Lompat ke isi

DNA polimerase epsilon: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29659704; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''DNA polimerase epsilon''' adalah anggota keluarga enzim [[DNA polimerase]] yang ditemukan pada [[eukariota]]. Enzim ini terdiri dari empat subunit berikut: [[POLE (gen)|POLE]] (unit katalitik sentral), [[POLE2]] (subunit 2), [[POLE3]] (subunit 3), dan [[POLE4]] (subunit 4). Bukti terbaru menunjukkan bahwa enzim ini memainkan peran utama dalam sintesis DNA [[Replikasi DNA#Leading strand|untai pengarah]] (leading strand) serta [[perbaikan eksisi nukleotida]] dan [[perbaikan eksisi basa]].
'''DNA polimerase epsilon''' adalah anggota keluarga enzim [[DNA polimerase]] yang ditemukan pada [[eukariota]]. Enzim ini terdiri dari empat subunit berikut: [[POLE (gen)|POLE]] (unit katalitik sentral), [[POLE2]] (subunit 2), [[POLE3]] (subunit 3), dan [[POLE4]] (subunit 4). Bukti terbaru menunjukkan bahwa enzim ini memainkan peran utama dalam sintesis DNA [[Replikasi DNA#Leading strand|untai pengarah]] (leading strand) serta [[perbaikan eksisi nukleotida]] dan [[perbaikan eksisi basa]].<ref>''A Major Role of DNA Polymerase δ in Replication of Both the Leading and Lagging DNA Strands''. ''Molecular Cell''. July 2015. Vol. 59 (2). hlm. 163–175. doi:10.1016/j.molcel.2015.05.038.</ref><ref>''DNA Polymerases Divide the Labor of Genome Replication''. ''Trends in Cell Biology''. September 2016. Vol. 26 (9). hlm. 640–54. doi:10.1016/j.tcb.2016.04.012.</ref>


Penelitian telah dilakukan untuk mempelajari sintesis DNA pada perbaikan eksisi nukleotida oleh DNA polimerase epsilon dengan adanya [[Proliferating cell nuclear antigen|PCNA]] (proliferating cell nuclear antigen), [[Replication factor C|RFC]] (replication factor C), dan [[Replication protein A|RPA]] (replication protein A). Baik DNA polimerase epsilon maupun [[DNA polimerase delta]] bersama dengan [[DNA ligase]] dapat digunakan untuk memperbaiki DNA yang rusak akibat sinar UV. Namun, ditemukan bahwa DNA polimerase delta memerlukan keberadaan RFC dan PCNA untuk melakukan perbaikan DNA. Selain itu, enzim ini hanya menghasilkan sejumlah kecil produk DNA terligasi. DNA polimerase epsilon terbukti paling cocok untuk perbaikan eksisi nukleotida. DNA polimerase epsilon bekerja secara independen dari PCNA dan RFC, serta menghasilkan sebagian besar produk DNA yang terligasi. Ditemukan juga satu kondisi di mana DNA polimerase epsilon memerlukan PCNA dan RFC: yaitu pada perbaikan eksisi nukleotida dengan keberadaan protein pengikat untai tunggal (single strand binding protein) RPA. PCNA dan RFC berfungsi sebagai jangkar dan mengarahkan DNA polimerase epsilon ke templat DNA.
Penelitian telah dilakukan untuk mempelajari sintesis DNA pada perbaikan eksisi nukleotida oleh DNA polimerase epsilon dengan adanya [[Proliferating cell nuclear antigen|PCNA]] (proliferating cell nuclear antigen), [[Replication factor C|RFC]] (replication factor C), dan [[Replication protein A|RPA]] (replication protein A). Baik DNA polimerase epsilon maupun [[DNA polimerase delta]] bersama dengan [[DNA ligase]] dapat digunakan untuk memperbaiki DNA yang rusak akibat sinar UV. Namun, ditemukan bahwa DNA polimerase delta memerlukan keberadaan RFC dan PCNA untuk melakukan perbaikan DNA. Selain itu, enzim ini hanya menghasilkan sejumlah kecil produk DNA terligasi. DNA polimerase epsilon terbukti paling cocok untuk perbaikan eksisi nukleotida. DNA polimerase epsilon bekerja secara independen dari PCNA dan RFC, serta menghasilkan sebagian besar produk DNA yang terligasi. Ditemukan juga satu kondisi di mana DNA polimerase epsilon memerlukan PCNA dan RFC: yaitu pada perbaikan eksisi nukleotida dengan keberadaan protein pengikat untai tunggal (single strand binding protein) RPA. PCNA dan RFC berfungsi sebagai jangkar dan mengarahkan DNA polimerase epsilon ke templat DNA.<ref>''Nucleotide excision repair DNA synthesis by DNA polymerase epsilon in the presence of PCNA, RFC, and RPA''. ''Biochemistry''. April 1995. Vol. 34 (15). hlm. 5011–7. doi:10.1021/bi00015a012.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=DNA+polimerase+epsilon&oldid=29659704 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29659704 (2026-08-29T02:17:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=DNA+polimerase+epsilon&oldid=29659704 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29659704 (2026-08-29T02:17:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.08

