Lompat ke isi

Kode genetik yang diperluas: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29599878; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Kode genetik yang diperluas''' disebut juga dengan '''''Genetic code expansion (GCE)''''' adalah modifikasi buatan dari sistem [[kode genetik]], di mana satu atau lebih kodon (triplet [[nukleotida]]) atau struktur kodonik lainnya dialokasikan untuk mengkode [[asam amino]] non‑standar (''non‑canonical/unnatural amino acids'', UAA) yang tidak termasuk dalam 20–22 [[asam amino proteinogenik]] alami. GCE memungkinkan sel atau sistem translasi untuk memasukkan asam amino tambahan ke dalam protein pada posisi tertentu yang dipilih secara genetik. Hal ini dicapai dengan menggunakan [[RNA transfer|tRNA]] dan ''aminoacyl‑tRNA sintetase'' (aaRS) yang direkayasa secara khusus, serta kodon yang telah dialokasikan untuk tujuan tersebut.
'''Kode genetik yang diperluas''' disebut juga dengan '''''Genetic code expansion (GCE)''''' adalah modifikasi buatan dari sistem [[kode genetik]], di mana satu atau lebih kodon (triplet [[nukleotida]]) atau struktur kodonik lainnya dialokasikan untuk mengkode [[asam amino]] non‑standar (''non‑canonical/unnatural amino acids'', UAA) yang tidak termasuk dalam 20–22 [[asam amino proteinogenik]] alami.<ref>Jianming Xie. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1367593105001456 Adding amino acids to the genetic repertoire]. ''Current Opinion in Chemical Biology''. 2005-12-01. Vol. 9 (6). hlm. 548–554. doi:10.1016/j.cbpa.2005.10.011.</ref> GCE memungkinkan sel atau sistem translasi untuk memasukkan asam amino tambahan ke dalam protein pada posisi tertentu yang dipilih secara genetik. Hal ini dicapai dengan menggunakan [[RNA transfer|tRNA]] dan ''aminoacyl‑tRNA sintetase'' (aaRS) yang direkayasa secara khusus, serta kodon yang telah dialokasikan untuk tujuan tersebut.<ref>[https://pharm.ucsf.edu/wang/research/expansion-genetic-code Expansion of the genetic code Wang Lab]. ''pharm.ucsf.edu''.</ref><ref>Qian Wang. [https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19318213 Expanding the genetic code for biological studies]. ''Chemistry & Biology''. 2009-03-27. Vol. 16 (3). hlm. 323–336. doi:10.1016/j.chembiol.2009.03.001.</ref>


== Prasyarat Utama Perluasan Kode Genetik ==
== Prasyarat Utama Perluasan Kode Genetik ==
Untuk memperluas kode genetik, dibutuhkan beberapa komponen kunci. Asam amino non‑standar (UAA/ncAA) yang ingin dimasukkan ke [[protein]] harus memiliki [[sifat kimia]] atau reaktivitas khusus yang tidak dimiliki asam amino alami. UAA dapat memiliki rantai samping dengan sifat kimia, fisik, atau reaktivitas yang berbeda, misalnya kemampuan fotokontrol, kelompok bio‑ortogonal, atau kemampuan mengikat logam sehingga memperluas fungsi protein.
Untuk memperluas kode genetik, dibutuhkan beberapa komponen kunci. Asam amino non‑standar (UAA/ncAA) yang ingin dimasukkan ke [[protein]] harus memiliki [[sifat kimia]] atau reaktivitas khusus yang tidak dimiliki asam amino alami. UAA dapat memiliki rantai samping dengan sifat kimia, fisik, atau reaktivitas yang berbeda, misalnya kemampuan fotokontrol, kelompok bio‑ortogonal, atau kemampuan mengikat logam sehingga memperluas fungsi protein.<ref>Ivana Nikić-Spiegel. [https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7754302/ Expanding the Genetic Code for Neuronal Studies]. ''Chembiochem: A European Journal of Chemical Biology''. 2020-11-16. Vol. 21 (22). hlm. 3169–3179. doi:10.1002/cbic.202000300.</ref>


