Lompat ke isi

Tanah liat: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28084688; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Tanah liat''' atau '''lempung''' adalah partikel [[mineral]] berkerangka dasar [[silikat]] yang ber[[diameter]] kurang dari 5 [[mikrometer]]. Lempung mengandung leburan silika dan/atau [[aluminium]] yang halus. Unsur-unsur ini, [[silikon]], [[oksigen]], dan [[aluminium]] adalah unsur yang paling banyak menyusun [[kerak bumi]]. Lempung terbentuk dari proses pelapukan batuan silika oleh [[asam karbonat]] dan sebagian dihasilkan dari aktivitas [[panas bumi]].
[[File:Clay-ss-2005.jpg|thumb|right|280px|Tanah liat Kuarter di Estonia (berusia 400.000 tahun)]]
 
'''Tanah liat''' atau '''lempung''' adalah partikel [[mineral]] berkerangka dasar [[silikat]] yang ber[[diameter]] kurang dari 5 [[mikrometer]].<ref>[https://www.britannica.com/science/clay-geology clay Definition, Formation, Properties, Uses, & Facts]. ''Encyclopedia Britannica''.</ref> Lempung mengandung leburan silika dan/atau [[aluminium]] yang halus. Unsur-unsur ini, [[silikon]], [[oksigen]], dan [[aluminium]] adalah unsur yang paling banyak menyusun [[kerak bumi]]. Lempung terbentuk dari proses pelapukan batuan silika oleh [[asam karbonat]] dan sebagian dihasilkan dari aktivitas [[panas bumi]].


Lempung membentuk gumpalan keras saat kering dan lengket apabila basah terkena [[air]]. Sifat ini ditentukan oleh jenis [[mineral lempung]] yang mendominasinya. Mineral lempung digolongkan berdasarkan susunan lapisan oksida silikon dan oksida aluminium yang membentuk [[kristal]]nya. Golongan 1:1 memiliki lapisan satu oksida silikon dan satu oksida aluminium, sementara golongan 2:1 memiliki dua lapis golongan oksida silikon yang mengapit satu lapis oksida aluminium. Mineral lempung golongan 2:1 memiliki sifat elastisitas yang kuat, dapat menyusut saat kering dan memuai saat basah. Karena perilaku inilah beberapa jenis tanah dapat membentuk kerutan-kerutan atau "pecah-pecah" bila kering.
Lempung membentuk gumpalan keras saat kering dan lengket apabila basah terkena [[air]]. Sifat ini ditentukan oleh jenis [[mineral lempung]] yang mendominasinya. Mineral lempung digolongkan berdasarkan susunan lapisan oksida silikon dan oksida aluminium yang membentuk [[kristal]]nya. Golongan 1:1 memiliki lapisan satu oksida silikon dan satu oksida aluminium, sementara golongan 2:1 memiliki dua lapis golongan oksida silikon yang mengapit satu lapis oksida aluminium. Mineral lempung golongan 2:1 memiliki sifat elastisitas yang kuat, dapat menyusut saat kering dan memuai saat basah. Karena perilaku inilah beberapa jenis tanah dapat membentuk kerutan-kerutan atau "pecah-pecah" bila kering.
Baris 8: Baris 10:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tanah+liat&oldid=28084688 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28084688 (2025-10-17T21:42:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tanah+liat&oldid=28084688 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28084688 (2025-10-17T21:42:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.11

Berkas:Clay-ss-2005.jpg
Tanah liat Kuarter di Estonia (berusia 400.000 tahun)

Tanah liat atau lempung adalah partikel mineral berkerangka dasar silikat yang berdiameter kurang dari 5 mikrometer.[1] Lempung mengandung leburan silika dan/atau aluminium yang halus. Unsur-unsur ini, silikon, oksigen, dan aluminium adalah unsur yang paling banyak menyusun kerak bumi. Lempung terbentuk dari proses pelapukan batuan silika oleh asam karbonat dan sebagian dihasilkan dari aktivitas panas bumi.

Lempung membentuk gumpalan keras saat kering dan lengket apabila basah terkena air. Sifat ini ditentukan oleh jenis mineral lempung yang mendominasinya. Mineral lempung digolongkan berdasarkan susunan lapisan oksida silikon dan oksida aluminium yang membentuk kristalnya. Golongan 1:1 memiliki lapisan satu oksida silikon dan satu oksida aluminium, sementara golongan 2:1 memiliki dua lapis golongan oksida silikon yang mengapit satu lapis oksida aluminium. Mineral lempung golongan 2:1 memiliki sifat elastisitas yang kuat, dapat menyusut saat kering dan memuai saat basah. Karena perilaku inilah beberapa jenis tanah dapat membentuk kerutan-kerutan atau "pecah-pecah" bila kering.

Lihat pula

  • Keramik
  • Ampo, kuliner khas pulau Jawa yang berbahan dasar tanah liat

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28084688 (2025-10-17T21:42:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.