DNA polimerase epsilon adalah anggota keluarga enzim DNA polimerase yang ditemukan pada eukariota. Enzim ini terdiri dari empat subunit berikut: POLE (unit katalitik sentral), POLE2 (subunit 2), POLE3 (subunit 3), dan POLE4 (subunit 4). Bukti terbaru menunjukkan bahwa enzim ini memainkan peran utama dalam sintesis DNA untai pengarah (leading strand) serta perbaikan eksisi nukleotida dan perbaikan eksisi basa.[1][2]

Penelitian telah dilakukan untuk mempelajari sintesis DNA pada perbaikan eksisi nukleotida oleh DNA polimerase epsilon dengan adanya PCNA (proliferating cell nuclear antigen), RFC (replication factor C), dan RPA (replication protein A). Baik DNA polimerase epsilon maupun DNA polimerase delta bersama dengan DNA ligase dapat digunakan untuk memperbaiki DNA yang rusak akibat sinar UV. Namun, ditemukan bahwa DNA polimerase delta memerlukan keberadaan RFC dan PCNA untuk melakukan perbaikan DNA. Selain itu, enzim ini hanya menghasilkan sejumlah kecil produk DNA terligasi. DNA polimerase epsilon terbukti paling cocok untuk perbaikan eksisi nukleotida. DNA polimerase epsilon bekerja secara independen dari PCNA dan RFC, serta menghasilkan sebagian besar produk DNA yang terligasi. Ditemukan juga satu kondisi di mana DNA polimerase epsilon memerlukan PCNA dan RFC: yaitu pada perbaikan eksisi nukleotida dengan keberadaan protein pengikat untai tunggal (single strand binding protein) RPA. PCNA dan RFC berfungsi sebagai jangkar dan mengarahkan DNA polimerase epsilon ke templat DNA.[3]

Referensi

  1. A Major Role of DNA Polymerase δ in Replication of Both the Leading and Lagging DNA Strands. Molecular Cell. July 2015. Vol. 59 (2). hlm. 163–175. doi:10.1016/j.molcel.2015.05.038.
  2. DNA Polymerases Divide the Labor of Genome Replication. Trends in Cell Biology. September 2016. Vol. 26 (9). hlm. 640–54. doi:10.1016/j.tcb.2016.04.012.
  3. Nucleotide excision repair DNA synthesis by DNA polymerase epsilon in the presence of PCNA, RFC, and RPA. Biochemistry. April 1995. Vol. 34 (15). hlm. 5011–7. doi:10.1021/bi00015a012.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29659704 (2026-08-29T02:17:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.