Lompat ke isi

Wlingi laut: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27200222; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Wlingi laut''' ('''''Cyperus malaccensis''''') atau juga disebut '''bundung''' adalah salah satu jenis [[rumput]] yang hidup di [[rawa|rawa-rawa]], termasuk anggota [[familia|suku]] [[Cyperaceae]]. [[Tumbuhan]] ini merupakan gulma sekaligus penghasil bahan anyaman dan tali. Nama-nama lokalnya, di antaranya, ''bunjung'' ([[bahasa Melayu|Mly.]]); ''bundung'' ([[bahasa Banjar|Banj.]]); ''darèngdèng'' ([[Bahasa Sunda|Sd.]]); ''kědot, sukĕt dĕm'' ([[bahasa Jawa|Jw.]]); ''nanaiang wolangitan'' ([[Sangihe]]); ''paya-paya'' ([[Mongondow]]); ''péa-péa'' ([[Gorontalo|Goront.]], [[Buol]], [[Palu]]). Juga, ''kumbu'' (''[[kumbuh]]'' ?) ([[Sumatra|Sum.]]); ''rumput kuluwing'' ([[Sulawesi|Sulw.]]); dan ''geida'' ([[Papua]])
[[File:Cyper_malac_220213-102202_gembg.jpg|thumb|right|280px|Cyper malac 220213-102202 gembg]]
 
'''Wlingi laut''' ('''''Cyperus malaccensis''''') atau juga disebut '''bundung''' adalah salah satu jenis [[rumput]] yang hidup di [[rawa|rawa-rawa]], termasuk anggota [[familia|suku]] [[Cyperaceae]]. [[Tumbuhan]] ini merupakan gulma sekaligus penghasil bahan anyaman dan tali. Nama-nama lokalnya, di antaranya, ''bunjung'' ([[bahasa Melayu|Mly.]]);<ref>1974. "Cyperaceae". ''Flora Malesiana.'' [http://www.biodiversitylibrary.org/item/90941#page/181/mode/1up Ser. I Vol '''7'''(3): 613-6.] Jakarta:Noordhoff-Kolff, 1948-</ref> ''bundung'' ([[bahasa Banjar|Banj.]]); ''darèngdèng'' ([[Bahasa Sunda|Sd.]]); ''kědot, sukĕt dĕm'' ([[bahasa Jawa|Jw.]]); ''nanaiang wolangitan'' ([[Sangihe]]); ''paya-paya'' ([[Mongondow]]); ''péa-péa'' ([[Gorontalo|Goront.]], [[Buol]], [[Palu]]).<ref>1987. ''Tumbuhan Berguna Indonesia'' '''I''': 348-9. Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. Jakarta. (versi berbahasa Belanda [http://archive.org/stream/denuttigeplanten1922heyn#page/290/mode/2up -1922- '''I''': 290])</ref> Juga, ''kumbu'' (''[[kumbuh]]'' ?) ([[Sumatra|Sum.]]); ''rumput kuluwing'' ([[Sulawesi|Sulw.]]); dan ''geida'' ([[Papua]])<ref>1974. "Cyperaceae". ''Flora Malesiana.'' [http://www.biodiversitylibrary.org/item/90941#page/181/mode/1up Ser. I Vol '''7'''(3): 613-6.] Jakarta:Noordhoff-Kolff, 1948-</ref>


== Pengenalan ==
== Pengenalan ==
[[Terna]] menahun yang banyak bertaruk, tinggi 60-175 [[sentimeter|cm]], dengan [[geragih]] lunak berwarna pucat yang tertutupi oleh [[sisik|sisik-sisik]] besar bundar telur yang melekat erat, seperti membran, kecokelatan gelap; geragih mengeras menjadi [[rimpang]] yang [[kayu|mengayu]], cokelat gelap dan bercabang banyak. [[Batang]] berambut rapat, kokoh, tengahnya seperti [[spons]], [[segitiga|menyegitiga]] tajam terutama di bagian atas hingga hampir bersayap dengan dinding-dinding mencekung, halus, garis tengah lk 12(-15) [[milimeter|mm]]. [[Daun|Daun-daun]] jarang; daun di bagian bawah batang yang berbunga tereduksi menjadi pelepah tanpa helai daun (lk. berupa [[seludang]]), abu-abu kehitaman, intinya serupa spons; daun yang lebih atas dengan pelepah hingga 20&nbsp;cm, dan helaian daun yang amat pendek; daun teratas dengan pelepah mencapai setengah panjang batang; daun pada batang steril bentuk garis, lebar 5-10(-18) mm, meruncing tiba-tiba, kasar di bagian atas. [[Perbungaan]] di pucuk, majemuk, serupa payung, biasanya lebih lebar daripada panjang, kadang-kadang sangat rapat, hingga 10 × 15&nbsp;cm; dengan 2-4 [[daun pelindung]] yang pipih menyerupai daun, dengan ujung yang tiba-tiba meruncing, ujungnya beralur, kasar, jauh lebih panjang dari perbungaan, sisi atasnya hijau mengilap, sisi bawah abu-abu, 10–30&nbsp;cm × 8–15&nbsp;mm.<ref>. 1987. "The weeds: description, ecology and control": 180-1, in M. Soerjani, A.J.G.H. Kostermans, and G. Tjitrosoepomo, (eds.). ''Weeds of Rice in Indonesia''. Jakarta:Balai Pustaka.</ref>


