Glukoneogenesis: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26775853; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Gluconeogenesis_pathway.png|thumb|right|280px|Gluconeogenesis pathway]] | |||
'''Glukoneogenesis''' '''(GNG)''' adalah [[Lintasan metabolisme|jalur metabolisme]] yang menghasilkan [[glukosa]] dari [[Substrat (kimia)|substrat]] [[karbon]] non-[[karbohidrat]] tertentu. Proses ini bersifat universal dan ditemukan pada tumbuhan, hewan, jamur, bakteri, serta mikroorganisme lainnya.<ref>Albert L. Lehninger. [https://archive.org/details/lehningerprincip0000lehn_q8s9 Lehninger principles of biochemistry]. Worth Publishers. 2000. ISBN 978-1-57259-153-0.</ref> Pada [[vertebrata]], glukoneogenesis terutama terjadi di [[hati]] dan sebagian kecil di [[korteks ginjal]]. Glukoneogenesis, bersama [[glikogenolisis]], merupakan mekanisme utama yang digunakan oleh manusia dan hewan lain untuk menjaga [[kadar gula darah]] tetap stabil, mencegah terjadinya [[hipoglikemia]].<ref>[https://web.archive.org/web/20090826043311/http://www2.ufp.pt/~pedros/bq/gng.htm The chemical logic behind... Gluconeogenesis]. ''web.archive.org''. 2009-08-26.</ref> Pada [[Hewan pemamah biak|ruminansia]], karena karbohidrat dari makanan cenderung dimetabolisme oleh mikroorganisme di [[rumen]], glukoneogenesis berlangsung terus-menerus, tanpa tergantung pada kondisi puasa, diet rendah karbohidrat, atau aktivitas fisik.<ref>H. H. Dukes. [https://en.wikipedia.org/wiki/Special:BookSources/978-0801442384 Dukes' physiology of domestic animals]. Comstock Pub. Associates. 2004. ISBN 978-0-8014-4238-4.</ref> Pada hewan lain, proses ini terjadi selama periode puasa, kelaparan, diet rendah karbohidrat, atau olahraga intens. | |||
Jalur glukoneogenesis bersifat sangat [[endergonik]] hingga terhubung dengan [[hidrolisis]] [[Adenosina trifosfat|ATP]] atau [[GTP]], yang mengubahnya menjadi proses [[eksergonik]]. Sebagai contoh, jalur dari piruvat menuju [[glukosa-6-fosfat]] membutuhkan 4 molekul ATP dan 2 molekul GTP untuk berlangsung secara spontan. ATP ini diperoleh dari [[katabolisme]] asam lemak melalui [[beta oksidasi]]. | Pada manusia, substrat untuk glukoneogenesis dapat berasal dari sumber non-karbohidrat yang dapat dikonversi menjadi [[piruvat]] atau [[Senyawa intermediat|intermediat]] pada jalur glikolisis. Dari pemecahan [[protein]], substratnya meliputi asam amino glukogenik; dari pemecahan [[lipid]] (seperti [[trigliserida]]), substratnya meliputi [[gliserol]] dan asam lemak rantai ganjil; serta dari bagian metabolisme lain seperti [[Asam laktat|laktat]] dari [[siklus Cori]]. Dalam kondisi puasa berkepanjangan, [[aseton]] yang terbentuk dari badan keton juga dapat berfungsi sebagai substrat, memberikan jalur dari [[asam lemak]] menjadi glukosa.<ref>Christoph Kaleta. [https://journals.plos.org/ploscompbiol/article?id=10.1371/journal.pcbi.1002116 In Silico Evidence for Gluconeogenesis from Fatty Acids in Humans]. ''PLOS Computational Biology''. 2011-07-21. Vol. 7 (7). hlm. e1002116. doi:10.1371/journal.pcbi.1002116.</ref> Meskipun sebagian besar glukoneogenesis terjadi di hati, peran ginjal dalam proses ini meningkat pada kondisi [[diabetes]] dan puasa berkepanjangan.<ref>Myat Theingi Swe. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/jcp.27598 Molecular signaling mechanisms of renal gluconeogenesis in nondiabetic and diabetic conditions]. ''Journal of Cellular Physiology''. 2019-06. Vol. 234 (6). hlm. 8134–8151. doi:10.1002/jcp.27598.</ref> | ||
Jalur glukoneogenesis bersifat sangat [[endergonik]] hingga terhubung dengan [[hidrolisis]] [[Adenosina trifosfat|ATP]] atau [[GTP]], yang mengubahnya menjadi proses [[eksergonik]]. Sebagai contoh, jalur dari piruvat menuju [[glukosa-6-fosfat]] membutuhkan 4 molekul ATP dan 2 molekul GTP untuk berlangsung secara spontan. ATP ini diperoleh dari [[katabolisme]] asam lemak melalui [[beta oksidasi]].<ref>Rodwell V (2015). ''Harper's illustrated Biochemistry, 30th edition''. USA: McGraw Hill. p. 193. ISBN 978-0-07-182537-5 .</ref> | |||
