Metabolit sekunder: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29463597; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Metabolit sekunder''' adalah senyawa [[metabolit]] yang tidak esensial bagi pertumbuhan organisme dan ditemukan dalam bentuk yang unik atau berbeda-beda antara spesies yang satu dan lainnya. Setiap organisme biasanya menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang berbeda-beda, bahkan mungkin satu jenis senyawa metabolit sekunder hanya ditemukan pada satu [[spesies]] dalam suatu [[Kerajaan (biologi)]]. Senyawa ini juga tidak selalu dihasilkan, tetapi hanya pada saat dibutuhkan saja atau pada fase-fase tertentu. Fungsi metabolit sekunder adalah untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan, misalnya untuk mengatasi [[hama]] dan [[penyakit]], menarik [[polinator]], dan sebagai [[molekul sinyal]]. Singkatnya, metabolit sekunder digunakan organisme untuk berinteraksi dengan lingkungannya. | {|align=center | ||
| | |||
|} | |||
'''Metabolit sekunder''' adalah senyawa [[metabolit]] yang tidak esensial bagi pertumbuhan organisme dan ditemukan dalam bentuk yang unik atau berbeda-beda antara spesies yang satu dan lainnya.<ref>R. Verpoorte, A. W. Alfermann. [https://archive.org/details/metabolicenginee0000unse_k1p8 Metabolic engineering of plant secondary metabolism]. Springer. 2000.Page.1-3</ref> Setiap organisme biasanya menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang berbeda-beda, bahkan mungkin satu jenis senyawa metabolit sekunder hanya ditemukan pada satu [[spesies]] dalam suatu [[Kerajaan (biologi)]]. Senyawa ini juga tidak selalu dihasilkan, tetapi hanya pada saat dibutuhkan saja atau pada fase-fase tertentu. Fungsi metabolit sekunder adalah untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan, misalnya untuk mengatasi [[hama]] dan [[penyakit]], menarik [[polinator]], dan sebagai [[molekul sinyal]].<ref>R. Verpoorte, A. W. Alfermann. [https://archive.org/details/metabolicenginee0000unse_k1p8 Metabolic engineering of plant secondary metabolism]. Springer. 2000.Page.1-3</ref> Singkatnya, metabolit sekunder digunakan organisme untuk berinteraksi dengan lingkungannya. | |||
== Klasifikasi == | == Klasifikasi == | ||
Senyawa metabolit sekunder diklasifikasikan menjadi 3 kelompok utama, yaitu: | Senyawa metabolit sekunder diklasifikasikan menjadi 3 kelompok utama, yaitu: | ||
* [[Terpenoid]] (Sebagian besar senyawa terpenoid mengandung karbon dan hidrogen serta disintesis melalui jalur metabolisme [[asam mevalonat]].) Contohnya monoterpena, seskuiterepena, diterpena, triterpena, dan polimer terpena. | * [[Terpenoid]] (Sebagian besar senyawa terpenoid mengandung karbon dan hidrogen serta disintesis melalui jalur metabolisme [[asam mevalonat]].) Contohnya monoterpena, seskuiterepena, diterpena, triterpena, dan polimer terpena. | ||
* [[Fenolik]] (Senyawa ini terbuat dari gula sederhana dan memiliki cincin [[benzena]], [[hidrogen]], dan [[oksigen]] dalam struktur kimianya.) Contohnya asam fenolat, kumarina, [[lignin]], flavonoid, dan tanin. | * [[Fenolik]] (Senyawa ini terbuat dari gula sederhana dan memiliki cincin [[benzena]], [[hidrogen]], dan [[oksigen]] dalam struktur kimianya.) Contohnya asam fenolat, kumarina, [[lignin]], flavonoid, dan tanin. | ||
