Gastroenteritis: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29215966; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Gastritis''' adalah kondisi medis yang ditandai dengan [[peradangan]] (''"-itis"'') pada [[saluran pencernaan]] yang melibatkan [[lambung]] (''"gastro"''-) dan [[usus kecil]] (''"entero"''-), sehingga mengakibatkan kombinasi [[diare]], [[muntah]], dan sakit serta kejang [[perut]]. Gastroenteritis juga sering disebut sebagai '''gastro''', '''stomach bug''', dan '''stomach virus'''. Walaupun tidak berkaitan dengan [[influenza]], penyakit ini juga sering disebut '''flu perut''' dan '''flu lambung'''. Kemudian terdapat pula Gastroenteritis akut (GEA) yakni adalah penyakit diare dengan onset cepat, dengan atau tanpa mual, muntah, demam, atau nyeri perut. | '''Gastritis''' adalah kondisi medis yang ditandai dengan [[peradangan]] (''"-itis"'') pada [[saluran pencernaan]] yang melibatkan [[lambung]] (''"gastro"''-) dan [[usus kecil]] (''"entero"''-), sehingga mengakibatkan kombinasi [[diare]], [[muntah]], dan sakit serta kejang [[perut]].<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> Gastroenteritis juga sering disebut sebagai '''gastro''', '''stomach bug''', dan '''stomach virus'''. Walaupun tidak berkaitan dengan [[influenza]], penyakit ini juga sering disebut '''flu perut''' dan '''flu lambung'''. Kemudian terdapat pula Gastroenteritis akut (GEA) yakni adalah penyakit diare dengan onset cepat, dengan atau tanpa mual, muntah, demam, atau nyeri perut. | ||
Secara global, sebagian besar kasus pada anak-anak disebabkan oleh [[rotavirus]].<ref>Tate JE, Burton AH, Boschi-Pinto C, Steele AD, Duque J, Parashar UD. ''2008 estimate of worldwide rotavirus-associated mortality in children younger than 5 years before the introduction of universal rotavirus vaccination programmes: a systematic review and meta-analysis''. ''The Lancet Infectious Diseases''. 2012. Vol. 12 (2). hlm. 136–41. doi:10.1016/S1473-3099(11)70253-5.</ref> Pada orang dewasa, [[norovirus]]<ref>Marshall JA, Bruggink LD. ''The dynamics of norovirus outbreak epidemics: recent insights''. ''International Journal of Environmental Research and Public Health''. 2011. Vol. 8 (4). hlm. 1141–9. doi:10.3390/ijerph8041141.</ref> dan [[Campylobacter]]<ref>Man SM. ''The clinical importance of emerging Campylobacter species''. ''Nature Reviews. Gastroenterology & Hepatology''. 2011. Vol. 8 (12). hlm. 669–85. doi:10.1038/nrgastro.2011.191.</ref> menjadi penyebab yang lebih umum. Penyebab lain yang lebih jarang ditemukan yakni bakteri lain (atau racun bakteri) dan parasit. Penularannya bisa terjadi karena konsumsi makanan yang dimasak secara tidak benar atau air yang terkontaminasi atau melalui persinggungan langsung dengan orang yang terinfeksi. | |||
Secara global, sebagian besar kasus pada anak-anak disebabkan oleh [[rotavirus]]. Pada orang dewasa, [[norovirus]] dan [[Campylobacter]] menjadi penyebab yang lebih umum. Penyebab lain yang lebih jarang ditemukan yakni bakteri lain (atau racun bakteri) dan parasit. Penularannya bisa terjadi karena konsumsi makanan yang dimasak secara tidak benar atau air yang terkontaminasi atau melalui persinggungan langsung dengan orang yang terinfeksi. | |||
Yang paling utama dalam penanganan penyakit ini adalah hidrasi yang cukup. Untuk kasus ringan atau sedang, ini bisa dilakukan melalui pemberian [[larutan rehidrasi oral]]. Untuk kasus yang lebih berat, pemberian cairan melalui infus mungkin diperlukan. Gastroenteritis paling banyak terjadi pada anak-anak dan masyarakat di negara berkembang. | Yang paling utama dalam penanganan penyakit ini adalah hidrasi yang cukup. Untuk kasus ringan atau sedang, ini bisa dilakukan melalui pemberian [[larutan rehidrasi oral]]. Untuk kasus yang lebih berat, pemberian cairan melalui infus mungkin diperlukan. Gastroenteritis paling banyak terjadi pada anak-anak dan masyarakat di negara berkembang. | ||
== Gejala dan tanda == | == Gejala dan tanda == | ||
Gastroenteritis biasanya disertai dengan [[diare]] dan [[muntah]],<ref>Eckardt AJ, Baumgart DC. ''Viral gastroenteritis in adults''. ''Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery''. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.</ref> atau, meskipun tidak terlalu banyak terjadi, hanya disertai dengan salah satu gejala tersebut.<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> Kejang perut juga bisa timbul.<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> Tanda-tanda dan gejala biasanya muncul 12–72 jam setelah terjangkit agen penginfeksi.<ref>Roger Webber. [http://books.google.ca/books?id=pZ9fpHtvOGYC&pg=PA79 Communicable disease epidemiology and control : a global perspective]. Cabi. 2009. hlm. 79. ISBN 978-1-84593-504-7.</ref> Bila disebabkan oleh virus, kondisi ini biasanya membaik dalam satu minggu.<ref>Eckardt AJ, Baumgart DC. ''Viral gastroenteritis in adults''. ''Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery''. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.</ref> Beberapa gejala yang diakibatkan oleh virus juga mungkin diasosiasikan dengan [[demam]], letih, [[sakit kepala]], dan [[mialgia|nyeri otot]].<ref>Eckardt AJ, Baumgart DC. ''Viral gastroenteritis in adults''. ''Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery''. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.</ref> Jika [[disentri|tinja mengandung darah]], lebih kecil kemungkinannya disebabkan oleh virus <ref>Eckardt AJ, Baumgart DC. ''Viral gastroenteritis in adults''. ''Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery''. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.</ref> dan lebih besar kemungkinannya disebabkan oleh bakteri.<ref>E Galanis. ''Campylobacter and bacterial gastroenteritis''. ''CMAJ : Canadian Medical Association''. 2007 Sep 11. Vol. 177 (6). hlm. 570–1. doi:10.1503/cmaj.070660.</ref> Beberapa infeksi bakteri juga bisa diasosiasikan dengan nyeri perut akut dan mungkin bertahan selama beberapa minggu.<ref>E Galanis. ''Campylobacter and bacterial gastroenteritis''. ''CMAJ : Canadian Medical Association''. 2007 Sep 11. Vol. 177 (6). hlm. 570–1. doi:10.1503/cmaj.070660.</ref> | |||
Anak-anak yang terinfeksi rotavirus biasanya sembuh total dalam tiga sampai delapan hari.<ref>A Meloni. ''Epidemiology and prevention of rotavirus infection: an underestimated issue?''. ''The journal of maternal-fetal & neonatal medicine : the official journal of the European Association of Perinatal Medicine, the Federation of Asia and Oceania Perinatal Societies, the International Society of Perinatal Obstetricians''. 2011 Oct. Vol. 24 Suppl 2. hlm. 48–51. doi:10.3109/14767058.2011.601920.</ref> Akan tetapi, di negara-negara miskin, perawatan untuk infeksi akut sering kali sulit didapatkan sehingga biasanya diare terus-menerus terjadi.<ref>[http://www.defeatdd.org/understanding-crisis/advocacy-outreach/toolkits Toolkit]. ''DefeatDD''.</ref> [[Dehidrasi]] merupakan komplikasi umum dari [[diare]],<ref>[http://guidance.nice.org.uk/CG84 Management of acute diarrhoea and vomiting due to gastoenteritis in children under 5]. ''National Institute of Clinical Excellence''. 2009.</ref> dan pasien anak dengan tingkat dehidrasi parah bisa mengalami [[pengisian kembali pembuluh kapiler]] berkepanjangan, [[turgor kulit]] yang buruk, dan pernapasan abnormal.<ref>Tintinalli, Judith E. ''Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide (Emergency Medicine (Tintinalli))''. McGraw-Hill Companies. 2010. hlm. 830–839. ISBN 0-07-148480-9.</ref> Infeksi berulang biasanya ditemukan di tempat-tempat dengan sanitasi buruk, dan [[malagizi]],<ref>Roger Webber. [http://books.google.ca/books?id=pZ9fpHtvOGYC&pg=PA79 Communicable disease epidemiology and control : a global perspective]. Cabi. 2009. hlm. 79. ISBN 978-1-84593-504-7.</ref> yang dapat menghambat pertumbuhan, dan keterlambatan kognitif jangka panjang.<ref>Mandell 2010 Chp. 93</ref> | |||
Anak-anak yang terinfeksi rotavirus biasanya sembuh total dalam tiga sampai delapan hari. Akan tetapi, di negara-negara miskin, perawatan untuk infeksi akut sering kali sulit didapatkan sehingga biasanya diare terus-menerus terjadi. [[Dehidrasi]] merupakan komplikasi umum dari [[diare]], dan pasien anak dengan tingkat dehidrasi parah bisa mengalami [[pengisian kembali pembuluh kapiler]] berkepanjangan, [[turgor kulit]] yang buruk, dan pernapasan abnormal. Infeksi berulang biasanya ditemukan di tempat-tempat dengan sanitasi buruk, dan [[malagizi]], yang dapat menghambat pertumbuhan, dan keterlambatan kognitif jangka panjang. | |||
[[Artritis reaktif]] terjadi pada 1% dari kelompok yang terinfeksi spesies ''Campylobacter'', dan 0,1% mengalami [[sindrom Guillain-Barre]]. [[Sindrom uremik-hemolitik]] (HUS) dapat terjadi karena infeksi spesies ''Escherichia coli'' atau ''Shigella'' yang mengeluarkan [[racun Shiga]], sehingga mengakibatkan [[tromobositopenia|jumlah trombosit yang rendah]], [[gagal ginjal|fungsi buruk ginjal]], dan [[anemia hemolitik|jumlah sel darah merah yang rendah (karena kerusakannya)]]. Anak-anak lebih cenderung mengalami HUS dibandingkan orang dewasa. Beberapa infeksi virus mungkin mengakibatkan [[Epilepsi infantil jinak|kejang infantil jinak]]. | [[Artritis reaktif]] terjadi pada 1% dari kelompok yang terinfeksi spesies ''Campylobacter'', dan 0,1% mengalami [[sindrom Guillain-Barre]].<ref>E Galanis. ''Campylobacter and bacterial gastroenteritis''. ''CMAJ : Canadian Medical Association''. 2007 Sep 11. Vol. 177 (6). hlm. 570–1. doi:10.1503/cmaj.070660.</ref> [[Sindrom uremik-hemolitik]] (HUS) dapat terjadi karena infeksi spesies ''Escherichia coli'' atau ''Shigella'' yang mengeluarkan [[racun Shiga]], sehingga mengakibatkan [[tromobositopenia|jumlah trombosit yang rendah]], [[gagal ginjal|fungsi buruk ginjal]], dan [[anemia hemolitik|jumlah sel darah merah yang rendah (karena kerusakannya)]].<ref>EJ Elliott. ''Acute gastroenteritis in children''. ''BMJ (Clinical research ed.)''. 2007 Jan 6. Vol. 334 (7583). hlm. 35–40. doi:10.1136/bmj.39036.406169.80.</ref> Anak-anak lebih cenderung mengalami HUS dibandingkan orang dewasa.<ref>Mandell 2010 Chp. 93</ref> Beberapa infeksi virus mungkin mengakibatkan [[Epilepsi infantil jinak|kejang infantil jinak]].<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> | ||
== Penyebab == | == Penyebab == | ||
[[Virus]] (terutama [[rotavirus]]) dan spesies bakteri''[[Escherichia coli]]'' dan ''[[Campylobacter]]'' adalah penyebab utama gastroenteritis. Akan tetapi, banyak agen infeksi lain yang dapat menyebabkan sindrom ini. Penyebab non-infeksi kadang kala terlihat, tetapi lebih jarang daripada [[etiologi]] virus atau bakteri. Risiko infeksi lebih tinggi pada anak-anak karena kurangnya [[kekebalan (kedokteran)|kekebalan]] mereka dan kebersihan yang relatif buruk.Dilansir dari alodocter.com | [[Virus]] (terutama [[rotavirus]]) dan spesies bakteri''[[Escherichia coli]]'' dan ''[[Campylobacter]]'' adalah penyebab utama gastroenteritis.<ref>Roger Webber. [http://books.google.ca/books?id=pZ9fpHtvOGYC&pg=PA79 Communicable disease epidemiology and control : a global perspective]. Cabi. 2009. hlm. 79. ISBN 978-1-84593-504-7.</ref><ref>H Szajewska. ''Gastrointestinal infections in the pediatric population''. ''Current opinion in gastroenterology''. 2010 Jan. Vol. 26 (1). hlm. 36–44. doi:10.1097/MOG.0b013e328333d799.</ref> Akan tetapi, banyak agen infeksi lain yang dapat menyebabkan sindrom ini.<ref>Mandell 2010 Chp. 93</ref> Penyebab non-infeksi kadang kala terlihat, tetapi lebih jarang daripada [[etiologi]] virus atau bakteri.<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> Risiko infeksi lebih tinggi pada anak-anak karena kurangnya [[kekebalan (kedokteran)|kekebalan]] mereka dan kebersihan yang relatif buruk.<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref>Dilansir dari alodocter.com | ||
=== Virus === | === Virus === | ||
Virus yang diketahui menyebabkan gastroenteritis meliputi [[rotavirus]], [[norovirus]], [[adenovirus]], dan [[astrovirus]]. Rotavirus adalah penyebab gastroenteritis yang paling umum pada anak-anak, dan mengakibatkan tingkat insiden yang serupa baik di [[negara maju]] maupun [[negara berkembang]]. Virus mengakibatkan sekira 70% episode diare menular pada kelompok usia anak-anak. Rotavirus lebih jarang menjadi penyebab pada orang dewasa karena kekebalan alami mereka. | Virus yang diketahui menyebabkan gastroenteritis meliputi [[rotavirus]], [[norovirus]], [[adenovirus]], dan [[astrovirus]].<ref>Eckardt AJ, Baumgart DC. ''Viral gastroenteritis in adults''. ''Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery''. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.</ref><ref>Dennehy PH. ''Viral gastroenteritis in children''. ''The Pediatric Infectious Disease Journal''. 2011. Vol. 30 (1). hlm. 63–4. doi:10.1097/INF.0b013e3182059102.</ref> Rotavirus adalah penyebab gastroenteritis yang paling umum pada anak-anak,<ref>H Szajewska. ''Gastrointestinal infections in the pediatric population''. ''Current opinion in gastroenterology''. 2010 Jan. Vol. 26 (1). hlm. 36–44. doi:10.1097/MOG.0b013e328333d799.</ref> dan mengakibatkan tingkat insiden yang serupa baik di [[negara maju]] maupun [[negara berkembang]].<ref>A Meloni. ''Epidemiology and prevention of rotavirus infection: an underestimated issue?''. ''The journal of maternal-fetal & neonatal medicine : the official journal of the European Association of Perinatal Medicine, the Federation of Asia and Oceania Perinatal Societies, the International Society of Perinatal Obstetricians''. 2011 Oct. Vol. 24 Suppl 2. hlm. 48–51. doi:10.3109/14767058.2011.601920.</ref> Virus mengakibatkan sekira 70% episode diare menular pada kelompok usia anak-anak.<ref>A Webb. ''Acute gastroenteritis in children''. ''Australian family physician''. 2005 Apr. Vol. 34 (4). hlm. 227–31.</ref> Rotavirus lebih jarang menjadi penyebab pada orang dewasa karena kekebalan alami mereka.<ref>Desselberger U, Huppertz HI. ''Immune responses to rotavirus infection and vaccination and associated correlates of protection''. ''The Journal of Infectious Diseases''. 2011. Vol. 203 (2). hlm. 188–95. doi:10.1093/infdis/jiq031.</ref> | ||
Norovirus adalah penyebab utama gastroenteritis pada orang dewasa di Amerika, mengakibatkan lebih dari 90% wabah. [[Epidemi]] lokal ini biasanya terjadi jika sekelompok orang berada dalam jarak fisik yang berdekatan, seperti di [[kapal pesiar]], rumah sakit, atau di restoran. Orang-orang mungkin tetap bisa menularkan virus bahkan setelah sembuh dari diarenya. Norovirus adalah penyebab dari kira-kira 10% kasus pada anak-anak. | Norovirus adalah penyebab utama gastroenteritis pada orang dewasa di Amerika, mengakibatkan lebih dari 90% wabah.<ref>Eckardt AJ, Baumgart DC. ''Viral gastroenteritis in adults''. ''Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery''. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.</ref> [[Epidemi]] lokal ini biasanya terjadi jika sekelompok orang berada dalam jarak fisik yang berdekatan, seperti di [[kapal pesiar]],<ref>Eckardt AJ, Baumgart DC. ''Viral gastroenteritis in adults''. ''Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery''. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.</ref> rumah sakit, atau di restoran.<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> Orang-orang mungkin tetap bisa menularkan virus bahkan setelah sembuh dari diarenya.<ref>Eckardt AJ, Baumgart DC. ''Viral gastroenteritis in adults''. ''Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery''. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.</ref> Norovirus adalah penyebab dari kira-kira 10% kasus pada anak-anak.<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> | ||
