Hormon peptida: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29038391; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:1804_Binding_of_Water-Soluble_Hormones.jpg|thumb|right|280px|1804 Binding of Water-Soluble Hormones]] | |||
Seperti semua peptida, hormon peptida disintesis dalam [[sel (biologi)|sel]] dari asam amino berdasarkan transkrip [[RNA duta|mRNA]], yang berasal dari templat [[asam deoksiribonukleat|DNA]] di dalam [[inti sel]]. Prekursor awal, yang dikenal sebagai preprohormon, mengalami pemrosesan di [[retikulum endoplasma]]. Ini termasuk penghapusan peptida sinyal [[N-terminus]], dan dalam beberapa kasus, [[glikosilasi]], menghasilkan [[prohormon]]. Prohormon ini kemudian dikemas ke dalam [[vesikel]] sekretori, yang disimpan dan dilepaskan melalui [[eksositosis]] sebagai respons terhadap rangsangan spesifik, seperti peningkatan kadar Ca<sup>2+</sup> intraseluler dan cAMP. | '''Hormon peptida''' adalah [[hormon]] yang tersusun dari molekul [[peptida]]. Hormon-hormon ini memengaruhi [[sistem endokrin]] manusia dan hewan.<ref>[https://books.google.com/books?id=hrp1AAAACAA Peptide Hormone Secretion/Peptide Hormone Action: A Practical Approach]. Oxford University Press. 1991. ISBN 0-19-963073-9.</ref> Sebagian besar hormon diklasifikasikan sebagai hormon berbasis asam amino (amina, peptida, atau protein) atau [[hormon steroid]]. Hormon berbasis asam amino larut dalam air dan bekerja pada sel target melalui [[sistem penghantar kedua]]; sedangkan hormon steroid, yang larut dalam lipid, berdifusi melalui [[membran sel|membran plasma]] untuk berinteraksi langsung dengan reseptor intraseluler di dalam inti sel. | ||
Seperti semua peptida, hormon peptida disintesis dalam [[sel (biologi)|sel]] dari asam amino berdasarkan transkrip [[RNA duta|mRNA]], yang berasal dari templat [[asam deoksiribonukleat|DNA]] di dalam [[inti sel]]. Prekursor awal, yang dikenal sebagai preprohormon, mengalami pemrosesan di [[retikulum endoplasma]]. Ini termasuk penghapusan peptida sinyal [[N-terminus]], dan dalam beberapa kasus, [[glikosilasi]], menghasilkan [[prohormon]]. Prohormon ini kemudian dikemas ke dalam [[vesikel]] sekretori, yang disimpan dan dilepaskan melalui [[eksositosis]] sebagai respons terhadap rangsangan spesifik, seperti peningkatan kadar Ca<sup>2+</sup> intraseluler dan cAMP.<ref>[https://books.google.com/books?id=QmNrJgAACAAJ&q=peptide+hormone Peptide Hormone Secretion: A Practical Approach]. Hull University Press. 1991. ISBN 0-19-963068-2.</ref> | |||
Prohormon sering mengandung sekuens asam amino tambahan yang diperlukan untuk [[pelipatan protein|pelipatan]] yang tepat tetapi tidak untuk aktivitas hormonal. [[Endopeptidase]] spesifik membelah prohormon sebelum sekresi, menghasilkan hormon matang yang aktif secara biologis. Setelah berada di aliran darah, hormon peptida bergerak ke seluruh tubuh dan berikatan dengan [[reseptor (biokimia)|reseptor]] spesifik pada membran sel target. | Prohormon sering mengandung sekuens asam amino tambahan yang diperlukan untuk [[pelipatan protein|pelipatan]] yang tepat tetapi tidak untuk aktivitas hormonal. [[Endopeptidase]] spesifik membelah prohormon sebelum sekresi, menghasilkan hormon matang yang aktif secara biologis. Setelah berada di aliran darah, hormon peptida bergerak ke seluruh tubuh dan berikatan dengan [[reseptor (biokimia)|reseptor]] spesifik pada membran sel target. | ||
| Baris 7: | Baris 9: | ||
Beberapa [[neurotransmiter]] disekresikan dan dilepaskan dengan cara yang mirip dengan hormon peptida, dan beberapa "[[neuropeptida]]" berfungsi sebagai neurotransmiter dalam [[sistem saraf]] dan hormon dalam aliran darah. | Beberapa [[neurotransmiter]] disekresikan dan dilepaskan dengan cara yang mirip dengan hormon peptida, dan beberapa "[[neuropeptida]]" berfungsi sebagai neurotransmiter dalam [[sistem saraf]] dan hormon dalam aliran darah. | ||
Ketika hormon peptida berikatan dengan reseptornya di permukaan sel, ia mengaktifkan [[sistem penghantar kedua|penghantar kedua]] di dalam sitoplasma, memicu jalur transduksi sinyal yang mengarah pada respons seluler spesifik. | Ketika hormon peptida berikatan dengan reseptornya di permukaan sel, ia mengaktifkan [[sistem penghantar kedua|penghantar kedua]] di dalam sitoplasma, memicu jalur transduksi sinyal yang mengarah pada respons seluler spesifik.<ref>[https://books.google.com/books?id=CLSmMU7ErFMC The Practice of Medicinal Chemistry]. Academic Press. 2003. ISBN 0-12-744481-5.</ref> | ||
Peptida tertentu, seperti [[angiotensin]] II, faktor pertumbuhan fibroblas dasar-2, dan protein terkait hormon paratiroid, juga dapat berinteraksi dengan reseptor intraseluler di [[sitoplasma]] atau nukleus melalui mekanisme intrakrin. | Peptida tertentu, seperti [[angiotensin]] II, faktor pertumbuhan fibroblas dasar-2, dan protein terkait hormon paratiroid, juga dapat berinteraksi dengan reseptor intraseluler di [[sitoplasma]] atau nukleus melalui mekanisme intrakrin.<ref>[https://books.google.com/books?id=TlC5Hfl04sMC The Endocrine System in Sports and Exercise]. Blackwell Publishing. 2005. ISBN 1-4051-3017-2.</ref> | ||
==Daftar sebagian hormon peptida pada manusia== | ==Daftar sebagian hormon peptida pada manusia== | ||
| Baris 33: | Baris 35: | ||
#Oreksin/Hipokretin | #Oreksin/Hipokretin | ||
#[[Oksitosin]] | #[[Oksitosin]] | ||
#Hormon paratiroid (PTH) | #Hormon paratiroid (PTH) | ||
#Prolaktin | #Prolaktin | ||
#[[Renin]] | #[[Renin]] | ||
| Baris 54: | Baris 56: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hormon+peptida&oldid=29038391 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29038391 (2026-03-15T05:21:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.10

Hormon peptida adalah hormon yang tersusun dari molekul peptida. Hormon-hormon ini memengaruhi sistem endokrin manusia dan hewan.[1] Sebagian besar hormon diklasifikasikan sebagai hormon berbasis asam amino (amina, peptida, atau protein) atau hormon steroid. Hormon berbasis asam amino larut dalam air dan bekerja pada sel target melalui sistem penghantar kedua; sedangkan hormon steroid, yang larut dalam lipid, berdifusi melalui membran plasma untuk berinteraksi langsung dengan reseptor intraseluler di dalam inti sel.
