Terpenoid: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28461993; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Terpenoid''', juga dikenal sebagai '''isoprenoid''', adalah golongan zat kimia organik alami yang berasal dari senyawa [[isoprena]] berkarbon 5 dan turunannya yang disebut [[terpena]], diterpena, dll. Meskipun terkadang digunakan secara bergantian dengan "terpena", terpenoid mengandung [[gugus fungsi]] tambahan, biasanya mengandung [[oksigen]]. Ketika dikombinasikan dengan terpena hidrokarbon, terpenoid terdiri dari sekitar 80.000 senyawa. Terpenoid adalah golongan [[metabolit sekunder]] tumbuhan terbesar, mewakili sekitar 60% dari [[produk alami]] yang diketahui. Banyak terpenoid memiliki bioaktivitas [[farmakologi]]s yang substansial dan oleh karena itu menarik bagi ahli kimia medisinal. | '''Terpenoid''', juga dikenal sebagai '''isoprenoid''', adalah golongan zat kimia organik alami yang berasal dari senyawa [[isoprena]] berkarbon 5 dan turunannya yang disebut [[terpena]], diterpena, dll. Meskipun terkadang digunakan secara bergantian dengan "terpena", terpenoid mengandung [[gugus fungsi]] tambahan, biasanya mengandung [[oksigen]].<ref>International Union of Pure and Applied Chemistry. [https://goldbook.iupac.org/html/T/T06279.html IUPAC Compendium of Chemical Terminology]. IUPAC. doi:10.1351/goldbook.T06279.</ref> Ketika dikombinasikan dengan terpena hidrokarbon, terpenoid terdiri dari sekitar 80.000 senyawa.<ref>David W. Christianson. ''Structural and Chemical Biology of Terpenoid Cyclases''. ''Chemical Reviews''. 2017. Vol. 117 (17). hlm. 11570–11648. doi:10.1021/acs.chemrev.7b00287.</ref> Terpenoid adalah golongan [[metabolit sekunder]] tumbuhan terbesar, mewakili sekitar 60% dari [[produk alami]] yang diketahui.<ref>Richard Firn. ''Nature's Chemicals''. Oxford: Biology. 2010.</ref> Banyak terpenoid memiliki bioaktivitas [[farmakologi]]s yang substansial dan oleh karena itu menarik bagi ahli kimia medisinal.<ref>Mohamed Ashour. ''Biochemistry of Plant Secondary Metabolism''. 2010. hlm. 258–303. doi:10.1002/9781444320503.ch5. ISBN 9781444320503.</ref> | ||
Terpenoid tumbuhan digunakan karena kualitas aromatiknya dan berperan dalam pengobatan herbal tradisional. Terpenoid berkontribusi pada aroma [[eukaliptus]], rasa [[kulit kayu manis]], cengkeh, dan jahe; warna kuning pada [[bunga matahari]]; dan warna merah pada tomat. Terpenoid yang terkenal meliputi sitral, [[mentol]], [[kapur barus|kamfor]], salvinorin A pada tumbuhan ''[[Salvia divinorum]]'', ginkgolida dan bilobalida yang ditemukan pada [[ginkgo biloba]] dan [[kanabinoid]] yang ditemukan pada ''[[Cannabis]]''. Provitamin [[beta karoten]] adalah turunan terpena yang disebut [[karotenoid]]. | Terpenoid tumbuhan digunakan karena kualitas aromatiknya dan berperan dalam pengobatan herbal tradisional. Terpenoid berkontribusi pada aroma [[eukaliptus]], rasa [[kulit kayu manis]], cengkeh, dan jahe; warna kuning pada [[bunga matahari]]; dan warna merah pada tomat.<ref>Michael Specter. [http://www.newyorker.com/reporting/2009/09/28/090928fa_fact_specter?currentPage=all A Life of Its Own]. September 28, 2009.</ref> Terpenoid yang terkenal meliputi sitral, [[mentol]], [[kapur barus|kamfor]], salvinorin A pada tumbuhan ''[[Salvia divinorum]]'', ginkgolida dan bilobalida yang ditemukan pada [[ginkgo biloba]] dan [[kanabinoid]] yang ditemukan pada ''[[Cannabis]]''. Provitamin [[beta karoten]] adalah turunan terpena yang disebut [[karotenoid]]. | ||