=== Bakteri === | === Bakteri === | ||
Di negara maju ''[[Campylobacter jejuni]]'' menjadi penyebab utama gastroenteritis bakteri, dimana separuh dari kasus ini terkait dengan pajanan terhadap [[unggas]].<ref>E Galanis. ''Campylobacter and bacterial gastroenteritis''. ''CMAJ : Canadian Medical Association''. 2007 Sep 11. Vol. 177 (6). hlm. 570–1. doi:10.1503/cmaj.070660.</ref> Pada anak-anak, bakteri merupakan penyebab dari sekira 15% kasus, dengan jenis yang paling umum meliputi spesies ''[[Escherichia coli]]'', ''[[Salmonella]]'',''[[Shigella]]'', dan ''Campylobacter''.<ref>A Webb. ''Acute gastroenteritis in children''. ''Australian family physician''. 2005 Apr. Vol. 34 (4). hlm. 227–31.</ref> Bila makanan terkontaminasi dengan bakteri dan berada pada suhu ruangan selama beberapa jam, bakteri berkembang biak dan meningkatkan risiko infeksi pada orang-orang yang mengonsumsi makanan tersebut.<ref>Mandell 2010 Chp. 93</ref> Beberapa makanan yang umum dikaitkan dengan penyakit ini yakni daging mentah atau daging yang kurang matang, ayam, makanan laut, dan telur; kecambah mentah; susu yang belum dipasteurisasi dan keju lunak; serta jus jeruk dan sayuran.<ref>DG Nyachuba. ''Foodborne illness: is it on the rise?''. ''Nutrition Reviews''. 2010 May. Vol. 68 (5). hlm. 257-69. doi:10.1111/j.1753-4887.2010.00286.x.</ref> Di negara berkembang, khususnya Afrika subwilayah Sahara dan Asia, [[kolera]] adalah penyebab umum gastroenteritis. Infeksi ini biasanya ditularkan melalui air atau makanan yang terkontaminasi.<ref>RC Charles. ''Cholera in the 21st century''. ''Current opinion in infectious diseases''. 2011 Oct. Vol. 24 (5). hlm. 472-7. doi:10.1097/QCO.0b013e32834a88af.</ref> | |||
''[[Clostridium difficile]]'' toksigenik adalah penyebab utama diare yang lebih sering terjadi pada manusia berusia lanjut.<ref>Mandell 2010 Chp. 93</ref> Bayi dapat menjadi pembawa bakteri ini tetapi tidak berlanjut ke arah munculnya gejala.<ref>Mandell 2010 Chp. 93</ref> Ini adalah penyebab diare yang umum pada mereka yang dirawat inap dan sering dikaitkan dengan penggunaan antibiotik.<ref>V Moudgal. ''Clostridium difficile colitis: a review''. ''Hospital practice (1995)''. 2012 Feb. Vol. 40 (1). hlm. 139-48. doi:10.3810/hp.2012.02.954.</ref>'' Diare infeksi [[Staphylococcus aureus]]'' juga mungkin terjadi pada mereka yang menggunakan antibiotik.<ref>Z Lin. ''Staphylococcal enterocolitis: forgotten but not gone?''. ''Digestive diseases and sciences''. 2010 May. Vol. 55 (5). hlm. 1200-7.</ref> "[[Traveler’s diarrhea]]" biasanya merupakan jenis gastroenteritis bakteri. Obat penekan asam tampaknya meningkatkan risiko infeksi secara signifikan setelah terpajan sejumlah organisme, termasuk spesies ''Clostridium difficile'', ''Salmonella'', dan ''Campylobacter''.<ref>J Leonard. ''Systematic review of the risk of enteric infection in patients taking acid suppression''. ''The American journal of gastroenterology''. 2007 Sep. Vol. 102 (9). hlm. 2047–56; quiz 2057. doi:10.1111/j.1572-0241.2007.01275.x.</ref> Risiko ini lebih tinggi bagi mereka yang menggunakan [[penghambat pompa proton]] dibandingkan dengan mereka yang menggunakan [[antagonis H2]].<ref>J Leonard. ''Systematic review of the risk of enteric infection in patients taking acid suppression''. ''The American journal of gastroenterology''. 2007 Sep. Vol. 102 (9). hlm. 2047–56; quiz 2057. doi:10.1111/j.1572-0241.2007.01275.x.</ref> | |||
''[[Clostridium difficile]]'' toksigenik adalah penyebab utama diare yang lebih sering terjadi pada manusia berusia lanjut. Bayi dapat menjadi pembawa bakteri ini tetapi tidak berlanjut ke arah munculnya gejala. Ini adalah penyebab diare yang umum pada mereka yang dirawat inap dan sering dikaitkan dengan penggunaan antibiotik.'' Diare infeksi [[Staphylococcus aureus]]'' juga mungkin terjadi pada mereka yang menggunakan antibiotik. "[[Traveler’s diarrhea]]" biasanya merupakan jenis gastroenteritis bakteri. Obat penekan asam tampaknya meningkatkan risiko infeksi secara signifikan setelah terpajan sejumlah organisme, termasuk spesies ''Clostridium difficile'', ''Salmonella'', dan ''Campylobacter''. Risiko ini lebih tinggi bagi mereka yang menggunakan [[penghambat pompa proton]] dibandingkan dengan mereka yang menggunakan [[antagonis H2]]. | |||
=== Parasit === | === Parasit === | ||
Beberapa [[protozoa]] dapat mengakibatkan gastroenteritis – paling umum adalah ''[[Giardia lamblia]]'' – tetapi spesies ''[[Entamoeba histolytica]]'' dan''[[Cryptosporidium]]'' juga terlibat. Sebagai sebuah kelompok, agen ini mencakup sekira 10% kasus pada anak-anak. ''Giardia'' lebih umum terjadi di negara berkembang, tapi agen etiologi ini menyebabkan jenis penyakit ini dengan jumlah tertentu hampir di semua tempat. Ini lebih umum terjadi pada orang-orang yang pernah bepergian ke tempat-tempat dengan prevalensi tinggi, anak-anak di [[penitipan anak]], laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki, dan dalam keadaan setelah terjadinya [[bencana]]. | Beberapa [[protozoa]] dapat mengakibatkan gastroenteritis – paling umum adalah ''[[Giardia lamblia]]'' – tetapi spesies ''[[Entamoeba histolytica]]'' dan''[[Cryptosporidium]]'' juga terlibat.<ref>A Webb. ''Acute gastroenteritis in children''. ''Australian family physician''. 2005 Apr. Vol. 34 (4). hlm. 227–31.</ref> Sebagai sebuah kelompok, agen ini mencakup sekira 10% kasus pada anak-anak.<ref>EJ Elliott. ''Acute gastroenteritis in children''. ''BMJ (Clinical research ed.)''. 2007 Jan 6. Vol. 334 (7583). hlm. 35–40. doi:10.1136/bmj.39036.406169.80.</ref> ''Giardia'' lebih umum terjadi di negara berkembang, tapi agen etiologi ini menyebabkan jenis penyakit ini dengan jumlah tertentu hampir di semua tempat.<ref>AA Escobedo. ''Giardiasis: the ever-present threat of a neglected disease''. ''Infectious disorders drug targets''. 2010 Oct. Vol. 10 (5). hlm. 329–48.</ref> Ini lebih umum terjadi pada orang-orang yang pernah bepergian ke tempat-tempat dengan prevalensi tinggi, anak-anak di [[penitipan anak]], laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki, dan dalam keadaan setelah terjadinya [[bencana]].<ref>AA Escobedo. ''Giardiasis: the ever-present threat of a neglected disease''. ''Infectious disorders drug targets''. 2010 Oct. Vol. 10 (5). hlm. 329–48.</ref> | ||
=== Penularan === | === Penularan === | ||
Penularan dapat terjadi melalui konsumsi air yang terkontaminasi, atau ketika sekelompok orang menggunakan benda pribadi mereka bersama-sama. Di wilayah yang memiliki musim hujan dan musim kemarau, kualitas air biasanya memburuk selama [[musim hujan]], dan ini berhubungan dengan saat terjadinya wabah. Di [[Subtropik|negara-negara dengan beberapa musim]], infeksi lebih banyak terjadi pada musim dingin. [[Pemberian susu]] untuk bayi menggunakan botol yang tidak disterilisasikan dengan benar adalah penyebab terbesar dalam skala global. Tingkat penularan juga berhubungan dengan kebersihan yang buruk, terutama pada kalangan anak-anak, di perumahan padat, dan pada kelompok yang pernah mengalami gizi buruk. Setelah mengembangkan toleransi terhadap penyakit ini, orang dewasa dapat menjadi pembawa organisme tertentu tanpa menunjukkan tanda atau gejala, dan mereka berperan sebagai [[reservoir alami]] dari penularan. Beberapa agen (seperti ''Shigella'') hanya muncul pada [[primata]], sedangkan yang lainnya dapat muncul pada berbagai jenis binatang (seperti ''Giardia'').Selain infeksi virus, gastroenteritis juga dapat disebabkan oleh: Inveksi bakteri, seperti ''[[Campylobacter bacterium]],'' infeksi parasit, misalnya [[Entamoeba histolytica]] dan [[Cryptosporidium]], efek samping obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, [[antasida]], atau obat kemoterapi dan terakhir keracunan logam berat, misalnya timbal, [[arsen]], atau merkuri, yang mencemari air. | Penularan dapat terjadi melalui konsumsi air yang terkontaminasi, atau ketika sekelompok orang menggunakan benda pribadi mereka bersama-sama.<ref>Roger Webber. [http://books.google.ca/books?id=pZ9fpHtvOGYC&pg=PA79 Communicable disease epidemiology and control : a global perspective]. Cabi. 2009. hlm. 79. ISBN 978-1-84593-504-7.</ref> Di wilayah yang memiliki musim hujan dan musim kemarau, kualitas air biasanya memburuk selama [[musim hujan]], dan ini berhubungan dengan saat terjadinya wabah.<ref>Roger Webber. [http://books.google.ca/books?id=pZ9fpHtvOGYC&pg=PA79 Communicable disease epidemiology and control : a global perspective]. Cabi. 2009. hlm. 79. ISBN 978-1-84593-504-7.</ref> Di [[Subtropik|negara-negara dengan beberapa musim]], infeksi lebih banyak terjadi pada musim dingin.<ref>Mandell 2010 Chp. 93</ref> [[Pemberian susu]] untuk bayi menggunakan botol yang tidak disterilisasikan dengan benar adalah penyebab terbesar dalam skala global.<ref>Roger Webber. [http://books.google.ca/books?id=pZ9fpHtvOGYC&pg=PA79 Communicable disease epidemiology and control : a global perspective]. Cabi. 2009. hlm. 79. ISBN 978-1-84593-504-7.</ref> Tingkat penularan juga berhubungan dengan kebersihan yang buruk, terutama pada kalangan anak-anak,<ref>Eckardt AJ, Baumgart DC. ''Viral gastroenteritis in adults''. ''Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery''. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.</ref> di perumahan padat,<ref>K Grimwood. ''Acute and persistent diarrhea''. ''Pediatric clinics of North America''. 2009 Dec. Vol. 56 (6). hlm. 1343–61. doi:10.1016/j.pcl.2009.09.004.</ref> dan pada kelompok yang pernah mengalami gizi buruk.<ref>Mandell 2010 Chp. 93</ref> Setelah mengembangkan toleransi terhadap penyakit ini, orang dewasa dapat menjadi pembawa organisme tertentu tanpa menunjukkan tanda atau gejala, dan mereka berperan sebagai [[reservoir alami]] dari penularan.<ref>Mandell 2010 Chp. 93</ref> Beberapa agen (seperti ''Shigella'') hanya muncul pada [[primata]], sedangkan yang lainnya dapat muncul pada berbagai jenis binatang (seperti ''Giardia'').<ref>Mandell 2010 Chp. 93</ref>Selain infeksi virus, gastroenteritis juga dapat disebabkan oleh: Inveksi bakteri, seperti ''[[Campylobacter bacterium]],'' infeksi parasit, misalnya [[Entamoeba histolytica]] dan [[Cryptosporidium]], efek samping obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, [[antasida]], atau obat kemoterapi dan terakhir keracunan logam berat, misalnya timbal, [[arsen]], atau merkuri, yang mencemari air. <ref>dr. Meva Nareza T. [https://www.alodokter.com/gastroenteritis Gastroenteritis]. ''alodocter.com''. 30 Agustus 2024.</ref> | ||
=== Non-infeksi === | === Non-infeksi === | ||
Ada beberapa penyebab non-infeksi peradangan saluran pencernaan. Beberapa penyebab yang lebih umum meliputi obat-obatan (seperti [[NSAID]]), makanan tertentu seperti [[laktosa]] (bagi mereka yang tidak bisa mengonsumsi laktosa), dan [[gluten]] (bagi mereka dengan [[penyakit seliak]]).[[Penyakit Crohn]] juga merupakan sumber non-infeksi gastroenteritis (yang sering kali akut). Penyakit yang disebabkan oleh [[racun]] juga mungkin terjadi. Beberapa kondisi yang diakibatkan oleh makanan dikaitkan dengan mual, muntah, dan diare termasuk: [[Ciguatera|keracunan ciguatera]] karena konsumsi ikan pemangsa yang terkontaminasi, [[scombroid]] yang diasosiasikan dengan konsumsi jenis ikan tertentu yang telah basi, [[keracunan#tetrodotoksin|keracunan tetrodotoksin]] karena konsumsi antara lain [[ikan buntal]], dan [[botulisme]] yang biasanya disebabkan oleh makanan diawetkan secara tidak benar. | Ada beberapa penyebab non-infeksi peradangan saluran pencernaan.<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> Beberapa penyebab yang lebih umum meliputi obat-obatan (seperti [[NSAID]]), makanan tertentu seperti [[laktosa]] (bagi mereka yang tidak bisa mengonsumsi laktosa), dan [[gluten]] (bagi mereka dengan [[penyakit seliak]]).[[Penyakit Crohn]] juga merupakan sumber non-infeksi gastroenteritis (yang sering kali akut).<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> Penyakit yang disebabkan oleh [[racun]] juga mungkin terjadi. Beberapa kondisi yang diakibatkan oleh makanan dikaitkan dengan mual, muntah, dan diare termasuk: [[Ciguatera|keracunan ciguatera]] karena konsumsi ikan pemangsa yang terkontaminasi, [[scombroid]] yang diasosiasikan dengan konsumsi jenis ikan tertentu yang telah basi, [[keracunan#tetrodotoksin|keracunan tetrodotoksin]] karena konsumsi antara lain [[ikan buntal]], dan [[botulisme]] yang biasanya disebabkan oleh makanan diawetkan secara tidak benar.<ref>DT Lawrence. ''Food poisoning''. ''Emergency medicine clinics of North America''. 2007 May. Vol. 25 (2). hlm. 357-73; abstract ix. doi:10.1016/j.emc.2007.02.014.</ref> | ||
== Patofisiologi == | == Patofisiologi == | ||
Gastroenteritis diartikan sebagai [[muntah-muntah]] atau [[diare]] yang disebabkan oleh infeksi di [[usus kecil]] atau [[usus besar]]. Perubahan di usus kecil biasanya bukan peradangan, sedangkan di usus besar merupakan peradangan. Jumlah patogen yang dapat menyebabkan infeksi bervariasi dari satu (untuk ''Cryptosporidium'') sampai 10<sup>8</sup> (untuk ''Vibrio cholerae''). | Gastroenteritis diartikan sebagai [[muntah-muntah]] atau [[diare]] yang disebabkan oleh infeksi di [[usus kecil]] atau [[usus besar]].<ref>Mandell 2010 Chp. 93</ref> Perubahan di usus kecil biasanya bukan peradangan, sedangkan di usus besar merupakan peradangan.<ref>Mandell 2010 Chp. 93</ref> Jumlah patogen yang dapat menyebabkan infeksi bervariasi dari satu (untuk ''Cryptosporidium'') sampai 10<sup>8</sup> (untuk ''Vibrio cholerae'').<ref>Mandell 2010 Chp. 93</ref> | ||
== Diagnosis == | == Diagnosis == | ||
