Es jarum: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28670635; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Es jarum''' merupakan formasi kristal es berbentuk kolom ramping yang tumbuh dari permukaan atau tepat di bawah permukaan tanah akibat hilangnya panas. Pertumbuhannya biasanya tegak lurus terhadap permukaan tanah, tetapi dapat melengkung karena pengaruh angin atau [[gravitasi]]. Dalam beberapa kasus, es jarum dapat terbentuk pada batang tanaman yang menyerap kelembapan dari tanah. Fenomena ini umum dijumpai di wilayah yang mengalami siklus beku-cair harian (''freeze-thaw cycle''), seperti daerah pegunungan [[Tropika|tropis]] hingga kawasan [[Subarktika|subarktik]]. Es jarum dapat terbentuk pada berbagai jenis tanah mineral, mulai dari pasir kasar hingga lempung, dengan tanah [[lanau]] (''silty soil'') sebagai kondisi paling optimal karena kemampuannya menahan air sekaligus mendukung pergerakan air melalui mekanisme [[kapilaritas]]. | '''Es jarum''' merupakan formasi kristal es berbentuk kolom ramping yang tumbuh dari permukaan atau tepat di bawah permukaan tanah akibat hilangnya panas. Pertumbuhannya biasanya tegak lurus terhadap permukaan tanah, tetapi dapat melengkung karena pengaruh angin atau [[gravitasi]]. Dalam beberapa kasus, es jarum dapat terbentuk pada batang tanaman yang menyerap kelembapan dari tanah. Fenomena ini umum dijumpai di wilayah yang mengalami siklus beku-cair harian (''freeze-thaw cycle''), seperti daerah pegunungan [[Tropika|tropis]] hingga kawasan [[Subarktika|subarktik]]. Es jarum dapat terbentuk pada berbagai jenis tanah mineral, mulai dari pasir kasar hingga lempung, dengan tanah [[lanau]] (''silty soil'') sebagai kondisi paling optimal karena kemampuannya menahan air sekaligus mendukung pergerakan air melalui mekanisme [[kapilaritas]].<ref>Andrew Goudie. [https://www.google.co.id/books/edition/Encyclopedia_of_Geomorphology/JJHyXx42OQEC?hl=id&gbpv=0 Encyclopedia of Geomorphology]. Routledge. 2013-04-15. hlm. 709. ISBN 978-1-134-48276-4.</ref> | ||
Struktur es jarum terdiri atas kristal-kristal es berbentuk jarum yang memiliki panjang antara beberapa milimeter hingga lebih dari 6–7 sentimeter. Kristal ini umumnya terbentuk pada tahap awal pembekuan, tepat di bawah permukaan tanah, dan tumbuh tegak lurus terhadap bidang tanah. Beberapa jarum es memiliki tepi bergerigi dengan arah ke bawah serta dapat mengandung gelembung udara atau rongga di bagian tengah. Jarum es biasanya muncul secara berkelompok, tetapi dapat pula terbentuk secara tunggal. Dalam kondisi tertentu, es jarum terbentuk dalam lapisan-lapisan yang dipisahkan oleh tanah mineral tipis setebal beberapa milimeter. Setelah mencair, struktur ini dapat mengendurkan tanah di permukaan dan menyebabkan perpindahan partikel tanah dalam skala kecil, yang berperan dalam proses [[Pelapukan fisika|pelapukan fisik]] dan pergerakan tanah lambat (''soil creep'') pada lereng. karena gaya angkat yang berulang dapat menyebabkan partikel tanah bergeser sedikit demi sedikit. | Struktur es jarum terdiri atas kristal-kristal es berbentuk jarum yang memiliki panjang antara beberapa milimeter hingga lebih dari 6–7 sentimeter. Kristal ini umumnya terbentuk pada tahap awal pembekuan, tepat di bawah permukaan tanah, dan tumbuh tegak lurus terhadap bidang tanah. Beberapa jarum es memiliki tepi bergerigi dengan arah ke bawah serta dapat mengandung gelembung udara atau rongga di bagian tengah. Jarum es biasanya muncul secara berkelompok, tetapi dapat pula terbentuk secara tunggal. Dalam kondisi tertentu, es jarum terbentuk dalam lapisan-lapisan yang dipisahkan oleh tanah mineral tipis setebal beberapa milimeter.