Asam oleat: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28404100; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Asam oleat''' atau asam ''Z''-Δ9-oktadekenoat merupakan [[asam lemak]] [[asam lemak tak jenuh|tak jenuh]] yang banyak dikandung dalam minyak [[zaitun]]. Selain minyak zaitun juga terdapat pada limbah industri sawit, yaitu lumpur sawit Asam ini tersusun dari 18 atom C dengan satu ikatan rangkap di antara atom C ke-9 dan ke-10. Selain dalam minyak zaitun (55-80%), asam lemak ini juga terkandung dalam minyak [[bunga matahari]] kultivar tertentu, minyak [[raps]], serta minyak biji anggur. | [[File:Oleic-acid-3D-vdW.png|thumb|right|280px|Oleic-acid-3D-vdW]] | ||
'''Asam oleat''' atau asam ''Z''-Δ9-oktadekenoat merupakan [[asam lemak]] [[asam lemak tak jenuh|tak jenuh]] yang banyak dikandung dalam minyak [[zaitun]]. Selain minyak zaitun juga terdapat pada limbah industri sawit, yaitu lumpur sawit<ref>[http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7663][Berbagai Usaha Memintas Rumenkan Asam Lemak Tak Jenuh]</ref> Asam ini tersusun dari 18 atom C dengan satu ikatan rangkap di antara atom C ke-9 dan ke-10. Selain dalam minyak zaitun (55-80%), asam lemak ini juga terkandung dalam minyak [[bunga matahari]] kultivar tertentu, minyak [[raps]], serta minyak biji anggur. | |||
Rumus kimia: CH<sub>3</sub>(CH<sub>2</sub>)<sub>7</sub>CHCH(CH<sub>2</sub>)<sub>7</sub>)COOH. | Rumus kimia: CH<sub>3</sub>(CH<sub>2</sub>)<sub>7</sub>CHCH(CH<sub>2</sub>)<sub>7</sub>)COOH. | ||
| Baris 7: | Baris 9: | ||
Asam oleat memberikan minyak zaitun karakteristik yang unik dan dalam bidang [[kuliner]] [[minyak zaitun]] menempati posisi "terhormat" di antara minyak-minyak masak yang lain. | Asam oleat memberikan minyak zaitun karakteristik yang unik dan dalam bidang [[kuliner]] [[minyak zaitun]] menempati posisi "terhormat" di antara minyak-minyak masak yang lain. | ||
Asupan asam oleat berlebih dapat menimbulkan [[steatosis]], sejenis [[radang]] pada [[hati]]. | Asupan asam oleat berlebih dapat menimbulkan [[steatosis]],<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17963605 [Effects of TNF alpha on the expression of SCAP and triglyceride contents in cultured steatotic hepatocytes]]. ''Department of Gastroenterology, Institute of Surgery Research, Daping Hospital, Third Military Medical University; Yang LH, Chen DF''.</ref> sejenis [[radang]] pada [[hati]]. | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+oleat&oldid=28404100 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28404100 (2025-11-10T23:04:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.03

Asam oleat atau asam Z-Δ9-oktadekenoat merupakan asam lemak tak jenuh yang banyak dikandung dalam minyak zaitun. Selain minyak zaitun juga terdapat pada limbah industri sawit, yaitu lumpur sawit[1] Asam ini tersusun dari 18 atom C dengan satu ikatan rangkap di antara atom C ke-9 dan ke-10. Selain dalam minyak zaitun (55-80%), asam lemak ini juga terkandung dalam minyak bunga matahari kultivar tertentu, minyak raps, serta minyak biji anggur.
Rumus kimia: CH3(CH2)7CHCH(CH2)7)COOH.
Asam lemak ini pada suhu ruang berupa cairan kental dengan warna kuning pucat atau kuning kecokelatan. Asam ini memiliki aroma yang khas. Ia tidak larut dalam air, titik leburnya 15.3 °C dan titik didihnya 360 °C.
Asam oleat memberikan minyak zaitun karakteristik yang unik dan dalam bidang kuliner minyak zaitun menempati posisi "terhormat" di antara minyak-minyak masak yang lain.
Asupan asam oleat berlebih dapat menimbulkan steatosis,[2] sejenis radang pada hati.
Referensi
- ↑ [1][Berbagai Usaha Memintas Rumenkan Asam Lemak Tak Jenuh]
- ↑ [Effects of TNF alpha on the expression of SCAP and triglyceride contents in cultured steatotic hepatocytes]. Department of Gastroenterology, Institute of Surgery Research, Daping Hospital, Third Military Medical University; Yang LH, Chen DF.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28404100 (2025-11-10T23:04:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.