* Senyawa yang mengandung [[nitrogen]]. Contohnya alkaloid dan glukosinolat. | * Senyawa yang mengandung [[nitrogen]].<ref>S. J. H. Rizvi, V. Rizvi. ''Thin layer chromatography in phytochemistry''. CRC Press. 2008.Page.60-66</ref> Contohnya alkaloid dan glukosinolat.<ref>Jack Schultz. [http://www.biologyreference.com/Re-Se/Secondary-Metabolites-in-Plants.html Secondary Metabolites in Plants].</ref> | ||
== Manfaat == | == Manfaat == | ||
Sebagian besar tanaman penghasil senyawa metabolit sekunder memanfaatkan senyawa tersebut untuk mempertahankan diri dan berkompetisi dengan [[makhluk hidup]] lain di sekitarnya. Tanaman dapat menghasilkan metabolit sekunder (seperti: [[quinon]], [[flavonoid]], [[tanin]], dll.) yang membuat tanaman lain tidak dapat tumbuh di sekitarnya. Hal ini disebut sebagai [[alelopati]]. Berbagai senyawa metabolit sekunder telah digunakan sebagai obat atau model untuk membuat obat baru, contohnya adalah [[aspirin]] yang dibuat berdasarkan [[asam salisilat]] yang secara alami terdapat pada tumbuhan tertentu. Manfaat lain dari metabolit sekunder adalah sebagai [[pestisida]] dan [[insektisida]], contohnya adalah rotenon dan [[rotenoid]]. Beberapa metabolit sekunder lainnya yang telah digunakan dalam memproduksi sabun, parfum, minyak herbal, pewarna, permen karet, dan plastik alami adalah resin, antosianin, tanin, [[saponin]], dan minyak volatil. | Sebagian besar tanaman penghasil senyawa metabolit sekunder memanfaatkan senyawa tersebut untuk mempertahankan diri dan berkompetisi dengan [[makhluk hidup]] lain di sekitarnya.<ref>S. J. H. Rizvi, V. Rizvi. ''Thin layer chromatography in phytochemistry''. CRC Press. 2008.Page.60-66</ref> Tanaman dapat menghasilkan metabolit sekunder (seperti: [[quinon]], [[flavonoid]], [[tanin]], dll.) yang membuat tanaman lain tidak dapat tumbuh di sekitarnya.<ref>S. J. H. Rizvi, V. Rizvi. ''Thin layer chromatography in phytochemistry''. CRC Press. 2008.Page.60-66</ref> Hal ini disebut sebagai [[alelopati]].<ref>S. J. H. Rizvi, V. Rizvi. ''Thin layer chromatography in phytochemistry''. CRC Press. 2008.Page.60-66</ref> Berbagai senyawa metabolit sekunder telah digunakan sebagai obat atau model untuk membuat obat baru, contohnya adalah [[aspirin]] yang dibuat berdasarkan [[asam salisilat]] yang secara alami terdapat pada tumbuhan tertentu.<ref>S. J. H. Rizvi, V. Rizvi. ''Thin layer chromatography in phytochemistry''. CRC Press. 2008.Page.60-66</ref> Manfaat lain dari metabolit sekunder adalah sebagai [[pestisida]] dan [[insektisida]], contohnya adalah rotenon dan [[rotenoid]].<ref>S. J. H. Rizvi, V. Rizvi. ''Thin layer chromatography in phytochemistry''. CRC Press. 2008.Page.60-66</ref> Beberapa metabolit sekunder lainnya yang telah digunakan dalam memproduksi sabun, parfum, minyak herbal, pewarna, permen karet, dan plastik alami adalah resin, antosianin, tanin, [[saponin]], dan minyak volatil.<ref>Mustafa Oskay, Dilek Oskay. [http://www.britannica.com/bps/additionalcontent/18/37324835/BIOTECHNOLOGICAL-IMPORTANCE-OF-PLANT-SECONDARY-METABOLITES BIOTECHNOLOGICAL IMPORTANCE OF PLANT SECONDARY METABOLITES].</ref> | ||
Beberapa contoh dari metabolit sekunder adalah: | Beberapa contoh dari metabolit sekunder adalah: | ||