 
[[Bunga bulir|Bulir bunga majemuk]] bulat telur lebar, dengan tangkai licin. [[Spikelet]] 6-12 buah, duduk menurut bulir, seperti garis, sering agak melengkung, hampir bulat buluh, 1–3&nbsp;cm × 1¼-1¾ mm, berisi 16-20(-40) kuntum bunga. [[Buah]] bulir menyegitiga, lonjong sempit, agak memipih di sisi dorsal, sedikit memucuk, cokelat gelap hingga hitam, 1¾-2 × ½ mm.<ref>1974. "Cyperaceae". ''Flora Malesiana.'' [http://www.biodiversitylibrary.org/item/90941#page/181/mode/1up Ser. I Vol '''7'''(3): 613-6.] Jakarta:Noordhoff-Kolff, 1948-</ref>
[[Terna]] menahun yang banyak bertaruk, tinggi 60-175 [[sentimeter|cm]], dengan [[geragih]] lunak berwarna pucat yang tertutupi oleh [[sisik|sisik-sisik]] besar bundar telur yang melekat erat, seperti membran, kecokelatan gelap; geragih mengeras menjadi [[rimpang]] yang [[kayu|mengayu]], cokelat gelap dan bercabang banyak. [[Batang]] berambut rapat, kokoh, tengahnya seperti [[spons]], [[segitiga|menyegitiga]] tajam terutama di bagian atas hingga hampir bersayap dengan dinding-dinding mencekung, halus, garis tengah lk 12(-15) [[milimeter|mm]]. [[Daun|Daun-daun]] jarang; daun di bagian bawah batang yang berbunga tereduksi menjadi pelepah tanpa helai daun (lk. berupa [[seludang]]), abu-abu kehitaman, intinya serupa spons; daun yang lebih atas dengan pelepah hingga 20&nbsp;cm, dan helaian daun yang amat pendek; daun teratas dengan pelepah mencapai setengah panjang batang; daun pada batang steril bentuk garis, lebar 5-10(-18) mm, meruncing tiba-tiba, kasar di bagian atas. [[Perbungaan]] di pucuk, majemuk, serupa payung, biasanya lebih lebar daripada panjang, kadang-kadang sangat rapat, hingga 10 × 15&nbsp;cm; dengan 2-4 [[daun pelindung]] yang pipih menyerupai daun, dengan ujung yang tiba-tiba meruncing, ujungnya beralur, kasar, jauh lebih panjang dari perbungaan, sisi atasnya hijau mengilap, sisi bawah abu-abu, 10–30&nbsp;cm × 8–15&nbsp;mm.
 
[[Bunga bulir|Bulir bunga majemuk]] bulat telur lebar, dengan tangkai licin. [[Spikelet]] 6-12 buah, duduk menurut bulir, seperti garis, sering agak melengkung, hampir bulat buluh, 1–3&nbsp;cm × 1¼-1¾ mm, berisi 16-20(-40) kuntum bunga. [[Buah]] bulir menyegitiga, lonjong sempit, agak memipih di sisi dorsal, sedikit memucuk, cokelat gelap hingga hitam, 1¾-2 × ½ mm.