Selain itu, diperlukan kodon yang belum digunakan untuk mengkode UAA tersebut, misalnya kodon stop, kodon jarang, kodon kuadruplet, atau [[pasangan basa]] sintetis. Kodon baru ini dikenali oleh tRNA orthogonal, yang spesifik terhadap kodon tersebut dan tidak berinteraksi dengan tRNA atau aminoacyl‑tRNA sintetase (aaRS) endogen, sehingga translasi alami tetap terjaga. aaRS orthogonal kemudian mengeasilasi tRNA ini dengan UAA spesifik, tanpa mengenali tRNA endogen atau asam amino alami, sehingga UAA hanya disisipkan pada posisi yang diinginkan.
Selain itu, diperlukan kodon yang belum digunakan untuk mengkode UAA tersebut, misalnya kodon stop, kodon jarang, kodon kuadruplet, atau [[pasangan basa]] sintetis.<ref>Clinton A L McFeely. [https://academic.oup.com/nar/article/50/19/11374/6775395 Expansion of the genetic code through reassignment of redundant sense codons using fully modified tRNA]. ''Nucleic Acids Research''. 2022-10-28. Vol. 50 (19). hlm. 11374–11386. doi:10.1093/nar/gkac846.</ref><ref>Michiko Kimoto. [https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/35685243 Genetic Code Engineering by Natural and Unnatural Base Pair Systems for the Site-Specific Incorporation of Non-Standard Amino Acids Into Proteins]. ''Frontiers in Molecular Biosciences''. 2022. Vol. 9. hlm. 851646. doi:10.3389/fmolb.2022.851646.</ref> Kodon baru ini dikenali oleh tRNA orthogonal, yang spesifik terhadap kodon tersebut dan tidak berinteraksi dengan tRNA atau aminoacyl‑tRNA sintetase (aaRS) endogen, sehingga translasi alami tetap terjaga. aaRS orthogonal kemudian mengeasilasi tRNA ini dengan UAA spesifik, tanpa mengenali tRNA endogen atau asam amino alami, sehingga UAA hanya disisipkan pada posisi yang diinginkan.<ref>Daniele Cervettini. [https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32284585 Rapid discovery and evolution of orthogonal aminoacyl-tRNA synthetase-tRNA pairs]. ''Nature Biotechnology''. 2020-08. Vol. 38 (8). hlm. 989–999. doi:10.1038/s41587-020-0479-2.</ref>


Dengan kombinasi komponen tersebut, sistem [[Translasi (genetik)|translasi]] sel dapat menghasilkan protein dengan sifat dan fungsi baru tanpa mengganggu jalur translasi normal, memungkinkan penelitian dan aplikasi dalam [[biologi sintetik]] serta pengembangan protein dengan kemampuan yang tidak mungkin dicapai oleh asam amino alami saja.
Dengan kombinasi komponen tersebut, sistem [[Translasi (genetik)|translasi]] sel dapat menghasilkan protein dengan sifat dan fungsi baru tanpa mengganggu jalur translasi normal, memungkinkan penelitian dan aplikasi dalam [[biologi sintetik]] serta pengembangan protein dengan kemampuan yang tidak mungkin dicapai oleh asam amino alami saja.<ref>James Sanders. [https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/35151980 New opportunities for genetic code expansion in synthetic yeast]. ''Current Opinion in Biotechnology''. 2022-06. Vol. 75. hlm. 102691. doi:10.1016/j.copbio.2022.102691.</ref><ref>Yujia Huang. [https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11758808/ Genetic Code Expansion: Recent Developments and Emerging Applications]. ''Chemical Reviews''. 2025-01-22. Vol. 125 (2). hlm. 523–598. doi:10.1021/acs.chemrev.4c00216.</ref><ref>Takahito Mukai. [https://www.annualreviews.org/content/journals/10.1146/annurev-micro-090816-093247 Rewriting the Genetic Code]. ''Annual Review of Microbiology''. 2017-09-08. Vol. 71 (Volume 71, 2017). hlm. 557–577. doi:10.1146/annurev-micro-090816-093247.</ref>


