Lompat ke isi

Strategi perang: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28081821; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Strategi perang''' adalah penggunaan pertempuran untuk mencapai tujuan [[perang]]. Strategi adalah kunci pelaksanaan [[perang]] dan dikuasai oleh prinsip-prinsip yang menetapkan agar kekuatan besar melakukan aksi menyerang terhadap kekuatan musuh yang lemah untuk menghasilkan kemenangan.
'''Strategi perang''' adalah penggunaan pertempuran untuk mencapai tujuan [[perang]].<ref>Carl von Clausewitz, On War (terjemahan dari Vom Kriege) oleh Michel Howard dan Peter Paret, Princeton University, New Jersey, 1976</ref> Strategi adalah kunci pelaksanaan [[perang]] dan dikuasai oleh prinsip-prinsip yang menetapkan agar kekuatan besar melakukan aksi menyerang terhadap kekuatan musuh yang lemah untuk menghasilkan kemenangan.<ref>Makers of Modern Strategy, diedit oleh Peter Paret, Oxford University Press, Oxford, 1986</ref>


Istilah strategi juga banyak digunakan dalam dunia bisnis, [[politik]], [[ekonomi]], dan [[olahraga]].
Istilah strategi juga banyak digunakan dalam dunia bisnis, [[politik]], [[ekonomi]], dan [[olahraga]].
Baris 24: Baris 24:


=== Laut ===
=== Laut ===
Kekuatan [[maritim]] sangat penting untuk mengembangkan kekuasaan [[negara]] maupun menjamin kesejahteraannya. Pengembangan kekuasaan negara lebih mudah dilakukan melalui [[laut]] daripada [[darat]], seperti kekuasaan [[Spanyol]] atas [[dunia]] pada abad ke-[[16]]. Kekuasaan [[Spanyol]] direbut [[Inggris]] yang bersemboyan ''[[Inggris]] harus menguasai lautan untuk menguasai [[dunia]]'' meskipun surut pada abad ke-[[20]]. Negara lain, seperti [[Prancis]] dan [[Jerman]] juga ingin menguasai [[dunia]] dengan membangun [[armada]] [[laut]]nya. Pertempuran [[laut]] merupakan sebab terjadinya [[perang]] antara [[Prancis]] dan [[Inggris]].
Kekuatan [[maritim]] sangat penting untuk mengembangkan kekuasaan [[negara]] maupun menjamin kesejahteraannya.<ref>Makers of Modern Strategy, diedit Peter Paret, Oxford University Press, 1986</ref> Pengembangan kekuasaan negara lebih mudah dilakukan melalui [[laut]] daripada [[darat]], seperti kekuasaan [[Spanyol]] atas [[dunia]] pada abad ke-[[16]]. Kekuasaan [[Spanyol]] direbut [[Inggris]] yang bersemboyan ''[[Inggris]] harus menguasai lautan untuk menguasai [[dunia]]'' meskipun surut pada abad ke-[[20]]. Negara lain, seperti [[Prancis]] dan [[Jerman]] juga ingin menguasai [[dunia]] dengan membangun [[armada]] [[laut]]nya. Pertempuran [[laut]] merupakan sebab terjadinya [[perang]] antara [[Prancis]] dan [[Inggris]].