== Agihan dan ekologi ==
== Agihan dan ekologi ==
Wlingi laut menyebar luas di belahan bumi timur; mulai dari [[Mesopotamia]], [[India]], hingga [[Cina Selatan]], [[Australia]] bagian utara dan [[Polinesia]]. Umum didapati di seluruh kawasan [[Malesia]]; di [[Indonesia]] didapati di semua wilayah kecuali di [[Nusa Tenggara]] dan [[Maluku]].
Wlingi laut menyebar luas di belahan bumi timur; mulai dari [[Mesopotamia]], [[India]], hingga [[Cina Selatan]], [[Australia]] bagian utara dan [[Polinesia]].<ref>1974. "Cyperaceae". ''Flora Malesiana.'' [http://www.biodiversitylibrary.org/item/90941#page/181/mode/1up Ser. I Vol '''7'''(3): 613-6.] Jakarta:Noordhoff-Kolff, 1948-</ref> Umum didapati di seluruh kawasan [[Malesia]]; di [[Indonesia]] didapati di semua wilayah kecuali di [[Nusa Tenggara]] dan [[Maluku]].<ref>. 1987. "The weeds: description, ecology and control": 180-1, in M. Soerjani, A.J.G.H. Kostermans, and G. Tjitrosoepomo, (eds.). ''Weeds of Rice in Indonesia''. Jakarta:Balai Pustaka.</ref>


Rumput ini tumbuh di [[lahan basah|lahan-lahan basah]], biasanya di mana terdapat pengaruh air asin atau air payau; mengkoloni [[kuala]] yang melumpur, paparan lumpur, atau paparan pasir di muka pantai; acap kali ditemukan melimpah. Wlingi laut sering membentuk vegetasi tepi yang rapat, di perairan payau atau di belakang pantai; juga di [[sawah|persawahan]] pasang-surut, di mana rumput ini berpotensi menjadi [[gulma]], meskipun tergolong gulma minor.
Rumput ini tumbuh di [[lahan basah|lahan-lahan basah]], biasanya di mana terdapat pengaruh air asin atau air payau; mengkoloni [[kuala]] yang melumpur, paparan lumpur, atau paparan pasir di muka pantai; acap kali ditemukan melimpah.<ref>1974. "Cyperaceae". ''Flora Malesiana.'' [http://www.biodiversitylibrary.org/item/90941#page/181/mode/1up Ser. I Vol '''7'''(3): 613-6.] Jakarta:Noordhoff-Kolff, 1948-</ref> Wlingi laut sering membentuk vegetasi tepi yang rapat, di perairan payau atau di belakang pantai; juga di [[sawah|persawahan]] pasang-surut, di mana rumput ini berpotensi menjadi [[gulma]], meskipun tergolong gulma minor.<ref>. 1987. "The weeds: description, ecology and control": 180-1, in M. Soerjani, A.J.G.H. Kostermans, and G. Tjitrosoepomo, (eds.). ''Weeds of Rice in Indonesia''. Jakarta:Balai Pustaka.</ref>


== Manfaat ==
== Manfaat ==
Batangnya dipakai untuk pembuatan [[tikar|tikar-tikar]] murah dan tali,<ref>1987. ''Tumbuhan Berguna Indonesia'' '''I''': 348-9. Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. Jakarta. (versi berbahasa Belanda [http://archive.org/stream/denuttigeplanten1922heyn#page/290/mode/2up -1922- '''I''': 290])</ref> dan juga dianyam menjadi keranjang dan sandal rumah.<ref>. 1987. "The weeds: description, ecology and control": 180-1, in M. Soerjani, A.J.G.H. Kostermans, and G. Tjitrosoepomo, (eds.). ''Weeds of Rice in Indonesia''. Jakarta:Balai Pustaka.</ref>


Batangnya dipakai untuk pembuatan [[tikar|tikar-tikar]] murah dan tali, dan juga dianyam menjadi keranjang dan sandal rumah.
Batang-batang bundung dipotong tatkala mulai berbunga. Setelah salah satu sudutnya yang tajam dibuang, batang-batang itu dijemur di bawah [[matahari]] selama tiga hari. Dan sesudah diinapkan semalam, batang-batang itu dilembutkan serta diratakan dengan menggosoknya dengan sepotong [[bambu]]. Baru kemudian bahan itu dianyam untuk membuat tikar; di wilayah [[Kabupaten Batang|Batang]] tikar ini dikenal sebagai ''tikar got''. Namun kualitas tikar ini kalah jika dibandingkan dengan tikar [[purun danau]]. Batang wlingi laut yang segar digunakan sebagai tali pengikat di [[pasar|pasar-pasar]] tradisional di [[Jakarta]].<ref>1987. ''Tumbuhan Berguna Indonesia'' '''I''': 348-9. Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. Jakarta. (versi berbahasa Belanda [http://archive.org/stream/denuttigeplanten1922heyn#page/290/mode/2up -1922- '''I''': 290])</ref>
 