[[Steroid]] dan [[sterol]] pada hewan diproduksi secara biologis dari prekursor terpenoid. Terkadang terpenoid ditambahkan ke protein, misalnya untuk meningkatkan perlekatannya pada [[membran sel]], yang dikenal sebagai "isoprenilasi". Terpenoid berperan dalam pertahanan tumbuhan sebagai profilaksis terhadap patogen dan atraktan bagi predator herbivora. | [[Steroid]] dan [[sterol]] pada hewan diproduksi secara biologis dari prekursor terpenoid. Terkadang terpenoid ditambahkan ke protein, misalnya untuk meningkatkan perlekatannya pada [[membran sel]], yang dikenal sebagai "isoprenilasi". Terpenoid berperan dalam pertahanan tumbuhan sebagai profilaksis terhadap patogen dan atraktan bagi predator herbivora.<ref>Bharat Singh. ''Plant terpenes: defense responses, phylogenetic analysis, regulation and clinical applications''. ''3 Biotech''. April 2015. Vol. 5 (2). hlm. 129–151. doi:10.1007/s13205-014-0220-2.</ref> | ||
==Biosintesis== | ==Biosintesis== | ||
Terpenoid, setidaknya yang mengandung gugus fungsi alkohol, sering kali dihasilkan melalui [[hidrolisis]] zat antara karbokationik yang dihasilkan dari [[geranil pirofosfat]]. Demikian pula, hidrolisis zat antara dari farnesil pirofosfat menghasilkan seskuiterpenoid, dan hidrolisis zat antara dari geranilgeranil pirofosfat menghasilkan diterpenoid, dst. | Terpenoid, setidaknya yang mengandung gugus fungsi alkohol, sering kali dihasilkan melalui [[hidrolisis]] zat antara karbokationik yang dihasilkan dari [[geranil pirofosfat]]. Demikian pula, hidrolisis zat antara dari farnesil pirofosfat menghasilkan seskuiterpenoid, dan hidrolisis zat antara dari geranilgeranil pirofosfat menghasilkan diterpenoid, dst.<ref>Davis, Edward M. ''Cyclization Enzymes in the Biosynthesis of Monoterpenes, Sesquiterpenes, and Diterpenes''. ''Topics in Current Chemistry''. 2000. Vol. 209. hlm. 53–95. doi:10.1007/3-540-48146-X_2. ISBN 978-3-540-66573-1.</ref> | ||
==Dampak pada aerosol== | ==Dampak pada aerosol== | ||
Di udara terpenoid diubah menjadi berbagai spesies seperti [[aldehida]], hidroperoksida, nitrat organik, dan epoksida oleh [[radikal bebas]] berumur pendek (seperti [[radikal hidroksil]]) dan pada tingkat yang lebih rendah oleh [[ozon]]. Spesies baru ini dapat larut menjadi tetesan air dan berkontribusi pada pembentukan [[aerosol]] dan [[kabur]]. Aerosol organik sekunder yang terbentuk dari jalur ini dapat berdampak pada [[atmosfer]]. | Di udara terpenoid diubah menjadi berbagai spesies seperti [[aldehida]], hidroperoksida, nitrat organik, dan epoksida<ref>[https://www.sciencedaily.com/releases/2009/08/090806141518.htm Organic Carbon Compounds Emitted By Trees Affect Air Quality], ScienceDaily, Aug. 7, 2009</ref> oleh [[radikal bebas]] berumur pendek (seperti [[radikal hidroksil]]) dan pada tingkat yang lebih rendah oleh [[ozon]].<ref>IUPAC Subcommittee on Gas Kinetic Data Evaluation – [http://www.iupac-kinetic.ch.cam.ac.uk/datasheets/pdf/Ox_VOC7_O3_CH2C%28CH3%29CHCH2.pdf Data Sheet Ox_VOC7], 2007</ref> Spesies baru ini dapat larut menjadi tetesan air dan berkontribusi pada pembentukan [[aerosol]] dan [[kabur]].