[[Negara]] yang ingin menguasai [[dunia]] selalu membangun [[armada]] [[laut]]. Kekuatan [[armada]] [[laut]] sebelum [[perang dunia]] II ditentukan oleh jumlah [[kapal]] tempur yang besar dan dilengkapi daya tembak, daya gerak, dan daya penahan. Pada [[perang dunia I]] berkembanglah [[kapal induk]] akibat perkembangan [[pesawat terbang]] untuk menyerang musuh atau lawannya dari jarak jauh. Pada [[perang dunia II]], pertempuran [[laut]] dimenangkan oleh pihak yang memiliki banyak [[kapal induk]] yang dapat mengirimkan [[pesawat terbang]] berkali-kali untuk menyerang musuh, seperti: [[Pertempuran Midway|pertempuran laut Midway]] di [[samudra Pasifik]] antara armada [[Jepang]] dan [[Amerika Serikat]]. Meskipun berhasil menyerang pangkalan [[Amerika Serikat|AS]] [[Pearl Harbor]] pada tanggal [[7]] Desember [[1941]], [[Jepang]] tidak dapat menghancurkan [[kapal induk]] [[Amerika Serikat|AS]]. Sementara, [[Jerman]] mengembangkan [[strategi]] pertempuran [[laut]] dengan menggunakan [[kapal selam]] untuk memenangkan pertempuran dengan [[Inggris]]. Pada [[perang dingin]], peran [[kapal selam]] menjadi sangat penting.
[[Negara]] yang ingin menguasai [[dunia]] selalu membangun [[armada]] [[laut]]. Kekuatan [[armada]] [[laut]] sebelum [[perang dunia]] II ditentukan oleh jumlah [[kapal]] tempur yang besar dan dilengkapi daya tembak, daya gerak, dan daya penahan. Pada [[perang dunia I]] berkembanglah [[kapal induk]] akibat perkembangan [[pesawat terbang]] untuk menyerang musuh atau lawannya dari jarak jauh. Pada [[perang dunia II]], pertempuran [[laut]] dimenangkan oleh pihak yang memiliki banyak [[kapal induk]] yang dapat mengirimkan [[pesawat terbang]] berkali-kali untuk menyerang musuh, seperti: [[Pertempuran Midway|pertempuran laut Midway]] di [[samudra Pasifik]] antara armada [[Jepang]] dan [[Amerika Serikat]]. Meskipun berhasil menyerang pangkalan [[Amerika Serikat|AS]] [[Pearl Harbor]] pada tanggal [[7]] Desember [[1941]], [[Jepang]] tidak dapat menghancurkan [[kapal induk]] [[Amerika Serikat|AS]]. Sementara, [[Jerman]] mengembangkan [[strategi]] pertempuran [[laut]] dengan menggunakan [[kapal selam]] untuk memenangkan pertempuran dengan [[Inggris]]. Pada [[perang dingin]], peran [[kapal selam]] menjadi sangat penting.
Baris 52: Baris 52:
* [[Perang]]
* [[Perang]]
* [[Senjata]]
* [[Senjata]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 64: Baris 61:
* [http://www.antara.co.id/view/?i=1241860994&c=INT&s=ASP Antara: Karzai Minta AS Hentikan Serangan Udara]
* [http://www.antara.co.id/view/?i=1241860994&c=INT&s=ASP Antara: Karzai Minta AS Hentikan Serangan Udara]
* [http://www.tnial.mil.id/Artikel/tabid/61/articleType/ArticleView/articleId/1614/Default.aspx TNI AL: Lagi, Kobangdikal siapkan Perwira Intelijen dan Ahli Peperangan]
* [http://www.tnial.mil.id/Artikel/tabid/61/articleType/ArticleView/articleId/1614/Default.aspx TNI AL: Lagi, Kobangdikal siapkan Perwira Intelijen dan Ahli Peperangan]


[[fr:Stratagème]]
[[fr:Stratagème]]
[[sv:Krigföring]]
[[sv:Krigföring]]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Strategi+perang&oldid=28081821 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28081821 (2025-10-17T20:10:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Strategi+perang&oldid=28081821 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28081821 (2025-10-17T20:10:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 14.01

Strategi perang adalah penggunaan pertempuran untuk mencapai tujuan perang.[1] Strategi adalah kunci pelaksanaan perang dan dikuasai oleh prinsip-prinsip yang menetapkan agar kekuatan besar melakukan aksi menyerang terhadap kekuatan musuh yang lemah untuk menghasilkan kemenangan.[2]

Istilah strategi juga banyak digunakan dalam dunia bisnis, politik, ekonomi, dan olahraga.

Proses Strategi

  1. Menentukan tujuan keamanan nasional sebagai dasar proses strategi.
  2. Merumuskan strategi raya, lebih dikenal dengan istilah kebijakan.
  3. Mengembangkan strategi militer.
  4. Merancang strategi operasi.
  5. Merumuskan strategi medan tempur, lebih dikenal dengan istilah taktik.

Jenis Strategi

Strategi

Darat

Posisi merupakan masalah dalam strategi. Strategi membedakan posisi garis luar dan posisi garis dalam. Negara berada pada posisi garis luar apabila dapat mengepung lawan atau musuhnya. Posisi garis dalam adalah posisi satu negara yang menghadapi kemungkinan permusuhan dari negara di sekelilingnya.