Batang-batang bundung dipotong tatkala mulai berbunga. Setelah salah satu sudutnya yang tajam dibuang, batang-batang itu dijemur di bawah [[matahari]] selama tiga hari. Dan sesudah diinapkan semalam, batang-batang itu dilembutkan serta diratakan dengan menggosoknya dengan sepotong [[bambu]]. Baru kemudian bahan itu dianyam untuk membuat tikar; di wilayah [[Kabupaten Batang|Batang]] tikar ini dikenal sebagai ''tikar got''. Namun kualitas tikar ini kalah jika dibandingkan dengan tikar [[purun danau]]. Batang wlingi laut yang segar digunakan sebagai tali pengikat di [[pasar|pasar-pasar]] tradisional di [[Jakarta]].
 
== Catatan kaki ==
 


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* Plantamor: [http://www.plantamor.com/index.php?plant=2220 Darendeng - ''Cyperus malaccensis'' Lam.]
* Plantamor: [http://www.plantamor.com/index.php?plant=2220 Darendeng - ''Cyperus malaccensis'' Lam.]
* Swewe: [http://id.swewe.net/word_show.htm/?176661_1&Cyperus_malaccensis ''Cyperus malaccensis'' Lam.] (foto-foto)
* Swewe: [http://id.swewe.net/word_show.htm/?176661_1&Cyperus_malaccensis ''Cyperus malaccensis'' Lam.] (foto-foto)
Baris 30: Baris 25:
* Nova Sci.: [https://www.novapublishers.com/catalog/product_info.php?products_id=33655 On the Sedge ''Cyperus malaccensis'' ...]
* Nova Sci.: [https://www.novapublishers.com/catalog/product_info.php?products_id=33655 On the Sedge ''Cyperus malaccensis'' ...]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wlingi+laut&oldid=27200222 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27200222 (2025-04-28T00:35:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wlingi+laut&oldid=27200222 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27200222 (2025-04-28T00:35:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.05

Cyper malac 220213-102202 gembg

Wlingi laut (Cyperus malaccensis) atau juga disebut bundung adalah salah satu jenis rumput yang hidup di rawa-rawa, termasuk anggota suku Cyperaceae. Tumbuhan ini merupakan gulma sekaligus penghasil bahan anyaman dan tali. Nama-nama lokalnya, di antaranya, bunjung (Mly.);[1] bundung (Banj.); darèngdèng (Sd.); kědot, sukĕt dĕm (Jw.); nanaiang wolangitan (Sangihe); paya-paya (Mongondow); péa-péa (Goront., Buol, Palu).[2] Juga, kumbu (kumbuh ?) (Sum.); rumput kuluwing (Sulw.); dan geida (Papua)[3]

Pengenalan

Terna menahun yang banyak bertaruk, tinggi 60-175 cm, dengan geragih lunak berwarna pucat yang tertutupi oleh sisik-sisik besar bundar telur yang melekat erat, seperti membran, kecokelatan gelap; geragih mengeras menjadi rimpang yang mengayu, cokelat gelap dan bercabang banyak. Batang berambut rapat, kokoh, tengahnya seperti spons, menyegitiga tajam terutama di bagian atas hingga hampir bersayap dengan dinding-dinding mencekung, halus, garis tengah lk 12(-15) mm. Daun-daun jarang; daun di bagian bawah batang yang berbunga tereduksi menjadi pelepah tanpa helai daun (lk. berupa seludang), abu-abu kehitaman, intinya serupa spons; daun yang lebih atas dengan pelepah hingga 20 cm, dan helaian daun yang amat pendek; daun teratas dengan pelepah mencapai setengah panjang batang; daun pada batang steril bentuk garis, lebar 5-10(-18) mm, meruncing tiba-tiba, kasar di bagian atas. Perbungaan di pucuk, majemuk, serupa payung, biasanya lebih lebar daripada panjang, kadang-kadang sangat rapat, hingga 10 × 15 cm; dengan 2-4 daun pelindung yang pipih menyerupai daun, dengan ujung yang tiba-tiba meruncing, ujungnya beralur, kasar, jauh lebih panjang dari perbungaan, sisi atasnya hijau mengilap, sisi bawah abu-abu, 10–30 cm × 8–15 mm.[4]