Gastroenteritis biasanya didiagnosis secara klinis, berdasarkan tanda-tanda dan gejala yang dialami seorang pasien. Tidak ada perbedaan dalam penanganan kondisi apa pun penyebabnya, sehingga menentukan penyebab penyakit ini tidak diperlukan. Akan tetapi, [[kultur tinja]] harus dilakukan pada mereka yang tinjanya mengandung darah, mereka yang mungkin [[keracunan makanan]], dan mereka yang baru bepergian ke negara berkembang. Uji diagnostik juga dapat dilakukan untuk observasi. Karena [[hipoglikemia]] terjadi pada sekira 10% bayi dan anak kecil, pengukuran [[glukosa]] serum pada populasi ini sangat dianjurkan. [[Elektrolit]] dan [[kreatinin|fungsi ginjal]] juga harus diperiksa ketika muncul kekhawatiran terhadap terjadinya dehidrasi akut. | Gastroenteritis biasanya didiagnosis secara klinis, berdasarkan tanda-tanda dan gejala yang dialami seorang pasien.<ref>Eckardt AJ, Baumgart DC. ''Viral gastroenteritis in adults''. ''Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery''. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.</ref> Tidak ada perbedaan dalam penanganan kondisi apa pun penyebabnya, sehingga menentukan penyebab penyakit ini tidak diperlukan.<ref>Roger Webber. [http://books.google.ca/books?id=pZ9fpHtvOGYC&pg=PA79 Communicable disease epidemiology and control : a global perspective]. Cabi. 2009. hlm. 79. ISBN 978-1-84593-504-7.</ref> Akan tetapi, [[kultur tinja]] harus dilakukan pada mereka yang tinjanya mengandung darah, mereka yang mungkin [[keracunan makanan]], dan mereka yang baru bepergian ke negara berkembang.<ref>A Webb. ''Acute gastroenteritis in children''. ''Australian family physician''. 2005 Apr. Vol. 34 (4). hlm. 227–31.</ref> Uji diagnostik juga dapat dilakukan untuk observasi.<ref>Eckardt AJ, Baumgart DC. ''Viral gastroenteritis in adults''. ''Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery''. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.</ref> Karena [[hipoglikemia]] terjadi pada sekira 10% bayi dan anak kecil, pengukuran [[glukosa]] serum pada populasi ini sangat dianjurkan.<ref>Tintinalli, Judith E. ''Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide (Emergency Medicine (Tintinalli))''. McGraw-Hill Companies. 2010. hlm. 830–839. ISBN 0-07-148480-9.</ref> [[Elektrolit]] dan [[kreatinin|fungsi ginjal]] juga harus diperiksa ketika muncul kekhawatiran terhadap terjadinya dehidrasi akut.<ref>A Webb. ''Acute gastroenteritis in children''. ''Australian family physician''. 2005 Apr. Vol. 34 (4). hlm. 227–31.</ref> | ||
=== Dehidrasi === | === Dehidrasi === | ||
Penentuan apakah seseorang mengalami [[dehidrasi]] atau tidak adalah bagian penting dari penilaian. Dehidrasi secara umum dibagi menjadi kasus ringan (3–5%), sedang (6–9%), dan berat (≥10%). Pada anak-anak, tanda paling akurat dari dehidrasi sedang atau berat adalah [[pengisian kembali pembuluh kapiler]] yang berkepanjangan, [[turgor kulit]] yang buruk, dan pernapasan yang tidak normal. Penemuan lain yang berguna(jika dikombinasikan) termasuk mata cekung, aktivitas yang berkurang, kurangnya air mata, dan mulut kering. Urin yang normal dan konsumsi cairan oral dapat memastikan kondisi ini. Uji laboratorium memberikan lebih sedikit manfaat klinis dalam penentuan tingkat dehidrasi. | Penentuan apakah seseorang mengalami [[dehidrasi]] atau tidak adalah bagian penting dari penilaian. Dehidrasi secara umum dibagi menjadi kasus ringan (3–5%), sedang (6–9%), dan berat (≥10%).<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> Pada anak-anak, tanda paling akurat dari dehidrasi sedang atau berat adalah [[pengisian kembali pembuluh kapiler]] yang berkepanjangan, [[turgor kulit]] yang buruk, dan pernapasan yang tidak normal.<ref>Tintinalli, Judith E. ''Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide (Emergency Medicine (Tintinalli))''. McGraw-Hill Companies. 2010. hlm. 830–839. ISBN 0-07-148480-9.</ref><ref>MJ Steiner. ''Is this child dehydrated?''. ''JAMA : the Journal of the American Medical Association''. 2004 Jun 9. Vol. 291 (22). hlm. 2746–54. doi:10.1001/jama.291.22.2746.</ref> Penemuan lain yang berguna(jika dikombinasikan) termasuk mata cekung, aktivitas yang berkurang, kurangnya air mata, dan mulut kering.<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> Urin yang normal dan konsumsi cairan oral dapat memastikan kondisi ini.<ref>Tintinalli, Judith E. ''Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide (Emergency Medicine (Tintinalli))''. McGraw-Hill Companies. 2010. hlm. 830–839. ISBN 0-07-148480-9.</ref> Uji laboratorium memberikan lebih sedikit manfaat klinis dalam penentuan tingkat dehidrasi.<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> | ||
=== Diagnosis diferensial === | === Diagnosis diferensial === | ||
Penyebab potensial lain dari tanda dan gejala yang sama seperti pada gastroenteritis yang perlu dikesampingkan meliputi [[usus buntu]],[[volvulus]], [[penyakit usus inflamatori]], [[infeksi saluran kencing]], dan [[diabetes melitus]]. Insufisiensi pankreas, [[sindrom usus pendek]], [[penyakit Whipple]], [[penyakit seliak]], dan penyalahgunaan [[pencahar]] juga harus dipertimbangkan. Diagnosis diferensial agak rumit bila seseorang ''hanya'' menunjukkan gejala muntah atau diare (alih-alih keduanya). | Penyebab potensial lain dari tanda dan gejala yang sama seperti pada gastroenteritis yang perlu dikesampingkan meliputi [[usus buntu]],[[volvulus]], [[penyakit usus inflamatori]], [[infeksi saluran kencing]], dan [[diabetes melitus]].<ref>A Webb. ''Acute gastroenteritis in children''. ''Australian family physician''. 2005 Apr. Vol. 34 (4). hlm. 227–31.</ref> Insufisiensi pankreas, [[sindrom usus pendek]], [[penyakit Whipple]], [[penyakit seliak]], dan penyalahgunaan [[pencahar]] juga harus dipertimbangkan.<ref>[http://otm.oxfordmedicine.com/ The Oxford Textbook of Medicine]. Oxford University Press. 2003. ISBN 0-19-262922-0.</ref> Diagnosis diferensial agak rumit bila seseorang ''hanya'' menunjukkan gejala muntah atau diare (alih-alih keduanya).<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> | ||
Usus buntu dan muntah, sakit perut, dan beberapa kali diare terjadi pada hampir 33% kasus. Ini bertolak belakang dengan diare yang sering yang umum terjadi pada gastroenteritis. Infeksi paru-paru atau saluran kencing pada anak-anak juga dapat menjadi penyebab muntah atau diare. [[Ketoasidosis diabetik]] (DKA) klasik muncul dengan sakit perut, mual, dan muntah, tapi tanpa diare. Salah satu studi menemukan bahwa 17% dari anak-anak dengan DKA mulanya didiagnosis mengalami gastroenteritis. | Usus buntu dan muntah, sakit perut, dan beberapa kali diare terjadi pada hampir 33% kasus.<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> Ini bertolak belakang dengan diare yang sering yang umum terjadi pada gastroenteritis.<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> Infeksi paru-paru atau saluran kencing pada anak-anak juga dapat menjadi penyebab muntah atau diare.<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> [[Ketoasidosis diabetik]] (DKA) klasik muncul dengan sakit perut, mual, dan muntah, tapi tanpa diare.<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> Salah satu studi menemukan bahwa 17% dari anak-anak dengan DKA mulanya didiagnosis mengalami gastroenteritis.<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> | ||
== Pencegahan == | == Pencegahan == | ||
=== Gaya hidup === | === Gaya hidup === | ||
Pasokan air yang tidak terkontaminasi dan mudah didapat serta penerapan sanitasi yang baik menjadi hal penting untuk mengurangi tingkat infeksi dan gastroenteritis yang berarti dari segi klinis. Langkah-langkah pribadi (seperti [[mencuci tangan]]) diketahui dapat mengurangi tingkat insidensi dan prevalensi gastroenteritis baik di negara berkembang maupun di negara maju hingga sebesar 30%. Gel berbahan dasar alkohol mungkin juga efektif. [[Menyusui]] itu penting, terutama di tempat-tempat dengan kebersihan yang buruk, begitu juga dengan meningkatkan kebersihan secara umum. ASI mengurangi frekuensi dan durasi infeksi. Menghindari makanan atau minuman yang terkontaminasi juga efektif. | Pasokan air yang tidak terkontaminasi dan mudah didapat serta penerapan sanitasi yang baik menjadi hal penting untuk mengurangi tingkat infeksi dan gastroenteritis yang berarti dari segi klinis.<ref>Mandell 2010 Chp. 93</ref> Langkah-langkah pribadi (seperti [[mencuci tangan]]) diketahui dapat mengurangi tingkat insidensi dan prevalensi gastroenteritis baik di negara berkembang maupun di negara maju hingga sebesar 30%.<ref>Tintinalli, Judith E. ''Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide (Emergency Medicine (Tintinalli))''. McGraw-Hill Companies. 2010. hlm. 830–839. ISBN 0-07-148480-9.</ref> Gel berbahan dasar alkohol mungkin juga efektif.<ref>Tintinalli, Judith E. ''Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide (Emergency Medicine (Tintinalli))''. McGraw-Hill Companies. 2010. hlm. 830–839. ISBN 0-07-148480-9.</ref> [[Menyusui]] itu penting, terutama di tempat-tempat dengan kebersihan yang buruk, begitu juga dengan meningkatkan kebersihan secara umum.<ref>Roger Webber. [http://books.google.ca/books?id=pZ9fpHtvOGYC&pg=PA79 Communicable disease epidemiology and control : a global perspective]. Cabi. 2009. hlm. 79. ISBN 978-1-84593-504-7.</ref> ASI mengurangi frekuensi dan durasi infeksi.<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> Menghindari makanan atau minuman yang terkontaminasi juga efektif.<ref>[http://www.cdc.gov/ncidod/dvrd/revb/gastro/faq.htm Viral Gastroenteritis]. ''Center for Disease Control and Prevention''. 2011.</ref> | ||
=== Vaksinasi === | === Vaksinasi === | ||
Karena efektivitas dan keamanannya, pada tahun 2009 World Health Organization merekomendasikan agar [[vaksin rotavirus]] diberikan kepada semua anak di seluruh dunia. Dua vaksin rotavirus sudah tersedia untuk dapat dibeli dan beberapa lainnya sedang dikembangkan. Di Afrika dan Asia vaksin ini mengurangi penyakit akut pada bayi dan negara-negara yang telah mengadakan program imunisasi nasional telah melihat adanya penurunan jumlah dan tingkat keparahan penyakit ini. Vaksin ini juga dapat mencegah menyebarnya penyakit ini pada anak yang tidak divaksin dengan cara mengurangi jumlah infeksi yang beredar. Sejak tahun 2000, penerapan program vaksin rotavirus di Amerika Serikat telah mengurangi jumlah kasus diare hingga 80 persen. Dosis vaksin pertama harus diberikan kepada bayi berusia antara 6 sampai 15 minggu. [[Vaksin kolera|Vaksin kolera oral]] diketahui dapat bekerja secara efektif hingga 50–60% selama lebih dari 2 tahun. | Karena efektivitas dan keamanannya, pada tahun 2009 World Health Organization merekomendasikan agar [[vaksin rotavirus]] diberikan kepada semua anak di seluruh dunia.<ref>H Szajewska. ''Gastrointestinal infections in the pediatric population''. ''Current opinion in gastroenterology''. 2010 Jan. Vol. 26 (1). hlm. 36–44. doi:10.1097/MOG.0b013e328333d799.</ref><ref>World Health Organization. [http://www.who.int/wer/2009/wer8451_52.pdf Rotavirus vaccines: an update]. ''Weekly epidemiological record''. 2009. Vol. 51–52 (84). hlm. 533–540.</ref> Dua vaksin rotavirus sudah tersedia untuk dapat dibeli dan beberapa lainnya sedang dikembangkan.<ref>World Health Organization. [http://www.who.int/wer/2009/wer8451_52.pdf Rotavirus vaccines: an update]. ''Weekly epidemiological record''. 2009. Vol. 51–52 (84). hlm. 533–540.</ref> Di Afrika dan Asia vaksin ini mengurangi penyakit akut pada bayi<ref>World Health Organization. [http://www.who.int/wer/2009/wer8451_52.pdf Rotavirus vaccines: an update]. ''Weekly epidemiological record''. 2009. Vol. 51–52 (84). hlm. 533–540.</ref> dan negara-negara yang telah mengadakan program imunisasi nasional telah melihat adanya penurunan jumlah dan tingkat keparahan penyakit ini.<ref>C Giaquinto. [http://www.landesbioscience.com/journals/vaccines/article/15511/?nocache=1111012137 Summary of effectiveness and impact of rotavirus vaccination with the oral pentavalent rotavirus vaccine: a systematic review of the experience in industrialized countries]. ''Human Vaccines''. July. Vol. 7. hlm. 734–748. doi:10.4161/hv.7.7.15511.</ref><ref>V Jiang. [http://www.landesbioscience.com/journals/vaccines/article/11278/?nocache=531156378 Performance of rotavirus vaccines in developed and developing countries]. ''Human Vaccines''. 2010. Vol. 6 (7). hlm. 532–542.</ref> Vaksin ini juga dapat mencegah menyebarnya penyakit ini pada anak yang tidak divaksin dengan cara mengurangi jumlah infeksi yang beredar.<ref>MM Patel. ''Real-world impact of rotavirus vaccination''. ''The Pediatric Infectious Disease Journal''. 2011 Jan. Vol. 30 (1 Suppl). hlm. S1-5. doi:10.1097/INF.0b013e3181fefa1f.</ref> Sejak tahun 2000, penerapan program vaksin rotavirus di Amerika Serikat telah mengurangi jumlah kasus diare hingga 80 persen.<ref>US Center for Disease Control and Prevention. [http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/mm5725a6.htm Delayed onset and diminished magnitude of rotavirus activity—United States, November 2007 – May 2008]. ''Morbidity and Mortality Weekly Report''. 2008. Vol. 57 (25). hlm. 697–700.</ref><ref>[http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/mm5841a2.htm Reduction in rotavirus after vaccine introduction—United States, 2000–2009]. ''MMWR Morb. Mortal. Wkly. Rep''. 2009. Vol. 58 (41). hlm. 1146–9.</ref><ref>JE Tate. ''Uptake, impact, and effectiveness of rotavirus vaccination in the United States: review of the first 3 years of postlicensure data''. ''The Pediatric Infectious Disease Journal''. 2011 Jan. Vol. 30 (1 Suppl). hlm. S56-60. doi:10.1097/INF.0b013e3181fefdc0.</ref> Dosis vaksin pertama harus diberikan kepada bayi berusia antara 6 sampai 15 minggu.<ref>H Szajewska. ''Gastrointestinal infections in the pediatric population''. ''Current opinion in gastroenterology''. 2010 Jan. Vol. 26 (1). hlm. 36–44. doi:10.1097/MOG.0b013e328333d799.</ref> [[Vaksin kolera|Vaksin kolera oral]] diketahui dapat bekerja secara efektif hingga 50–60% selama lebih dari 2 tahun.<ref>D Sinclair. ''Oral vaccines for preventing cholera''. ''Cochrane database of systematic reviews (Online)''. 2011 Mar 16. hlm. CD008603. doi:10.1002/14651858.CD008603.pub2.</ref> | ||
== Manajemen == | == Manajemen == | ||
Gastroenteritis secara umum merupakan penyakit akut dan terbatas yang tidak selalu memerlukan pengobatan. Pengobatan yang disukai untuk mereka yang mengalami [[dehidrasi]] ringan hingga sedang yakni dengan [[terapi rehidrasi oral]] (ORT). Akan tetapi [[metoclopramide]] dan/atau [[ondansetron]] dapat bermanfaat pada sekelompok pasien anak, dan [[butylscopolamine]] berguna untuk mengobati [[sakit perut]]. | Gastroenteritis secara umum merupakan penyakit akut dan terbatas yang tidak selalu memerlukan pengobatan.<ref>[http://guidance.nice.org.uk/CG84 Management of acute diarrhoea and vomiting due to gastoenteritis in children under 5]. ''National Institute of Clinical Excellence''. 2009.</ref> Pengobatan yang disukai untuk mereka yang mengalami [[dehidrasi]] ringan hingga sedang yakni dengan [[terapi rehidrasi oral]] (ORT).<ref>EJ Elliott. ''Acute gastroenteritis in children''. ''BMJ (Clinical research ed.)''. 2007 Jan 6. Vol. 334 (7583). hlm. 35–40. doi:10.1136/bmj.39036.406169.80.</ref> Akan tetapi [[metoclopramide]] dan/atau [[ondansetron]] dapat bermanfaat pada sekelompok pasien anak,<ref>Alhashimi D, Al-Hashimi H, Fedorowicz Z. ''Antiemetics for reducing vomiting related to acute gastroenteritis in children and adolescents''. ''Cochrane Database Syst Rev''. 2009. hlm. CD005506. doi:10.1002/14651858.CD005506.pub4.</ref> dan [[butylscopolamine]] berguna untuk mengobati [[sakit perut]].<ref>Tytgat GN. ''Hyoscine butylbromide: a review of its use in the treatment of abdominal cramping and pain''. ''Drugs''. 2007. Vol. 67 (9). hlm. 1343–57.</ref> | ||
=== Rehidrasi === | === Rehidrasi === | ||
