Lompat ke isi

Penemuan obat: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29213822; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam bidang [[kedokteran]], [[bioteknologi]], dan [[farmakologi]], '''penemuan obat''' adalah proses di mana kandidat [[obat]] baru ditemukan.
Dalam bidang [[kedokteran]], [[bioteknologi]], dan [[farmakologi]], '''penemuan obat''' adalah proses di mana kandidat [[obat]] baru ditemukan.<ref>[https://www.fda.gov/patients/learn-about-drug-and-device-approvals/drug-development-process The drug development process]. US Food and Drug Administration. 4 January 2018.</ref>


Secara historis, obat-obatan ditemukan dengan mengidentifikasi bahan aktif dari pengobatan tradisional atau melalui penemuan [[serendipitas|yang tidak disengaja]], seperti halnya penisilin. Baru-baru ini, pustaka kimia [[molekul kecil]] sintetis, [[produk alami]], atau [[ekstrak]] disaring dalam sel utuh atau organisme utuh untuk mengidentifikasi zat yang memiliki efek terapeutik yang diinginkan dalam proses yang dikenal sebagai farmakologi klasik. Setelah [[proyek genom manusia|pengurutan]] [[genom manusia]] memungkinkan kloning dan sintesis protein murni dalam jumlah besar dengan cepat, telah menjadi praktik umum untuk menggunakan penyaringan berkecepatan tinggi dari pustaka senyawa besar terhadap [[target biologis]] terisolasi yang diduga memodifikasi penyakit dalam proses yang dikenal sebagai "farmakologi terbalik". Senyawa yang ditemukan melalui penyaringan kemudian diuji pada sel, dan kemudian pada hewan untuk mengetahui [[Efikasi|kemanjuran]]nya.
Secara historis, obat-obatan ditemukan dengan mengidentifikasi bahan aktif dari pengobatan tradisional atau melalui penemuan [[serendipitas|yang tidak disengaja]], seperti halnya penisilin. Baru-baru ini, pustaka kimia [[molekul kecil]] sintetis, [[produk alami]], atau [[ekstrak]] disaring dalam sel utuh atau organisme utuh untuk mengidentifikasi zat yang memiliki efek terapeutik yang diinginkan dalam proses yang dikenal sebagai farmakologi klasik. Setelah [[proyek genom manusia|pengurutan]] [[genom manusia]] memungkinkan kloning dan sintesis protein murni dalam jumlah besar dengan cepat, telah menjadi praktik umum untuk menggunakan penyaringan berkecepatan tinggi dari pustaka senyawa besar terhadap [[target biologis]] terisolasi yang diduga memodifikasi penyakit dalam proses yang dikenal sebagai "farmakologi terbalik". Senyawa yang ditemukan melalui penyaringan kemudian diuji pada sel, dan kemudian pada hewan untuk mengetahui [[Efikasi|kemanjuran]]nya.<ref>[https://www.fda.gov/patients/drug-development-process/step-1-discovery-and-development The drug development process: Step 1: Discover]. US Food and Drug Administration. 4 January 2018.</ref>


Penemuan obat modern melibatkan identifikasi senyawa yang ditemukan melalui penyaringan, [[kimia medisinal]], dan optimasi senyawa tersebut untuk meningkatkan afinitas, selektivitas (untuk mengurangi potensi efek samping), kemanjuran/potensi, stabilitas [[metabolisme]] (untuk meningkatkan [[waktu paruh]]), dan [[bioavailabilitas]] oral. Setelah senyawa yang memenuhi semua persyaratan ini diidentifikasi, proses [[pengembangan obat]] dapat dilanjutkan. Jika berhasil, [[uji klinis]] dikembangkan.
Penemuan obat modern melibatkan identifikasi senyawa yang ditemukan melalui penyaringan,<ref>Helleboid S, Haug C, Lamottke K, et al. The Identification of Naturally Occurring Neoruscogenin as a Bioavailable, Potent, and High-Affinity Agonist of the Nuclear Receptor RORα (NR1F1). Journal of Biomolecular Screening. 2014;19(3):399–406. https://doi.org/10.1177/1087057113497095.</ref> [[kimia medisinal]],<ref>Herrmann, A., Roesner, M., Werner, T. et al. Potent inhibition of HIV replication in primary human cells by novel synthetic polyketides inspired by Aureothin. Sci Rep 10, 1326 (2020). https://doi.org/10.1038/s41598-020-57843-9.</ref> dan optimasi senyawa tersebut untuk meningkatkan afinitas, selektivitas (untuk mengurangi potensi efek samping), kemanjuran/potensi, stabilitas [[metabolisme]] (untuk meningkatkan [[waktu paruh]]), dan [[bioavailabilitas]] oral. Setelah senyawa yang memenuhi semua persyaratan ini diidentifikasi, proses [[pengembangan obat]] dapat dilanjutkan. Jika berhasil, [[uji klinis]] dikembangkan.<ref>[https://www.fda.gov/patients/drug-development-process/step-3-clinical-research The drug development process: Step 3: Clinical research]. US Food and Drug Administration. 4 January 2018.</ref>


