Proyeksi sosial: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22712103; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Proyeksi sosial''' adalah kecenderungan dalam mengharapkan persamaan antara diri dengan orang lain. Proyeksi sosial dapat juga didefinisikan sebagai proses ketika seseorang menjadi percaya bahwa orang lain serupa dengannya. Definisi ini melampaui pandangan lama bahwa proyeksi dapat didefinisikan dalam hal hasilnya, yaitu [[korelasi]] positif antara penilaian tentang diri dengan penilaian tentang orang lain. Dengan menggunakan [[preferensi]] sendiri sebagai data, seseorang dapat membuat prediksi cepat tentang hal yang mungkin dilakukan oleh orang lain. | '''Proyeksi sosial''' adalah kecenderungan dalam mengharapkan persamaan antara diri dengan orang lain.<ref>Jordan M. Robbins. [http://dx.doi.org/10.1207/s15327957pspr0901_3 Social Projection to Ingroups and Outgroups: A Review and Meta-Analysis]. ''Personality and Social Psychology Review''. 2005. Vol. 9 (1). hlm. 32–47. doi:10.1207/s15327957pspr0901_3.</ref> Proyeksi sosial dapat juga didefinisikan sebagai proses ketika seseorang menjadi percaya bahwa orang lain serupa dengannya. Definisi ini melampaui pandangan lama bahwa proyeksi dapat didefinisikan dalam hal hasilnya, yaitu [[korelasi]] positif antara penilaian tentang diri dengan penilaian tentang orang lain.<ref>Joachim I. Krueger. [http://dx.doi.org/10.1080/10463280701284645 From social projection to social behaviour]. ''European Review of Social Psychology''. 2007. Vol. 18 (1). hlm. 1–35. doi:10.1080/10463280701284645.</ref> Dengan menggunakan [[preferensi]] sendiri sebagai data, seseorang dapat membuat prediksi cepat tentang hal yang mungkin dilakukan oleh orang lain.<ref>Jordan M. Robbins. [http://dx.doi.org/10.1207/s15327957pspr0901_3 Social Projection to Ingroups and Outgroups: A Review and Meta-Analysis]. ''Personality and Social Psychology Review''. 2005. Vol. 9 (1). hlm. 32–47. doi:10.1207/s15327957pspr0901_3.</ref> | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Istilah proyeksi sosial dicetuskan pertama kali pada tahun 1924 oleh Floyd Henry Allport. Allport menggambarkan proyeksi sosial sebagai [[sikap]] dan [[imajinasi]] yang terlibat dalam referensi dari reaksi diri kepada orang lain. Sejak itu, penelitian tentang proyeksi sosial menekankan pada efek [[konsensus]] palsu, menunjukkan bahwa individu yang memiliki karakteristik tertentu, biasanya menilai prevalensinya dalam populasi yang lebih tinggi daripada individu yang tidak memiliki karakteristik tersebut. Konstruk sosial-[[psikologis]] dari proyeksi sosial saat ini didefinisikan sebagai kecenderungan untuk memperkirakan karakter, pemikiran, dan [[perilaku]] orang lain agar serupa dengan milik sendiri. Orang-orang lebih mungkin memproyeksikan sifat dan [[sikap]] pribadi kepada orang lain dibandingkan mengintrojeksi sifat atau sikap orang lain kepada dirinya. Proyeksi informasi tentang diri seseorang ke orang lain dapat digunakan sebagai pedoman untuk membuat penilaian tentang orang lain atau kelompok. | Istilah proyeksi sosial dicetuskan pertama kali pada tahun 1924 oleh Floyd Henry Allport. Allport menggambarkan proyeksi sosial sebagai [[sikap]] dan [[imajinasi]] yang terlibat dalam referensi dari reaksi diri kepada orang lain.<ref>Florian Thurner. [https://madoc.bib.uni-mannheim.de/46239 Social projection vs. self-stereotyping : the role of socio-cognitive mindsets in the activation of cognitive inferential processes]. University of Mannheim. 2018.</ref> Sejak itu, penelitian tentang proyeksi sosial menekankan pada efek [[konsensus]] palsu, menunjukkan bahwa individu yang memiliki karakteristik tertentu, biasanya menilai prevalensinya dalam populasi yang lebih tinggi daripada individu yang tidak memiliki karakteristik tersebut.<ref>B. Mullen. [https://doi.org/10.1177/0146167289151008 Availability and Social Projection]. ''Personality and Social Psychology Bulletin''. 1989. Vol. 15 (1). hlm. 84–90.</ref><ref>L. Ross. [https://doi.org/10.1016/0022-1031(77)90049-X The “false consensus effect”: An egocentric bias in social perception and attribution processes]. ''Journal of Experimental Social Psychology''. 1977. Vol. 13 (3). hlm. 279-301.</ref> Konstruk sosial-[[psikologis]] dari proyeksi sosial saat ini didefinisikan sebagai kecenderungan untuk memperkirakan karakter, pemikiran, dan [[perilaku]] orang lain agar serupa dengan milik sendiri. Orang-orang lebih mungkin memproyeksikan sifat dan [[sikap]] pribadi kepada orang lain dibandingkan mengintrojeksi sifat atau sikap orang lain kepada dirinya.