Lompat ke isi

Servette FC: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29251873; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Servette_FC.svg|thumb|right|280px|Servette FC]]
'''Servette FC''' merupakan sebuah tim [[sepak bola]] [[Swiss]] yang bermain di [[Liga Super Swiss]]. Didirikan pada tahun [[1890]]. Bermarkas di [[Jenewa]]. Klub ini memainkan pertandingan kandangnya di [[Stade de Genève]] yang berkapasitas 30.000 penonton. Seragam mereka berwarna merah ''garnet''.
'''Servette FC''' merupakan sebuah tim [[sepak bola]] [[Swiss]] yang bermain di [[Liga Super Swiss]]. Didirikan pada tahun [[1890]]. Bermarkas di [[Jenewa]]. Klub ini memainkan pertandingan kandangnya di [[Stade de Genève]] yang berkapasitas 30.000 penonton. Seragam mereka berwarna merah ''garnet''.


Baris 4: Baris 6:


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Pada tanggal 4 Februari 2005, perusahaan induk klub tersebut dinyatakan bangkrut. Klub ini terlilit hutang lebih dari 10 juta [[franc Swiss]], karena belum membayar para pemain sejak November sebelumnya, dan sebagai akibatnya klub mengalami eksodus pemain yang mencari klub yang membayar. Sebagai akibat dari kebangkrutan, Servette Under 21s mengambil alih nama klub dan bermain dua divisi di bawah tim Servette asli pada [[Swiss 1. Liga (football)|tahun 1.]] [[Swiss 1. Liga (football)|Liga]], nasib yang sudah dialami oleh rival regional [[FC Lausanne-Sport|Lausanne Sports]] pada tahun 2003, dan terus bermain di Stade de Geneve di depan kerumunan yang lebih kecil.
Pada tanggal 4 Februari 2005, perusahaan induk klub tersebut dinyatakan bangkrut.<ref>[http://www.uefa.com/memberassociations/association=sui/news/newsid=280480.html Final curtain for Servette]. UEFA. 16 February 2005.</ref> Klub ini terlilit hutang lebih dari 10 juta [[franc Swiss]], karena belum membayar para pemain sejak November sebelumnya, dan sebagai akibatnya klub mengalami eksodus pemain yang mencari klub yang membayar. Sebagai akibat dari kebangkrutan, Servette Under 21s mengambil alih nama klub dan bermain dua divisi di bawah tim Servette asli pada [[Swiss 1. Liga (football)|tahun 1.]] [[Swiss 1. Liga (football)|Liga]], nasib yang sudah dialami oleh rival regional [[FC Lausanne-Sport|Lausanne Sports]] pada tahun 2003, dan terus bermain di Stade de Geneve di depan kerumunan yang lebih kecil.


Pada musim 2005–06, Servette yang bangkit kembali berhasil promosi ke Challenge League, divisi tertinggi kedua di Swiss.
Pada musim 2005–06, Servette yang bangkit kembali berhasil promosi ke Challenge League, divisi tertinggi kedua di Swiss.


Pada musim 2010–11, Servette finis ke-2 di Challenge League, sehingga lolos ke play-off degradasi/promosi melawan tim Liga Super [[AC Bellinzona]] . Servette kalah pada pertandingan awal di Bellinzona 1-0, tetapi memenangkan pertandingan kembali 3-1 dan memenangkan pertandingan dengan agregat 3-2, mengamankan promosi ke Liga Super Swiss.
Pada musim 2010–11, Servette finis ke-2 di Challenge League, sehingga lolos ke play-off degradasi/promosi melawan tim Liga Super [[AC Bellinzona]] . Servette kalah pada pertandingan awal di Bellinzona 1-0, tetapi memenangkan pertandingan kembali 3-1 dan memenangkan pertandingan dengan agregat 3-2, mengamankan promosi ke Liga Super Swiss.<ref>[http://archives.tdg.ch/actu/sports/servette-fc-ac-bellinzone-ultime-match-super-league-2011-05-31 Servette FC en Super League!]. Tribune De Geneve. 31 May 2011.</ref>


Pada tanggal 3 November 2015, Servette FC mengumumkan bahwa Kevin Cooper telah meninggalkan klub dan William Niederhauser serta Thierry Cotting akan sementara waktu bertanggung jawab atas tim utama. Pada bulan Januari 2016, klub mengumumkan bahwa [[Anthony Braizat]] telah mengambil alih urusan tim utama.
Pada tanggal 3 November 2015, Servette FC mengumumkan bahwa Kevin Cooper telah meninggalkan klub dan William Niederhauser serta Thierry Cotting akan sementara waktu bertanggung jawab atas tim utama.<ref>[http://www.servettefc.ch/fr/actualite/article-7487.html Servette FC news release 03.11.2015].</ref> Pada bulan Januari 2016, klub mengumumkan bahwa [[Anthony Braizat]] telah mengambil alih urusan tim utama.<ref>[http://www.servettefc.ch/fr/actualite/article-7593.html Servette FC news release, 18.01.2016].</ref>