Penanganan utama untuk gastroenteritis pada anak-anak maupun orang dewasa adalah dengan [[rehidrasi]]. Ini sebaiknya dilakukan melalui terapi rehidrasi oral, walaupun pemberian [[terapi infus|infus]] mungkin diperlukan bila [[tingkat kesadaraan berkurang]] atau pada dehidrasi berat. Produk terapi pengganti terapi oral yang dibuat dengan karbohidrat kompleks (yakni yang terbuat dari gandum atau beras) terkadang lebih baik dibandingkan dengan yang berbasis gula sederhana. Minuman dengan kandungan gula sederhana yang sangat tinggi, seperti [[minuman ringan]] dan jus buah, tidak dianjurkan untuk diberikan kepada anak di bawah 5 tahun karena dapat ''memperparah'' diare. Air putih dapat digunakan bila persiapan ORT yang lebih spesifik dan efektif tidak tersedia atau tidak disukai karena rasanya yang tidak enak. [[Nasogaster tube]] dapat digunakan oleh anak kecil untuk memasukkan cairan apabila diperlukan. | Penanganan utama untuk gastroenteritis pada anak-anak maupun orang dewasa adalah dengan [[rehidrasi]]. Ini sebaiknya dilakukan melalui terapi rehidrasi oral, walaupun pemberian [[terapi infus|infus]] mungkin diperlukan bila [[tingkat kesadaraan berkurang]] atau pada dehidrasi berat.<ref>[http://www.bestbets.org/bets/bet.php?id=1039 BestBets: Fluid Treatment of Gastroenteritis in Adults].</ref><ref>Canavan A, Arant BS. ''Diagnosis and management of dehydration in children''. ''Am Fam Physician''. 2009. Vol. 80 (7). hlm. 692–6.</ref> Produk terapi pengganti terapi oral yang dibuat dengan karbohidrat kompleks (yakni yang terbuat dari gandum atau beras) terkadang lebih baik dibandingkan dengan yang berbasis gula sederhana.<ref>Gregorio GV, Gonzales ML, Dans LF, Martinez EG. ''Polymer-based oral rehydration solution for treating acute watery diarrhoea''. ''Cochrane Database Syst Rev''. 2009. hlm. CD006519. doi:10.1002/14651858.CD006519.pub2.</ref> Minuman dengan kandungan gula sederhana yang sangat tinggi, seperti [[minuman ringan]] dan jus buah, tidak dianjurkan untuk diberikan kepada anak di bawah 5 tahun karena dapat ''memperparah'' diare.<ref>[http://guidance.nice.org.uk/CG84 Management of acute diarrhoea and vomiting due to gastoenteritis in children under 5]. ''National Institute of Clinical Excellence''. 2009.</ref> Air putih dapat digunakan bila persiapan ORT yang lebih spesifik dan efektif tidak tersedia atau tidak disukai karena rasanya yang tidak enak.<ref>[http://guidance.nice.org.uk/CG84 Management of acute diarrhoea and vomiting due to gastoenteritis in children under 5]. ''National Institute of Clinical Excellence''. 2009.</ref> [[Nasogaster tube]] dapat digunakan oleh anak kecil untuk memasukkan cairan apabila diperlukan.<ref>A Webb. ''Acute gastroenteritis in children''. ''Australian family physician''. 2005 Apr. Vol. 34 (4). hlm. 227–31.</ref> | ||
=== Makanan === | === Makanan === | ||
Bayi yang mengonsumi ASI dianjurkan untuk tetap disusui seperti biasa, dan bayi yang diberi susu formula melanjutkan konsumsi formulanya sesaat setelah rehidrasi dengan ORT. Formula bebas laktosa atau pengurangan laktosa biasanya tidak diperlukan. Anak-anak harus melanjutkan makanannya seperti biasa selama diare tetapi harus menghindari makanan yang banyak mengandung [[gula sederhana]]. [[Diet BRAT diet]] (pisang, nasi, saus apel, roti panggang dan teh) tidak direkomendasikan lagi, karena tidak mengandung gizi yang cukup dan tidak memiliki manfaat dibandingkan dengan pemberian makanan seperti biasa. Beberapa [[probiotik]] terbukti bermanfaat untuk mengurangi lamanya penyakit dan frekuensi buang air besar. Probiotik juga mungkin berguna dalam mencegah dan mengobati [[diare terkait antibiotik]]. Produk susu fermentasi (seperti [[yogurt]]) juga bermanfaat. Suplemen [[seng]] tampaknya efektif dalam mengobati dan mencegah diare pada kalangan anak-anak di negara berkembang. | Bayi yang mengonsumi ASI dianjurkan untuk tetap disusui seperti biasa, dan bayi yang diberi susu formula melanjutkan konsumsi formulanya sesaat setelah rehidrasi dengan ORT.<ref>King CK, Glass R, Bresee JS, Duggan C. [http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/rr5216a1.htm Managing acute gastroenteritis among children: oral rehydration, maintenance, and nutritional therapy]. ''MMWR Recomm Rep''. 2003. Vol. 52 (RR-16). hlm. 1–16.</ref> Formula bebas laktosa atau pengurangan laktosa biasanya tidak diperlukan.<ref>King CK, Glass R, Bresee JS, Duggan C. [http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/rr5216a1.htm Managing acute gastroenteritis among children: oral rehydration, maintenance, and nutritional therapy]. ''MMWR Recomm Rep''. 2003. Vol. 52 (RR-16). hlm. 1–16.</ref> Anak-anak harus melanjutkan makanannya seperti biasa selama diare tetapi harus menghindari makanan yang banyak mengandung [[gula sederhana]].<ref>King CK, Glass R, Bresee JS, Duggan C. [http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/rr5216a1.htm Managing acute gastroenteritis among children: oral rehydration, maintenance, and nutritional therapy]. ''MMWR Recomm Rep''. 2003. Vol. 52 (RR-16). hlm. 1–16.</ref> [[Diet BRAT diet]] (pisang, nasi, saus apel, roti panggang dan teh) tidak direkomendasikan lagi, karena tidak mengandung gizi yang cukup dan tidak memiliki manfaat dibandingkan dengan pemberian makanan seperti biasa.<ref>King CK, Glass R, Bresee JS, Duggan C. [http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/rr5216a1.htm Managing acute gastroenteritis among children: oral rehydration, maintenance, and nutritional therapy]. ''MMWR Recomm Rep''. 2003. Vol. 52 (RR-16). hlm. 1–16.</ref> Beberapa [[probiotik]] terbukti bermanfaat untuk mengurangi lamanya penyakit dan frekuensi buang air besar.<ref>Allen SJ, Martinez EG, Gregorio GV, Dans LF. ''Probiotics for treating acute infectious diarrhoea''. ''Cochrane Database Syst Rev''. 2010. Vol. 11 (11). hlm. CD003048. doi:10.1002/14651858.CD003048.pub3.</ref> Probiotik juga mungkin berguna dalam mencegah dan mengobati [[diare terkait antibiotik]].<ref>S Hempel. ''Probiotics for the prevention and treatment of antibiotic-associated diarrhea: a systematic review and meta-analysis''. ''JAMA : the journal of the American Medical Association''. 2012 May 9. Vol. 307 (18). hlm. 1959-69.</ref> Produk susu fermentasi (seperti [[yogurt]]) juga bermanfaat.<ref>Kevin Mackway-Jones. [http://www.bestbets.org/bets/bet.php?id=1000 Does yogurt decrease acute diarrhoeal symptoms in children with acute gastroenteritis?]. ''BestBets''. 2007.</ref> Suplemen [[seng]] tampaknya efektif dalam mengobati dan mencegah diare pada kalangan anak-anak di negara berkembang.<ref>AM Telmesani. ''Oral rehydration salts, zinc supplement and rota virus vaccine in the management of childhood acute diarrhea''. ''Journal of family and community medicine''. 2010 May. Vol. 17 (2). hlm. 79–82. doi:10.4103/1319-1683.71988.</ref> | ||
=== Antimuntah === | === Antimuntah === | ||
Obat [[antimuntah]] mungkin berguna untuk menangani muntah pada anak-anak. [[Ondansetron]] memiliki beberapa kegunaan, dimana satu dosisnya diasosiasikan dengan berkurangnya kebutuhan atas cairan infus, berkurangnya kemungkinan rawat inap, dan berkurangnya muntah. [[Metoclopramid]] juga mungkin berguna. Akan tetapi, penggunaan ondansetron mungkin berhubungan dengan meningkatnya frekuensi perawatan kembali di rumah sakit pada pasien anak-anak. Persiapan infus untuk ondansetron dapat diberikan secara oral bila diperlukan berdasarkan penilaian klinis.[[Dimenhydrinate]], walaupun mengurangi muntah, tampaknya tidak mempunyai manfaat klinis yang berarti. | Obat [[antimuntah]] mungkin berguna untuk menangani muntah pada anak-anak. [[Ondansetron]] memiliki beberapa kegunaan, dimana satu dosisnya diasosiasikan dengan berkurangnya kebutuhan atas cairan infus, berkurangnya kemungkinan rawat inap, dan berkurangnya muntah.<ref>DeCamp LR, Byerley JS, Doshi N, Steiner MJ. ''Use of antiemetic agents in acute gastroenteritis: a systematic review and meta-analysis''. ''Arch Pediatr Adolesc Med''. 2008. Vol. 162 (9). hlm. 858–65. doi:10.1001/archpedi.162.9.858.</ref><ref>Mehta S, Goldman RD. [http://www.cfp.ca/cgi/pmidlookup?view=long&pmid=17279195 Ondansetron for acute gastroenteritis in children]. ''Can Fam Physician''. 2006. Vol. 52 (11). hlm. 1397–8.</ref><ref>Z Fedorowicz. ''Antiemetics for reducing vomiting related to acute gastroenteritis in children and adolescents''. ''Cochrane database of systematic reviews (Online)''. 2011 Sep 7. Vol. 9 (9). hlm. CD005506. doi:10.1002/14651858.CD005506.pub5.</ref> [[Metoclopramid]] juga mungkin berguna.<ref>Z Fedorowicz. ''Antiemetics for reducing vomiting related to acute gastroenteritis in children and adolescents''. ''Cochrane database of systematic reviews (Online)''. 2011 Sep 7. Vol. 9 (9). hlm. CD005506. doi:10.1002/14651858.CD005506.pub5.</ref> Akan tetapi, penggunaan ondansetron mungkin berhubungan dengan meningkatnya frekuensi perawatan kembali di rumah sakit pada pasien anak-anak.<ref>Sturm JJ, Hirsh DA, Schweickert A, Massey R, Simon HK. ''Ondansetron use in the pediatric emergency department and effects on hospitalization and return rates: are we masking alternative diagnoses?''. ''Ann Emerg Med''. 2010. Vol. 55 (5). hlm. 415–22. doi:10.1016/j.annemergmed.2009.11.011.</ref> Persiapan infus untuk ondansetron dapat diberikan secara oral bila diperlukan berdasarkan penilaian klinis.<ref>[http://www.merckmanuals.com/professional/print/lexicomp/ondansetron.html Ondansetron]. ''Lexi-Comp''. 2011.</ref>[[Dimenhydrinate]], walaupun mengurangi muntah, tampaknya tidak mempunyai manfaat klinis yang berarti.<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> | ||
=== Antibiotik === | === Antibiotik === | ||
Antibiotik biasanya tidak digunakan untuk gastroenteritis, meskipun terkadang dianjurkan jika gejalanya termasuk berat atau jika penyebab bakteri rentannya terisolasi atau masih sebatas kecurigaan. Bila antibiotik akan diberikan, [[makrolid]] (seperti [[azitromisin]]) lebih diutamakan dibandingkan dengan [[fluoroquinolone]] karena tingginya tingkat kekebalan terhadap fluoroquinolone. [[Kolitis pseudomembranosa]], yang biasanya disebabkan oleh penggunaan antibiotik, ditangani dengan menghentikan agen penyebab dan mengobatinya dengan [[metronidazol]] atau [[vankomisin]]. Bakteri dan protozoa yang dapat diobati termasuk spesies ''[[shigellosis|Shigella]]'' ''[[Salmonellosis|Salmonella typhi]]'', dan ''Giardia''. Pada penyakit yang disebabkan oleh spesies ''Giardia'' atau ''Entamoeba histolytica'', pengobatan [[tinidazol]] lebih disarankan dan lebih baik dibandingkan metronidazol. [[World Health Organization]] (WHO) menganjurkan penggunaan antibiotik pada anak kecil yang mengalami diare berdarah dan demam. | Antibiotik biasanya tidak digunakan untuk gastroenteritis, meskipun terkadang dianjurkan jika gejalanya termasuk berat<ref>Traa BS, Walker CL, Munos M, Black RE. ''Antibiotics for the treatment of dysentery in children''. ''Int J Epidemiol''. 2010. Vol. 39 (Suppl 1). hlm. i70–4. doi:10.1093/ije/dyq024.</ref> atau jika penyebab bakteri rentannya terisolasi atau masih sebatas kecurigaan.<ref>Grimwood K, Forbes DA. ''Acute and persistent diarrhea''. ''Pediatr. Clin. North Am''. 2009. Vol. 56 (6). hlm. 1343–61. doi:10.1016/j.pcl.2009.09.004.</ref> Bila antibiotik akan diberikan, [[makrolid]] (seperti [[azitromisin]]) lebih diutamakan dibandingkan dengan [[fluoroquinolone]] karena tingginya tingkat kekebalan terhadap fluoroquinolone.<ref>E Galanis. ''Campylobacter and bacterial gastroenteritis''. ''CMAJ : Canadian Medical Association''. 2007 Sep 11. Vol. 177 (6). hlm. 570–1. doi:10.1503/cmaj.070660.</ref> [[Kolitis pseudomembranosa]], yang biasanya disebabkan oleh penggunaan antibiotik, ditangani dengan menghentikan agen penyebab dan mengobatinya dengan [[metronidazol]] atau [[vankomisin]].<ref>Gerald L. Mandell. [http://www.ppidonline.com/ Mandell's Principles and Practices of Infection Diseases]. Churchill Livingstone. 2004. ISBN 0-443-06643-4.</ref> Bakteri dan protozoa yang dapat diobati termasuk spesies ''[[shigellosis|Shigella]]''<ref>PR Christopher. ''Antibiotic therapy for Shigella dysentery''. ''Cochrane database of systematic reviews (Online)''. 2010 Aug 4. hlm. CD006784. doi:10.1002/14651858.CD006784.pub4.</ref> ''[[Salmonellosis|Salmonella typhi]]'',<ref>EE Effa. ''Fluoroquinolones for treating typhoid and paratyphoid fever (enteric fever)''. ''Cochrane database of systematic reviews (Online)''. 2011 Oct 5. hlm. CD004530. doi:10.1002/14651858.CD004530.pub4.</ref> dan ''Giardia''.<ref>AA Escobedo. ''Giardiasis: the ever-present threat of a neglected disease''. ''Infectious disorders drug targets''. 2010 Oct. Vol. 10 (5). hlm. 329–48.</ref> Pada penyakit yang disebabkan oleh spesies ''Giardia'' atau ''Entamoeba histolytica'', pengobatan [[tinidazol]] lebih disarankan dan lebih baik dibandingkan metronidazol.<ref>AA Escobedo. ''Giardiasis: the ever-present threat of a neglected disease''. ''Infectious disorders drug targets''. 2010 Oct. Vol. 10 (5). hlm. 329–48.</ref><ref>ML Gonzales. ''Antiamoebic drugs for treating amoebic colitis''. ''Cochrane database of systematic reviews (Online)''. 2009 Apr 15. hlm. CD006085. doi:10.1002/14651858.CD006085.pub2.</ref> [[World Health Organization]] (WHO) menganjurkan penggunaan antibiotik pada anak kecil yang mengalami diare berdarah dan demam.<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> | ||
=== Agen antimotilitas === | === Agen antimotilitas === | ||
Obat antimotilitas mempunyai risiko yang secara teori dapat menyebabkan komplikasi, dan meskipun pengalaman klinis menunjukkan ini tidak mungkin terjadi, obat ini tidak disarankan bagi orang yang mengalami diare berdarah atau diare yang disertai demam. [[Loperamid]], sebuah analog [[opioid]], umumnya digunakan untuk pengobatan gejala diare. Akan tetapi loperamid tidak dianjurkan untuk digunakan pada anak-anak, karena mungkin dapat menimbulkan sawar darah otak tidak matang dan menyebabkan toksisitas. [[Bismut subsalisilat]], kompleks tidak larut dari [[bismut]] trivalen dan salisilat, dapat digunakan pada kasus ringan sampai sedang, tetapi [[toksisitas salisilat]] dapat terjadi berdasarkan teori yang ada. | Obat antimotilitas mempunyai risiko yang secara teori dapat menyebabkan komplikasi, dan meskipun pengalaman klinis menunjukkan ini tidak mungkin terjadi,<ref>[http://otm.oxfordmedicine.com/ The Oxford Textbook of Medicine]. Oxford University Press. 2003. ISBN 0-19-262922-0.</ref> obat ini tidak disarankan bagi orang yang mengalami diare berdarah atau diare yang disertai demam.<ref>[http://books.mcgraw-hill.com/medical/harrisons/ Harrison's Principles of Internal Medicine]. McGraw-Hill. ISBN 0-07-140235-7.</ref> [[Loperamid]], sebuah analog [[opioid]], umumnya digunakan untuk pengobatan gejala diare.<ref>Mark Feldman. [http://www.elsevier-international.com/catalogue/title.cfm?ISBN=0721689736 Sleisenger & Fordtran's Gastrointestinal and Liver Disease]. Saunders. 2002. ISBN 0-7216-8973-6.</ref> Akan tetapi loperamid tidak dianjurkan untuk digunakan pada anak-anak, karena mungkin dapat menimbulkan sawar darah otak tidak matang dan menyebabkan toksisitas. [[Bismut subsalisilat]], kompleks tidak larut dari [[bismut]] trivalen dan salisilat, dapat digunakan pada kasus ringan sampai sedang,<ref>[http://otm.oxfordmedicine.com/ The Oxford Textbook of Medicine]. Oxford University Press. 2003. ISBN 0-19-262922-0.</ref> tetapi [[toksisitas salisilat]] dapat terjadi berdasarkan teori yang ada.<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> | ||
== Kapan harus ke dokter == | == Kapan harus ke dokter == | ||
