Minuman keras: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28399910; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Spirituosen-im-supermarkt.jpg|thumb|right|280px|Rak bagian minuman keras di supermarket]] | |||
Di Indonesia, definisi "minuman keras" dan "[[minuman beralkohol]]" tercampur aduk dan cenderung dianggap barang yang sama sehingga juga meliputi minuman fermentasi yang tidak disuling seperti [[bir]], [[tuak]], [[anggur (minuman)|arak anggur]], dan [[cider|arak apel]]. Contoh dalam RUU Anti Miras yang telah dibuat sejak tahun 2013. Istilah "''hard liquor''" (juga berarti "minuman keras") digunakan di [[Amerika Utara]] dan [[India]] untuk membedakan minuman suling dari yang tidak disuling (jauh lebih rendah kadar alkoholnya). | '''Minuman keras''' (singkatnya '''miras''') atau '''sajang'''<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Minuman+keras&oldid=28399910 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> () adalah [[minuman beralkohol]] mengandung [[etanol]] yang dihasilkan dari [[penyulingan]] etanol (yaitu [[konsentrasi|dipekatkan]] dengan disuling) diproduksi dengan cara [[fermentasi etanol|peragian]] biji-bijian, buah, atau sayuran.<ref>[http://www.britannica.com/eb/article-9106006/distilled-spirit Britannica Online Encyclopedia: distilled spirit/distilled liquor]</ref> Contoh minuman keras adalah [[vodka]], [[gin]], [[tequila|tekila]], [[rum]], [[wiski]], dan [[brandy|brendi]]. | ||
Di Indonesia, definisi "minuman keras" dan "[[minuman beralkohol]]" tercampur aduk dan cenderung dianggap barang yang sama sehingga juga meliputi minuman fermentasi yang tidak disuling seperti [[bir]], [[tuak]], [[anggur (minuman)|arak anggur]], dan [[cider|arak apel]]. Contoh dalam RUU Anti Miras yang telah dibuat sejak tahun 2013.<ref>http://antimiras.com/peraturan/ruu-anti-miras/</ref> Istilah "''hard liquor''" (juga berarti "minuman keras") digunakan di [[Amerika Utara]] dan [[India]] untuk membedakan minuman suling dari yang tidak disuling (jauh lebih rendah kadar alkoholnya). | |||
== Tata nama == | == Tata nama == | ||
"Minuman keras" merujuk minuman suling yang tidak mengandung tambahan gula dan memiliki setidaknya 20% [[alkohol berdasarkan volume]] (ABV). Minuman keras yang populer antara lain [[arak]], [[brendi]], [[brendi buah]] (juga dikenal sebagai ''[[eau de vie]]'' atau ''[[schnapps]]''), [[gin]], [[rum]], [[tequila|tekila]], [[vodka]], dan [[wiski]]. Dalam perundang-undangan di Indonesia, minuman beralkohol dengan kadar di atas 20 persen masuk ke dalam minuman beralkohol golongan C. Namun tidak disebutkan secara gamblang bahwa minuman beralkohol golongan C adalah miras.<ref>http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt53a964787db9c/ruu-larangan-minuman-beralkohol-resmi-inisiatif-dpr</ref> | |||
"Minuman keras" merujuk minuman suling yang tidak mengandung tambahan gula dan memiliki setidaknya 20% [[alkohol berdasarkan volume]] (ABV). Minuman keras yang populer antara lain [[arak]], [[brendi]], [[brendi buah]] (juga dikenal sebagai ''[[eau de vie]]'' atau ''[[schnapps]]''), [[gin]], [[rum]], [[tequila|tekila]], [[vodka]], dan [[wiski]]. Dalam perundang-undangan di Indonesia, minuman beralkohol dengan kadar di atas 20 persen masuk ke dalam minuman beralkohol golongan C. Namun tidak disebutkan secara gamblang bahwa minuman beralkohol golongan C adalah miras. | |||
Minuman suling yang dibotolkan dengan tambahan gula dan perisa tambahan, seperti ''[[grand marnier]]'', ''[[frangelico]]'', dan ''[[schnapps]]'' Amerika, disebut "[[likeur]]". Dalam penggunaan umum, perbedaan antara "minuman keras" dan "likeur" secara luas tidak diketahui atau diabaikan, akibatnya, semua [[minuman beralkohol]] selain [[bir]] dan [[anggur (minuman)|arak anggur]] umumnya disebut sebagai minuman keras. | Minuman suling yang dibotolkan dengan tambahan gula dan perisa tambahan, seperti ''[[grand marnier]]'', ''[[frangelico]]'', dan ''[[schnapps]]'' Amerika, disebut "[[likeur]]". Dalam penggunaan umum, perbedaan antara "minuman keras" dan "likeur" secara luas tidak diketahui atau diabaikan, akibatnya, semua [[minuman beralkohol]] selain [[bir]] dan [[anggur (minuman)|arak anggur]] umumnya disebut sebagai minuman keras. | ||
| Baris 15: | Baris 16: | ||