Jerman pada perang dunia berada pada posisi garis dalam. Pada perang dunia I Jerman bersekutu dengan Austria, keduanya terletak di Eropa Tengah. Mereka menghadapi Prancis dan Inggris di bagian barat, Rusia di bagian timur, dan Italia di bagian selatan. Pada perang dunia II, Jerman bersekutu dengan Italia menghadapi Prancis dan Inggris di bagian barat, Polandia dan Uni soviet di bagian timur. Prancis dalam kepemimpinan Napoleon Bonaparte sering kali berada di posisi garis dalam.

Untuk memperoleh kemenangan, pada posisi garis dalam membutukan kemampuan manuver yang cepat dengan daya pukul yang tinggi sedangkan pada posisi garis luar memerlukan koordinasi dan komunikasi yang baik untuk mempertahankan dan memanfaatkan posisinya. Namun sulit untuk mengkoordinasikan dua atau lebih negara yang berbeda, meskipun mereka bersekutu. Selalu ada kesalahpahaman akibat dari prestis dan kebanggaan nasional masing-masing.

Laut

Kekuatan maritim sangat penting untuk mengembangkan kekuasaan negara maupun menjamin kesejahteraannya.[3] Pengembangan kekuasaan negara lebih mudah dilakukan melalui laut daripada darat, seperti kekuasaan Spanyol atas dunia pada abad ke-16. Kekuasaan Spanyol direbut Inggris yang bersemboyan Inggris harus menguasai lautan untuk menguasai dunia meskipun surut pada abad ke-20. Negara lain, seperti Prancis dan Jerman juga ingin menguasai dunia dengan membangun armada lautnya. Pertempuran laut merupakan sebab terjadinya perang antara Prancis dan Inggris.

Negara yang ingin menguasai dunia selalu membangun armada laut. Kekuatan armada laut sebelum perang dunia II ditentukan oleh jumlah kapal tempur yang besar dan dilengkapi daya tembak, daya gerak, dan daya penahan. Pada perang dunia I berkembanglah kapal induk akibat perkembangan pesawat terbang untuk menyerang musuh atau lawannya dari jarak jauh. Pada perang dunia II, pertempuran laut dimenangkan oleh pihak yang memiliki banyak kapal induk yang dapat mengirimkan pesawat terbang berkali-kali untuk menyerang musuh, seperti: pertempuran laut Midway di samudra Pasifik antara armada Jepang dan Amerika Serikat. Meskipun berhasil menyerang pangkalan AS Pearl Harbor pada tanggal 7 Desember 1941, Jepang tidak dapat menghancurkan kapal induk AS. Sementara, Jerman mengembangkan strategi pertempuran laut dengan menggunakan kapal selam untuk memenangkan pertempuran dengan Inggris. Pada perang dingin, peran kapal selam menjadi sangat penting.

Strategi di laut adalah membangun kekuatan maritim yang berkembang dengan peningkatan kemampuan teknologi.

Udara

Pada permulaan abad ke-20, sejak perang dunia I pesawat terbang telah dimanfaatkan dalam perang. Pesawat terbang dapat mengubah cara berperang secara radikal karena dapat menyerang langsung ke pusat pemerintahan lawan atau musuh. Kekuatan udara harus mengalahkan dan menghancurkan kekuatan udara lawan atau musuh, terlebih dahulu agar kekuatan lawan atau musuh dapat dikalahkan meskipun memiliki angkatan darat dan angkatan laut yang besar dan kuat. Fungsi utama kekuatan udara adalah menyerang basis industri dan keutuhan sosial musuh.

Strategi udara terbukti banyak meleset seperti di pertempuran Britania, Dresden, dan Vietnam tetapi terbukti kebenarannya ketika AS menggunakan bom atom yang dijatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima pada perang dunia II. Perkembangan teknologi baru, yaitu penembakan dengan ketepatan maksimal jarak jauh, dipraktikkan dalam Perang Teluk I dan perang Irak.

Kekuatan udara menjadi lebih penting dengan adanya perkembangan peluru kendali dan roket

Teorikus Ilmu Perang

Lihat pula

Pranala luar

fr:Stratagème sv:Krigföring

Referensi

  1. Carl von Clausewitz, On War (terjemahan dari Vom Kriege) oleh Michel Howard dan Peter Paret, Princeton University, New Jersey, 1976
  2. Makers of Modern Strategy, diedit oleh Peter Paret, Oxford University Press, Oxford, 1986
  3. Makers of Modern Strategy, diedit Peter Paret, Oxford University Press, 1986

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28081821 (2025-10-17T20:10:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.