Gastroenteritis yang menimbulkan gejala ringan biasa diatasi dengan penanganan dirumah. Jika mengalami gejala gastroenteritis, dapat berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat memberikan obat untuk meredakan gejala dan saran perawatan mandiri yang dapat dilakukan di rumah. | Gastroenteritis yang menimbulkan gejala ringan biasa diatasi dengan penanganan dirumah. Jika mengalami gejala gastroenteritis, dapat berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat memberikan obat untuk meredakan gejala dan saran perawatan mandiri yang dapat dilakukan di rumah.<ref>dr. Meva Nareza T. [https://www.alodokter.com/gastroenteritis Gastroenteritis]. ''alodokter''. 2024-08-30.</ref> | ||
Jika muncul gejala sebagai berikut, maka dapat menghubungi dokter untuk penangan selanjutnya: | Jika muncul gejala sebagai berikut, maka dapat menghubungi dokter untuk penangan selanjutnya: | ||
| Baris 96: | Baris 91: | ||
* Popok tetap kering dalam jangka waktu yang lama | * Popok tetap kering dalam jangka waktu yang lama | ||
* terlihat kesakitan dan kelelahan | * terlihat kesakitan dan kelelahan | ||
* Diare disertai darah | * Diare disertai darah | ||
<ref>dr. Meva Nareza T. [https://www.alodokter.com/gastroenteritis Gastroenteritis]. ''alodokter''. 2024-08-30.</ref> | |||
== Epidemiologi == | == Epidemiologi == | ||
Diperkirakan tiga sampai lima miliar kasus gastroenteritis terjadi di seluruh dunia setiap tahun,<ref>EJ Elliott. ''Acute gastroenteritis in children''. ''BMJ (Clinical research ed.)''. 2007 Jan 6. Vol. 334 (7583). hlm. 35–40. doi:10.1136/bmj.39036.406169.80.</ref> terutama menjangkiti anak-anak dan orang di [[negara berkembang]].<ref>Roger Webber. [http://books.google.ca/books?id=pZ9fpHtvOGYC&pg=PA79 Communicable disease epidemiology and control : a global perspective]. Cabi. 2009. hlm. 79. ISBN 978-1-84593-504-7.</ref> Ini mengakibatkan sekira 1,3 juta kematian pada anak-anak di bawah usia lima tahun sejak 2008,<ref>RE Black. ''Global, regional, and national causes of child mortality in 2008: a systematic analysis''. ''Lancet''. 2010 Jun 5. Vol. 375 (9730). hlm. 1969–87. doi:10.1016/S0140-6736(10)60549-1.</ref> sebagian besar kasus terjadi di negara-negara paling miskin di dunia.<ref>Mandell 2010 Chp. 93</ref> Lebih dari 450.000 kematian tersebut disebabkan oleh rotavirus pada anak di bawah usia 5 tahun.<ref>JE Tate. ''2008 estimate of worldwide rotavirus-associated mortality in children younger than 5 years before the introduction of universal rotavirus vaccination programmes: a systematic review and meta-analysis''. ''The Lancet infectious diseases''. 2012 Feb. Vol. 12 (2). hlm. 136–41. doi:10.1016/S1473-3099(11)70253-5.</ref><ref>World Health Organization. [http://www.who.int/wer/2008/wer8347.pdf Global networks for surveillance of rotavirus gastroenteritis, 2001–2008]. ''Weekly Epidemiological Record''. 2008. Vol. 47 (83). hlm. 421–428.</ref>[[Kolera]] menyebabkan sekira tiga hingga lima juta kasus penyakit dan membunuh sekira 100.000 orang setiap tahun.<ref>RC Charles. ''Cholera in the 21st century''. ''Current opinion in infectious diseases''. 2011 Oct. Vol. 24 (5). hlm. 472-7. doi:10.1097/QCO.0b013e32834a88af.</ref> Di negara berkembang anak-anak di bawah usia dua tahun sering mengalami infeksi enam kali atau lebih setiap tahun sehingga mengakibatkan tingginya gastroenteritis secara klinis.<ref>Mandell 2010 Chp. 93</ref> Ini lebih jarang terjadi pada orang dewasa, sebagian karena berkembangnya [[kekebalan]] dapatan.<ref>Eckardt AJ, Baumgart DC. ''Viral gastroenteritis in adults''. ''Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery''. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.</ref> | |||
Pada tahun 1980, gastroenteritis dengan semua penyebabnya mengakibatkan 4,6 juta kematian pada anak-anak, dengan mayoritas kasus terjadi di negara berkembang.<ref>Gerald L. Mandell. [http://www.ppidonline.com/ Mandell's Principles and Practices of Infection Diseases]. Churchill Livingstone. 2004. ISBN 0-443-06643-4.</ref> Tingkat kematian berkurang secara signifikan (menjadi sekitar 1,5 juta kematian setiap tahun) sejak tahun 2000, terutama karena pengenalan dan penggunaan luas [[terapi rehidrasi oral]].<ref>Victora CG, Bryce J, Fontaine O, Monasch R. ''Reducing deaths from diarrhoea through oral rehydration therapy''. ''Bull. World Health Organ''. 2000. Vol. 78 (10). hlm. 1246–55.</ref> Di AS, infeksi yang menyebabkan gastroenteritis adalah infeksi paling umum kedua (setelah [[selesma]]), dan menyebabkan 200 hingga 375 juta kasus diare akut<ref>Eckardt AJ, Baumgart DC. ''Viral gastroenteritis in adults''. ''Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery''. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.</ref><ref>Mandell 2010 Chp. 93</ref> dan sekira sepuluh ribu kematian setiap tahun,<ref>Mandell 2010 Chp. 93</ref> 150 hingga 300 kematian ini terjadi pada anak-anak di bawah usia lima tahun.<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> | |||
Pada tahun 1980, gastroenteritis dengan semua penyebabnya mengakibatkan 4,6 juta kematian pada anak-anak, dengan mayoritas kasus terjadi di negara berkembang. Tingkat kematian berkurang secara signifikan (menjadi sekitar 1,5 juta kematian setiap tahun) sejak tahun 2000, terutama karena pengenalan dan penggunaan luas [[terapi rehidrasi oral]]. Di AS, infeksi yang menyebabkan gastroenteritis adalah infeksi paling umum kedua (setelah [[selesma]]), dan menyebabkan 200 hingga 375 juta kasus diare akut dan sekira sepuluh ribu kematian setiap tahun, 150 hingga 300 kematian ini terjadi pada anak-anak di bawah usia lima tahun. | |||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Istilah "gastritis" pertama kali digunakan pada 1825. Sebelumnya penyakit ini secara khusus dikenal antara lain sebagai [[demam tifoid]] atau "kolera morbus", atau lebih umum disebut "keluhan usus", "kekenyangan", "fluks", "kolik", "masalah usus", atau beberapa nama kuno lain untuk diare akut. | Istilah "gastritis" pertama kali digunakan pada 1825.<ref>[http://www.oed.com/ Gastroenteritis]. ''Oxford English Dictionary 2011''.</ref> Sebelumnya penyakit ini secara khusus dikenal antara lain sebagai [[demam tifoid]] atau "kolera morbus", atau lebih umum disebut "keluhan usus", "kekenyangan", "fluks", "kolik", "masalah usus", atau beberapa nama kuno lain untuk diare akut.<ref>[http://www.antiquusmorbus.com/English/English.htm Rudy's List of Archaic Medical Terms].</ref> | ||
== Masyarakat dan budaya == | == Masyarakat dan budaya == | ||
Gastritis diasosiasikan dengan banyak nama dalam gaya bahasa tidak formal, antara lain "[[Pembalasan Montezuma]]", "Delhi belly", "la turista", dan "back door sprint". Istilah tersebut banyak digunakan dalam banyak kampanye militer dan diyakini sebagai asal-usul istilah "no guts no glory". | Gastritis diasosiasikan dengan banyak nama dalam gaya bahasa tidak formal, antara lain "[[Pembalasan Montezuma]]", "Delhi belly", "la turista", dan "back door sprint".<ref>Mandell 2010 Chp. 93</ref> Istilah tersebut banyak digunakan dalam banyak kampanye militer dan diyakini sebagai asal-usul istilah "no guts no glory".<ref>Mandell 2010 Chp. 93</ref> | ||
Gastritis menjadi alasan utama dari 3,7 juta kunjungan ke dokter setiap tahun di Amerika Serikat dan 3 juta di Prancis. Di Amerika Serikat gastroenteritis secara keseluruhan diyakini menghabiskan biaya 23 miliar dolar AS per tahun penyebab yang berupa rotavirus sendiri menghabiskan biaya 1 miliar dolar AS per tahun. | Gastritis menjadi alasan utama dari 3,7 juta kunjungan ke dokter setiap tahun di Amerika Serikat<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> dan 3 juta di Prancis.<ref>A Flahault. ''[Epidemiology of viral gastroenteritis in France and Europe]''. ''Bulletin de l'Academie nationale de medecine''. 2010 Nov. Vol. 194 (8). hlm. 1415–24; discussion 1424-5.</ref> Di Amerika Serikat gastroenteritis secara keseluruhan diyakini menghabiskan biaya 23 miliar dolar AS per tahun<ref>edited by Neil S. Skolnik ; associate editor, Ross H. Albert. [http://books.google.ca/books?id=iGUKPeO9-ygC&pg=PA66 Essential infectious disease topics for primary care]. Humana Press. 2008. hlm. 66. ISBN 978-1-58829-520-0.</ref> penyebab yang berupa rotavirus sendiri menghabiskan biaya 1 miliar dolar AS per tahun.<ref>Amandeep Singh. [http://www.ebmedicine.net/topics.php?paction=showTopic&topic_id=229 Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update]. ''Emergency Medicine Practice''. 2010. Vol. 7 (7).</ref> | ||
== Penelitian == | == Penelitian == | ||
Terdapat beberapa vaksin yang sedang dikembangkan untuk gastroenteritis. Contohnya, vaksin untuk Shigella dan enterotoksigen ''Escherichia coli'' (ETEC), dua bakteri utama penyebab gastroenteritis di seluruh dunia.Terdapat pula sebuah penelitian yang mengkaji mengenai terapi pada Pasien Gastroenteritis dengan abdomen akut. Widy Susanti Abdulkadir dkk. (2025) dalam penelitiannya berjudul "Evaluasi Terapi pada Pasien Gastroenteritis dengan Abdoment Akut" menyatakan berdasarkan data rekam medis di RSUD Tombulilato, Gorontalo. Terapi awal meliputi rehidrasi menggunakan Ringer Laktat, serta pemberian Omeprazole, Ondansentron, dan Ceftriaxone. Terapi ini dilanjutkan dengan obaat simtomatik seperti Paracetamol, Ketoprofen, dan Sucralfate. Evaluasi harian menunjukkan perbaikan klinis signifikan, dan pasien dipulangkan pada hari keempat dalam kondisi stabil setelah terapi dialihkan ke bentuk oral. Studi ini menunjukkan pentingnya pemilihan terapi yang tepat, monitoring kondisi pasien, serta edukasi pasien dalam mempercepat pemulihan | Terdapat beberapa vaksin yang sedang dikembangkan untuk gastroenteritis. Contohnya, vaksin untuk Shigella dan enterotoksigen ''Escherichia coli'' (ETEC), dua bakteri utama penyebab gastroenteritis di seluruh dunia.<ref>World Health Organization. [http://www.who.int/vaccine_research/diseases/diarrhoeal/en/index4.html Enterotoxigenic Escherichia coli (ETEC)]. ''Diarrhoeal Diseases''.</ref><ref>World Health Organization. [http://www.who.int/vaccine_research/diseases/diarrhoeal/en/index6.html Shigellosis]. ''Diarrhoeal Diseases''.</ref>Terdapat pula sebuah penelitian yang mengkaji mengenai terapi pada Pasien Gastroenteritis dengan abdomen akut. Widy Susanti Abdulkadir dkk. (2025) dalam penelitiannya berjudul "Evaluasi Terapi pada Pasien Gastroenteritis dengan Abdoment Akut" menyatakan berdasarkan data rekam medis di RSUD Tombulilato, Gorontalo. Terapi awal meliputi rehidrasi menggunakan Ringer Laktat, serta pemberian Omeprazole, Ondansentron, dan Ceftriaxone. Terapi ini dilanjutkan dengan obaat simtomatik seperti Paracetamol, Ketoprofen, dan Sucralfate. Evaluasi harian menunjukkan perbaikan klinis signifikan, dan pasien dipulangkan pada hari keempat dalam kondisi stabil setelah terapi dialihkan ke bentuk oral. Studi ini menunjukkan pentingnya pemilihan terapi yang tepat, monitoring kondisi pasien, serta edukasi pasien dalam mempercepat pemulihan <ref>[https://jurnal.poltekmu.ac.id/index.php/lontarariset/issue/view/42 Vol. 6 No. 1 (2025): Januari-Juni 2025 Lontara Journal of Health Science and Technology]. ''Lontara Journal of Health Science and Technology''. 2025-01-15. Vol. 6 (1). doi:10.53861/lontarariset.v6i1.</ref> | ||
== Pada hewan lain == | == Pada hewan lain == | ||
Gastroenteritis pada kucing dan anjing disebabkan oleh banyak agen yang sama seperti penyebab penyakit pada manusia. Organisme paling umum yaitu: ''Campylobacter'', ''Clostridium difficile'', ''Clostridium perfringens'', dan ''Salmonella''. Banyak tanaman beracun juga menyebabkan gejala gastroenteritis. Beberapa agen lebih spesifik terhadap spesies tertentu. [[Koronavirus gastroenteritis menular]](TGEV) yang terjadi pada babi mengakibatkan muntah, diare dan dehidrasi. Penyakit ini diyakini ditularkan kepada babi oleh burung liar dan tidak ada pengobatan spesifik yang tersedia. Jenis ini tidak menulari manusia. | Gastroenteritis pada kucing dan anjing disebabkan oleh banyak agen yang sama seperti penyebab penyakit pada manusia. Organisme paling umum yaitu: ''Campylobacter'', ''Clostridium difficile'', ''Clostridium perfringens'', dan ''Salmonella''.<ref>JS Weese. ''Bacterial enteritis in dogs and cats: diagnosis, therapy, and zoonotic potential''. ''The Veterinary clinics of North America. Small animal practice''. 2011 Mar. Vol. 41 (2). hlm. 287-309. doi:10.1016/j.cvsm.2010.12.005.</ref> Banyak tanaman beracun juga menyebabkan gejala gastroenteritis.<ref>Wanda Haschek, Matthew Wallig, Colin Rousseaux. [http://books.google.ca/books?id=vkox3JS83k8C&pg=PA182 Fundamentals of toxicologic pathology]. Academic. 2009. hlm. 182. ISBN 9780123704696.</ref> Beberapa agen lebih spesifik terhadap spesies tertentu. [[Koronavirus gastroenteritis menular]](TGEV) yang terjadi pada babi mengakibatkan muntah, diare dan dehidrasi.<ref>edited by N. James MacLachlan. [http://books.google.ca/books?id=TYFqlYO9eE4C&pg=PA399 Fenner's veterinary virology]. Elsevier Academic Press. 2009. hlm. 399. ISBN 9780123751584.</ref> Penyakit ini diyakini ditularkan kepada babi oleh burung liar dan tidak ada pengobatan spesifik yang tersedia.<ref>edited by James G. Fox ... [et al.]. [http://books.google.ca/books?id=m2ftfPMJnMMC&pg=PA649 Laboratory animal medicine]. Academic Press. 2002. hlm. 649. ISBN 9780122639517.</ref> Jenis ini tidak menulari manusia.<ref>edited by Jeffrey J. Zimmerman ... [et al.]. [http://books.google.ca/books?id=jVaemau17J4C&pg=PA504 Diseases of swine]. Wiley-Blackwell. hlm. 504. ISBN 9780813822679.</ref> | ||
== | |||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gastroenteritis&oldid=29215966 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29215966 (2026-05-11T15:25:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gastroenteritis&oldid=29215966 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29215966 (2026-05-11T15:25:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.01
Gastritis adalah kondisi medis yang ditandai dengan peradangan ("-itis") pada saluran pencernaan yang melibatkan lambung ("gastro"-) dan usus kecil ("entero"-), sehingga mengakibatkan kombinasi diare, muntah, dan sakit serta kejang perut.[1] Gastroenteritis juga sering disebut sebagai gastro, stomach bug, dan stomach virus. Walaupun tidak berkaitan dengan influenza, penyakit ini juga sering disebut flu perut dan flu lambung. Kemudian terdapat pula Gastroenteritis akut (GEA) yakni adalah penyakit diare dengan onset cepat, dengan atau tanpa mual, muntah, demam, atau nyeri perut.
Secara global, sebagian besar kasus pada anak-anak disebabkan oleh rotavirus.[2] Pada orang dewasa, norovirus[3] dan Campylobacter[4] menjadi penyebab yang lebih umum. Penyebab lain yang lebih jarang ditemukan yakni bakteri lain (atau racun bakteri) dan parasit. Penularannya bisa terjadi karena konsumsi makanan yang dimasak secara tidak benar atau air yang terkontaminasi atau melalui persinggungan langsung dengan orang yang terinfeksi.
Yang paling utama dalam penanganan penyakit ini adalah hidrasi yang cukup. Untuk kasus ringan atau sedang, ini bisa dilakukan melalui pemberian larutan rehidrasi oral. Untuk kasus yang lebih berat, pemberian cairan melalui infus mungkin diperlukan. Gastroenteritis paling banyak terjadi pada anak-anak dan masyarakat di negara berkembang.
