Lompat ke isi

Saposin: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22621632; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Saposin''' adalah sebuah [[akronim]] dalam [[bahasa Inggris]], yaitu ''sphingolipid activator proteins''. Saposin merupakan [[glikoprotein]] yang berasal dari [[protein]] prekursor [[prosaposin]] yang teriris menjadi empat bagian, yaitu saposin A, B, C dan D.
'''Saposin''' adalah sebuah [[akronim]] dalam [[bahasa Inggris]], yaitu ''sphingolipid activator proteins''. Saposin merupakan [[glikoprotein]] yang berasal dari [[protein]] prekursor [[prosaposin]] yang teriris menjadi empat bagian, yaitu saposin A, B, C dan D.


Saposin diperlukan dalam reaksi [[hidrolisis]] pada [[sfingolipid]] bersama-sama dengan [[enzim]] [[hidrolase]] lisosomal lainnya.
Saposin diperlukan dalam reaksi [[hidrolisis]] pada [[sfingolipid]] bersama-sama dengan [[enzim]] [[hidrolase]] lisosomal lainnya.<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/2110365 Distribution of saposin proteins (sphingolipid activator proteins) in lysosomal storage and other diseases]. ''Department of Neurosciences, University of California; Morimoto S, Yamamoto Y, O'Brien JS, Kishimoto Y''.</ref>


Pada [[jaringan]] yang normal, saposin D merupakan saposin terbanyak dibandingkan dengan jenis yang lain. Sedangkan peningkatan rasio saposin, khususnya saposin A, ditemukan pada [[otak]] penderita [[penyakit Tay-Sachs]] atau [[penyakit Sandhoff]]. Pada penderita [[penyakit Gaucher]] ditemukan peningkatan rasio saposin A, C dan D pada organ [[limpa]]. Peningkatan rasio yang serupa, yaitu tipe A dan D juga ditemukan pada [[hati]] penderita [[fukosidosis]]. Pada [[penyakit Niemann-Pick]], saposin D menjadi saposin yang dominan pada [[hati]]. Dan peningkatan rasio saposin yang sedang terjadi pada penderita [[gangliosidosis]] GM1.
Pada [[jaringan]] yang normal, saposin D merupakan saposin terbanyak dibandingkan dengan jenis yang lain. Sedangkan peningkatan rasio saposin, khususnya saposin A, ditemukan pada [[otak]] penderita [[penyakit Tay-Sachs]] atau [[penyakit Sandhoff]]. Pada penderita [[penyakit Gaucher]] ditemukan peningkatan rasio saposin A, C dan D pada organ [[limpa]]. Peningkatan rasio yang serupa, yaitu tipe A dan D juga ditemukan pada [[hati]] penderita [[fukosidosis]]. Pada [[penyakit Niemann-Pick]], saposin D menjadi saposin yang dominan pada [[hati]]. Dan peningkatan rasio saposin yang sedang terjadi pada penderita [[gangliosidosis]] GM1.
Baris 7: Baris 7:
Pada penyakit lain, seperti [[penyakit Krabbe]], [[leukodistrofi metakromatik]], [[penyakit Fabry]], [[adrenoleukodistrofi]], [[penyakit I-cell]], [[mukopolisakaridosis]] tipe 2 dan 3B, atau [[penyakit Jansky-Bielschowsky]]; tidak ditemukan perubahan rasio yang signifikan, baik dalam peredaran darah maupun pada [[organ]].
Pada penyakit lain, seperti [[penyakit Krabbe]], [[leukodistrofi metakromatik]], [[penyakit Fabry]], [[adrenoleukodistrofi]], [[penyakit I-cell]], [[mukopolisakaridosis]] tipe 2 dan 3B, atau [[penyakit Jansky-Bielschowsky]]; tidak ditemukan perubahan rasio yang signifikan, baik dalam peredaran darah maupun pada [[organ]].


== Rujukan ==
== Referensi ==
 
<references />
 
[[en:Saposin]]
 
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Saposin&oldid=22621632 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22621632 (2023-01-11T07:35:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Saposin&oldid=22621632 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22621632 (2023-01-11T07:35:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.02

Saposin adalah sebuah akronim dalam bahasa Inggris, yaitu sphingolipid activator proteins. Saposin merupakan glikoprotein yang berasal dari protein prekursor prosaposin yang teriris menjadi empat bagian, yaitu saposin A, B, C dan D.

Saposin diperlukan dalam reaksi hidrolisis pada sfingolipid bersama-sama dengan enzim hidrolase lisosomal lainnya.[1]

Pada jaringan yang normal, saposin D merupakan saposin terbanyak dibandingkan dengan jenis yang lain. Sedangkan peningkatan rasio saposin, khususnya saposin A, ditemukan pada otak penderita penyakit Tay-Sachs atau penyakit Sandhoff. Pada penderita penyakit Gaucher ditemukan peningkatan rasio saposin A, C dan D pada organ limpa. Peningkatan rasio yang serupa, yaitu tipe A dan D juga ditemukan pada hati penderita fukosidosis. Pada penyakit Niemann-Pick, saposin D menjadi saposin yang dominan pada hati. Dan peningkatan rasio saposin yang sedang terjadi pada penderita gangliosidosis GM1.

Pada penyakit lain, seperti penyakit Krabbe, leukodistrofi metakromatik, penyakit Fabry, adrenoleukodistrofi, penyakit I-cell, mukopolisakaridosis tipe 2 dan 3B, atau penyakit Jansky-Bielschowsky; tidak ditemukan perubahan rasio yang signifikan, baik dalam peredaran darah maupun pada organ.

Referensi

  1. Distribution of saposin proteins (sphingolipid activator proteins) in lysosomal storage and other diseases. Department of Neurosciences, University of California; Morimoto S, Yamamoto Y, O'Brien JS, Kishimoto Y.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22621632 (2023-01-11T07:35:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.