadi semacam permen yang konon mampu menyembuhkan anggota tubuh yang patah dan penyakit lainnya. Penganan ini kemudian akan dijual di pasar jalanan sebagai barang yang sulit ditemukan dengan harga yang lumayan mahal. | Setelah direndam dalam madu sekitar satu abad, isinya akan berubah menjadi semacam permen yang konon mampu menyembuhkan anggota tubuh yang patah dan penyakit lainnya. Penganan ini kemudian akan dijual di pasar jalanan sebagai barang yang sulit ditemukan dengan harga yang lumayan mahal. | ||
==Referensi== | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Permen+manusia&oldid=28602289 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28602289 (2025-11-22T09:38:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 09.14
Permen manusia, atau gula-gula mumi manusia, adalah zat obat legendaris yang dibuat dengan merendam mayat manusia dalam madu. Ramuan ini dirinci dalam sumber-sumber medis Tiongkok, termasuk dalam buku Bencao Gangmu dari abad ke-16. Teks tersebut melaporkan sebuah cerita yang beredar dari mulut ke mulut bahwa beberapa pria tua di Jazirah Arab, mendekati akhir hidup mereka, akan melakukan proses mumifikasi dalam madu untuk membuat permen penyembuhan.[1]
Proses ini berbeda dengan donor organ tubuh yang mulai dikerjakan setelah kematian. Proses melifikasi (perendaman dalam madu) idealnya dimulai sebelum kematian. Donor akan berhenti makan makanan apa pun selain madu, dan tubuhnya direndam dalam madu. Tak lama kemudian, kotoran dan bahkan keringat donor akan terbentuk dari madu. Ketika si pendonor mati, tubuh pendonor akan ditempatkan di peti batu berisi madu.[2]
Setelah direndam dalam madu sekitar satu abad, isinya akan berubah menjadi semacam permen yang konon mampu menyembuhkan anggota tubuh yang patah dan penyakit lainnya. Penganan ini kemudian akan dijual di pasar jalanan sebagai barang yang sulit ditemukan dengan harga yang lumayan mahal.
Referensi
- ↑ Mary Roach. Stiff: The Curious Lives of Human Cadavers. Paw Prints. 2008. ISBN 978-1-4352-8742-6.
- ↑ Paul Salopek. In Ancient Burial, Embalming With Honey Out Of Eden Walk. outofedenwalk.nationalgeographic.com.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28602289 (2025-11-22T09:38:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.