Galotanin: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29380349; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Galotanin''' adalah [[polimer]] dari [[asam galat]], yaitu rantai molekul asam galat yang saling terkait dengan asam galat lain serta dengan [[sukrosa]] dan gula lainnya. Galotanin banyak terdapat pada mangga dan berfungsi sebagai antioksidan. | '''Galotanin''' adalah [[polimer]] dari [[asam galat]], yaitu rantai molekul asam galat yang saling terkait dengan asam galat lain serta dengan [[sukrosa]] dan gula lainnya.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:147. ISBN 979-8591-27-5</ref> Galotanin banyak terdapat pada mangga dan berfungsi sebagai antioksidan.<ref>Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. ''Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet''. Oxford: Blackwell Publishing Ltd. Hal: 11, 323. ISBN 978-1-4051-2509-3</ref> | ||
Banyak galotanin yang sangat menghambat pertumbuhan tanaman karena galotanin dapat mendenaturasi (melepas ikatan protein) protein seperti enzim. Ketahanan tumbuhan yang mengandungnya mungkin karena galotanin diangkut ke vakuola dan di situ mereka tidak dapat merombak enzim sitoplasma. | Banyak galotanin yang sangat menghambat pertumbuhan tanaman karena galotanin dapat mendenaturasi (melepas ikatan protein) protein seperti enzim.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:147. ISBN 979-8591-27-5</ref> Ketahanan tumbuhan yang mengandungnya mungkin karena galotanin diangkut ke vakuola dan di situ mereka tidak dapat merombak enzim sitoplasma.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:147. ISBN 979-8591-27-5</ref> | ||
Galotanin termasuk [[tanin hidrolisis]] ([[hydrolizable tannin]]) yaitu tanin yang mudah terpotong menghasilkan asam galat dengan perlakuan pengenceran dengan asam, berbeda halnya dengan [[tanin kondensasi]] ([[Condensed tannin]]) yang tidak mudah terpotong. | Galotanin termasuk [[tanin hidrolisis]] ([[hydrolizable tannin]]) yaitu tanin yang mudah terpotong menghasilkan asam galat dengan perlakuan pengenceran dengan asam, berbeda halnya dengan [[tanin kondensasi]] ([[Condensed tannin]]) yang tidak mudah terpotong.<ref>Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. ''Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet''. Oxford: Blackwell Publishing Ltd. Hal: 11, 323. ISBN 978-1-4051-2509-3</ref> | ||
== Fungsi == | == Fungsi == | ||
Galotanin dan khususnya tanin lain digunakan secara komersial untuk menyamak kulit, karena mereka memotong dan mendenaturasi protein . Selain itu, sebagai tanin hidrolisis, galotanin dapat mengikat dan mengendapkan [[protein]] [[kolagen]] pada kulit binatang sehingga mencegah pembusukan oleh [[bakteri]]. Galotanin bertindak sebagai senyawa alelopati, menghambat pertumbuhan spesies lain yang tumbuh di sekitar tumbuhan yang mengandung dan melepaskan galotanin. Tanin lainnya tersebar luas di dalam tumbuhan dibandingkan galotanin dan fungsi utamanya adalah melindungi tumbuhan terhadap serangan bakteri dan [[fungi]]. Meskipun demikian, tanin hapir pasti bertindak sebagai zat yang menyebabkan berbagai [[herbivora]] (hewan pemakan tumbuhan) tidak mau memakan tumbuhan yang mengandungnya, sebagian karena sifat astringensinya (kemampuan mengkerutkan mulut) dan sebagian karena menghambat pencernaan dan penggunaan makanan. | Galotanin dan khususnya tanin lain digunakan secara komersial untuk menyamak kulit, karena mereka memotong dan mendenaturasi protein .<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:147. ISBN 979-8591-27-5</ref> Selain itu, sebagai tanin hidrolisis, galotanin dapat mengikat dan mengendapkan [[protein]] [[kolagen]] pada kulit binatang sehingga mencegah pembusukan oleh [[bakteri]].