Isoflavonoid: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 23286072; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Isoflavonoid''' adalah senyawa 15 karbon yang mirip seperti [[flavonoid]], hanya saja cincin B pada isoflavonoid tertempel pada [[atom]] [[karbon]] posisi ketiga pada cincin karbon di tengah. Isoflavonoid terutama terdapat pada anggota [[Papilionoideae]], seperti [[kedelai]] (''[[Glycine max]]'') dan [[klover]] (''[[Trifolium]]'' spp). | '''Isoflavonoid''' adalah senyawa 15 karbon yang mirip seperti [[flavonoid]], hanya saja cincin B pada isoflavonoid tertempel pada [[atom]] [[karbon]] posisi ketiga pada cincin karbon di tengah.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:152. ISBN 979-8591-27-5</ref><ref>Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. ''Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet''. Oxford: Blackwell Publishing Ltd. Hal: 9. ISBN 978-1-4051-2509-3</ref> Isoflavonoid terutama terdapat pada anggota [[Papilionoideae]], seperti [[kedelai]] (''[[Glycine max]]'') dan [[klover]] (''[[Trifolium]]'' spp).<ref>Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. ''Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet''. Oxford: Blackwell Publishing Ltd. Hal: 9. ISBN 978-1-4051-2509-3</ref> | ||
== Fungsi == | == Fungsi == | ||
Fungsi isoflavonoid sebagian besar belum diketahui, tetapi beberapa beraksi sebagai zat [[alelokimia]]. Sebagai contoh, [[rotenon]], isoflavonoid dari akar tuba (''[[Derris ellipica]]''), banyak digunakan sebagai [[insektisida]] (senyawa pembasmi serangga). Selain itu rumus bangun isoflavonoid mirip dengan [[hormon]] [[estrogen]] hewan, misalnya [[estradiol]], dan isoflavonoid tumbuhan tertentu menyebabkan kemandulan pada ternak betina, khususnya domba. Semanggi bawah-tanah menimbun isoflavonoid dalam jumlah yang luar biasa tinggi. Senyawa ini menyebabkan "[[penyakit semanggi]]" yang serius pada domba, pertama kali tercatat di [[Australia]] Barat pada tahun 1960-an dengan menurunnya tingkat kesuburan. Isoflavonoid juga diperkirakan merupakan faktor yang mengendalikan populasi hewan pengerat di beberapa wilayah tertentu. | Fungsi isoflavonoid sebagian besar belum diketahui, tetapi beberapa beraksi sebagai zat [[alelokimia]].<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:152. ISBN 979-8591-27-5</ref> Sebagai contoh, [[rotenon]], isoflavonoid dari akar tuba (''[[Derris ellipica]]''), banyak digunakan sebagai [[insektisida]] (senyawa pembasmi serangga).<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:152. ISBN 979-8591-27-5</ref> Selain itu rumus bangun isoflavonoid mirip dengan [[hormon]] [[estrogen]] hewan, misalnya [[estradiol]], dan isoflavonoid tumbuhan tertentu menyebabkan kemandulan pada ternak betina, khususnya domba.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:152. ISBN 979-8591-27-5</ref> Semanggi bawah-tanah menimbun isoflavonoid dalam jumlah yang luar biasa tinggi.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:152. ISBN 979-8591-27-5</ref> Senyawa ini menyebabkan "[[penyakit semanggi]]" yang serius pada domba, pertama kali tercatat di [[Australia]] Barat pada tahun 1960-an dengan menurunnya tingkat kesuburan.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:152. ISBN 979-8591-27-5</ref> Isoflavonoid juga diperkirakan merupakan faktor yang mengendalikan populasi hewan pengerat di beberapa wilayah tertentu.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:152. ISBN 979-8591-27-5</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 8: | Baris 8: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isoflavonoid&oldid=23286072 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23286072 (2023-04-19T23:40:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isoflavonoid&oldid=23286072 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23286072 (2023-04-19T23:40:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.14
Isoflavonoid adalah senyawa 15 karbon yang mirip seperti flavonoid, hanya saja cincin B pada isoflavonoid tertempel pada atom karbon posisi ketiga pada cincin karbon di tengah.[1][2] Isoflavonoid terutama terdapat pada anggota Papilionoideae, seperti kedelai (Glycine max) dan klover (Trifolium spp).[3]
Fungsi
Fungsi isoflavonoid sebagian besar belum diketahui, tetapi beberapa beraksi sebagai zat alelokimia.[4] Sebagai contoh, rotenon, isoflavonoid dari akar tuba (Derris ellipica), banyak digunakan sebagai insektisida (senyawa pembasmi serangga).[5] Selain itu rumus bangun isoflavonoid mirip dengan hormon estrogen hewan, misalnya estradiol, dan isoflavonoid tumbuhan tertentu menyebabkan kemandulan pada ternak betina, khususnya domba.[6] Semanggi bawah-tanah menimbun isoflavonoid dalam jumlah yang luar biasa tinggi.[7] Senyawa ini menyebabkan "penyakit semanggi" yang serius pada domba, pertama kali tercatat di Australia Barat pada tahun 1960-an dengan menurunnya tingkat kesuburan.[8] Isoflavonoid juga diperkirakan merupakan faktor yang mengendalikan populasi hewan pengerat di beberapa wilayah tertentu.[9]
Lihat pula
Referensi
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:152. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxford: Blackwell Publishing Ltd. Hal: 9. ISBN 978-1-4051-2509-3
- ↑ Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxford: Blackwell Publishing Ltd. Hal: 9. ISBN 978-1-4051-2509-3
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:152. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:152. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:152. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:152. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:152. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:152. ISBN 979-8591-27-5
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23286072 (2023-04-19T23:40:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.