== Sifat ==
== Sifat ==
Kode genetik pada organisme bersifat sangat mirip dan disebut hampir universal, sehingga hampir seluruh [[makhluk hidup]] menggunakan bahasa genetik yang sama. Sistem ini mendasari translasi [[RNA duta|mRNA]] menjadi [[protein]] melalui [[ribosom]], dengan [[RNA transfer|tRNA]] sebagai molekul adaptor yang mengenali kodon tertentu pada mRNA melalui antikodon. Aminoasil‑tRNA sintetase mengkatalisasi pengikatan asam amino ke tRNA yang sesuai, memungkinkan kodon diterjemahkan menjadi rantai [[polipeptida]]. Beberapa organisme, termasuk beberapa jenis [[bakteri]], memiliki mekanisme alternatif untuk memasukkan asam amino yang tidak secara langsung dikodekan dalam genom, misalnya melalui modifikasi asam amino terkait secara struktural. Pengenalan asam amino non-standar atau buatan ke dalam protein sel hidup merupakan bagian dari penelitian biologi sintetis yang memungkinkan modifikasi kode genetik sel. Dalam kondisi ini, kodon tertentu yang biasanya mengkode asam amino alami dapat mengkode asam amino baru, sehingga aturan [[Translasi (genetik)|translasi]] protein diubah. Perubahan ini membuka kemungkinan penciptaan bentuk kehidupan alternatif atau organisme dengan sifat protein yang unik, yang tidak ditemukan di alam.
Kode genetik pada organisme bersifat sangat mirip dan disebut hampir universal, sehingga hampir seluruh [[makhluk hidup]] menggunakan bahasa genetik yang sama.<ref>Eugene V. Koonin. [https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28853922 Origin and Evolution of the Universal Genetic Code]. ''Annual Review of Genetics''. 2017-11-27. Vol. 51. hlm. 45–62. doi:10.1146/annurev-genet-120116-024713.</ref> Sistem ini mendasari translasi [[RNA duta|mRNA]] menjadi [[protein]] melalui [[ribosom]], dengan [[RNA transfer|tRNA]] sebagai molekul adaptor yang mengenali kodon tertentu pada mRNA melalui antikodon. Aminoasil‑tRNA sintetase mengkatalisasi pengikatan asam amino ke tRNA yang sesuai, memungkinkan kodon diterjemahkan menjadi rantai [[polipeptida]].<ref>Lei Lei. [https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32131473 Evolution of Life on Earth: tRNA, Aminoacyl-tRNA Synthetases and the Genetic Code]. ''Life (Basel, Switzerland)''. 2020-03-02. Vol. 10 (3). hlm. 21. doi:10.3390/life10030021.</ref> Beberapa organisme, termasuk beberapa jenis [[bakteri]], memiliki mekanisme alternatif untuk memasukkan asam amino yang tidak secara langsung dikodekan dalam genom, misalnya melalui modifikasi asam amino terkait secara struktural.<ref>Lluís Ribas de Pouplana. [https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33837701 The evolution of aminoacyl-tRNA synthetases: From dawn to LUCA]. ''The Enzymes''. 2020. Vol. 48. hlm. 11–37. doi:10.1016/bs.enz.2020.08.001.</ref> Pengenalan asam amino non-standar atau buatan ke dalam protein sel hidup merupakan bagian dari penelitian biologi sintetis yang memungkinkan modifikasi kode genetik sel. Dalam kondisi ini, kodon tertentu yang biasanya mengkode asam amino alami dapat mengkode asam amino baru, sehingga aturan [[Translasi (genetik)|translasi]] protein diubah.<ref>Takayuki Katoh. [https://www.annualreviews.org/content/journals/10.1146/annurev-biochem-040320-103817 In Vitro Genetic Code Reprogramming for the Expansion of Usable Noncanonical Amino Acids]. ''Annual Review of Biochemistry''. 2022-06-21. Vol. 91 (Volume 91, 2022). hlm. 221–243. doi:10.1146/annurev-biochem-040320-103817.</ref><ref>Z. H. U. Yinxue. [https://jcpu.cpu.edu.cn/en/article/doi/10.11665/j.issn.1000-5048.20220401.pdf Genetic incorporation of unnatural amino acids into proteins and its translational application in biomedicine]. ''Journal of China Pharmaceutical University''. 2022-08-25. Vol. 53 (4). hlm. 383–391. doi:10.11665/j.issn.1000-5048.20220401.</ref> Perubahan ini membuka kemungkinan penciptaan bentuk kehidupan alternatif atau organisme dengan sifat protein yang unik, yang tidak ditemukan di alam.<ref>Lei Wang. [https://pubs.rsc.org/en/content/articlelanding/2002/cc/b108185n Expanding the genetic code]. ''Chemical Communications''. 2002-01-14. hlm. 1–11. doi:10.1039/B108185N.</ref><ref>Hong Xue. [https://www.mdpi.com/2075-1729/7/1/10 Future of the Genetic Code]. ''Life''. 2017-02-28. Vol. 7 (1). hlm. 10. doi:10.3390/life7010010.</ref><ref>[https://www.sciencedaily.com/releases/2003/01/030114072450.htm Expanding The Genetic Code: The World’s First Truly Unnatural Organism]. ''ScienceDaily''.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kode+genetik+yang+diperluas&oldid=29599878 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29599878 (2026-08-19T10:43:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kode+genetik+yang+diperluas&oldid=29599878 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29599878 (2026-08-19T10:43:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.08