<ref>[https://www.google.co.id/books/edition/PNE/fK2PP2B3gmwC?hl=id&gbpv=0 PNE]. U.S. Department of Energy. 1966. hlm. 215.</ref> Setelah mencair, struktur ini dapat mengendurkan tanah di permukaan dan menyebabkan perpindahan partikel tanah dalam skala kecil, yang berperan dalam proses [[Pelapukan fisika|pelapukan fisik]] dan pergerakan tanah lambat (''soil creep'') pada lereng. karena gaya angkat yang berulang dapat menyebabkan partikel tanah bergeser sedikit demi sedikit.<ref>[http://www.physicalgeography.net/fundamentals/10ag.html 10(ag) Periglacial Processes and Landforms]. ''www.physicalgeography.net''.</ref> | ||
Fenomena ini memiliki nama beberapa bahasa lain, diantaranya ''frost pillars'' atau ''frost columns'' dalam bahasa Inggris, ''Säuleneis'', ''Kammeis'', dan ''Stängeleis'' dalam bahasa Jerman, ''shimobashira'' (霜柱) dalam bahasa Jepang yang berarti pilar es, serta ''pipkrake'' dalam bahasa Swedia yang berasal dari kata ''pipa'' (tabung) dan ''krake'' (halus atau rapuh), istilah yang diperkenalkan oleh Henrik Hesselman pada tahun 1907. | Fenomena ini memiliki nama beberapa bahasa lain, diantaranya ''frost pillars'' atau ''frost columns'' dalam bahasa Inggris, ''Säuleneis'', ''Kammeis'', dan ''Stängeleis'' dalam bahasa Jerman, ''shimobashira'' (霜柱) dalam bahasa Jepang yang berarti pilar es, serta ''pipkrake'' dalam bahasa Swedia yang berasal dari kata ''pipa'' (tabung) dan ''krake'' (halus atau rapuh), istilah yang diperkenalkan oleh Henrik Hesselman pada tahun 1907.<ref>Andrew Goudie. [https://www.google.co.id/books/edition/Encyclopedia_of_Geomorphology/JJHyXx42OQEC?hl=id&gbpv=0 Encyclopedia of Geomorphology]. Routledge. 2013-04-15. hlm. 709. ISBN 978-1-134-48276-4.</ref><ref>Lawler, D. M.1989.''Some observations on needle ice'', Weather, vol. 44, hlm. 406–409;.</ref> | ||
== Proses Pembentukan == | == Proses Pembentukan == | ||
Pembentukan es jarum bergantung pada proses yang dikenal sebagai [[segregasi es]] (''ice segregation''), yaitu proses di mana air sangat dingin membeku pada permukaan es yang sudah ada, sehingga es tumbuh menjauhi antarmuka air-es sebelumnya. Dalam media berpori seperti tanah, air yang bergerak melalui pori-pori ini kemudian terpisah menjadi bentuk-bentuk es yang berbeda seperti lensa es (''ice lenses''), pita, jarum, atau lapisan-lapisan tipis es, bergantung pada kondisi tanah dan kadar airnya. | Pembentukan es jarum bergantung pada proses yang dikenal sebagai [[segregasi es]] (''ice segregation''), yaitu proses di mana air sangat dingin membeku pada permukaan es yang sudah ada, sehingga es tumbuh menjauhi antarmuka air-es sebelumnya. Dalam media berpori seperti tanah, air yang bergerak melalui pori-pori ini kemudian terpisah menjadi bentuk-bentuk es yang berbeda seperti lensa es (''ice lenses''), pita, jarum, atau lapisan-lapisan tipis es, bergantung pada kondisi tanah dan kadar airnya.<ref>[http://my.ilstu.edu/~jrcarter/ice/segregation/ Ice Segregation process]. ''my.ilstu.edu''.</ref><ref>Anyuan Li. [https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8501760/ Ice needles weave patterns of stones in freezing landscapes]. ''Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America''. 2021-10-05. Vol. 118 (40). hlm. e2110670118. doi:10.1073/pnas.2110670118.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Es+jarum&oldid=28670635 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28670635 (2025-12-07T01:15:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Es+jarum&oldid=28670635 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28670635 (2025-12-07T01:15:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.09