Oleh karena itu, penemuan obat modern biasanya merupakan proses yang membutuhkan [[padat modal|modal besar]] yang melibatkan investasi besar oleh perusahaan [[farmasi industri|industri farmasi]] serta pemerintah nasional (yang memberikan hibah dan jaminan pinjaman). Meskipun terdapat kemajuan dalam teknologi dan pemahaman sistem biologis, penemuan obat masih merupakan proses yang panjang, "mahal, sulit, dan tidak efisien" dengan tingkat penemuan terapi baru yang rendah. Pada tahun 2010, biaya [[penelitian dan pengembangan]] setiap entitas molekuler baru sekitar US$1,8 miliar. Pada abad ke-21, penelitian penemuan dasar didanai terutama oleh pemerintah dan organisasi filantropi, sedangkan pengembangan tahap akhir didanai terutama oleh perusahaan farmasi atau pemodal ventura. Agar diizinkan untuk dipasarkan, obat harus menjalani beberapa fase uji klinis yang berhasil, dan melewati proses persetujuan obat baru, yang disebut "Aplikasi Obat Baru" di Amerika Serikat.
Oleh karena itu, penemuan obat modern biasanya merupakan proses yang membutuhkan [[padat modal|modal besar]] yang melibatkan investasi besar oleh perusahaan [[farmasi industri|industri farmasi]] serta pemerintah nasional (yang memberikan hibah dan jaminan pinjaman). Meskipun terdapat kemajuan dalam teknologi dan pemahaman sistem biologis, penemuan obat masih merupakan proses yang panjang, "mahal, sulit, dan tidak efisien" dengan tingkat penemuan terapi baru yang rendah.<ref>[http://www.genengnews.com/articles/chitem_print.aspx?aid=2890&chid=0 Identifying Cardiotoxic Compounds]. Mary Ann Liebert. 1 May 2009. Vol. 29 (9). hlm. 34–35.</ref> Pada tahun 2010, biaya [[penelitian dan pengembangan]] setiap entitas molekuler baru sekitar US$1,8 miliar.<ref>''How to improve R&D productivity: the pharmaceutical industry's grand challenge''. ''Nature Reviews. Drug Discovery''. March 2010. Vol. 9 (3). hlm. 203–14. doi:10.1038/nrd3078.</ref> Pada abad ke-21, penelitian penemuan dasar didanai terutama oleh pemerintah dan organisasi filantropi, sedangkan pengembangan tahap akhir didanai terutama oleh perusahaan farmasi atau pemodal ventura.<ref>[https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK50972/ Current Model for Financing Drug Development: From Concept Through Approval]. Institute of Medicine (US), Forum on Drug Discovery, Development, and Translation, National Academies Press, Washington (DC). 2009.</ref> Agar diizinkan untuk dipasarkan, obat harus menjalani beberapa fase uji klinis yang berhasil, dan melewati proses persetujuan obat baru, yang disebut "Aplikasi Obat Baru" di Amerika Serikat.
 
Menemukan obat yang mungkin sukses secara komersial, atau sukses dalam kesehatan masyarakat, melibatkan interaksi kompleks antara investor, industri, akademisi, hukum [[paten]], eksklusivitas regulasi, pemasaran, dan kebutuhan untuk menyeimbangkan kerahasiaan dengan komunikasi.  Sementara itu, untuk gangguan yang kelangkaannya berarti tidak ada kesuksesan komersial besar atau dampak kesehatan masyarakat yang dapat diharapkan, proses pendanaan [[obat piatu]] memastikan bahwa orang-orang yang mengalami gangguan tersebut dapat memiliki harapan akan kemajuan [[farmakoterapi]].
 
== Referensi ==


Menemukan obat yang mungkin sukses secara komersial, atau sukses dalam kesehatan masyarakat, melibatkan interaksi kompleks antara investor, industri, akademisi, hukum [[paten]], eksklusivitas regulasi, pemasaran, dan kebutuhan untuk menyeimbangkan kerahasiaan dengan komunikasi.<ref>''Drug discovery: lessons from evolution''. ''British Journal of Clinical Pharmacology''. April 2011. Vol. 71 (4). hlm. 497–503. doi:10.1111/j.1365-2125.2010.03854.x.</ref>  Sementara itu, untuk gangguan yang kelangkaannya berarti tidak ada kesuksesan komersial besar atau dampak kesehatan masyarakat yang dapat diharapkan, proses pendanaan [[obat piatu]] memastikan bahwa orang-orang yang mengalami gangguan tersebut dapat memiliki harapan akan kemajuan [[farmakoterapi]].


== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
 
*  
*
*  
*
*  
*
 


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penemuan+obat&oldid=29213822 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29213822 (2026-05-11T05:56:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penemuan+obat&oldid=29213822 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29213822 (2026-05-11T05:56:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.14

Dalam bidang kedokteran, bioteknologi, dan farmakologi, penemuan obat adalah proses di mana kandidat obat baru ditemukan.[1]

Secara historis, obat-obatan ditemukan dengan mengidentifikasi bahan aktif dari pengobatan tradisional atau melalui penemuan yang tidak disengaja, seperti halnya penisilin. Baru-baru ini, pustaka kimia molekul kecil sintetis, produk alami, atau ekstrak disaring dalam sel utuh atau organisme utuh untuk mengidentifikasi zat yang memiliki efek terapeutik yang diinginkan dalam proses yang dikenal sebagai farmakologi klasik. Setelah pengurutan genom manusia memungkinkan kloning dan sintesis protein murni dalam jumlah besar dengan cepat, telah menjadi praktik umum untuk menggunakan penyaringan berkecepatan tinggi dari pustaka senyawa besar terhadap target biologis terisolasi yang diduga memodifikasi penyakit dalam proses yang dikenal sebagai "farmakologi terbalik". Senyawa yang ditemukan melalui penyaringan kemudian diuji pada sel, dan kemudian pada hewan untuk mengetahui kemanjurannya.[2]

Penemuan obat modern melibatkan identifikasi senyawa yang ditemukan melalui penyaringan,[3] kimia medisinal,[4] dan optimasi senyawa tersebut untuk meningkatkan afinitas, selektivitas (untuk mengurangi potensi efek samping), kemanjuran/potensi, stabilitas metabolisme (untuk meningkatkan waktu paruh), dan bioavailabilitas oral. Setelah senyawa yang memenuhi semua persyaratan ini diidentifikasi, proses pengembangan obat dapat dilanjutkan. Jika berhasil, uji klinis dikembangkan.[5]

Oleh karena itu, penemuan obat modern biasanya merupakan proses yang membutuhkan modal besar yang melibatkan investasi besar oleh perusahaan industri farmasi serta pemerintah nasional (yang memberikan hibah dan jaminan pinjaman). Meskipun terdapat kemajuan dalam teknologi dan pemahaman sistem biologis, penemuan obat masih merupakan proses yang panjang, "mahal, sulit, dan tidak efisien" dengan tingkat penemuan terapi baru yang rendah.[6] Pada tahun 2010, biaya penelitian dan pengembangan setiap entitas molekuler baru sekitar US$1,8 miliar.[7] Pada abad ke-21, penelitian penemuan dasar didanai terutama oleh pemerintah dan organisasi filantropi, sedangkan pengembangan tahap akhir didanai terutama oleh perusahaan farmasi atau pemodal ventura.[8] Agar diizinkan untuk dipasarkan, obat harus menjalani beberapa fase uji klinis yang berhasil, dan melewati proses persetujuan obat baru, yang disebut "Aplikasi Obat Baru" di Amerika Serikat.

Menemukan obat yang mungkin sukses secara komersial, atau sukses dalam kesehatan masyarakat, melibatkan interaksi kompleks antara investor, industri, akademisi, hukum paten, eksklusivitas regulasi, pemasaran, dan kebutuhan untuk menyeimbangkan kerahasiaan dengan komunikasi.[9] Sementara itu, untuk gangguan yang kelangkaannya berarti tidak ada kesuksesan komersial besar atau dampak kesehatan masyarakat yang dapat diharapkan, proses pendanaan obat piatu memastikan bahwa orang-orang yang mengalami gangguan tersebut dapat memiliki harapan akan kemajuan farmakoterapi.

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Referensi

  1. The drug development process. US Food and Drug Administration. 4 January 2018.
  2. The drug development process: Step 1: Discover. US Food and Drug Administration. 4 January 2018.
  3. Helleboid S, Haug C, Lamottke K, et al. The Identification of Naturally Occurring Neoruscogenin as a Bioavailable, Potent, and High-Affinity Agonist of the Nuclear Receptor RORα (NR1F1). Journal of Biomolecular Screening. 2014;19(3):399–406. https://doi.org/10.1177/1087057113497095.
  4. Herrmann, A., Roesner, M., Werner, T. et al. Potent inhibition of HIV replication in primary human cells by novel synthetic polyketides inspired by Aureothin. Sci Rep 10, 1326 (2020). https://doi.org/10.1038/s41598-020-57843-9.
  5. The drug development process: Step 3: Clinical research. US Food and Drug Administration. 4 January 2018.
  6. Identifying Cardiotoxic Compounds. Mary Ann Liebert. 1 May 2009. Vol. 29 (9). hlm. 34–35.
  7. How to improve R&D productivity: the pharmaceutical industry's grand challenge. Nature Reviews. Drug Discovery. March 2010. Vol. 9 (3). hlm. 203–14. doi:10.1038/nrd3078.
  8. Current Model for Financing Drug Development: From Concept Through Approval. Institute of Medicine (US), Forum on Drug Discovery, Development, and Translation, National Academies Press, Washington (DC). 2009.
  9. Drug discovery: lessons from evolution. British Journal of Clinical Pharmacology. April 2011. Vol. 71 (4). hlm. 497–503. doi:10.1111/j.1365-2125.2010.03854.x.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29213822 (2026-05-11T05:56:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.