Bulir bunga majemuk bulat telur lebar, dengan tangkai licin. Spikelet 6-12 buah, duduk menurut bulir, seperti garis, sering agak melengkung, hampir bulat buluh, 1–3 cm × 1¼-1¾ mm, berisi 16-20(-40) kuntum bunga. Buah bulir menyegitiga, lonjong sempit, agak memipih di sisi dorsal, sedikit memucuk, cokelat gelap hingga hitam, 1¾-2 × ½ mm.[5]

Agihan dan ekologi

Wlingi laut menyebar luas di belahan bumi timur; mulai dari Mesopotamia, India, hingga Cina Selatan, Australia bagian utara dan Polinesia.[6] Umum didapati di seluruh kawasan Malesia; di Indonesia didapati di semua wilayah kecuali di Nusa Tenggara dan Maluku.[7]

Rumput ini tumbuh di lahan-lahan basah, biasanya di mana terdapat pengaruh air asin atau air payau; mengkoloni kuala yang melumpur, paparan lumpur, atau paparan pasir di muka pantai; acap kali ditemukan melimpah.[8] Wlingi laut sering membentuk vegetasi tepi yang rapat, di perairan payau atau di belakang pantai; juga di persawahan pasang-surut, di mana rumput ini berpotensi menjadi gulma, meskipun tergolong gulma minor.[9]

Manfaat

Batangnya dipakai untuk pembuatan tikar-tikar murah dan tali,[10] dan juga dianyam menjadi keranjang dan sandal rumah.[11]

Batang-batang bundung dipotong tatkala mulai berbunga. Setelah salah satu sudutnya yang tajam dibuang, batang-batang itu dijemur di bawah matahari selama tiga hari. Dan sesudah diinapkan semalam, batang-batang itu dilembutkan serta diratakan dengan menggosoknya dengan sepotong bambu. Baru kemudian bahan itu dianyam untuk membuat tikar; di wilayah Batang tikar ini dikenal sebagai tikar got. Namun kualitas tikar ini kalah jika dibandingkan dengan tikar purun danau. Batang wlingi laut yang segar digunakan sebagai tali pengikat di pasar-pasar tradisional di Jakarta.[12]

Pranala luar

Referensi

  1. 1974. "Cyperaceae". Flora Malesiana. Ser. I Vol 7(3): 613-6. Jakarta:Noordhoff-Kolff, 1948-
  2. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia I: 348-9. Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. Jakarta. (versi berbahasa Belanda -1922- I: 290)
  3. 1974. "Cyperaceae". Flora Malesiana. Ser. I Vol 7(3): 613-6. Jakarta:Noordhoff-Kolff, 1948-
  4. . 1987. "The weeds: description, ecology and control": 180-1, in M. Soerjani, A.J.G.H. Kostermans, and G. Tjitrosoepomo, (eds.). Weeds of Rice in Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka.
  5. 1974. "Cyperaceae". Flora Malesiana. Ser. I Vol 7(3): 613-6. Jakarta:Noordhoff-Kolff, 1948-
  6. 1974. "Cyperaceae". Flora Malesiana. Ser. I Vol 7(3): 613-6. Jakarta:Noordhoff-Kolff, 1948-
  7. . 1987. "The weeds: description, ecology and control": 180-1, in M. Soerjani, A.J.G.H. Kostermans, and G. Tjitrosoepomo, (eds.). Weeds of Rice in Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka.
  8. 1974. "Cyperaceae". Flora Malesiana. Ser. I Vol 7(3): 613-6. Jakarta:Noordhoff-Kolff, 1948-
  9. . 1987. "The weeds: description, ecology and control": 180-1, in M. Soerjani, A.J.G.H. Kostermans, and G. Tjitrosoepomo, (eds.). Weeds of Rice in Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka.
  10. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia I: 348-9. Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. Jakarta. (versi berbahasa Belanda -1922- I: 290)
  11. . 1987. "The weeds: description, ecology and control": 180-1, in M. Soerjani, A.J.G.H. Kostermans, and G. Tjitrosoepomo, (eds.). Weeds of Rice in Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka.
  12. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia I: 348-9. Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. Jakarta. (versi berbahasa Belanda -1922- I: 290)

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27200222 (2025-04-28T00:35:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.