== Prekursor == | == Prekursor == | ||
Pada manusia, prekursor utama glukoneogenesis adalah [[Asam laktat|laktat]], [[gliserol]], [[Alanina|alanin]], dan [[Glutamina|glutamin]]. Secara keseluruhan, senyawa-senyawa ini menyumbang lebih dari 90% dari total glukoneogenesis. Selain itu, [[asam amino]] [[glukogenik]] lainnya serta semua intermediat [[siklus asam sitrat]] (yang dikonversi menjadi [[oksaloasetat]]) juga dapat berfungsi sebagai substrat glukoneogenesis. Secara umum, konsumsi makanan yang mengandung substrat glukoneogenik tidak secara langsung meningkatkan glukoneogenesis pada manusia. | Pada manusia, prekursor utama glukoneogenesis adalah [[Asam laktat|laktat]], [[gliserol]], [[Alanina|alanin]], dan [[Glutamina|glutamin]]. Secara keseluruhan, senyawa-senyawa ini menyumbang lebih dari 90% dari total glukoneogenesis.<ref>John E. Gerich. [https://diabetesjournals.org/care/article/24/2/382/24126/Renal-GluconeogenesisIts-importance-in-human Renal Gluconeogenesis]. ''Diabetes Care''. 2001-02-01. Vol. 24 (2). hlm. 382–391. doi:10.2337/diacare.24.2.382.</ref> Selain itu, [[asam amino]] [[glukogenik]] lainnya serta semua intermediat [[siklus asam sitrat]] (yang dikonversi menjadi [[oksaloasetat]]) juga dapat berfungsi sebagai substrat glukoneogenesis.<ref>R. Garrett. [https://archive.org/details/principlesofbioc0000garr Principles of biochemistry: with a human focus]. Harcourt College Publishers. 2002. ISBN 978-0-03-097369-7.</ref> Secara umum, konsumsi makanan yang mengandung substrat glukoneogenik tidak secara langsung meningkatkan glukoneogenesis pada manusia.<ref>Frank Q. Nuttall. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/dmrr.863 Regulation of hepatic glucose production and the role of gluconeogenesis in humans: is the rate of gluconeogenesis constant?]. ''Diabetes/Metabolism Research and Reviews''. 2008-09. Vol. 24 (6). hlm. 438–458. doi:10.1002/dmrr.863.</ref> | ||
Pada [[ruminansia]], [[propionat]] merupakan substrat utama glukoneogenesis. Sementara itu, pada non-ruminansia, termasuk manusia, propionat dihasilkan dari β-oksidasi asam lemak rantai ganjil dan bercabang, meskipun perannya sebagai substrat glukoneogenik relatif kecil. | Pada [[ruminansia]], [[propionat]] merupakan substrat utama glukoneogenesis.<ref>Van Soest PJ (1994). ''Nutritional Ecology of the Ruminant'' (2nd ed.). Cornell Univ. Press. ISBN 978-1501732355 .</ref> Sementara itu, pada non-ruminansia, termasuk manusia, propionat dihasilkan dari β-oksidasi asam lemak rantai ganjil dan bercabang, meskipun perannya sebagai substrat glukoneogenik relatif kecil.<ref>Rodwell VW, Bender DA, Botham KM, Kennelly PJ, Weil PA (2018). ''Harper's Illustrated Biochemistry'' (31st ed.). McGraw-Hill Publishing Company.</ref><ref>Baynes J, Dominiczak M (2014). ''Medical Biochemistry'' (4th ed.). Elsevier.</ref> | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Glukoneogenesis&oldid=26775853 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26775853 (2025-01-10T10:24:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 13.59

Glukoneogenesis (GNG) adalah jalur metabolisme yang menghasilkan glukosa dari substrat karbon non-karbohidrat tertentu. Proses ini bersifat universal dan ditemukan pada tumbuhan, hewan, jamur, bakteri, serta mikroorganisme lainnya.[1] Pada vertebrata, glukoneogenesis terutama terjadi di hati dan sebagian kecil di korteks ginjal. Glukoneogenesis, bersama glikogenolisis, merupakan mekanisme utama yang digunakan oleh manusia dan hewan lain untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, mencegah terjadinya hipoglikemia.[2] Pada ruminansia, karena karbohidrat dari makanan cenderung dimetabolisme oleh mikroorganisme di rumen, glukoneogenesis berlangsung terus-menerus, tanpa tergantung pada kondisi puasa, diet rendah karbohidrat, atau aktivitas fisik.[3] Pada hewan lain, proses ini terjadi selama periode puasa, kelaparan, diet rendah karbohidrat, atau olahraga intens.