Gejala dan tanda
Gastroenteritis biasanya disertai dengan diare dan muntah,[5] atau, meskipun tidak terlalu banyak terjadi, hanya disertai dengan salah satu gejala tersebut.[6] Kejang perut juga bisa timbul.[7] Tanda-tanda dan gejala biasanya muncul 12–72 jam setelah terjangkit agen penginfeksi.[8] Bila disebabkan oleh virus, kondisi ini biasanya membaik dalam satu minggu.[9] Beberapa gejala yang diakibatkan oleh virus juga mungkin diasosiasikan dengan demam, letih, sakit kepala, dan nyeri otot.[10] Jika tinja mengandung darah, lebih kecil kemungkinannya disebabkan oleh virus [11] dan lebih besar kemungkinannya disebabkan oleh bakteri.[12] Beberapa infeksi bakteri juga bisa diasosiasikan dengan nyeri perut akut dan mungkin bertahan selama beberapa minggu.[13]
Anak-anak yang terinfeksi rotavirus biasanya sembuh total dalam tiga sampai delapan hari.[14] Akan tetapi, di negara-negara miskin, perawatan untuk infeksi akut sering kali sulit didapatkan sehingga biasanya diare terus-menerus terjadi.[15] Dehidrasi merupakan komplikasi umum dari diare,[16] dan pasien anak dengan tingkat dehidrasi parah bisa mengalami pengisian kembali pembuluh kapiler berkepanjangan, turgor kulit yang buruk, dan pernapasan abnormal.[17] Infeksi berulang biasanya ditemukan di tempat-tempat dengan sanitasi buruk, dan malagizi,[18] yang dapat menghambat pertumbuhan, dan keterlambatan kognitif jangka panjang.[19]
Artritis reaktif terjadi pada 1% dari kelompok yang terinfeksi spesies Campylobacter, dan 0,1% mengalami sindrom Guillain-Barre.[20] Sindrom uremik-hemolitik (HUS) dapat terjadi karena infeksi spesies Escherichia coli atau Shigella yang mengeluarkan racun Shiga, sehingga mengakibatkan jumlah trombosit yang rendah, fungsi buruk ginjal, dan jumlah sel darah merah yang rendah (karena kerusakannya).[21] Anak-anak lebih cenderung mengalami HUS dibandingkan orang dewasa.[22] Beberapa infeksi virus mungkin mengakibatkan kejang infantil jinak.[23]
Penyebab
Virus (terutama rotavirus) dan spesies bakteriEscherichia coli dan Campylobacter adalah penyebab utama gastroenteritis.[24][25] Akan tetapi, banyak agen infeksi lain yang dapat menyebabkan sindrom ini.[26] Penyebab non-infeksi kadang kala terlihat, tetapi lebih jarang daripada etiologi virus atau bakteri.[27] Risiko infeksi lebih tinggi pada anak-anak karena kurangnya kekebalan mereka dan kebersihan yang relatif buruk.[28]Dilansir dari alodocter.com
Virus
Virus yang diketahui menyebabkan gastroenteritis meliputi rotavirus, norovirus, adenovirus, dan astrovirus.[29][30] Rotavirus adalah penyebab gastroenteritis yang paling umum pada anak-anak,[31] dan mengakibatkan tingkat insiden yang serupa baik di negara maju maupun negara berkembang.[32] Virus mengakibatkan sekira 70% episode diare menular pada kelompok usia anak-anak.[33] Rotavirus lebih jarang menjadi penyebab pada orang dewasa karena kekebalan alami mereka.[34]
Norovirus adalah penyebab utama gastroenteritis pada orang dewasa di Amerika, mengakibatkan lebih dari 90% wabah.[35] Epidemi lokal ini biasanya terjadi jika sekelompok orang berada dalam jarak fisik yang berdekatan, seperti di kapal pesiar,[36] rumah sakit, atau di restoran.[37] Orang-orang mungkin tetap bisa menularkan virus bahkan setelah sembuh dari diarenya.[38] Norovirus adalah penyebab dari kira-kira 10% kasus pada anak-anak.[39]
Bakteri
Di negara maju Campylobacter jejuni menjadi penyebab utama gastroenteritis bakteri, dimana separuh dari kasus ini terkait dengan pajanan terhadap unggas.[40] Pada anak-anak, bakteri merupakan penyebab dari sekira 15% kasus, dengan jenis yang paling umum meliputi spesies Escherichia coli, Salmonella,Shigella, dan Campylobacter.[41] Bila makanan terkontaminasi dengan bakteri dan berada pada suhu ruangan selama beberapa jam, bakteri berkembang biak dan meningkatkan risiko infeksi pada orang-orang yang mengonsumsi makanan tersebut.[42] Beberapa makanan yang umum dikaitkan dengan penyakit ini yakni daging mentah atau daging yang kurang matang, ayam, makanan laut, dan telur; kecambah mentah; susu yang belum dipasteurisasi dan keju lunak; serta jus jeruk dan sayuran.[43] Di negara berkembang, khususnya Afrika subwilayah Sahara dan Asia, kolera adalah penyebab umum gastroenteritis. Infeksi ini biasanya ditularkan melalui air atau makanan yang terkontaminasi.[44]
Clostridium difficile toksigenik adalah penyebab utama diare yang lebih sering terjadi pada manusia berusia lanjut.[45] Bayi dapat menjadi pembawa bakteri ini tetapi tidak berlanjut ke arah munculnya gejala.[46] Ini adalah penyebab diare yang umum pada mereka yang dirawat inap dan sering dikaitkan dengan penggunaan antibiotik.[47] Diare infeksi Staphylococcus aureus juga mungkin terjadi pada mereka yang menggunakan antibiotik.[48] "Traveler’s diarrhea" biasanya merupakan jenis gastroenteritis bakteri. Obat penekan asam tampaknya meningkatkan risiko infeksi secara signifikan setelah terpajan sejumlah organisme, termasuk spesies Clostridium difficile, Salmonella, dan Campylobacter.[49] Risiko ini lebih tinggi bagi mereka yang menggunakan penghambat pompa proton dibandingkan dengan mereka yang menggunakan antagonis H2.[50]
Parasit
Beberapa protozoa dapat mengakibatkan gastroenteritis – paling umum adalah Giardia lamblia – tetapi spesies Entamoeba histolytica danCryptosporidium juga terlibat.[51] Sebagai sebuah kelompok, agen ini mencakup sekira 10% kasus pada anak-anak.[52] Giardia lebih umum terjadi di negara berkembang, tapi agen etiologi ini menyebabkan jenis penyakit ini dengan jumlah tertentu hampir di semua tempat.[53] Ini lebih umum terjadi pada orang-orang yang pernah bepergian ke tempat-tempat dengan prevalensi tinggi, anak-anak di penitipan anak, laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki, dan dalam keadaan setelah terjadinya bencana.[54]
Penularan
Penularan dapat terjadi melalui konsumsi air yang terkontaminasi, atau ketika sekelompok orang menggunakan benda pribadi mereka bersama-sama.[55] Di wilayah yang memiliki musim hujan dan musim kemarau, kualitas air biasanya memburuk selama musim hujan, dan ini berhubungan dengan saat terjadinya wabah.[56] Di negara-negara dengan beberapa musim, infeksi lebih banyak terjadi pada musim dingin.[57] Pemberian susu untuk bayi menggunakan botol yang tidak disterilisasikan dengan benar adalah penyebab terbesar dalam skala global.[58] Tingkat penularan juga berhubungan dengan kebersihan yang buruk, terutama pada kalangan anak-anak,[59] di perumahan padat,[60] dan pada kelompok yang pernah mengalami gizi buruk.[61] Setelah mengembangkan toleransi terhadap penyakit ini, orang dewasa dapat menjadi pembawa organisme tertentu tanpa menunjukkan tanda atau gejala, dan mereka berperan sebagai reservoir alami dari penularan.[62] Beberapa agen (seperti Shigella) hanya muncul pada primata, sedangkan yang lainnya dapat muncul pada berbagai jenis binatang (seperti Giardia).[63]Selain infeksi virus, gastroenteritis juga dapat disebabkan oleh: Inveksi bakteri, seperti Campylobacter bacterium, infeksi parasit, misalnya Entamoeba histolytica dan Cryptosporidium, efek samping obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, antasida, atau obat kemoterapi dan terakhir keracunan logam berat, misalnya timbal, arsen, atau merkuri, yang mencemari air. [64]
Non-infeksi
Ada beberapa penyebab non-infeksi peradangan saluran pencernaan.[65] Beberapa penyebab yang lebih umum meliputi obat-obatan (seperti NSAID), makanan tertentu seperti laktosa (bagi mereka yang tidak bisa mengonsumsi laktosa), dan gluten (bagi mereka dengan penyakit seliak).Penyakit Crohn juga merupakan sumber non-infeksi gastroenteritis (yang sering kali akut).[66] Penyakit yang disebabkan oleh racun juga mungkin terjadi. Beberapa kondisi yang diakibatkan oleh makanan dikaitkan dengan mual, muntah, dan diare termasuk: keracunan ciguatera karena konsumsi ikan pemangsa yang terkontaminasi, scombroid yang diasosiasikan dengan konsumsi jenis ikan tertentu yang telah basi, keracunan tetrodotoksin karena konsumsi antara lain ikan buntal, dan botulisme yang biasanya disebabkan oleh makanan diawetkan secara tidak benar.[67]
Patofisiologi
Gastroenteritis diartikan sebagai muntah-muntah atau diare yang disebabkan oleh infeksi di usus kecil atau usus besar.[68] Perubahan di usus kecil biasanya bukan peradangan, sedangkan di usus besar merupakan peradangan.[69] Jumlah patogen yang dapat menyebabkan infeksi bervariasi dari satu (untuk Cryptosporidium) sampai 108 (untuk Vibrio cholerae).[70]
Diagnosis
Gastroenteritis biasanya didiagnosis secara klinis, berdasarkan tanda-tanda dan gejala yang dialami seorang pasien.[71] Tidak ada perbedaan dalam penanganan kondisi apa pun penyebabnya, sehingga menentukan penyebab penyakit ini tidak diperlukan.[72] Akan tetapi, kultur tinja harus dilakukan pada mereka yang tinjanya mengandung darah, mereka yang mungkin keracunan makanan, dan mereka yang baru bepergian ke negara berkembang.[73] Uji diagnostik juga dapat dilakukan untuk observasi.[74] Karena hipoglikemia terjadi pada sekira 10% bayi dan anak kecil, pengukuran glukosa serum pada populasi ini sangat dianjurkan.[75] Elektrolit dan fungsi ginjal juga harus diperiksa ketika muncul kekhawatiran terhadap terjadinya dehidrasi akut.[76]
Dehidrasi
Penentuan apakah seseorang mengalami dehidrasi atau tidak adalah bagian penting dari penilaian. Dehidrasi secara umum dibagi menjadi kasus ringan (3–5%), sedang (6–9%), dan berat (≥10%).[77] Pada anak-anak, tanda paling akurat dari dehidrasi sedang atau berat adalah pengisian kembali pembuluh kapiler yang berkepanjangan, turgor kulit yang buruk, dan pernapasan yang tidak normal.[78][79] Penemuan lain yang berguna(jika dikombinasikan) termasuk mata cekung, aktivitas yang berkurang, kurangnya air mata, dan mulut kering.[80] Urin yang normal dan konsumsi cairan oral dapat memastikan kondisi ini.[81] Uji laboratorium memberikan lebih sedikit manfaat klinis dalam penentuan tingkat dehidrasi.[82]
Diagnosis diferensial
Penyebab potensial lain dari tanda dan gejala yang sama seperti pada gastroenteritis yang perlu dikesampingkan meliputi usus buntu,volvulus, penyakit usus inflamatori, infeksi saluran kencing, dan diabetes melitus.[83] Insufisiensi pankreas, sindrom usus pendek, penyakit Whipple, penyakit seliak, dan penyalahgunaan pencahar juga harus dipertimbangkan.[84] Diagnosis diferensial agak rumit bila seseorang hanya menunjukkan gejala muntah atau diare (alih-alih keduanya).[85]
Usus buntu dan muntah, sakit perut, dan beberapa kali diare terjadi pada hampir 33% kasus.[86] Ini bertolak belakang dengan diare yang sering yang umum terjadi pada gastroenteritis.[87] Infeksi paru-paru atau saluran kencing pada anak-anak juga dapat menjadi penyebab muntah atau diare.[88] Ketoasidosis diabetik (DKA) klasik muncul dengan sakit perut, mual, dan muntah, tapi tanpa diare.[89] Salah satu studi menemukan bahwa 17% dari anak-anak dengan DKA mulanya didiagnosis mengalami gastroenteritis.[90]
Pencegahan
Gaya hidup
Pasokan air yang tidak terkontaminasi dan mudah didapat serta penerapan sanitasi yang baik menjadi hal penting untuk mengurangi tingkat infeksi dan gastroenteritis yang berarti dari segi klinis.[91] Langkah-langkah pribadi (seperti mencuci tangan) diketahui dapat mengurangi tingkat insidensi dan prevalensi gastroenteritis baik di negara berkembang maupun di negara maju hingga sebesar 30%.[92] Gel berbahan dasar alkohol mungkin juga efektif.[93] Menyusui itu penting, terutama di tempat-tempat dengan kebersihan yang buruk, begitu juga dengan meningkatkan kebersihan secara umum.[94] ASI mengurangi frekuensi dan durasi infeksi.[95] Menghindari makanan atau minuman yang terkontaminasi juga efektif.[96]
Vaksinasi
Karena efektivitas dan keamanannya, pada tahun 2009 World Health Organization merekomendasikan agar vaksin rotavirus diberikan kepada semua anak di seluruh dunia.[97][98] Dua vaksin rotavirus sudah tersedia untuk dapat dibeli dan beberapa lainnya sedang dikembangkan.[99] Di Afrika dan Asia vaksin ini mengurangi penyakit akut pada bayi[100] dan negara-negara yang telah mengadakan program imunisasi nasional telah melihat adanya penurunan jumlah dan tingkat keparahan penyakit ini.[101][102] Vaksin ini juga dapat mencegah menyebarnya penyakit ini pada anak yang tidak divaksin dengan cara mengurangi jumlah infeksi yang beredar.[103] Sejak tahun 2000, penerapan program vaksin rotavirus di Amerika Serikat telah mengurangi jumlah kasus diare hingga 80 persen.[104][105][106] Dosis vaksin pertama harus diberikan kepada bayi berusia antara 6 sampai 15 minggu.[107] Vaksin kolera oral diketahui dapat bekerja secara efektif hingga 50–60% selama lebih dari 2 tahun.[108]
Manajemen
Gastroenteritis secara umum merupakan penyakit akut dan terbatas yang tidak selalu memerlukan pengobatan.[109] Pengobatan yang disukai untuk mereka yang mengalami dehidrasi ringan hingga sedang yakni dengan terapi rehidrasi oral (ORT).[110] Akan tetapi metoclopramide dan/atau ondansetron dapat bermanfaat pada sekelompok pasien anak,[111] dan butylscopolamine berguna untuk mengobati sakit perut.[112]
Rehidrasi
Penanganan utama untuk gastroenteritis pada anak-anak maupun orang dewasa adalah dengan rehidrasi. Ini sebaiknya dilakukan melalui terapi rehidrasi oral, walaupun pemberian infus mungkin diperlukan bila tingkat kesadaraan berkurang atau pada dehidrasi berat.[113][114] Produk terapi pengganti terapi oral yang dibuat dengan karbohidrat kompleks (yakni yang terbuat dari gandum atau beras) terkadang lebih baik dibandingkan dengan yang berbasis gula sederhana.[115] Minuman dengan kandungan gula sederhana yang sangat tinggi, seperti minuman ringan dan jus buah, tidak dianjurkan untuk diberikan kepada anak di bawah 5 tahun karena dapat memperparah diare.[116] Air putih dapat digunakan bila persiapan ORT yang lebih spesifik dan efektif tidak tersedia atau tidak disukai karena rasanya yang tidak enak.[117] Nasogaster tube dapat digunakan oleh anak kecil untuk memasukkan cairan apabila diperlukan.[118]
Makanan
Bayi yang mengonsumi ASI dianjurkan untuk tetap disusui seperti biasa, dan bayi yang diberi susu formula melanjutkan konsumsi formulanya sesaat setelah rehidrasi dengan ORT.[119] Formula bebas laktosa atau pengurangan laktosa biasanya tidak diperlukan.[120] Anak-anak harus melanjutkan makanannya seperti biasa selama diare tetapi harus menghindari makanan yang banyak mengandung gula sederhana.[121] Diet BRAT diet (pisang, nasi, saus apel, roti panggang dan teh) tidak direkomendasikan lagi, karena tidak mengandung gizi yang cukup dan tidak memiliki manfaat dibandingkan dengan pemberian makanan seperti biasa.[122] Beberapa probiotik terbukti bermanfaat untuk mengurangi lamanya penyakit dan frekuensi buang air besar.[123] Probiotik juga mungkin berguna dalam mencegah dan mengobati diare terkait antibiotik.[124] Produk susu fermentasi (seperti yogurt) juga bermanfaat.[125] Suplemen seng tampaknya efektif dalam mengobati dan mencegah diare pada kalangan anak-anak di negara berkembang.[126]
Antimuntah