Es jarum merupakan formasi kristal es berbentuk kolom ramping yang tumbuh dari permukaan atau tepat di bawah permukaan tanah akibat hilangnya panas. Pertumbuhannya biasanya tegak lurus terhadap permukaan tanah, tetapi dapat melengkung karena pengaruh angin atau gravitasi. Dalam beberapa kasus, es jarum dapat terbentuk pada batang tanaman yang menyerap kelembapan dari tanah. Fenomena ini umum dijumpai di wilayah yang mengalami siklus beku-cair harian (freeze-thaw cycle), seperti daerah pegunungan tropis hingga kawasan subarktik. Es jarum dapat terbentuk pada berbagai jenis tanah mineral, mulai dari pasir kasar hingga lempung, dengan tanah lanau (silty soil) sebagai kondisi paling optimal karena kemampuannya menahan air sekaligus mendukung pergerakan air melalui mekanisme kapilaritas.[1]
Struktur es jarum terdiri atas kristal-kristal es berbentuk jarum yang memiliki panjang antara beberapa milimeter hingga lebih dari 6–7 sentimeter. Kristal ini umumnya terbentuk pada tahap awal pembekuan, tepat di bawah permukaan tanah, dan tumbuh tegak lurus terhadap bidang tanah. Beberapa jarum es memiliki tepi bergerigi dengan arah ke bawah serta dapat mengandung gelembung udara atau rongga di bagian tengah. Jarum es biasanya muncul secara berkelompok, tetapi dapat pula terbentuk secara tunggal. Dalam kondisi tertentu, es jarum terbentuk dalam lapisan-lapisan yang dipisahkan oleh tanah mineral tipis setebal beberapa milimeter.[2] Setelah mencair, struktur ini dapat mengendurkan tanah di permukaan dan menyebabkan perpindahan partikel tanah dalam skala kecil, yang berperan dalam proses pelapukan fisik dan pergerakan tanah lambat (soil creep) pada lereng. karena gaya angkat yang berulang dapat menyebabkan partikel tanah bergeser sedikit demi sedikit.[3]
Fenomena ini memiliki nama beberapa bahasa lain, diantaranya frost pillars atau frost columns dalam bahasa Inggris, Säuleneis, Kammeis, dan Stängeleis dalam bahasa Jerman, shimobashira (霜柱) dalam bahasa Jepang yang berarti pilar es, serta pipkrake dalam bahasa Swedia yang berasal dari kata pipa (tabung) dan krake (halus atau rapuh), istilah yang diperkenalkan oleh Henrik Hesselman pada tahun 1907.[4][5]
Proses Pembentukan
Pembentukan es jarum bergantung pada proses yang dikenal sebagai segregasi es (ice segregation), yaitu proses di mana air sangat dingin membeku pada permukaan es yang sudah ada, sehingga es tumbuh menjauhi antarmuka air-es sebelumnya. Dalam media berpori seperti tanah, air yang bergerak melalui pori-pori ini kemudian terpisah menjadi bentuk-bentuk es yang berbeda seperti lensa es (ice lenses), pita, jarum, atau lapisan-lapisan tipis es, bergantung pada kondisi tanah dan kadar airnya.[6][7]
Referensi
- ↑ Andrew Goudie. Encyclopedia of Geomorphology. Routledge. 2013-04-15. hlm. 709. ISBN 978-1-134-48276-4.
- ↑ PNE. U.S. Department of Energy. 1966. hlm. 215.
- ↑ 10(ag) Periglacial Processes and Landforms. www.physicalgeography.net.
- ↑ Andrew Goudie. Encyclopedia of Geomorphology. Routledge. 2013-04-15. hlm. 709. ISBN 978-1-134-48276-4.
- ↑ Lawler, D. M.1989.Some observations on needle ice, Weather, vol. 44, hlm. 406–409;.
- ↑ Ice Segregation process. my.ilstu.edu.
- ↑ Anyuan Li. Ice needles weave patterns of stones in freezing landscapes. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 2021-10-05. Vol. 118 (40). hlm. e2110670118. doi:10.1073/pnas.2110670118.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28670635 (2025-12-07T01:15:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.