Pada tahun 2018, Servette mempekerjakan [[Alain Geiger]] sebagai manajernya dan berhasil promosi kembali ke [[Liga Super Swiss]] sebagai juara Liga Tantangan 2018–2019, dengan keunggulan 15 poin di depan [[FC Aarau]] yang berada di peringkat ke-2. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 15 tahun, klub tersebut telah menikmati stabilitas relatif di level keuangan, manajerial, dan olahraga, mencapai finis di posisi ke-4 di Liga Super 2019–2020, posisi ke-3 pada 2020–2021, posisi ke-6 pada 2021–2022, dan bahkan posisi ke-2 pada 2022–2023, yang memberinya kesempatan pertama untuk masuk [[Liga Champions UEFA 2023–2024|Liga Champions]].
Pada tahun 2018, Servette mempekerjakan [[Alain Geiger]] sebagai manajernya dan berhasil promosi kembali ke [[Liga Super Swiss]] sebagai juara Liga Tantangan 2018–2019, dengan keunggulan 15 poin di depan [[FC Aarau]] yang berada di peringkat ke-2.<ref>[https://www.sfl.ch/statistik-archiv/archiv/challenge-league/saison-archiv/201819/ Detailrangliste].</ref> Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 15 tahun, klub tersebut telah menikmati stabilitas relatif di level keuangan, manajerial, dan olahraga, mencapai finis di posisi ke-4 di Liga Super 2019–2020, posisi ke-3 pada 2020–2021, posisi ke-6 pada 2021–2022, dan bahkan posisi ke-2 pada 2022–2023, yang memberinya kesempatan pertama untuk masuk [[Liga Champions UEFA 2023–2024|Liga Champions]].


Pada tanggal 20 Maret 2023, Servette mengumumkan bahwa musim saat ini akan menjadi musim terakhir Geiger, dengan [[René Weiler]] dipilih untuk mengambil alih untuk [[Liga Super Swiss 2023–24|musim 2023–2024]] . Weiler memimpin Servette ke final [[Piala Swiss]] pertama mereka sejak 2001. Pada tanggal 2 Juni 2024, Servette memenangkan final piala setelah [[adu penalti]] melawan [[FC Lugano]], memenangkan gelar pertama mereka dalam 23 tahun.
Pada tanggal 20 Maret 2023, Servette mengumumkan bahwa musim saat ini akan menjadi musim terakhir Geiger, dengan [[René Weiler]] dipilih untuk mengambil alih untuk [[Liga Super Swiss 2023–24|musim 2023–2024]] .<ref>[https://servettefc.ch/rene-weiler-sera-le-prochain-entraineur-du-servette-fc/ René Weiler sera le prochain entraîneur du Servette FC]. Servette FC. 20 March 2023.</ref> Weiler memimpin Servette ke final [[Piala Swiss]] pertama mereka sejak 2001.<ref>[https://www.football.ch/sfv/schweizer-cups/schweizer-cup/News/schweizer-cup-maenner-cognat-schiesst-servette-in-den-final.aspx Schweizer Cup Männer: Cognat schiesst Servette in den Final]. SFV. 2024-04-28.</ref> Pada tanggal 2 Juni 2024, Servette memenangkan final piala setelah [[adu penalti]] melawan [[FC Lugano]], memenangkan gelar pertama mereka dalam 23 tahun.<ref>[https://www.football.ch/sfv/schweizer-cups/schweizer-cup/News/maenner-cupfinal-servette-fc-erstmals-seit-23-jahren-cupsieger.aspx Männer-Cupfinal: Servette FC erstmals seit 23 Jahren Cupsieger]. SFV. 2 June 2024.</ref>


Pada 10 Juni 2024, klub mengumumkan struktur organisasi baru, dengan Weiler mengundurkan diri sebagai pelatih kepala dan mengambil alih sebagai direktur olahraga. Ia digantikan oleh [[Thomas Häberli]] sebagai kepala pelatih. Hervé Boch akan menjadi ketua baru.
Pada 10 Juni 2024, klub mengumumkan struktur organisasi baru, dengan Weiler mengundurkan diri sebagai pelatih kepala dan mengambil alih sebagai direktur olahraga.<ref>[https://servettefc.ch/communique-officiel-du-servette-fc/ Communiqué officiel du Servette FC]. Servette FC. 10 June 2024.</ref> Ia digantikan oleh [[Thomas Häberli]] sebagai kepala pelatih. Hervé Boch akan menjadi ketua baru.