Seperti semua peptida, hormon peptida disintesis dalam sel dari asam amino berdasarkan transkrip mRNA, yang berasal dari templat DNA di dalam inti sel. Prekursor awal, yang dikenal sebagai preprohormon, mengalami pemrosesan di retikulum endoplasma. Ini termasuk penghapusan peptida sinyal N-terminus, dan dalam beberapa kasus, glikosilasi, menghasilkan prohormon. Prohormon ini kemudian dikemas ke dalam vesikel sekretori, yang disimpan dan dilepaskan melalui eksositosis sebagai respons terhadap rangsangan spesifik, seperti peningkatan kadar Ca2+ intraseluler dan cAMP.[2]
Prohormon sering mengandung sekuens asam amino tambahan yang diperlukan untuk pelipatan yang tepat tetapi tidak untuk aktivitas hormonal. Endopeptidase spesifik membelah prohormon sebelum sekresi, menghasilkan hormon matang yang aktif secara biologis. Setelah berada di aliran darah, hormon peptida bergerak ke seluruh tubuh dan berikatan dengan reseptor spesifik pada membran sel target.
Beberapa neurotransmiter disekresikan dan dilepaskan dengan cara yang mirip dengan hormon peptida, dan beberapa "neuropeptida" berfungsi sebagai neurotransmiter dalam sistem saraf dan hormon dalam aliran darah.
Ketika hormon peptida berikatan dengan reseptornya di permukaan sel, ia mengaktifkan penghantar kedua di dalam sitoplasma, memicu jalur transduksi sinyal yang mengarah pada respons seluler spesifik.[3]
Peptida tertentu, seperti angiotensin II, faktor pertumbuhan fibroblas dasar-2, dan protein terkait hormon paratiroid, juga dapat berinteraksi dengan reseptor intraseluler di sitoplasma atau nukleus melalui mekanisme intrakrin.[4]
Daftar sebagian hormon peptida pada manusia
- Hormon adrenokortikotropik (ACTH)
- Adropin
- Amilin
- Angiotensin
- Peptida natriuretik atrium (ANP)
- Kalsitonin
- Kolesistokinin (CCK)
- Gastrin
- Grelin
- Glukagon
- Polipeptida insulinotropik yang bergantung pada glukosa (GIP)
- Peptida mirip glukagon-1 (GLP-1)
- Hormon pertumbuhan
- Hormon perangsang folikel (FSH)
- Gonadotropin korionik manusia (hCG)
- Insulin
- Leptin
- Hormon pelutein (LH)
- Hormon perangsang melanosit (MSH)
- Oreksin/Hipokretin
- Oksitosin
- Hormon paratiroid (PTH)
- Prolaktin
- Renin
- Somatostatin
- Hormon perangsang tiroid (TSH)
- Hormon pelepas tirotropin (TRH)
- Vasopresin, juga disebut arginina vasopresin (AVP) atau hormon antidiuretik (ADH)
- Peptida usus vasoaktif (VIP)
- Somatotropin (GH1)
- Hormon pelepas gonadotropin 1 (GNRH1)
- Hormon pelepas gonadotropin 2 (GNRH2)
- Hormon pelepas hormon pertumbuhan (GHRH)
- Hormon mirip hormon paratiroid (PTHLH)
- Hormon pelepas kortikotropin (CRH)
- Hormon antimüllerian (AMH)
- Hormon somatomamotropin korionik 1 (CSH1)
- Hormon somatomamotropin korionik 2 (CSH2)
- Hormon pengonsentrasi pro-melanin (PMCH)
- Resistin (RETN)
Referensi
- ↑ Peptide Hormone Secretion/Peptide Hormone Action: A Practical Approach. Oxford University Press. 1991. ISBN 0-19-963073-9.
- ↑ Peptide Hormone Secretion: A Practical Approach. Hull University Press. 1991. ISBN 0-19-963068-2.
- ↑ The Practice of Medicinal Chemistry. Academic Press. 2003. ISBN 0-12-744481-5.
- ↑ The Endocrine System in Sports and Exercise. Blackwell Publishing. 2005. ISBN 1-4051-3017-2.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29038391 (2026-03-15T05:21:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.