Giberelin: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28011008; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Colored_Gibberellin_Solution,_Kofu,Japan.JPG|thumb|right|280px|ka]] | |||
'''Giberelin''' ([[bahasa Inggris]]: ''gibberellin'') atau '''asam giberelat''' (bahasa Inggris: ''gibberellic acid'', disingkat '''GA''') adalah semua anggota kelompok [[hormon tumbuhan]] yang memiliki fungsi yang serupa atau terkait dengan bioassay [[GA1]]. GA hadir pada hampir sepanjang hidup [[tumbuhan]] dan diketahui mengatur [[perkecambahan]], pemanjangan [[batang]], pemicuan [[pembungaan]], perkembangan [[kepala sari]] (''anther''), perkembangan [[biji]] dan pertumbuhan [[perikarp]]. Selain itu, fitohormon ini juga berperan dalam tanggapan terhadap rangsang melalui regulasi fisiologis yang terkait dengan mekanisme biosintesisnya. | '''Giberelin''' ([[bahasa Inggris]]: ''gibberellin'') atau '''asam giberelat''' (bahasa Inggris: ''gibberellic acid'', disingkat '''GA''') adalah semua anggota kelompok [[hormon tumbuhan]] yang memiliki fungsi yang serupa atau terkait dengan bioassay [[GA1]]. GA hadir pada hampir sepanjang hidup [[tumbuhan]] dan diketahui mengatur [[perkecambahan]], pemanjangan [[batang]], pemicuan [[pembungaan]], perkembangan [[kepala sari]] (''anther''), perkembangan [[biji]] dan pertumbuhan [[perikarp]]. Selain itu, fitohormon ini juga berperan dalam tanggapan terhadap rangsang melalui regulasi fisiologis yang terkait dengan mekanisme biosintesisnya. | ||
| Baris 5: | Baris 7: | ||
Giberelin pertama kali dikenali pada tahun 1926 oleh seorang ilmuwan [[bangsa Jepang|Jepang]], [[Eiichi Kurosawa]], yang meneliti tentang penyakit [[padi]] yang disebut "bakanae". Hormon ini pertama kali diisolasi pada tahun 1935 oleh [[Teijiro Yabuta]], dari [[strain]] [[cendawan]] ''Gibberella fujikuroi''. Isolat ini lalu dinamai ''gibberellin''. | Giberelin pertama kali dikenali pada tahun 1926 oleh seorang ilmuwan [[bangsa Jepang|Jepang]], [[Eiichi Kurosawa]], yang meneliti tentang penyakit [[padi]] yang disebut "bakanae". Hormon ini pertama kali diisolasi pada tahun 1935 oleh [[Teijiro Yabuta]], dari [[strain]] [[cendawan]] ''Gibberella fujikuroi''. Isolat ini lalu dinamai ''gibberellin''. | ||
== | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Giberelin&oldid=28011008 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28011008 (2025-10-16T09:22:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.14
Giberelin (bahasa Inggris: gibberellin) atau asam giberelat (bahasa Inggris: gibberellic acid, disingkat GA) adalah semua anggota kelompok hormon tumbuhan yang memiliki fungsi yang serupa atau terkait dengan bioassay GA1. GA hadir pada hampir sepanjang hidup tumbuhan dan diketahui mengatur perkecambahan, pemanjangan batang, pemicuan pembungaan, perkembangan kepala sari (anther), perkembangan biji dan pertumbuhan perikarp. Selain itu, fitohormon ini juga berperan dalam tanggapan terhadap rangsang melalui regulasi fisiologis yang terkait dengan mekanisme biosintesisnya.
Giberelin pada tumbuhan dapat ditemukan dalam dua fase (tahapan) utama yaitu giberelin aktif (GA bioaktif) dan giberelin nonaktif. Giberelin yang aktif secara biologis (GA bioaktif) mengontrol beragam aspek pertumbuhan dan perkembangan tanaman, termasuk perkecambahan biji, batang perpanjangan, perluasan daun, dan bunga dan pengembangan benih. Hingga tahun 2008 terdapat lebih daripada seratus GA telah diidentifikasi dari tanaman dan hanya sejumlah kecil darinya, seperti GA1 dan GA4, diperkirakan berfungsi sebagai hormon bioaktif.
Giberelin pertama kali dikenali pada tahun 1926 oleh seorang ilmuwan Jepang, Eiichi Kurosawa, yang meneliti tentang penyakit padi yang disebut "bakanae". Hormon ini pertama kali diisolasi pada tahun 1935 oleh Teijiro Yabuta, dari strain cendawan Gibberella fujikuroi. Isolat ini lalu dinamai gibberellin.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28011008 (2025-10-16T09:22:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.