Obat antimuntah mungkin berguna untuk menangani muntah pada anak-anak. Ondansetron memiliki beberapa kegunaan, dimana satu dosisnya diasosiasikan dengan berkurangnya kebutuhan atas cairan infus, berkurangnya kemungkinan rawat inap, dan berkurangnya muntah.[127][128][129] Metoclopramid juga mungkin berguna.[130] Akan tetapi, penggunaan ondansetron mungkin berhubungan dengan meningkatnya frekuensi perawatan kembali di rumah sakit pada pasien anak-anak.[131] Persiapan infus untuk ondansetron dapat diberikan secara oral bila diperlukan berdasarkan penilaian klinis.[132]Dimenhydrinate, walaupun mengurangi muntah, tampaknya tidak mempunyai manfaat klinis yang berarti.[133]
Antibiotik
Antibiotik biasanya tidak digunakan untuk gastroenteritis, meskipun terkadang dianjurkan jika gejalanya termasuk berat[134] atau jika penyebab bakteri rentannya terisolasi atau masih sebatas kecurigaan.[135] Bila antibiotik akan diberikan, makrolid (seperti azitromisin) lebih diutamakan dibandingkan dengan fluoroquinolone karena tingginya tingkat kekebalan terhadap fluoroquinolone.[136] Kolitis pseudomembranosa, yang biasanya disebabkan oleh penggunaan antibiotik, ditangani dengan menghentikan agen penyebab dan mengobatinya dengan metronidazol atau vankomisin.[137] Bakteri dan protozoa yang dapat diobati termasuk spesies Shigella[138] Salmonella typhi,[139] dan Giardia.[140] Pada penyakit yang disebabkan oleh spesies Giardia atau Entamoeba histolytica, pengobatan tinidazol lebih disarankan dan lebih baik dibandingkan metronidazol.[141][142] World Health Organization (WHO) menganjurkan penggunaan antibiotik pada anak kecil yang mengalami diare berdarah dan demam.[143]
Agen antimotilitas
Obat antimotilitas mempunyai risiko yang secara teori dapat menyebabkan komplikasi, dan meskipun pengalaman klinis menunjukkan ini tidak mungkin terjadi,[144] obat ini tidak disarankan bagi orang yang mengalami diare berdarah atau diare yang disertai demam.[145] Loperamid, sebuah analog opioid, umumnya digunakan untuk pengobatan gejala diare.[146] Akan tetapi loperamid tidak dianjurkan untuk digunakan pada anak-anak, karena mungkin dapat menimbulkan sawar darah otak tidak matang dan menyebabkan toksisitas. Bismut subsalisilat, kompleks tidak larut dari bismut trivalen dan salisilat, dapat digunakan pada kasus ringan sampai sedang,[147] tetapi toksisitas salisilat dapat terjadi berdasarkan teori yang ada.[148]
Kapan harus ke dokter
Gastroenteritis yang menimbulkan gejala ringan biasa diatasi dengan penanganan dirumah. Jika mengalami gejala gastroenteritis, dapat berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat memberikan obat untuk meredakan gejala dan saran perawatan mandiri yang dapat dilakukan di rumah.[149]
Jika muncul gejala sebagai berikut, maka dapat menghubungi dokter untuk penangan selanjutnya:
- Demam lebih dari 40 derajat celcius
- Timbul gejala dehidrasi, seperti haus, mulut kering, dan urine menjadi pekat
- Muntah - muntah dan diare tidak berhenti selama lebih dari 2 hari
- terdapat darah dalam muntah
- BAB berdarah
Jika muncul gejala sebagai berikut pada anak, maka segera membawa anak kepada dokter untuk penangan lebih lanjut:
- Demam diatas 38 derajat celcius
- Menangis tanpa mengeluarkan air mata
- Muntah terus menerus
- Popok tetap kering dalam jangka waktu yang lama
- terlihat kesakitan dan kelelahan
- Diare disertai darah
Epidemiologi
Diperkirakan tiga sampai lima miliar kasus gastroenteritis terjadi di seluruh dunia setiap tahun,[151] terutama menjangkiti anak-anak dan orang di negara berkembang.[152] Ini mengakibatkan sekira 1,3 juta kematian pada anak-anak di bawah usia lima tahun sejak 2008,[153] sebagian besar kasus terjadi di negara-negara paling miskin di dunia.[154] Lebih dari 450.000 kematian tersebut disebabkan oleh rotavirus pada anak di bawah usia 5 tahun.[155][156]Kolera menyebabkan sekira tiga hingga lima juta kasus penyakit dan membunuh sekira 100.000 orang setiap tahun.[157] Di negara berkembang anak-anak di bawah usia dua tahun sering mengalami infeksi enam kali atau lebih setiap tahun sehingga mengakibatkan tingginya gastroenteritis secara klinis.[158] Ini lebih jarang terjadi pada orang dewasa, sebagian karena berkembangnya kekebalan dapatan.[159]
Pada tahun 1980, gastroenteritis dengan semua penyebabnya mengakibatkan 4,6 juta kematian pada anak-anak, dengan mayoritas kasus terjadi di negara berkembang.[160] Tingkat kematian berkurang secara signifikan (menjadi sekitar 1,5 juta kematian setiap tahun) sejak tahun 2000, terutama karena pengenalan dan penggunaan luas terapi rehidrasi oral.[161] Di AS, infeksi yang menyebabkan gastroenteritis adalah infeksi paling umum kedua (setelah selesma), dan menyebabkan 200 hingga 375 juta kasus diare akut[162][163] dan sekira sepuluh ribu kematian setiap tahun,[164] 150 hingga 300 kematian ini terjadi pada anak-anak di bawah usia lima tahun.[165]
Sejarah
Istilah "gastritis" pertama kali digunakan pada 1825.[166] Sebelumnya penyakit ini secara khusus dikenal antara lain sebagai demam tifoid atau "kolera morbus", atau lebih umum disebut "keluhan usus", "kekenyangan", "fluks", "kolik", "masalah usus", atau beberapa nama kuno lain untuk diare akut.[167]
Masyarakat dan budaya
Gastritis diasosiasikan dengan banyak nama dalam gaya bahasa tidak formal, antara lain "Pembalasan Montezuma", "Delhi belly", "la turista", dan "back door sprint".[168] Istilah tersebut banyak digunakan dalam banyak kampanye militer dan diyakini sebagai asal-usul istilah "no guts no glory".[169]
Gastritis menjadi alasan utama dari 3,7 juta kunjungan ke dokter setiap tahun di Amerika Serikat[170] dan 3 juta di Prancis.[171] Di Amerika Serikat gastroenteritis secara keseluruhan diyakini menghabiskan biaya 23 miliar dolar AS per tahun[172] penyebab yang berupa rotavirus sendiri menghabiskan biaya 1 miliar dolar AS per tahun.[173]
Penelitian
Terdapat beberapa vaksin yang sedang dikembangkan untuk gastroenteritis. Contohnya, vaksin untuk Shigella dan enterotoksigen Escherichia coli (ETEC), dua bakteri utama penyebab gastroenteritis di seluruh dunia.[174][175]Terdapat pula sebuah penelitian yang mengkaji mengenai terapi pada Pasien Gastroenteritis dengan abdomen akut. Widy Susanti Abdulkadir dkk. (2025) dalam penelitiannya berjudul "Evaluasi Terapi pada Pasien Gastroenteritis dengan Abdoment Akut" menyatakan berdasarkan data rekam medis di RSUD Tombulilato, Gorontalo. Terapi awal meliputi rehidrasi menggunakan Ringer Laktat, serta pemberian Omeprazole, Ondansentron, dan Ceftriaxone. Terapi ini dilanjutkan dengan obaat simtomatik seperti Paracetamol, Ketoprofen, dan Sucralfate. Evaluasi harian menunjukkan perbaikan klinis signifikan, dan pasien dipulangkan pada hari keempat dalam kondisi stabil setelah terapi dialihkan ke bentuk oral. Studi ini menunjukkan pentingnya pemilihan terapi yang tepat, monitoring kondisi pasien, serta edukasi pasien dalam mempercepat pemulihan [176]
Pada hewan lain
Gastroenteritis pada kucing dan anjing disebabkan oleh banyak agen yang sama seperti penyebab penyakit pada manusia. Organisme paling umum yaitu: Campylobacter, Clostridium difficile, Clostridium perfringens, dan Salmonella.[177] Banyak tanaman beracun juga menyebabkan gejala gastroenteritis.[178] Beberapa agen lebih spesifik terhadap spesies tertentu. Koronavirus gastroenteritis menular(TGEV) yang terjadi pada babi mengakibatkan muntah, diare dan dehidrasi.[179] Penyakit ini diyakini ditularkan kepada babi oleh burung liar dan tidak ada pengobatan spesifik yang tersedia.[180] Jenis ini tidak menulari manusia.[181]
Pranala luar
Referensi
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ Tate JE, Burton AH, Boschi-Pinto C, Steele AD, Duque J, Parashar UD. 2008 estimate of worldwide rotavirus-associated mortality in children younger than 5 years before the introduction of universal rotavirus vaccination programmes: a systematic review and meta-analysis. The Lancet Infectious Diseases. 2012. Vol. 12 (2). hlm. 136–41. doi:10.1016/S1473-3099(11)70253-5.
- ↑ Marshall JA, Bruggink LD. The dynamics of norovirus outbreak epidemics: recent insights. International Journal of Environmental Research and Public Health. 2011. Vol. 8 (4). hlm. 1141–9. doi:10.3390/ijerph8041141.
- ↑ Man SM. The clinical importance of emerging Campylobacter species. Nature Reviews. Gastroenterology & Hepatology. 2011. Vol. 8 (12). hlm. 669–85. doi:10.1038/nrgastro.2011.191.
- ↑ Eckardt AJ, Baumgart DC. Viral gastroenteritis in adults. Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ Roger Webber. Communicable disease epidemiology and control : a global perspective. Cabi. 2009. hlm. 79. ISBN 978-1-84593-504-7.
- ↑ Eckardt AJ, Baumgart DC. Viral gastroenteritis in adults. Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.
- ↑ Eckardt AJ, Baumgart DC. Viral gastroenteritis in adults. Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.
- ↑ Eckardt AJ, Baumgart DC. Viral gastroenteritis in adults. Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.
- ↑ E Galanis. Campylobacter and bacterial gastroenteritis. CMAJ : Canadian Medical Association. 2007 Sep 11. Vol. 177 (6). hlm. 570–1. doi:10.1503/cmaj.070660.
- ↑ E Galanis. Campylobacter and bacterial gastroenteritis. CMAJ : Canadian Medical Association. 2007 Sep 11. Vol. 177 (6). hlm. 570–1. doi:10.1503/cmaj.070660.
- ↑ A Meloni. Epidemiology and prevention of rotavirus infection: an underestimated issue?. The journal of maternal-fetal & neonatal medicine : the official journal of the European Association of Perinatal Medicine, the Federation of Asia and Oceania Perinatal Societies, the International Society of Perinatal Obstetricians. 2011 Oct. Vol. 24 Suppl 2. hlm. 48–51. doi:10.3109/14767058.2011.601920.
- ↑ Toolkit. DefeatDD.
- ↑ Management of acute diarrhoea and vomiting due to gastoenteritis in children under 5. National Institute of Clinical Excellence. 2009.
- ↑ Tintinalli, Judith E. Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide (Emergency Medicine (Tintinalli)). McGraw-Hill Companies. 2010. hlm. 830–839. ISBN 0-07-148480-9.
- ↑ Roger Webber. Communicable disease epidemiology and control : a global perspective. Cabi. 2009. hlm. 79. ISBN 978-1-84593-504-7.
- ↑ Mandell 2010 Chp. 93
- ↑ E Galanis. Campylobacter and bacterial gastroenteritis. CMAJ : Canadian Medical Association. 2007 Sep 11. Vol. 177 (6). hlm. 570–1. doi:10.1503/cmaj.070660.
- ↑ EJ Elliott. Acute gastroenteritis in children. BMJ (Clinical research ed.). 2007 Jan 6. Vol. 334 (7583). hlm. 35–40. doi:10.1136/bmj.39036.406169.80.
- ↑ Mandell 2010 Chp. 93
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ Roger Webber. Communicable disease epidemiology and control : a global perspective. Cabi. 2009. hlm. 79. ISBN 978-1-84593-504-7.
- ↑ H Szajewska. Gastrointestinal infections in the pediatric population. Current opinion in gastroenterology. 2010 Jan. Vol. 26 (1). hlm. 36–44. doi:10.1097/MOG.0b013e328333d799.
- ↑ Mandell 2010 Chp. 93
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ Eckardt AJ, Baumgart DC. Viral gastroenteritis in adults. Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.
- ↑ Dennehy PH. Viral gastroenteritis in children. The Pediatric Infectious Disease Journal. 2011. Vol. 30 (1). hlm. 63–4. doi:10.1097/INF.0b013e3182059102.
- ↑ H Szajewska. Gastrointestinal infections in the pediatric population. Current opinion in gastroenterology. 2010 Jan. Vol. 26 (1). hlm. 36–44. doi:10.1097/MOG.0b013e328333d799.
- ↑ A Meloni. Epidemiology and prevention of rotavirus infection: an underestimated issue?. The journal of maternal-fetal & neonatal medicine : the official journal of the European Association of Perinatal Medicine, the Federation of Asia and Oceania Perinatal Societies, the International Society of Perinatal Obstetricians. 2011 Oct. Vol. 24 Suppl 2. hlm. 48–51. doi:10.3109/14767058.2011.601920.
- ↑ A Webb. Acute gastroenteritis in children. Australian family physician. 2005 Apr. Vol. 34 (4). hlm. 227–31.
- ↑ Desselberger U, Huppertz HI. Immune responses to rotavirus infection and vaccination and associated correlates of protection. The Journal of Infectious Diseases. 2011. Vol. 203 (2). hlm. 188–95. doi:10.1093/infdis/jiq031.
- ↑ Eckardt AJ, Baumgart DC. Viral gastroenteritis in adults. Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.
- ↑ Eckardt AJ, Baumgart DC. Viral gastroenteritis in adults. Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ Eckardt AJ, Baumgart DC. Viral gastroenteritis in adults. Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ E Galanis. Campylobacter and bacterial gastroenteritis. CMAJ : Canadian Medical Association. 2007 Sep 11. Vol. 177 (6). hlm. 570–1. doi:10.1503/cmaj.070660.
- ↑ A Webb. Acute gastroenteritis in children. Australian family physician. 2005 Apr. Vol. 34 (4). hlm. 227–31.
- ↑ Mandell 2010 Chp. 93
- ↑ DG Nyachuba. Foodborne illness: is it on the rise?. Nutrition Reviews. 2010 May. Vol. 68 (5). hlm. 257-69. doi:10.1111/j.1753-4887.2010.00286.x.
- ↑ RC Charles. Cholera in the 21st century. Current opinion in infectious diseases. 2011 Oct. Vol. 24 (5). hlm. 472-7. doi:10.1097/QCO.0b013e32834a88af.
- ↑ Mandell 2010 Chp. 93
- ↑ Mandell 2010 Chp. 93
- ↑ V Moudgal. Clostridium difficile colitis: a review. Hospital practice (1995). 2012 Feb. Vol. 40 (1). hlm. 139-48. doi:10.3810/hp.2012.02.954.
- ↑ Z Lin. Staphylococcal enterocolitis: forgotten but not gone?. Digestive diseases and sciences. 2010 May. Vol. 55 (5). hlm. 1200-7.
- ↑ J Leonard. Systematic review of the risk of enteric infection in patients taking acid suppression. The American journal of gastroenterology. 2007 Sep. Vol. 102 (9). hlm. 2047–56; quiz 2057. doi:10.1111/j.1572-0241.2007.01275.x.
- ↑ J Leonard. Systematic review of the risk of enteric infection in patients taking acid suppression. The American journal of gastroenterology. 2007 Sep. Vol. 102 (9). hlm. 2047–56; quiz 2057. doi:10.1111/j.1572-0241.2007.01275.x.
- ↑ A Webb. Acute gastroenteritis in children. Australian family physician. 2005 Apr. Vol. 34 (4). hlm. 227–31.
- ↑ EJ Elliott. Acute gastroenteritis in children. BMJ (Clinical research ed.). 2007 Jan 6. Vol. 334 (7583). hlm. 35–40. doi:10.1136/bmj.39036.406169.80.
- ↑ AA Escobedo. Giardiasis: the ever-present threat of a neglected disease. Infectious disorders drug targets. 2010 Oct. Vol. 10 (5). hlm. 329–48.
- ↑ AA Escobedo. Giardiasis: the ever-present threat of a neglected disease. Infectious disorders drug targets. 2010 Oct. Vol. 10 (5). hlm. 329–48.
- ↑ Roger Webber. Communicable disease epidemiology and control : a global perspective. Cabi. 2009. hlm. 79. ISBN 978-1-84593-504-7.
- ↑ Roger Webber. Communicable disease epidemiology and control : a global perspective. Cabi. 2009. hlm. 79. ISBN 978-1-84593-504-7.
- ↑ Mandell 2010 Chp. 93
- ↑ Roger Webber. Communicable disease epidemiology and control : a global perspective. Cabi. 2009. hlm. 79. ISBN 978-1-84593-504-7.
- ↑ Eckardt AJ, Baumgart DC. Viral gastroenteritis in adults. Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.
- ↑ K Grimwood. Acute and persistent diarrhea. Pediatric clinics of North America. 2009 Dec. Vol. 56 (6). hlm. 1343–61. doi:10.1016/j.pcl.2009.09.004.
- ↑ Mandell 2010 Chp. 93
- ↑ Mandell 2010 Chp. 93
- ↑ Mandell 2010 Chp. 93
- ↑ dr. Meva Nareza T. Gastroenteritis. alodocter.com. 30 Agustus 2024.