Kode genetik yang diperluas disebut juga dengan Genetic code expansion (GCE) adalah modifikasi buatan dari sistem kode genetik, di mana satu atau lebih kodon (triplet nukleotida) atau struktur kodonik lainnya dialokasikan untuk mengkode asam amino non‑standar (non‑canonical/unnatural amino acids, UAA) yang tidak termasuk dalam 20–22 asam amino proteinogenik alami.[1] GCE memungkinkan sel atau sistem translasi untuk memasukkan asam amino tambahan ke dalam protein pada posisi tertentu yang dipilih secara genetik. Hal ini dicapai dengan menggunakan tRNA dan aminoacyl‑tRNA sintetase (aaRS) yang direkayasa secara khusus, serta kodon yang telah dialokasikan untuk tujuan tersebut.[2][3]

Prasyarat Utama Perluasan Kode Genetik

Untuk memperluas kode genetik, dibutuhkan beberapa komponen kunci. Asam amino non‑standar (UAA/ncAA) yang ingin dimasukkan ke protein harus memiliki sifat kimia atau reaktivitas khusus yang tidak dimiliki asam amino alami. UAA dapat memiliki rantai samping dengan sifat kimia, fisik, atau reaktivitas yang berbeda, misalnya kemampuan fotokontrol, kelompok bio‑ortogonal, atau kemampuan mengikat logam sehingga memperluas fungsi protein.[4]

Selain itu, diperlukan kodon yang belum digunakan untuk mengkode UAA tersebut, misalnya kodon stop, kodon jarang, kodon kuadruplet, atau pasangan basa sintetis.[5][6] Kodon baru ini dikenali oleh tRNA orthogonal, yang spesifik terhadap kodon tersebut dan tidak berinteraksi dengan tRNA atau aminoacyl‑tRNA sintetase (aaRS) endogen, sehingga translasi alami tetap terjaga. aaRS orthogonal kemudian mengeasilasi tRNA ini dengan UAA spesifik, tanpa mengenali tRNA endogen atau asam amino alami, sehingga UAA hanya disisipkan pada posisi yang diinginkan.[7]

Dengan kombinasi komponen tersebut, sistem translasi sel dapat menghasilkan protein dengan sifat dan fungsi baru tanpa mengganggu jalur translasi normal, memungkinkan penelitian dan aplikasi dalam biologi sintetik serta pengembangan protein dengan kemampuan yang tidak mungkin dicapai oleh asam amino alami saja.[8][9][10]

Sifat

Kode genetik pada organisme bersifat sangat mirip dan disebut hampir universal, sehingga hampir seluruh makhluk hidup menggunakan bahasa genetik yang sama.[11] Sistem ini mendasari translasi mRNA menjadi protein melalui ribosom, dengan tRNA sebagai molekul adaptor yang mengenali kodon tertentu pada mRNA melalui antikodon. Aminoasil‑tRNA sintetase mengkatalisasi pengikatan asam amino ke tRNA yang sesuai, memungkinkan kodon diterjemahkan menjadi rantai polipeptida.[12] Beberapa organisme, termasuk beberapa jenis bakteri, memiliki mekanisme alternatif untuk memasukkan asam amino yang tidak secara langsung dikodekan dalam genom, misalnya melalui modifikasi asam amino terkait secara struktural.[13] Pengenalan asam amino non-standar atau buatan ke dalam protein sel hidup merupakan bagian dari penelitian biologi sintetis yang memungkinkan modifikasi kode genetik sel. Dalam kondisi ini, kodon tertentu yang biasanya mengkode asam amino alami dapat mengkode asam amino baru, sehingga aturan translasi protein diubah.[14][15] Perubahan ini membuka kemungkinan penciptaan bentuk kehidupan alternatif atau organisme dengan sifat protein yang unik, yang tidak ditemukan di alam.[16][17][18]