Asal-usul istilah [[bahasa Inggris]] minuman keras, yaitu "''liquor''" dan kerabat dekatnya "''liquid''" adalah kata kerja Latin ''liquere'', yang berarti "menjadi cairan". Menurut ''[[Oxford English Dictionary]]'' (OED; "Kamus Bahasa Inggris Oxford"), penggunaan awal dari kata ini dalam bahasa Inggris, yang berarti hanya "cairan", bisa dirunut ke tahun [[1225]]. Penggunaan pertama ''OED'' menyebutkan arti "''liquor''" adalah "cairan untuk minum" terjadi pada abad ke-14. Penggunaannya sebagai istilah untuk "minuman beralkohol memabukkan" muncul pada abad ke-16. | Asal-usul istilah [[bahasa Inggris]] minuman keras, yaitu "''liquor''" dan kerabat dekatnya "''liquid''" adalah kata kerja Latin ''liquere'', yang berarti "menjadi cairan". Menurut ''[[Oxford English Dictionary]]'' (OED; "Kamus Bahasa Inggris Oxford"), penggunaan awal dari kata ini dalam bahasa Inggris, yang berarti hanya "cairan", bisa dirunut ke tahun [[1225]]. Penggunaan pertama ''OED'' menyebutkan arti "''liquor''" adalah "cairan untuk minum" terjadi pada abad ke-14. Penggunaannya sebagai istilah untuk "minuman beralkohol memabukkan" muncul pada abad ke-16. | ||
== Bibliografi == | == Bibliografi == | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.alexreisner.com/spirits Sejarah dan taksonomi minuman keras.] | * [http://www.alexreisner.com/spirits Sejarah dan taksonomi minuman keras.] | ||
* [http://www.burningstill.com/ Komunitas Distilasi.] | * [http://www.burningstill.com/ Komunitas Distilasi.] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Minuman+keras&oldid=28399910 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28399910 (2025-11-10T11:29:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.00

Minuman keras (singkatnya miras) atau sajang[1] () adalah minuman beralkohol mengandung etanol yang dihasilkan dari penyulingan etanol (yaitu dipekatkan dengan disuling) diproduksi dengan cara peragian biji-bijian, buah, atau sayuran.[2] Contoh minuman keras adalah vodka, gin, tekila, rum, wiski, dan brendi.
Di Indonesia, definisi "minuman keras" dan "minuman beralkohol" tercampur aduk dan cenderung dianggap barang yang sama sehingga juga meliputi minuman fermentasi yang tidak disuling seperti bir, tuak, arak anggur, dan arak apel. Contoh dalam RUU Anti Miras yang telah dibuat sejak tahun 2013.[3] Istilah "hard liquor" (juga berarti "minuman keras") digunakan di Amerika Utara dan India untuk membedakan minuman suling dari yang tidak disuling (jauh lebih rendah kadar alkoholnya).
Tata nama
"Minuman keras" merujuk minuman suling yang tidak mengandung tambahan gula dan memiliki setidaknya 20% alkohol berdasarkan volume (ABV). Minuman keras yang populer antara lain arak, brendi, brendi buah (juga dikenal sebagai eau de vie atau schnapps), gin, rum, tekila, vodka, dan wiski. Dalam perundang-undangan di Indonesia, minuman beralkohol dengan kadar di atas 20 persen masuk ke dalam minuman beralkohol golongan C. Namun tidak disebutkan secara gamblang bahwa minuman beralkohol golongan C adalah miras.[4]
Minuman suling yang dibotolkan dengan tambahan gula dan perisa tambahan, seperti grand marnier, frangelico, dan schnapps Amerika, disebut "likeur". Dalam penggunaan umum, perbedaan antara "minuman keras" dan "likeur" secara luas tidak diketahui atau diabaikan, akibatnya, semua minuman beralkohol selain bir dan arak anggur umumnya disebut sebagai minuman keras.
Bir dan arak anggur, yang bukan minuman suling, mempunyai batas kandungan alkohol maksimum sekitar 20% ABV, karena sebagian besar khamir tidak dapat bereproduksi ketika kepekatan alkohol di atas tingkat ini, akibatnya, proses fermentasi berhenti pada saat itu.
Etimologi
Istilah "spirit" (dari bahasa latin spiritus yang berarti "nafas") yang merujuk ke minuman keras berasal dari alkimia Timur Tengah. Alkemis-alkemis tersebut lebih peduli dengan kesehatan obat mujarab dibandingkan dengan transmutasi timah menjadi emas. Uap yang dilepaskan dan dikumpulkan selama proses alkimia (seperti dengan distilasi alkohol) disebut sebagai spirit ("sukma") dari cairan aslinya.
Asal-usul istilah bahasa Inggris minuman keras, yaitu "liquor" dan kerabat dekatnya "liquid" adalah kata kerja Latin liquere, yang berarti "menjadi cairan". Menurut Oxford English Dictionary (OED; "Kamus Bahasa Inggris Oxford"), penggunaan awal dari kata ini dalam bahasa Inggris, yang berarti hanya "cairan", bisa dirunut ke tahun 1225. Penggunaan pertama OED menyebutkan arti "liquor" adalah "cairan untuk minum" terjadi pada abad ke-14. Penggunaannya sebagai istilah untuk "minuman beralkohol memabukkan" muncul pada abad ke-16.
Bibliografi
Pranala luar
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28399910 (2025-11-10T11:29:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.