Lompat ke isi

Bendungan Nahrawan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27116839; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Pembangunan saluran irigasi pertama di [[Sungai Diyala]] dilakukan pada masa [[Kekaisaran Parthia]]. Kemungkinan, bendungan ini dibangun diatas hilir Sungai Diyala.<ref>Morony (1993), pp. 912–913</ref> Pembangunan sistem kanal besar-besaran terjadi pada masa abad pertengahan ketika masa pemimpin Sasaniyah, [[Khosrau I]] (), menjadi pemimpin daerah itu. Khosrau I juga membentuk distrik administratif baru (''Bazidjan Khusraw''). Pencetakan koin juga mungkin dibangun di kawasan ini.<ref>Morony (1993), pp. 912–913</ref>


Pembangunan saluran irigasi pertama di [[Sungai Diyala]] dilakukan pada masa [[Kekaisaran Parthia]]. Kemungkinan, bendungan ini dibangun diatas hilir Sungai Diyala. Pembangunan sistem kanal besar-besaran terjadi pada masa abad pertengahan ketika masa pemimpin Sasaniyah, [[Khosrau I]] (), menjadi pemimpin daerah itu. Khosrau I juga membentuk distrik administratif baru (''Bazidjan Khusraw''). Pencetakan koin juga mungkin dibangun di kawasan ini.
Pada awal periode Islam, kota Jisr al-Nahrawan yang berada di tengah-tengah bendungan adalah tempat terjadinya [[Pertempuran Nahrawan]], tepatnya pada 17 Juli 658, antara [[Ali]] dan [[Khawarij]] dengan pemimpin bernama [[Abdullah bin Wahb al-Rasibi|Abdullah bin Wahab]].<ref>Morony (1993), pp. 912–913</ref> Di bawah [[khalifah]], dan lebih tepatnya pada masa [[Abbasiyah]] yang menjadikan [[Bagdad]] sebagai ibu kota mereka, kawasan ini dipecah menjadi tiga distrik, yaitu: Nahrawan Hulu, Tengah, dan Hilir.<ref>Morony (1993), pp. 912–913</ref>
 
Pada awal periode Islam, kota Jisr al-Nahrawan yang berada di tengah-tengah bendungan adalah tempat terjadinya [[Pertempuran Nahrawan]], tepatnya pada 17 Juli 658, antara [[Ali]] dan [[Khawarij]] dengan pemimpin bernama [[Abdullah bin Wahb al-Rasibi|Abdullah bin Wahab]]. Di bawah [[khalifah]], dan lebih tepatnya pada masa [[Abbasiyah]] yang menjadikan [[Bagdad]] sebagai ibu kota mereka, kawasan ini dipecah menjadi tiga distrik, yaitu: Nahrawan Hulu, Tengah, dan Hilir.
 
 
Bendungan ini dihancurkan pada 937/938 ketika pemberontakan [[Bajkam]] melawan [[Ibnu Ra'iq]]; Ibnu Ra'iq berusaha menghentikan pergerakan Bajkam dari [[Wasith, Irak|Wasith]] menuju Bagdad dengan membanjiri kawasan sekitar bendungan. Langkah tersebut nyaris tidak menghalangi Bajkam, alih-alih menghancurkan pertanian di kawasan tersebut, yang menjadi lumbung ibu kota Abbasiyah. [[Hugh N. Kennedy]] menulis, "penghancuran Bendungan Nahrawan adalah contoh dramatis fenomenan yang terjadi pada saat itu; dan secara simbolis menandai kehancuran kekuasaan Abbasiyah, setelah penghancuran [[Bendungan Marib]] yang menandai kehancuran masa pra-Islam di Arabia Selatan". Pemukiman di Nahrawan Hilir dan Tengah ditingalkan hampir 14 tahun, hingga [[Kekaisaran Seljuk]], melalui gubernur [[Bihruz]] berusaha untuk mengembalikan kota-kota ini. Namun, menurut [[Yaqut al-Hamawi]], sejarawan pada abad ke-13, perpecahan antardaerah Seljuk sendiri yang menghentikan pembangunan kanal dan penggunaan bendungan sebagai jalan tentara justru menghancurkan bendungan. Desa-desa di sekitar bendungan ditinggalkan setelah itu.
 
