Lompat ke isi

Protoporfirin IX: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 14629908; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Protoporfirin IX''' (disebut juga PP IX) adalah [[senyawa organik]] yang merupakan salah satu [[porfirin]] paling banyak di alam. Senyawa ini terlibat dalam sintesis [[heme]] dalam sel makhluk hidup, sebagai senyawa perantara yang terbentuk dalam tahap keenam sintesis (dari delapan tahap). Dalam tahap ini, protoporfirinogen IX dioksidasi dengan bantuan enzim protoporfirinogen oksidase membentuk protoporfirin IX. Dalam tahap kedelapan atau terakhir, enzim [[ferokelatase]] akan mengikat ion besi ke dalam protoprofirin ini, membentuk hasil akhir yaitu heme.
[[File:PPIXtransH.png|thumb|right|280px|PPIXtransH]]
 
'''Protoporfirin IX''' (disebut juga PP IX) adalah [[senyawa organik]] yang merupakan salah satu [[porfirin]] paling banyak di alam. Senyawa ini terlibat dalam sintesis [[heme]] dalam sel makhluk hidup, sebagai senyawa perantara yang terbentuk dalam tahap keenam sintesis (dari delapan tahap). Dalam tahap ini, protoporfirinogen IX dioksidasi dengan bantuan enzim protoporfirinogen oksidase membentuk protoporfirin IX. Dalam tahap kedelapan atau terakhir, enzim [[ferokelatase]] akan mengikat ion besi ke dalam protoprofirin ini, membentuk hasil akhir yaitu heme.<ref>Prof. Dr. Kris H. Timotius. [https://books.google.com/books?id=JClLDwAAQBAJ&pg=PA18 Heme: Biosintetis, Degradasi, serta Kelainan yang Dapat Menyertai]. Penerbit Andi. hlm. 14–16. ISBN 978-979-29-6286-4.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Protoporfirin+IX&oldid=14629908 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 14629908 (2018-12-30T07:10:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Protoporfirin+IX&oldid=14629908 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 14629908 (2018-12-30T07:10:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.11

Berkas:PPIXtransH.png
PPIXtransH

Protoporfirin IX (disebut juga PP IX) adalah senyawa organik yang merupakan salah satu porfirin paling banyak di alam. Senyawa ini terlibat dalam sintesis heme dalam sel makhluk hidup, sebagai senyawa perantara yang terbentuk dalam tahap keenam sintesis (dari delapan tahap). Dalam tahap ini, protoporfirinogen IX dioksidasi dengan bantuan enzim protoporfirinogen oksidase membentuk protoporfirin IX. Dalam tahap kedelapan atau terakhir, enzim ferokelatase akan mengikat ion besi ke dalam protoprofirin ini, membentuk hasil akhir yaitu heme.[1]

Referensi

  1. Prof. Dr. Kris H. Timotius. Heme: Biosintetis, Degradasi, serta Kelainan yang Dapat Menyertai. Penerbit Andi. hlm. 14–16. ISBN 978-979-29-6286-4.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 14629908 (2018-12-30T07:10:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.