Lompat ke isi

Modifikasi pascatranskripsi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 23638918; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Modifikasi pascatranskripsi''' adalah serangkaian proses biologis yang umum pada sebagian besar sel [[eukariota|eukariotik]] ketika [[transkrip primer]] [[RNA]] diubah secara kimiawi setelah [[transkripsi (genetik)|transkripsi]] dari sebuah [[gen]] untuk menghasilkan molekul RNA yang matang dan fungsional yang kemudian dapat meninggalkan [[inti sel]] dan melakukan salah satu fungsinya di dalam sel.
'''Modifikasi pascatranskripsi''' adalah serangkaian proses biologis yang umum pada sebagian besar sel [[eukariota|eukariotik]] ketika [[transkrip primer]] [[RNA]] diubah secara kimiawi setelah [[transkripsi (genetik)|transkripsi]] dari sebuah [[gen]] untuk menghasilkan molekul RNA yang matang dan fungsional yang kemudian dapat meninggalkan [[inti sel]] dan melakukan salah satu fungsinya di dalam sel.<ref>''Small nucleolar RNA-guided post-transcriptional modification of cellular RNAs''. ''The EMBO Journal''. July 2001. Vol. 20 (14). hlm. 3617–22. doi:10.1093/emboj/20.14.3617.</ref>
 
Ada banyak jenis modifikasi pascatranskripsi yang dicapai melalui berbagai kelas mekanisme molekuler. Salah satu contohnya adalah konversi prekursor transkrip [[RNA duta]] (mRNA) menjadi RNA duta matang yang kemudian mampu diterjemahkan menjadi [[protein]]. Proses ini meliputi tiga langkah utama yang secara signifikan mengubah struktur kimia molekul RNA: penambahan topi 5', penambahan ekor poliadenilasi 3', dan [[penjalinan RNA]]. Pemrosesan ini penting untuk [[translasi (genetik)|translasi]] [[genom]] eukariotik yang benar karena prekursor mRNA awal yang dihasilkan oleh transkripsi sering kali mengandung baik [[ekson]] (urutan penyandi) maupun [[intron]] (urutan nonpenyandi); penjalinan RNA menghilangkan intron dan menghubungkan ekson secara langsung, sedangkan topi dan ekor memfasilitasi pengangkutan mRNA ke [[ribosom]] dan melindunginya dari degradasi molekuler. Modifikasi pascatranskripsi juga dapat terjadi selama pemrosesan transkrip lain yang akhirnya menjadi [[RNA transfer]], [[RNA ribosomal]], atau jenis RNA lain yang digunakan oleh sel.
 
== Referensi ==


Ada banyak jenis modifikasi pascatranskripsi yang dicapai melalui berbagai kelas mekanisme molekuler. Salah satu contohnya adalah konversi prekursor transkrip [[RNA duta]] (mRNA) menjadi RNA duta matang yang kemudian mampu diterjemahkan menjadi [[protein]]. Proses ini meliputi tiga langkah utama yang secara signifikan mengubah struktur kimia molekul RNA: penambahan topi 5', penambahan ekor poliadenilasi 3', dan [[penjalinan RNA]]. Pemrosesan ini penting untuk [[translasi (genetik)|translasi]] [[genom]] eukariotik yang benar karena prekursor mRNA awal yang dihasilkan oleh transkripsi sering kali mengandung baik [[ekson]] (urutan penyandi) maupun [[intron]] (urutan nonpenyandi); penjalinan RNA menghilangkan intron dan menghubungkan ekson secara langsung, sedangkan topi dan ekor memfasilitasi pengangkutan mRNA ke [[ribosom]] dan melindunginya dari degradasi molekuler.<ref>Jeremy Mark Berg. [https://www.worldcat.org/oclc/61500079 Biochemistry]. W.H. Freeman. 2007. hlm. 836. ISBN 0-7167-8724-5.</ref> Modifikasi pascatranskripsi juga dapat terjadi selama pemrosesan transkrip lain yang akhirnya menjadi [[RNA transfer]], [[RNA ribosomal]], atau jenis RNA lain yang digunakan oleh sel.


== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
 
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
 


*
*


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Modifikasi+pascatranskripsi&oldid=23638918 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23638918 (2023-06-07T12:23:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Modifikasi+pascatranskripsi&oldid=23638918 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23638918 (2023-06-07T12:23:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.15

Modifikasi pascatranskripsi adalah serangkaian proses biologis yang umum pada sebagian besar sel eukariotik ketika transkrip primer RNA diubah secara kimiawi setelah transkripsi dari sebuah gen untuk menghasilkan molekul RNA yang matang dan fungsional yang kemudian dapat meninggalkan inti sel dan melakukan salah satu fungsinya di dalam sel.[1]

Ada banyak jenis modifikasi pascatranskripsi yang dicapai melalui berbagai kelas mekanisme molekuler. Salah satu contohnya adalah konversi prekursor transkrip RNA duta (mRNA) menjadi RNA duta matang yang kemudian mampu diterjemahkan menjadi protein. Proses ini meliputi tiga langkah utama yang secara signifikan mengubah struktur kimia molekul RNA: penambahan topi 5', penambahan ekor poliadenilasi 3', dan penjalinan RNA. Pemrosesan ini penting untuk translasi genom eukariotik yang benar karena prekursor mRNA awal yang dihasilkan oleh transkripsi sering kali mengandung baik ekson (urutan penyandi) maupun intron (urutan nonpenyandi); penjalinan RNA menghilangkan intron dan menghubungkan ekson secara langsung, sedangkan topi dan ekor memfasilitasi pengangkutan mRNA ke ribosom dan melindunginya dari degradasi molekuler.[2] Modifikasi pascatranskripsi juga dapat terjadi selama pemrosesan transkrip lain yang akhirnya menjadi RNA transfer, RNA ribosomal, atau jenis RNA lain yang digunakan oleh sel.

Bacaan lanjutan

Referensi

  1. Small nucleolar RNA-guided post-transcriptional modification of cellular RNAs. The EMBO Journal. July 2001. Vol. 20 (14). hlm. 3617–22. doi:10.1093/emboj/20.14.3617.
  2. Jeremy Mark Berg. Biochemistry. W.H. Freeman. 2007. hlm. 836. ISBN 0-7167-8724-5.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23638918 (2023-06-07T12:23:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.