Referensi

  1. Jianming Xie. Adding amino acids to the genetic repertoire. Current Opinion in Chemical Biology. 2005-12-01. Vol. 9 (6). hlm. 548–554. doi:10.1016/j.cbpa.2005.10.011.
  2. Expansion of the genetic code Wang Lab. pharm.ucsf.edu.
  3. Qian Wang. Expanding the genetic code for biological studies. Chemistry & Biology. 2009-03-27. Vol. 16 (3). hlm. 323–336. doi:10.1016/j.chembiol.2009.03.001.
  4. Ivana Nikić-Spiegel. Expanding the Genetic Code for Neuronal Studies. Chembiochem: A European Journal of Chemical Biology. 2020-11-16. Vol. 21 (22). hlm. 3169–3179. doi:10.1002/cbic.202000300.
  5. Clinton A L McFeely. Expansion of the genetic code through reassignment of redundant sense codons using fully modified tRNA. Nucleic Acids Research. 2022-10-28. Vol. 50 (19). hlm. 11374–11386. doi:10.1093/nar/gkac846.
  6. Michiko Kimoto. Genetic Code Engineering by Natural and Unnatural Base Pair Systems for the Site-Specific Incorporation of Non-Standard Amino Acids Into Proteins. Frontiers in Molecular Biosciences. 2022. Vol. 9. hlm. 851646. doi:10.3389/fmolb.2022.851646.
  7. Daniele Cervettini. Rapid discovery and evolution of orthogonal aminoacyl-tRNA synthetase-tRNA pairs. Nature Biotechnology. 2020-08. Vol. 38 (8). hlm. 989–999. doi:10.1038/s41587-020-0479-2.
  8. James Sanders. New opportunities for genetic code expansion in synthetic yeast. Current Opinion in Biotechnology. 2022-06. Vol. 75. hlm. 102691. doi:10.1016/j.copbio.2022.102691.
  9. Yujia Huang. Genetic Code Expansion: Recent Developments and Emerging Applications. Chemical Reviews. 2025-01-22. Vol. 125 (2). hlm. 523–598. doi:10.1021/acs.chemrev.4c00216.
  10. Takahito Mukai. Rewriting the Genetic Code. Annual Review of Microbiology. 2017-09-08. Vol. 71 (Volume 71, 2017). hlm. 557–577. doi:10.1146/annurev-micro-090816-093247.
  11. Eugene V. Koonin. Origin and Evolution of the Universal Genetic Code. Annual Review of Genetics. 2017-11-27. Vol. 51. hlm. 45–62. doi:10.1146/annurev-genet-120116-024713.
  12. Lei Lei. Evolution of Life on Earth: tRNA, Aminoacyl-tRNA Synthetases and the Genetic Code. Life (Basel, Switzerland). 2020-03-02. Vol. 10 (3). hlm. 21. doi:10.3390/life10030021.
  13. Lluís Ribas de Pouplana. The evolution of aminoacyl-tRNA synthetases: From dawn to LUCA. The Enzymes. 2020. Vol. 48. hlm. 11–37. doi:10.1016/bs.enz.2020.08.001.
  14. Takayuki Katoh. In Vitro Genetic Code Reprogramming for the Expansion of Usable Noncanonical Amino Acids. Annual Review of Biochemistry. 2022-06-21. Vol. 91 (Volume 91, 2022). hlm. 221–243. doi:10.1146/annurev-biochem-040320-103817.
  15. Z. H. U. Yinxue. Genetic incorporation of unnatural amino acids into proteins and its translational application in biomedicine. Journal of China Pharmaceutical University. 2022-08-25. Vol. 53 (4). hlm. 383–391. doi:10.11665/j.issn.1000-5048.20220401.
  16. Lei Wang. Expanding the genetic code. Chemical Communications. 2002-01-14. hlm. 1–11. doi:10.1039/B108185N.
  17. Hong Xue. Future of the Genetic Code. Life. 2017-02-28. Vol. 7 (1). hlm. 10. doi:10.3390/life7010010.
  18. Expanding The Genetic Code: The World’s First Truly Unnatural Organism. ScienceDaily.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29599878 (2026-08-19T10:43:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.