{| class="wikitable" border="1" cellpadding="3" cellspacing="0" align="center" | |||
! Kelas !! Contoh Senyawa !! Contoh Sumber !! Efek dan kegunaan | |||
|- align="center" | |||
! SENYAWA MENGANDUNG NITROGEN | |||
| || || | |||
|- align="center" | |||
! Alkaloid | |||
| Nikotin, kokain, teobromin || Tembakau, coklat || Memengaruhi neurotransmisi dan menghambat kerja enzim | |||
|- align="center" | |||
! TERPENOID | |||
| || || | |||
|- align="center" | |||
! Monoterpena | |||
| Mentol, linalool || Tumbuhan mint dan banyak tumbuhan lainnya || Memengaruhi neurotransmisi, menghambat transpor ion, anestetik | |||
|- align="center" | |||
! Diterpena | |||
| ''Gossypol'' || Kapas || Menghambat fosforilasi, toksik | |||
|- align="center" | |||
! Triterpena, glikosida kardiak (jantung) | |||
| Digitogenin || Digitalis (''Foxglove digitalis'' sp.) || Stimulasi otot jantung, memengaruhi transpor ion | |||
|- align="center" | |||
! Sterol | |||
| spinasterol || Bayam || Memengaruhi kerja hormon hewan | |||
|- align="center" | |||
! FENOLIK | |||
| || || | |||
|- align="center" | |||
! Asam fenolat | |||
| Kafeat, klorogenat || Semua tanaman || Menyebabkan kerusakan oksidatif, timbulnya warna coklat pada buah dan wine. | |||
|- align="center" | |||
! Tannins | |||
| gallotanin, tanin terkondensasi || oak, kacang-kacangan || Mengikat protein, enzim, menghambat digesti, antioksidan. | |||
|- align="center" | |||
! Lignin | |||
| Lignin || Semua tanaman darat || Struktur, serat | |||
|} | |||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metabolit+sekunder&oldid=29463597 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29463597 (2026-07-16T03:00:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metabolit+sekunder&oldid=29463597 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29463597 (2026-07-16T03:00:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.15
Metabolit sekunder adalah senyawa metabolit yang tidak esensial bagi pertumbuhan organisme dan ditemukan dalam bentuk yang unik atau berbeda-beda antara spesies yang satu dan lainnya.[1] Setiap organisme biasanya menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang berbeda-beda, bahkan mungkin satu jenis senyawa metabolit sekunder hanya ditemukan pada satu spesies dalam suatu Kerajaan (biologi). Senyawa ini juga tidak selalu dihasilkan, tetapi hanya pada saat dibutuhkan saja atau pada fase-fase tertentu. Fungsi metabolit sekunder adalah untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan, misalnya untuk mengatasi hama dan penyakit, menarik polinator, dan sebagai molekul sinyal.[2] Singkatnya, metabolit sekunder digunakan organisme untuk berinteraksi dengan lingkungannya.
Klasifikasi
Senyawa metabolit sekunder diklasifikasikan menjadi 3 kelompok utama, yaitu:
- Terpenoid (Sebagian besar senyawa terpenoid mengandung karbon dan hidrogen serta disintesis melalui jalur metabolisme asam mevalonat.) Contohnya monoterpena, seskuiterepena, diterpena, triterpena, dan polimer terpena.
- Fenolik (Senyawa ini terbuat dari gula sederhana dan memiliki cincin benzena, hidrogen, dan oksigen dalam struktur kimianya.) Contohnya asam fenolat, kumarina, lignin, flavonoid, dan tanin.