== Referensi ==


Bendungan ini dihancurkan pada 937/938 ketika pemberontakan [[Bajkam]] melawan [[Ibnu Ra'iq]]; Ibnu Ra'iq berusaha menghentikan pergerakan Bajkam dari [[Wasith, Irak|Wasith]] menuju Bagdad dengan membanjiri kawasan sekitar bendungan. Langkah tersebut nyaris tidak menghalangi Bajkam, alih-alih menghancurkan pertanian di kawasan tersebut, yang menjadi lumbung ibu kota Abbasiyah.<ref>Morony (1993), pp. 912–913</ref><ref>Kennedy (2004), p. 197</ref> [[Hugh N. Kennedy]] menulis, "penghancuran Bendungan Nahrawan adalah contoh dramatis fenomenan yang terjadi pada saat itu; dan secara simbolis menandai kehancuran kekuasaan Abbasiyah, setelah penghancuran [[Bendungan Marib]] yang menandai kehancuran masa pra-Islam di Arabia Selatan".<ref>Kennedy (2004), p. 197</ref> Pemukiman di Nahrawan Hilir dan Tengah ditingalkan hampir 14 tahun, hingga [[Kekaisaran Seljuk]], melalui gubernur [[Bihruz]] berusaha untuk mengembalikan kota-kota ini. Namun, menurut [[Yaqut al-Hamawi]], sejarawan pada abad ke-13, perpecahan antardaerah Seljuk sendiri yang menghentikan pembangunan kanal dan penggunaan bendungan sebagai jalan tentara justru menghancurkan bendungan. Desa-desa di sekitar bendungan ditinggalkan setelah itu.<ref>Morony (1993), pp. 912–913</ref><ref>Le Strange (1905), pp. 59–60</ref>


== Sumber ==
== Sumber ==
*
*  
*
*  
*
*


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bendungan+Nahrawan&oldid=27116839 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27116839 (2025-04-07T04:07:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bendungan+Nahrawan&oldid=27116839 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27116839 (2025-04-07T04:07:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.12

Bendungan Nahrawan (Persia: کانال نرهوان) adalah sistem irigasi utama pada masa Sasaniyah dan periode Islam awal di Irak Tengah. Bendungan ini berada di timur Sungai Tigris dan di aliran Sungai Diyala. Dibangun pada abad ke-6 dan digunakan secara besar-besaran sebagai suplai air utama ibu kota Kekhalifahan Abbasiyah, Bagdad. Bendungan ini kemudian ditinggalkan pada pertengahan abad ke-10 pada masa kemunduran Kekhalifahan Abbasiyah.

Sejarah

Pembangunan saluran irigasi pertama di Sungai Diyala dilakukan pada masa Kekaisaran Parthia. Kemungkinan, bendungan ini dibangun diatas hilir Sungai Diyala.[1] Pembangunan sistem kanal besar-besaran terjadi pada masa abad pertengahan ketika masa pemimpin Sasaniyah, Khosrau I (), menjadi pemimpin daerah itu. Khosrau I juga membentuk distrik administratif baru (Bazidjan Khusraw). Pencetakan koin juga mungkin dibangun di kawasan ini.[2]

Pada awal periode Islam, kota Jisr al-Nahrawan yang berada di tengah-tengah bendungan adalah tempat terjadinya Pertempuran Nahrawan, tepatnya pada 17 Juli 658, antara Ali dan Khawarij dengan pemimpin bernama Abdullah bin Wahab.[3] Di bawah khalifah, dan lebih tepatnya pada masa Abbasiyah yang menjadikan Bagdad sebagai ibu kota mereka, kawasan ini dipecah menjadi tiga distrik, yaitu: Nahrawan Hulu, Tengah, dan Hilir.[4]

Bendungan ini dihancurkan pada 937/938 ketika pemberontakan Bajkam melawan Ibnu Ra'iq; Ibnu Ra'iq berusaha menghentikan pergerakan Bajkam dari Wasith menuju Bagdad dengan membanjiri kawasan sekitar bendungan. Langkah tersebut nyaris tidak menghalangi Bajkam, alih-alih menghancurkan pertanian di kawasan tersebut, yang menjadi lumbung ibu kota Abbasiyah.[5][6] Hugh N. Kennedy menulis, "penghancuran Bendungan Nahrawan adalah contoh dramatis fenomenan yang terjadi pada saat itu; dan secara simbolis menandai kehancuran kekuasaan Abbasiyah, setelah penghancuran Bendungan Marib yang menandai kehancuran masa pra-Islam di Arabia Selatan".[7] Pemukiman di Nahrawan Hilir dan Tengah ditingalkan hampir 14 tahun, hingga Kekaisaran Seljuk, melalui gubernur Bihruz berusaha untuk mengembalikan kota-kota ini. Namun, menurut Yaqut al-Hamawi, sejarawan pada abad ke-13, perpecahan antardaerah Seljuk sendiri yang menghentikan pembangunan kanal dan penggunaan bendungan sebagai jalan tentara justru menghancurkan bendungan. Desa-desa di sekitar bendungan ditinggalkan setelah itu.[8][9]

Sumber

Referensi

  1. Morony (1993), pp. 912–913
  2. Morony (1993), pp. 912–913
  3. Morony (1993), pp. 912–913
  4. Morony (1993), pp. 912–913
  5. Morony (1993), pp. 912–913
  6. Kennedy (2004), p. 197
  7. Kennedy (2004), p. 197
  8. Morony (1993), pp. 912–913
  9. Le Strange (1905), pp. 59–60

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27116839 (2025-04-07T04:07:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.