Lompat ke isi

Metrologi kelistrikan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27935557; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Metrologi kelistrikan''' adalah [[disiplin ilmiah]] yang mempelajari tentang [[pengukuran listrik]] beserta penerapannya. Ilmu ini tidak hanya mencakup [[teori]], tetapi juga penerapan praktis. Inti kajian dalam metrologi kelistrikan adalah [[metode pengukuran]] terhadap [[satuan]] [[besaran listrik]]. Dalam metrologi kelistrikan, pengukuran besaran listrik bersifat [[Objektivitas|objektif]] dan memiliki [[prosedur]] yang benar. Kebenaran metode dan prosedur dilandasi oleh ilmu [[metrologi]] secara umum. [[Alat ukur]] hanya dapat diakui keandalannya setelah melalui sebuah [[sistem]] pengukuran yang juga dapat diandalkan. Pengukuran objektif dilakukan dengan memperhatikan tiga faktor yaitu [[sumber daya manusia]], alat ukur, dan [[lingkungan]]. Sumber daya manusia berperan sebagai perancang dan pelaksana pengukuran. Dalam pelaksanaannya, sumber daya manusia telah memahami alat ukur terlebih dahulu. Sistem pengukuran yang andal dinilai dari [[ketertelusuran]] dan [[Kualitas|mutu]] proses pengukurannya.
'''Metrologi kelistrikan''' adalah [[disiplin ilmiah]] yang mempelajari tentang [[pengukuran listrik]] beserta penerapannya. Ilmu ini tidak hanya mencakup [[teori]], tetapi juga penerapan praktis. Inti kajian dalam metrologi kelistrikan adalah [[metode pengukuran]] terhadap [[satuan]] [[besaran listrik]]. Dalam metrologi kelistrikan, pengukuran besaran listrik bersifat [[Objektivitas|objektif]] dan memiliki [[prosedur]] yang benar. Kebenaran metode dan prosedur dilandasi oleh ilmu [[metrologi]] secara umum. [[Alat ukur]] hanya dapat diakui keandalannya setelah melalui sebuah [[sistem]] pengukuran yang juga dapat diandalkan. Pengukuran objektif dilakukan dengan memperhatikan tiga faktor yaitu [[sumber daya manusia]], alat ukur, dan [[lingkungan]]. Sumber daya manusia berperan sebagai perancang dan pelaksana pengukuran. Dalam pelaksanaannya, sumber daya manusia telah memahami alat ukur terlebih dahulu. Sistem pengukuran yang andal dinilai dari [[ketertelusuran]] dan [[Kualitas|mutu]] proses pengukurannya.<ref>R. Hadi Sardjono. [http://penerbit.lipi.go.id/data/naskah1438304966.pdf Metrologi Tegangan Listrik: Ketertelusuran dan Implementasi]. LIPI Press. 2015. hlm. 1. ISBN 978-979-799-820-2.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metrologi+kelistrikan&oldid=27935557 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27935557 (2025-10-07T06:41:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metrologi+kelistrikan&oldid=27935557 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27935557 (2025-10-07T06:41:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.13

Metrologi kelistrikan adalah disiplin ilmiah yang mempelajari tentang pengukuran listrik beserta penerapannya. Ilmu ini tidak hanya mencakup teori, tetapi juga penerapan praktis. Inti kajian dalam metrologi kelistrikan adalah metode pengukuran terhadap satuan besaran listrik. Dalam metrologi kelistrikan, pengukuran besaran listrik bersifat objektif dan memiliki prosedur yang benar. Kebenaran metode dan prosedur dilandasi oleh ilmu metrologi secara umum. Alat ukur hanya dapat diakui keandalannya setelah melalui sebuah sistem pengukuran yang juga dapat diandalkan. Pengukuran objektif dilakukan dengan memperhatikan tiga faktor yaitu sumber daya manusia, alat ukur, dan lingkungan. Sumber daya manusia berperan sebagai perancang dan pelaksana pengukuran. Dalam pelaksanaannya, sumber daya manusia telah memahami alat ukur terlebih dahulu. Sistem pengukuran yang andal dinilai dari ketertelusuran dan mutu proses pengukurannya.[1]

Referensi

  1. R. Hadi Sardjono. Metrologi Tegangan Listrik: Ketertelusuran dan Implementasi. LIPI Press. 2015. hlm. 1. ISBN 978-979-799-820-2.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27935557 (2025-10-07T06:41:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.