- Senyawa yang mengandung nitrogen.[3] Contohnya alkaloid dan glukosinolat.[4]
Manfaat
Sebagian besar tanaman penghasil senyawa metabolit sekunder memanfaatkan senyawa tersebut untuk mempertahankan diri dan berkompetisi dengan makhluk hidup lain di sekitarnya.[5] Tanaman dapat menghasilkan metabolit sekunder (seperti: quinon, flavonoid, tanin, dll.) yang membuat tanaman lain tidak dapat tumbuh di sekitarnya.[6] Hal ini disebut sebagai alelopati.[7] Berbagai senyawa metabolit sekunder telah digunakan sebagai obat atau model untuk membuat obat baru, contohnya adalah aspirin yang dibuat berdasarkan asam salisilat yang secara alami terdapat pada tumbuhan tertentu.[8] Manfaat lain dari metabolit sekunder adalah sebagai pestisida dan insektisida, contohnya adalah rotenon dan rotenoid.[9] Beberapa metabolit sekunder lainnya yang telah digunakan dalam memproduksi sabun, parfum, minyak herbal, pewarna, permen karet, dan plastik alami adalah resin, antosianin, tanin, saponin, dan minyak volatil.[10]
Beberapa contoh dari metabolit sekunder adalah:
| Kelas | Contoh Senyawa | Contoh Sumber | Efek dan kegunaan |
|---|---|---|---|
| SENYAWA MENGANDUNG NITROGEN | |||
| Alkaloid | Nikotin, kokain, teobromin | Tembakau, coklat | Memengaruhi neurotransmisi dan menghambat kerja enzim |
| TERPENOID | |||
| Monoterpena | Mentol, linalool | Tumbuhan mint dan banyak tumbuhan lainnya | Memengaruhi neurotransmisi, menghambat transpor ion, anestetik |
| Diterpena | Gossypol | Kapas | Menghambat fosforilasi, toksik |
| Triterpena, glikosida kardiak (jantung) | Digitogenin | Digitalis (Foxglove digitalis sp.) | Stimulasi otot jantung, memengaruhi transpor ion |
| Sterol | spinasterol | Bayam | Memengaruhi kerja hormon hewan |
| FENOLIK | |||
| Asam fenolat | Kafeat, klorogenat | Semua tanaman | Menyebabkan kerusakan oksidatif, timbulnya warna coklat pada buah dan wine. |
| Tannins | gallotanin, tanin terkondensasi | oak, kacang-kacangan | Mengikat protein, enzim, menghambat digesti, antioksidan. |
| Lignin | Lignin | Semua tanaman darat | Struktur, serat |
Referensi
- ↑ R. Verpoorte, A. W. Alfermann. Metabolic engineering of plant secondary metabolism. Springer. 2000.Page.1-3
- ↑ R. Verpoorte, A. W. Alfermann. Metabolic engineering of plant secondary metabolism. Springer. 2000.Page.1-3
- ↑ S. J. H. Rizvi, V. Rizvi. Thin layer chromatography in phytochemistry. CRC Press. 2008.Page.60-66
- ↑ Jack Schultz. Secondary Metabolites in Plants.
- ↑ S. J. H. Rizvi, V. Rizvi. Thin layer chromatography in phytochemistry. CRC Press. 2008.Page.60-66
- ↑ S. J. H. Rizvi, V. Rizvi. Thin layer chromatography in phytochemistry. CRC Press. 2008.Page.60-66
- ↑ S. J. H. Rizvi, V. Rizvi. Thin layer chromatography in phytochemistry. CRC Press. 2008.Page.60-66
- ↑ S. J. H. Rizvi, V. Rizvi. Thin layer chromatography in phytochemistry. CRC Press. 2008.Page.60-66
- ↑ S. J. H. Rizvi, V. Rizvi. Thin layer chromatography in phytochemistry. CRC Press. 2008.Page.60-66
- ↑ Mustafa Oskay, Dilek Oskay. BIOTECHNOLOGICAL IMPORTANCE OF PLANT SECONDARY METABOLITES.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29463597 (2026-07-16T03:00:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.