<ref>Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. ''Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet''. Oxford: Blackwell Publishing Ltd. Hal: 11, 323. ISBN 978-1-4051-2509-3</ref> Galotanin bertindak sebagai senyawa alelopati, menghambat pertumbuhan spesies lain yang tumbuh di sekitar tumbuhan yang mengandung dan melepaskan galotanin. Tanin lainnya tersebar luas di dalam tumbuhan dibandingkan galotanin dan fungsi utamanya adalah melindungi tumbuhan terhadap serangan bakteri dan [[fungi]].<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:147. ISBN 979-8591-27-5</ref> Meskipun demikian, tanin hapir pasti bertindak sebagai zat yang menyebabkan berbagai [[herbivora]] (hewan pemakan tumbuhan) tidak mau memakan tumbuhan yang mengandungnya, sebagian karena sifat astringensinya (kemampuan mengkerutkan mulut) dan sebagian karena menghambat pencernaan dan penggunaan makanan.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:147. ISBN 979-8591-27-5</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 13: | Baris 13: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Galotanin&oldid=29380349 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29380349 (2026-06-23T14:30:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Galotanin&oldid=29380349 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29380349 (2026-06-23T14:30:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.11
Galotanin adalah polimer dari asam galat, yaitu rantai molekul asam galat yang saling terkait dengan asam galat lain serta dengan sukrosa dan gula lainnya.[1] Galotanin banyak terdapat pada mangga dan berfungsi sebagai antioksidan.[2]
Banyak galotanin yang sangat menghambat pertumbuhan tanaman karena galotanin dapat mendenaturasi (melepas ikatan protein) protein seperti enzim.[3] Ketahanan tumbuhan yang mengandungnya mungkin karena galotanin diangkut ke vakuola dan di situ mereka tidak dapat merombak enzim sitoplasma.[4] Galotanin termasuk tanin hidrolisis (hydrolizable tannin) yaitu tanin yang mudah terpotong menghasilkan asam galat dengan perlakuan pengenceran dengan asam, berbeda halnya dengan tanin kondensasi (Condensed tannin) yang tidak mudah terpotong.[5]
Fungsi
Galotanin dan khususnya tanin lain digunakan secara komersial untuk menyamak kulit, karena mereka memotong dan mendenaturasi protein .[6] Selain itu, sebagai tanin hidrolisis, galotanin dapat mengikat dan mengendapkan protein kolagen pada kulit binatang sehingga mencegah pembusukan oleh bakteri.[7] Galotanin bertindak sebagai senyawa alelopati, menghambat pertumbuhan spesies lain yang tumbuh di sekitar tumbuhan yang mengandung dan melepaskan galotanin. Tanin lainnya tersebar luas di dalam tumbuhan dibandingkan galotanin dan fungsi utamanya adalah melindungi tumbuhan terhadap serangan bakteri dan fungi.[8] Meskipun demikian, tanin hapir pasti bertindak sebagai zat yang menyebabkan berbagai herbivora (hewan pemakan tumbuhan) tidak mau memakan tumbuhan yang mengandungnya, sebagian karena sifat astringensinya (kemampuan mengkerutkan mulut) dan sebagian karena menghambat pencernaan dan penggunaan makanan.[9]
Lihat pula
Referensi
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:147. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxford: Blackwell Publishing Ltd. Hal: 11, 323. ISBN 978-1-4051-2509-3
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:147. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:147. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxford: Blackwell Publishing Ltd. Hal: 11, 323. ISBN 978-1-4051-2509-3
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:147. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxford: Blackwell Publishing Ltd. Hal: 11, 323. ISBN 978-1-4051-2509-3
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:147. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:147. ISBN 979-8591-27-5
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29380349 (2026-06-23T14:30:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.