== Skuad saat ini ==
== Skuad saat ini ==
===Dipinjamkan===
===Dipinjamkan===
== Gelar ==
== Gelar ==
* '''[[Liga Super Swiss]]''': '''17'''
* '''[[Liga Super Swiss]]''': '''17'''
Baris 42: Baris 40:
* '''[[Torneo Internazionale Stampa Sportiva]]''': '''1'''
* '''[[Torneo Internazionale Stampa Sportiva]]''': '''1'''
** 1908
** 1908
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 51: Baris 46:
* [http://www.super-servette.ch Historical website]
* [http://www.super-servette.ch Historical website]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Servette+FC&oldid=29251873 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29251873 (2026-05-20T11:23:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Servette+FC&oldid=29251873 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29251873 (2026-05-20T11:23:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.12

Servette FC

Servette FC merupakan sebuah tim sepak bola Swiss yang bermain di Liga Super Swiss. Didirikan pada tahun 1890. Bermarkas di Jenewa. Klub ini memainkan pertandingan kandangnya di Stade de Genève yang berkapasitas 30.000 penonton. Seragam mereka berwarna merah garnet.

Servette adalah salah satu klub tersukses di Swiss dan klub Romandia tersukses, memenangkan 17 gelar nasional, serta 7 piala Swiss. Didirikan pada tahun 1890, tim ini telah menghabiskan sebagian besar sejarahnya di papan atas sepak bola Swiss. Mereka mempunyai sejarah rivalitas dengan FC Lausanne-Sport dan FC Sion.

Sejarah

Pada tanggal 4 Februari 2005, perusahaan induk klub tersebut dinyatakan bangkrut.[1] Klub ini terlilit hutang lebih dari 10 juta franc Swiss, karena belum membayar para pemain sejak November sebelumnya, dan sebagai akibatnya klub mengalami eksodus pemain yang mencari klub yang membayar. Sebagai akibat dari kebangkrutan, Servette Under 21s mengambil alih nama klub dan bermain dua divisi di bawah tim Servette asli pada tahun 1. Liga, nasib yang sudah dialami oleh rival regional Lausanne Sports pada tahun 2003, dan terus bermain di Stade de Geneve di depan kerumunan yang lebih kecil.

Pada musim 2005–06, Servette yang bangkit kembali berhasil promosi ke Challenge League, divisi tertinggi kedua di Swiss.

Pada musim 2010–11, Servette finis ke-2 di Challenge League, sehingga lolos ke play-off degradasi/promosi melawan tim Liga Super AC Bellinzona . Servette kalah pada pertandingan awal di Bellinzona 1-0, tetapi memenangkan pertandingan kembali 3-1 dan memenangkan pertandingan dengan agregat 3-2, mengamankan promosi ke Liga Super Swiss.[2]

Pada tanggal 3 November 2015, Servette FC mengumumkan bahwa Kevin Cooper telah meninggalkan klub dan William Niederhauser serta Thierry Cotting akan sementara waktu bertanggung jawab atas tim utama.[3] Pada bulan Januari 2016, klub mengumumkan bahwa Anthony Braizat telah mengambil alih urusan tim utama.[4]

Pada tahun 2018, Servette mempekerjakan Alain Geiger sebagai manajernya dan berhasil promosi kembali ke Liga Super Swiss sebagai juara Liga Tantangan 2018–2019, dengan keunggulan 15 poin di depan FC Aarau yang berada di peringkat ke-2.[5] Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 15 tahun, klub tersebut telah menikmati stabilitas relatif di level keuangan, manajerial, dan olahraga, mencapai finis di posisi ke-4 di Liga Super 2019–2020, posisi ke-3 pada 2020–2021, posisi ke-6 pada 2021–2022, dan bahkan posisi ke-2 pada 2022–2023, yang memberinya kesempatan pertama untuk masuk Liga Champions.

Pada tanggal 20 Maret 2023, Servette mengumumkan bahwa musim saat ini akan menjadi musim terakhir Geiger, dengan René Weiler dipilih untuk mengambil alih untuk musim 2023–2024 .[6] Weiler memimpin Servette ke final Piala Swiss pertama mereka sejak 2001.[7] Pada tanggal 2 Juni 2024, Servette memenangkan final piala setelah adu penalti melawan FC Lugano, memenangkan gelar pertama mereka dalam 23 tahun.[8]

Pada 10 Juni 2024, klub mengumumkan struktur organisasi baru, dengan Weiler mengundurkan diri sebagai pelatih kepala dan mengambil alih sebagai direktur olahraga.[9] Ia digantikan oleh Thomas Häberli sebagai kepala pelatih. Hervé Boch akan menjadi ketua baru.

Skuad saat ini

Dipinjamkan

Gelar

  • Liga Super Swiss: 17
    • 1907, 1918, 1922, 1925, 1926, 1930, 1933, 1934, 1940, 1946, 1950, 1961, 1962, 1979, 1985, 1994, 1999
  • Piala Swiss: 8
    • 1928, 1949, 1971, 1978, 1979, 1984, 2001, 2024
  • Coupe de la Ligue: 3
    • 1977, 1979, 1980

Pranala luar

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29251873 (2026-05-20T11:23:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.