Pada manusia, substrat untuk glukoneogenesis dapat berasal dari sumber non-karbohidrat yang dapat dikonversi menjadi piruvat atau intermediat pada jalur glikolisis. Dari pemecahan protein, substratnya meliputi asam amino glukogenik; dari pemecahan lipid (seperti trigliserida), substratnya meliputi gliserol dan asam lemak rantai ganjil; serta dari bagian metabolisme lain seperti laktat dari siklus Cori. Dalam kondisi puasa berkepanjangan, aseton yang terbentuk dari badan keton juga dapat berfungsi sebagai substrat, memberikan jalur dari asam lemak menjadi glukosa.[4] Meskipun sebagian besar glukoneogenesis terjadi di hati, peran ginjal dalam proses ini meningkat pada kondisi diabetes dan puasa berkepanjangan.[5]
Jalur glukoneogenesis bersifat sangat endergonik hingga terhubung dengan hidrolisis ATP atau GTP, yang mengubahnya menjadi proses eksergonik. Sebagai contoh, jalur dari piruvat menuju glukosa-6-fosfat membutuhkan 4 molekul ATP dan 2 molekul GTP untuk berlangsung secara spontan. ATP ini diperoleh dari katabolisme asam lemak melalui beta oksidasi.[6]
Prekursor
Pada manusia, prekursor utama glukoneogenesis adalah laktat, gliserol, alanin, dan glutamin. Secara keseluruhan, senyawa-senyawa ini menyumbang lebih dari 90% dari total glukoneogenesis.[7] Selain itu, asam amino glukogenik lainnya serta semua intermediat siklus asam sitrat (yang dikonversi menjadi oksaloasetat) juga dapat berfungsi sebagai substrat glukoneogenesis.[8] Secara umum, konsumsi makanan yang mengandung substrat glukoneogenik tidak secara langsung meningkatkan glukoneogenesis pada manusia.[9]
Pada ruminansia, propionat merupakan substrat utama glukoneogenesis.[10] Sementara itu, pada non-ruminansia, termasuk manusia, propionat dihasilkan dari β-oksidasi asam lemak rantai ganjil dan bercabang, meskipun perannya sebagai substrat glukoneogenik relatif kecil.[11][12]
Referensi
- ↑ Albert L. Lehninger. Lehninger principles of biochemistry. Worth Publishers. 2000. ISBN 978-1-57259-153-0.
- ↑ The chemical logic behind... Gluconeogenesis. web.archive.org. 2009-08-26.
- ↑ H. H. Dukes. Dukes' physiology of domestic animals. Comstock Pub. Associates. 2004. ISBN 978-0-8014-4238-4.
- ↑ Christoph Kaleta. In Silico Evidence for Gluconeogenesis from Fatty Acids in Humans. PLOS Computational Biology. 2011-07-21. Vol. 7 (7). hlm. e1002116. doi:10.1371/journal.pcbi.1002116.
- ↑ Myat Theingi Swe. Molecular signaling mechanisms of renal gluconeogenesis in nondiabetic and diabetic conditions. Journal of Cellular Physiology. 2019-06. Vol. 234 (6). hlm. 8134–8151. doi:10.1002/jcp.27598.
- ↑ Rodwell V (2015). Harper's illustrated Biochemistry, 30th edition. USA: McGraw Hill. p. 193. ISBN 978-0-07-182537-5 .
- ↑ John E. Gerich. Renal Gluconeogenesis. Diabetes Care. 2001-02-01. Vol. 24 (2). hlm. 382–391. doi:10.2337/diacare.24.2.382.
- ↑ R. Garrett. Principles of biochemistry: with a human focus. Harcourt College Publishers. 2002. ISBN 978-0-03-097369-7.
- ↑ Frank Q. Nuttall. Regulation of hepatic glucose production and the role of gluconeogenesis in humans: is the rate of gluconeogenesis constant?. Diabetes/Metabolism Research and Reviews. 2008-09. Vol. 24 (6). hlm. 438–458. doi:10.1002/dmrr.863.
- ↑ Van Soest PJ (1994). Nutritional Ecology of the Ruminant (2nd ed.). Cornell Univ. Press. ISBN 978-1501732355 .
- ↑ Rodwell VW, Bender DA, Botham KM, Kennelly PJ, Weil PA (2018). Harper's Illustrated Biochemistry (31st ed.). McGraw-Hill Publishing Company.
- ↑ Baynes J, Dominiczak M (2014). Medical Biochemistry (4th ed.). Elsevier.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26775853 (2025-01-10T10:24:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.