Tritonal (bahan peledak): Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 24760370; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Tritonal''' adalah [[bahan peledak]] campuran 80% [[Trinitrotoluena|TNT]] dan 20% [[bubuk aluminium]], digunakan dalam beberapa jenis persenjataan seperti [[bom]] yang dijatuhkan dari udara. Aluminium meningkatkan keluaran panas total dan karenanya impuls TNT — lamanya waktu selama gelombang ledakan bernilai positif. Tritonal sekitar 18% lebih kuat dibandingkan TNT saja. | '''Tritonal''' adalah [[bahan peledak]] campuran 80% [[Trinitrotoluena|TNT]] dan 20% [[bubuk aluminium]], digunakan dalam beberapa jenis persenjataan seperti [[bom]] yang dijatuhkan dari udara. Aluminium meningkatkan keluaran panas total dan karenanya impuls TNT — lamanya waktu selama gelombang ledakan bernilai positif. Tritonal sekitar 18% lebih kuat dibandingkan TNT saja. | ||
Tritonal seberat 87 kg dalam bom [[Mark 82]] berpotensi menghasilkan energi kurang lebih 863 MJ saat diledakkan. Ini berarti energi spesifik sekitar 9 MJ/kg, dibandingkan dengan ~4 MJ/kg untuk TNT. | Tritonal seberat 87 kg dalam bom [[Mark 82]] berpotensi menghasilkan energi kurang lebih 863 MJ saat diledakkan. Ini berarti energi spesifik sekitar 9 MJ/kg, dibandingkan dengan ~4 MJ/kg untuk TNT.<ref>J. L. Maienschein. [https://e-reports-ext.llnl.gov/pdf/241114.pdf Estimating Equivalency of Explosives Through A Thermochemical Approach]. July 8, 2002.</ref> | ||
==Lihat pula== | ==Lihat pula== | ||
| Baris 36: | Baris 36: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tritonal+%28bahan+peledak%29&oldid=24760370 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24760370 (2023-11-10T07:09:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tritonal+%28bahan+peledak%29&oldid=24760370 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24760370 (2023-11-10T07:09:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.13
Tritonal adalah bahan peledak campuran 80% TNT dan 20% bubuk aluminium, digunakan dalam beberapa jenis persenjataan seperti bom yang dijatuhkan dari udara. Aluminium meningkatkan keluaran panas total dan karenanya impuls TNT — lamanya waktu selama gelombang ledakan bernilai positif. Tritonal sekitar 18% lebih kuat dibandingkan TNT saja.
Tritonal seberat 87 kg dalam bom Mark 82 berpotensi menghasilkan energi kurang lebih 863 MJ saat diledakkan. Ini berarti energi spesifik sekitar 9 MJ/kg, dibandingkan dengan ~4 MJ/kg untuk TNT.[1]
Lihat pula
- Bahan peledak
- TNT
- ANFO
- HMX
- RDX
- PETN
- Bubuk aluminium
- Amonium pikrat
- Nitrogliserin
- Dinamit
- Hulu ledak
- Detonator
- Murang proksimitas
- Ranjau darat
- Ranjau laut
- Termit
- Mesiu
- Bahan energetik
- Granat tangan
- Bom
- Peledak biner
- Peluru artileri
- Amunisi berpandu presisi
- Peluru penembus zirah
- Hulu ledak anti-tank berdaya ledak tinggi, high-explosive anti-tank (HEAT)
- Daftar bahan peledak yang digunakan selama Perang Dunia II
- Tabel kecepatan ledakan bahan peledak
- Torpex
- Composition H6
- Minol
Referensi
- ↑ J. L. Maienschein. Estimating Equivalency of Explosives Through A Thermochemical Approach. July 8, 2002.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 24760370 (2023-11-10T07:09:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.