<ref>[https://www.sciencenews.org/article/source-haze A source of haze], ScienceNews, August 6, 2009</ref> Aerosol organik sekunder yang terbentuk dari jalur ini dapat berdampak pada [[atmosfer]].<ref>Emma L. D'Ambro. [https://acp.copernicus.org/articles/19/11253/2019/ Chamber-based insights into the factors controlling epoxydiol (IEPOX) secondary organic aerosol (SOA) yield, composition, and volatility]. ''Atmospheric Chemistry and Physics''. 2019-09-05. Vol. 19 (17). hlm. 11253–11265. doi:10.5194/acp-19-11253-2019.</ref> | ||
Sebagai contoh, Pegunungan Blue Ridge di AS dan [[Pegunungan Biru Australia|Pegunungan Biru di New South Wales di Australia]] terkenal memiliki warna kebiruan jika dilihat dari kejauhan. Pepohonan memberikan warna "biru" pada Blue Ridge, dari terpenoidnya yang dilepaskan ke atmosfer.<ref>[https://archive.org/details/invitationtoorga0000john Invitation To Organic Chemistry]. Jones & Bartlett Learning. 1998. hlm. [https://archive.org/details/invitationtoorga0000john/page/261 261]. ISBN 978-0-7637-0432-2.</ref><ref>[https://www.nps.gov/blri/faqs.htm Blue Ridge Parkway, Frequently Asked Questions]. National Park Service. 2007.</ref><ref>CSIRO. [https://www.csiro.au/en/news/all/articles/2016/april/beating-eucalypt-blues-new-ways-model-air-quality Beating the eucalypt blues – new ways to model air quality]. ''www.csiro.au''.</ref> | |||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
*[https://goldbook.iupac.org/terms/view/T06279 IUPAC definition of terpenoids] | *[https://goldbook.iupac.org/terms/view/T06279 IUPAC definition of terpenoids] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Terpenoid&oldid=28461993 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28461993 (2025-11-13T12:02:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Terpenoid&oldid=28461993 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28461993 (2025-11-13T12:02:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.09
Terpenoid, juga dikenal sebagai isoprenoid, adalah golongan zat kimia organik alami yang berasal dari senyawa isoprena berkarbon 5 dan turunannya yang disebut terpena, diterpena, dll. Meskipun terkadang digunakan secara bergantian dengan "terpena", terpenoid mengandung gugus fungsi tambahan, biasanya mengandung oksigen.[1] Ketika dikombinasikan dengan terpena hidrokarbon, terpenoid terdiri dari sekitar 80.000 senyawa.[2] Terpenoid adalah golongan metabolit sekunder tumbuhan terbesar, mewakili sekitar 60% dari produk alami yang diketahui.[3] Banyak terpenoid memiliki bioaktivitas farmakologis yang substansial dan oleh karena itu menarik bagi ahli kimia medisinal.[4]
Terpenoid tumbuhan digunakan karena kualitas aromatiknya dan berperan dalam pengobatan herbal tradisional. Terpenoid berkontribusi pada aroma eukaliptus, rasa kulit kayu manis, cengkeh, dan jahe; warna kuning pada bunga matahari; dan warna merah pada tomat.[5] Terpenoid yang terkenal meliputi sitral, mentol, kamfor, salvinorin A pada tumbuhan Salvia divinorum, ginkgolida dan bilobalida yang ditemukan pada ginkgo biloba dan kanabinoid yang ditemukan pada Cannabis. Provitamin beta karoten adalah turunan terpena yang disebut karotenoid.
