Lompat ke isi

Cat timbal: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 14632115; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Cat timbal''' adalah [[cat]] yang memiliki kandungan [[timbal]] (rumus kimia: Pb). Senyawa timbal yang paling umum dalam cat adalah [[timbal(II) kromat]] ([[Timbal|Pb]][[Kromium|Cr]][[Oksigen|O<sub>4</sub>]], "[[kuning krom]]"), [[timbal(II,IV) oksida]], (Pb<sub>3</sub>O<sub>4</sub>, "[[timbal merah]]"), dan [[timbal(II) karbonat]] (PbCO<sub>3</sub>, "[[timbal putih]]").
'''Cat timbal''' adalah [[cat]] yang memiliki kandungan [[timbal]] (rumus kimia: Pb). Senyawa timbal yang paling umum dalam cat adalah [[timbal(II) kromat]] ([[Timbal|Pb]][[Kromium|Cr]][[Oksigen|O<sub>4</sub>]], "[[kuning krom]]"), [[timbal(II,IV) oksida]], (Pb<sub>3</sub>O<sub>4</sub>, "[[timbal merah]]"), dan [[timbal(II) karbonat]] (PbCO<sub>3</sub>, "[[timbal putih]]").<ref>Völz, Hans G. ''et al.''. ''Pigments, Inorganic''. Wiley-VCH. 2006. doi:10.1002/14356007.a20_243.pub2..</ref>


== Bahaya penggunaan ==
== Bahaya penggunaan ==
Banyak negara maju sudah melarang atau membatasi penggunaan bahan-bahan ini karena bahaya racun timbal, namun di negara berkembang seperti Indonesia, India dan Tiongkok, cat yang mengandung timbal masih banyak dijual. Menurut laporan yang dikeluarkan LSM [[BaliFokus]] dan INEP pada 2013, lebih dari tiga perempat sampel cat yang dijual di Indonesia memiliki kadar di atas 90 ppm (bagian per sejuta), ambang yang di Amerika Serikat sudah dilarang dijual. Laporan yang sama bahkan menulis sekitar sepertiga sampel memiliki kadar diatas 10.000 ppm, yang termasuk dalam kategori "sangat berbahaya".
Banyak negara maju sudah melarang atau membatasi penggunaan bahan-bahan ini karena bahaya racun timbal, namun di negara berkembang seperti Indonesia, India dan Tiongkok, cat yang mengandung timbal masih banyak dijual. Menurut laporan yang dikeluarkan LSM [[BaliFokus]] dan INEP pada 2013, lebih dari tiga perempat sampel cat yang dijual di Indonesia memiliki kadar di atas 90 ppm (bagian per sejuta), ambang yang di Amerika Serikat sudah dilarang dijual. Laporan yang sama bahkan menulis sekitar sepertiga sampel memiliki kadar diatas 10.000 ppm, yang termasuk dalam kategori "sangat berbahaya".<ref>Yuyun Ismawati. [https://ipen.org/pdfs/ina_bf_final_report_rev_2_2013_08-v2-id.pdf Timbal dalam Cat Enamel Rumah Tangga di Indonesia]. BaliFokus & IPEN. 2013.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cat+timbal&oldid=14632115 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 14632115 (2018-12-31T04:57:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cat+timbal&oldid=14632115 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 14632115 (2018-12-31T04:57:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.17

Cat timbal adalah cat yang memiliki kandungan timbal (rumus kimia: Pb). Senyawa timbal yang paling umum dalam cat adalah timbal(II) kromat (PbCrO4, "kuning krom"), timbal(II,IV) oksida, (Pb3O4, "timbal merah"), dan timbal(II) karbonat (PbCO3, "timbal putih").[1]

Bahaya penggunaan

Banyak negara maju sudah melarang atau membatasi penggunaan bahan-bahan ini karena bahaya racun timbal, namun di negara berkembang seperti Indonesia, India dan Tiongkok, cat yang mengandung timbal masih banyak dijual. Menurut laporan yang dikeluarkan LSM BaliFokus dan INEP pada 2013, lebih dari tiga perempat sampel cat yang dijual di Indonesia memiliki kadar di atas 90 ppm (bagian per sejuta), ambang yang di Amerika Serikat sudah dilarang dijual. Laporan yang sama bahkan menulis sekitar sepertiga sampel memiliki kadar diatas 10.000 ppm, yang termasuk dalam kategori "sangat berbahaya".[2]

Referensi

  1. Völz, Hans G. et al.. Pigments, Inorganic. Wiley-VCH. 2006. doi:10.1002/14356007.a20_243.pub2..
  2. Yuyun Ismawati. Timbal dalam Cat Enamel Rumah Tangga di Indonesia. BaliFokus & IPEN. 2013.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 14632115 (2018-12-31T04:57:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.