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ DT Lawrence. Food poisoning. Emergency medicine clinics of North America. 2007 May. Vol. 25 (2). hlm. 357-73; abstract ix. doi:10.1016/j.emc.2007.02.014.
- ↑ Mandell 2010 Chp. 93
- ↑ Mandell 2010 Chp. 93
- ↑ Mandell 2010 Chp. 93
- ↑ Eckardt AJ, Baumgart DC. Viral gastroenteritis in adults. Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.
- ↑ Roger Webber. Communicable disease epidemiology and control : a global perspective. Cabi. 2009. hlm. 79. ISBN 978-1-84593-504-7.
- ↑ A Webb. Acute gastroenteritis in children. Australian family physician. 2005 Apr. Vol. 34 (4). hlm. 227–31.
- ↑ Eckardt AJ, Baumgart DC. Viral gastroenteritis in adults. Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.
- ↑ Tintinalli, Judith E. Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide (Emergency Medicine (Tintinalli)). McGraw-Hill Companies. 2010. hlm. 830–839. ISBN 0-07-148480-9.
- ↑ A Webb. Acute gastroenteritis in children. Australian family physician. 2005 Apr. Vol. 34 (4). hlm. 227–31.
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ Tintinalli, Judith E. Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide (Emergency Medicine (Tintinalli)). McGraw-Hill Companies. 2010. hlm. 830–839. ISBN 0-07-148480-9.
- ↑ MJ Steiner. Is this child dehydrated?. JAMA : the Journal of the American Medical Association. 2004 Jun 9. Vol. 291 (22). hlm. 2746–54. doi:10.1001/jama.291.22.2746.
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ Tintinalli, Judith E. Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide (Emergency Medicine (Tintinalli)). McGraw-Hill Companies. 2010. hlm. 830–839. ISBN 0-07-148480-9.
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ A Webb. Acute gastroenteritis in children. Australian family physician. 2005 Apr. Vol. 34 (4). hlm. 227–31.
- ↑ The Oxford Textbook of Medicine. Oxford University Press. 2003. ISBN 0-19-262922-0.
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ Mandell 2010 Chp. 93
- ↑ Tintinalli, Judith E. Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide (Emergency Medicine (Tintinalli)). McGraw-Hill Companies. 2010. hlm. 830–839. ISBN 0-07-148480-9.
- ↑ Tintinalli, Judith E. Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide (Emergency Medicine (Tintinalli)). McGraw-Hill Companies. 2010. hlm. 830–839. ISBN 0-07-148480-9.
- ↑ Roger Webber. Communicable disease epidemiology and control : a global perspective. Cabi. 2009. hlm. 79. ISBN 978-1-84593-504-7.
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ Viral Gastroenteritis. Center for Disease Control and Prevention. 2011.
- ↑ H Szajewska. Gastrointestinal infections in the pediatric population. Current opinion in gastroenterology. 2010 Jan. Vol. 26 (1). hlm. 36–44. doi:10.1097/MOG.0b013e328333d799.
- ↑ World Health Organization. Rotavirus vaccines: an update. Weekly epidemiological record. 2009. Vol. 51–52 (84). hlm. 533–540.
- ↑ World Health Organization. Rotavirus vaccines: an update. Weekly epidemiological record. 2009. Vol. 51–52 (84). hlm. 533–540.
- ↑ World Health Organization. Rotavirus vaccines: an update. Weekly epidemiological record. 2009. Vol. 51–52 (84). hlm. 533–540.
- ↑ C Giaquinto. Summary of effectiveness and impact of rotavirus vaccination with the oral pentavalent rotavirus vaccine: a systematic review of the experience in industrialized countries. Human Vaccines. July. Vol. 7. hlm. 734–748. doi:10.4161/hv.7.7.15511.
- ↑ V Jiang. Performance of rotavirus vaccines in developed and developing countries. Human Vaccines. 2010. Vol. 6 (7). hlm. 532–542.
- ↑ MM Patel. Real-world impact of rotavirus vaccination. The Pediatric Infectious Disease Journal. 2011 Jan. Vol. 30 (1 Suppl). hlm. S1-5. doi:10.1097/INF.0b013e3181fefa1f.
- ↑ US Center for Disease Control and Prevention. Delayed onset and diminished magnitude of rotavirus activity—United States, November 2007 – May 2008. Morbidity and Mortality Weekly Report. 2008. Vol. 57 (25). hlm. 697–700.
- ↑ Reduction in rotavirus after vaccine introduction—United States, 2000–2009. MMWR Morb. Mortal. Wkly. Rep. 2009. Vol. 58 (41). hlm. 1146–9.
- ↑ JE Tate. Uptake, impact, and effectiveness of rotavirus vaccination in the United States: review of the first 3 years of postlicensure data. The Pediatric Infectious Disease Journal. 2011 Jan. Vol. 30 (1 Suppl). hlm. S56-60. doi:10.1097/INF.0b013e3181fefdc0.
- ↑ H Szajewska. Gastrointestinal infections in the pediatric population. Current opinion in gastroenterology. 2010 Jan. Vol. 26 (1). hlm. 36–44. doi:10.1097/MOG.0b013e328333d799.
- ↑ D Sinclair. Oral vaccines for preventing cholera. Cochrane database of systematic reviews (Online). 2011 Mar 16. hlm. CD008603. doi:10.1002/14651858.CD008603.pub2.
- ↑ Management of acute diarrhoea and vomiting due to gastoenteritis in children under 5. National Institute of Clinical Excellence. 2009.
- ↑ EJ Elliott. Acute gastroenteritis in children. BMJ (Clinical research ed.). 2007 Jan 6. Vol. 334 (7583). hlm. 35–40. doi:10.1136/bmj.39036.406169.80.
- ↑ Alhashimi D, Al-Hashimi H, Fedorowicz Z. Antiemetics for reducing vomiting related to acute gastroenteritis in children and adolescents. Cochrane Database Syst Rev. 2009. hlm. CD005506. doi:10.1002/14651858.CD005506.pub4.
- ↑ Tytgat GN. Hyoscine butylbromide: a review of its use in the treatment of abdominal cramping and pain. Drugs. 2007. Vol. 67 (9). hlm. 1343–57.
- ↑ BestBets: Fluid Treatment of Gastroenteritis in Adults.
- ↑ Canavan A, Arant BS. Diagnosis and management of dehydration in children. Am Fam Physician. 2009. Vol. 80 (7). hlm. 692–6.
- ↑ Gregorio GV, Gonzales ML, Dans LF, Martinez EG. Polymer-based oral rehydration solution for treating acute watery diarrhoea. Cochrane Database Syst Rev. 2009. hlm. CD006519. doi:10.1002/14651858.CD006519.pub2.
- ↑ Management of acute diarrhoea and vomiting due to gastoenteritis in children under 5. National Institute of Clinical Excellence. 2009.
- ↑ Management of acute diarrhoea and vomiting due to gastoenteritis in children under 5. National Institute of Clinical Excellence. 2009.
- ↑ A Webb. Acute gastroenteritis in children. Australian family physician. 2005 Apr. Vol. 34 (4). hlm. 227–31.
- ↑ King CK, Glass R, Bresee JS, Duggan C. Managing acute gastroenteritis among children: oral rehydration, maintenance, and nutritional therapy. MMWR Recomm Rep. 2003. Vol. 52 (RR-16). hlm. 1–16.
- ↑ King CK, Glass R, Bresee JS, Duggan C. Managing acute gastroenteritis among children: oral rehydration, maintenance, and nutritional therapy. MMWR Recomm Rep. 2003. Vol. 52 (RR-16). hlm. 1–16.
- ↑ King CK, Glass R, Bresee JS, Duggan C. Managing acute gastroenteritis among children: oral rehydration, maintenance, and nutritional therapy. MMWR Recomm Rep. 2003. Vol. 52 (RR-16). hlm. 1–16.
- ↑ King CK, Glass R, Bresee JS, Duggan C. Managing acute gastroenteritis among children: oral rehydration, maintenance, and nutritional therapy. MMWR Recomm Rep. 2003. Vol. 52 (RR-16). hlm. 1–16.
- ↑ Allen SJ, Martinez EG, Gregorio GV, Dans LF. Probiotics for treating acute infectious diarrhoea. Cochrane Database Syst Rev. 2010. Vol. 11 (11). hlm. CD003048. doi:10.1002/14651858.CD003048.pub3.
- ↑ S Hempel. Probiotics for the prevention and treatment of antibiotic-associated diarrhea: a systematic review and meta-analysis. JAMA : the journal of the American Medical Association. 2012 May 9. Vol. 307 (18). hlm. 1959-69.
- ↑ Kevin Mackway-Jones. Does yogurt decrease acute diarrhoeal symptoms in children with acute gastroenteritis?. BestBets. 2007.
- ↑ AM Telmesani. Oral rehydration salts, zinc supplement and rota virus vaccine in the management of childhood acute diarrhea. Journal of family and community medicine. 2010 May. Vol. 17 (2). hlm. 79–82. doi:10.4103/1319-1683.71988.
- ↑ DeCamp LR, Byerley JS, Doshi N, Steiner MJ. Use of antiemetic agents in acute gastroenteritis: a systematic review and meta-analysis. Arch Pediatr Adolesc Med. 2008. Vol. 162 (9). hlm. 858–65. doi:10.1001/archpedi.162.9.858.
- ↑ Mehta S, Goldman RD. Ondansetron for acute gastroenteritis in children. Can Fam Physician. 2006. Vol. 52 (11). hlm. 1397–8.
- ↑ Z Fedorowicz. Antiemetics for reducing vomiting related to acute gastroenteritis in children and adolescents. Cochrane database of systematic reviews (Online). 2011 Sep 7. Vol. 9 (9). hlm. CD005506. doi:10.1002/14651858.CD005506.pub5.
- ↑ Z Fedorowicz. Antiemetics for reducing vomiting related to acute gastroenteritis in children and adolescents. Cochrane database of systematic reviews (Online). 2011 Sep 7. Vol. 9 (9). hlm. CD005506. doi:10.1002/14651858.CD005506.pub5.
- ↑ Sturm JJ, Hirsh DA, Schweickert A, Massey R, Simon HK. Ondansetron use in the pediatric emergency department and effects on hospitalization and return rates: are we masking alternative diagnoses?. Ann Emerg Med. 2010. Vol. 55 (5). hlm. 415–22. doi:10.1016/j.annemergmed.2009.11.011.
- ↑ Ondansetron. Lexi-Comp. 2011.
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ Traa BS, Walker CL, Munos M, Black RE. Antibiotics for the treatment of dysentery in children. Int J Epidemiol. 2010. Vol. 39 (Suppl 1). hlm. i70–4. doi:10.1093/ije/dyq024.
- ↑ Grimwood K, Forbes DA. Acute and persistent diarrhea. Pediatr. Clin. North Am. 2009. Vol. 56 (6). hlm. 1343–61. doi:10.1016/j.pcl.2009.09.004.
- ↑ E Galanis. Campylobacter and bacterial gastroenteritis. CMAJ : Canadian Medical Association. 2007 Sep 11. Vol. 177 (6). hlm. 570–1. doi:10.1503/cmaj.070660.
- ↑ Gerald L. Mandell. Mandell's Principles and Practices of Infection Diseases. Churchill Livingstone. 2004. ISBN 0-443-06643-4.
- ↑ PR Christopher. Antibiotic therapy for Shigella dysentery. Cochrane database of systematic reviews (Online). 2010 Aug 4. hlm. CD006784. doi:10.1002/14651858.CD006784.pub4.
- ↑ EE Effa. Fluoroquinolones for treating typhoid and paratyphoid fever (enteric fever). Cochrane database of systematic reviews (Online). 2011 Oct 5. hlm. CD004530. doi:10.1002/14651858.CD004530.pub4.
- ↑ AA Escobedo. Giardiasis: the ever-present threat of a neglected disease. Infectious disorders drug targets. 2010 Oct. Vol. 10 (5). hlm. 329–48.
- ↑ AA Escobedo. Giardiasis: the ever-present threat of a neglected disease. Infectious disorders drug targets. 2010 Oct. Vol. 10 (5). hlm. 329–48.
- ↑ ML Gonzales. Antiamoebic drugs for treating amoebic colitis. Cochrane database of systematic reviews (Online). 2009 Apr 15. hlm. CD006085. doi:10.1002/14651858.CD006085.pub2.
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ The Oxford Textbook of Medicine. Oxford University Press. 2003. ISBN 0-19-262922-0.
- ↑ Harrison's Principles of Internal Medicine. McGraw-Hill. ISBN 0-07-140235-7.
- ↑ Mark Feldman. Sleisenger & Fordtran's Gastrointestinal and Liver Disease. Saunders. 2002. ISBN 0-7216-8973-6.
- ↑ The Oxford Textbook of Medicine. Oxford University Press. 2003. ISBN 0-19-262922-0.
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ dr. Meva Nareza T. Gastroenteritis. alodokter. 2024-08-30.
- ↑ dr. Meva Nareza T. Gastroenteritis. alodokter. 2024-08-30.
- ↑ EJ Elliott. Acute gastroenteritis in children. BMJ (Clinical research ed.). 2007 Jan 6. Vol. 334 (7583). hlm. 35–40. doi:10.1136/bmj.39036.406169.80.
- ↑ Roger Webber. Communicable disease epidemiology and control : a global perspective. Cabi. 2009. hlm. 79. ISBN 978-1-84593-504-7.
- ↑ RE Black. Global, regional, and national causes of child mortality in 2008: a systematic analysis. Lancet. 2010 Jun 5. Vol. 375 (9730). hlm. 1969–87. doi:10.1016/S0140-6736(10)60549-1.
- ↑ Mandell 2010 Chp. 93
- ↑ JE Tate. 2008 estimate of worldwide rotavirus-associated mortality in children younger than 5 years before the introduction of universal rotavirus vaccination programmes: a systematic review and meta-analysis. The Lancet infectious diseases. 2012 Feb. Vol. 12 (2). hlm. 136–41. doi:10.1016/S1473-3099(11)70253-5.
- ↑ World Health Organization. Global networks for surveillance of rotavirus gastroenteritis, 2001–2008. Weekly Epidemiological Record. 2008. Vol. 47 (83). hlm. 421–428.
- ↑ RC Charles. Cholera in the 21st century. Current opinion in infectious diseases. 2011 Oct. Vol. 24 (5). hlm. 472-7. doi:10.1097/QCO.0b013e32834a88af.
- ↑ Mandell 2010 Chp. 93
- ↑ Eckardt AJ, Baumgart DC. Viral gastroenteritis in adults. Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.
- ↑ Gerald L. Mandell. Mandell's Principles and Practices of Infection Diseases. Churchill Livingstone. 2004. ISBN 0-443-06643-4.
- ↑ Victora CG, Bryce J, Fontaine O, Monasch R. Reducing deaths from diarrhoea through oral rehydration therapy. Bull. World Health Organ. 2000. Vol. 78 (10). hlm. 1246–55.
- ↑ Eckardt AJ, Baumgart DC. Viral gastroenteritis in adults. Recent Patents on Anti-infective Drug Discovery. 2011. Vol. 6 (1). hlm. 54–63.
- ↑ Mandell 2010 Chp. 93
- ↑ Mandell 2010 Chp. 93
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ Gastroenteritis. Oxford English Dictionary 2011.
- ↑ Rudy's List of Archaic Medical Terms.
- ↑ Mandell 2010 Chp. 93
- ↑ Mandell 2010 Chp. 93
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ A Flahault. [Epidemiology of viral gastroenteritis in France and Europe]. Bulletin de l'Academie nationale de medecine. 2010 Nov. Vol. 194 (8). hlm. 1415–24; discussion 1424-5.
- ↑ edited by Neil S. Skolnik ; associate editor, Ross H. Albert. Essential infectious disease topics for primary care. Humana Press. 2008. hlm. 66. ISBN 978-1-58829-520-0.
- ↑ Amandeep Singh. Pediatric Emergency Medicine Practice Acute Gastroenteritis — An Update. Emergency Medicine Practice. 2010. Vol. 7 (7).
- ↑ World Health Organization. Enterotoxigenic Escherichia coli (ETEC). Diarrhoeal Diseases.
- ↑ World Health Organization. Shigellosis. Diarrhoeal Diseases.
- ↑ Vol. 6 No. 1 (2025): Januari-Juni 2025 Lontara Journal of Health Science and Technology. Lontara Journal of Health Science and Technology. 2025-01-15. Vol. 6 (1). doi:10.53861/lontarariset.v6i1.
- ↑ JS Weese. Bacterial enteritis in dogs and cats: diagnosis, therapy, and zoonotic potential. The Veterinary clinics of North America. Small animal practice. 2011 Mar. Vol. 41 (2). hlm. 287-309. doi:10.1016/j.cvsm.2010.12.005.
- ↑ Wanda Haschek, Matthew Wallig, Colin Rousseaux. Fundamentals of toxicologic pathology. Academic. 2009. hlm. 182. ISBN 9780123704696.
- ↑ edited by N. James MacLachlan. Fenner's veterinary virology. Elsevier Academic Press. 2009. hlm. 399. ISBN 9780123751584.
- ↑ edited by James G. Fox ... [et al.]. Laboratory animal medicine. Academic Press. 2002. hlm. 649. ISBN 9780122639517.
- ↑ edited by Jeffrey J. Zimmerman ... [et al.]. Diseases of swine. Wiley-Blackwell. hlm. 504. ISBN 9780813822679.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29215966 (2026-05-11T15:25:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.