Steroid dan sterol pada hewan diproduksi secara biologis dari prekursor terpenoid. Terkadang terpenoid ditambahkan ke protein, misalnya untuk meningkatkan perlekatannya pada membran sel, yang dikenal sebagai "isoprenilasi". Terpenoid berperan dalam pertahanan tumbuhan sebagai profilaksis terhadap patogen dan atraktan bagi predator herbivora.[6]
Biosintesis
Terpenoid, setidaknya yang mengandung gugus fungsi alkohol, sering kali dihasilkan melalui hidrolisis zat antara karbokationik yang dihasilkan dari geranil pirofosfat. Demikian pula, hidrolisis zat antara dari farnesil pirofosfat menghasilkan seskuiterpenoid, dan hidrolisis zat antara dari geranilgeranil pirofosfat menghasilkan diterpenoid, dst.[7]
Dampak pada aerosol
Di udara terpenoid diubah menjadi berbagai spesies seperti aldehida, hidroperoksida, nitrat organik, dan epoksida[8] oleh radikal bebas berumur pendek (seperti radikal hidroksil) dan pada tingkat yang lebih rendah oleh ozon.[9] Spesies baru ini dapat larut menjadi tetesan air dan berkontribusi pada pembentukan aerosol dan kabur.[10] Aerosol organik sekunder yang terbentuk dari jalur ini dapat berdampak pada atmosfer.[11]
Sebagai contoh, Pegunungan Blue Ridge di AS dan Pegunungan Biru di New South Wales di Australia terkenal memiliki warna kebiruan jika dilihat dari kejauhan. Pepohonan memberikan warna "biru" pada Blue Ridge, dari terpenoidnya yang dilepaskan ke atmosfer.[12][13][14]
Pranala luar
Referensi
- ↑ International Union of Pure and Applied Chemistry. IUPAC Compendium of Chemical Terminology. IUPAC. doi:10.1351/goldbook.T06279.
- ↑ David W. Christianson. Structural and Chemical Biology of Terpenoid Cyclases. Chemical Reviews. 2017. Vol. 117 (17). hlm. 11570–11648. doi:10.1021/acs.chemrev.7b00287.
- ↑ Richard Firn. Nature's Chemicals. Oxford: Biology. 2010.
- ↑ Mohamed Ashour. Biochemistry of Plant Secondary Metabolism. 2010. hlm. 258–303. doi:10.1002/9781444320503.ch5. ISBN 9781444320503.
- ↑ Michael Specter. A Life of Its Own. September 28, 2009.
- ↑ Bharat Singh. Plant terpenes: defense responses, phylogenetic analysis, regulation and clinical applications. 3 Biotech. April 2015. Vol. 5 (2). hlm. 129–151. doi:10.1007/s13205-014-0220-2.
- ↑ Davis, Edward M. Cyclization Enzymes in the Biosynthesis of Monoterpenes, Sesquiterpenes, and Diterpenes. Topics in Current Chemistry. 2000. Vol. 209. hlm. 53–95. doi:10.1007/3-540-48146-X_2. ISBN 978-3-540-66573-1.
- ↑ Organic Carbon Compounds Emitted By Trees Affect Air Quality, ScienceDaily, Aug. 7, 2009
- ↑ IUPAC Subcommittee on Gas Kinetic Data Evaluation – Data Sheet Ox_VOC7, 2007
- ↑ A source of haze, ScienceNews, August 6, 2009
- ↑ Emma L. D'Ambro. Chamber-based insights into the factors controlling epoxydiol (IEPOX) secondary organic aerosol (SOA) yield, composition, and volatility. Atmospheric Chemistry and Physics. 2019-09-05. Vol. 19 (17). hlm. 11253–11265. doi:10.5194/acp-19-11253-2019.
- ↑ Invitation To Organic Chemistry. Jones & Bartlett Learning. 1998. hlm. 261. ISBN 978-0-7637-0432-2.
- ↑ Blue Ridge Parkway, Frequently Asked Questions. National Park Service. 2007.
- ↑ CSIRO. Beating the eucalypt blues – new ways to model air quality. www.csiro.au.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28461993 (2025-11-13T12:02:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.