<ref>J. I. Krueger. [http://files.clps.brown.edu/jkrueger/journal_articles/krueger-2002c-onreduction.pdf On the reduction of self-other asymmetries: Benefits, pitfalls, and other correlates of social projection]. ''Psychologica Belgica''. 2002. Vol. 42 (1/2). hlm. 23-42.</ref> Proyeksi informasi tentang diri seseorang ke orang lain dapat digunakan sebagai pedoman untuk membuat penilaian tentang orang lain atau kelompok.<ref>Florian Thurner. [https://madoc.bib.uni-mannheim.de/46239 Social projection vs. self-stereotyping : the role of socio-cognitive mindsets in the activation of cognitive inferential processes]. University of Mannheim. 2018.</ref> | ||
== Bukti penelitian == | == Bukti penelitian == | ||
Proyeksi sosial bekerja sejauh individu kekurangan [[informasi]] tentang pilihan orang lain. Sebagai contoh, agar [[kerja sama]] dapat meningkat, orang bisa dibuat lebih bodoh. Strategi seperti itu menimbulkan kekhawatiran [[politik]] dan [[etika]]. Untuk menghindari penghapusan atau penahanan informasi, seseorang dapat mengambil keuntungan dari [[kategorisasi]] sosial, mengetahui bahwa proyeksi sosial paling kuat ketika orang melihat diri mereka sendiri dan orang lain sebagai anggota dari kelompok yang sama. Kemampuan untuk melihat [[kemanusiaan]] yang sama dalam diri orang lain mungkin bukan hanya tanda [[kebijaksanaan]] tetapi juga tanda rasionalitas. Proyeksi sosial memungkinkan orang untuk membentuk ekspektasi [[rasional]] tentang hal yang akan dilakukan orang lain dan bertindak sesuai dengan hal itu. Teori proyeksi sosial dapat digeneralisasikan. Logikanya berlaku dalam berbagai [[permainan]] eksperimental dan [[dilema]] sosial, seperti [[dilema tahanan]]. Di sisi lain, teori ini tidak berlaku untuk permainan yang pemainnya bergerak secara berurutan atau hadiahnya tidak seimbang. Teori proyeksi sosial tidak dapat membantu menjelaskan bagaimana orang menemukan cara untuk melakukan kebalikan dari apa yang dilakukan pemain lain, misalnya dalam permainan mencocokkan [[uang]]. | Proyeksi sosial bekerja sejauh individu kekurangan [[informasi]] tentang pilihan orang lain. Sebagai contoh, agar [[kerja sama]] dapat meningkat, orang bisa dibuat lebih bodoh. Strategi seperti itu menimbulkan kekhawatiran [[politik]] dan [[etika]].<ref>J. I. Krueger. [https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/0963721413481352 Social Projection as a Source of Cooperation]. ''Current Directions in Psychological Science''. 2013. Vol. 22 (4). hlm. 289–294. doi:10.1177/0963721413481352.</ref> Untuk menghindari penghapusan atau penahanan informasi, seseorang dapat mengambil keuntungan dari [[kategorisasi]] sosial, mengetahui bahwa proyeksi sosial paling kuat ketika orang melihat diri mereka sendiri dan orang lain sebagai anggota dari kelompok yang sama.<ref>Jordan M. Robbins. [http://dx.doi.org/10.1207/s15327957pspr0901_3 Social Projection to Ingroups and Outgroups: A Review and Meta-Analysis]. ''Personality and Social Psychology Review''. 2005. Vol. 9 (1). hlm. 32–47. doi:10.1207/s15327957pspr0901_3.</ref> Kemampuan untuk melihat [[kemanusiaan]] yang sama dalam diri orang lain mungkin bukan hanya tanda [[kebijaksanaan]] tetapi juga tanda rasionalitas. Proyeksi sosial memungkinkan orang untuk membentuk ekspektasi [[rasional]] tentang hal yang akan dilakukan orang lain dan bertindak sesuai dengan hal itu. Teori proyeksi sosial dapat digeneralisasikan. Logikanya berlaku dalam berbagai [[permainan]] eksperimental dan [[dilema]] sosial, seperti [[dilema tahanan]]. Di sisi lain, teori ini tidak berlaku untuk permainan yang pemainnya bergerak secara berurutan atau hadiahnya tidak seimbang. Teori proyeksi sosial tidak dapat membantu menjelaskan bagaimana orang menemukan cara untuk melakukan kebalikan dari apa yang dilakukan pemain lain, misalnya dalam permainan mencocokkan [[uang]].<ref>J. I. Krueger. [https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/0963721413481352 Social Projection as a Source of Cooperation]. ''Current Directions in Psychological Science''. 2013. Vol. 22 (4). hlm. 289–294. doi:10.1177/0963721413481352.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proyeksi+sosial&oldid=22712103 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22712103 (2023-01-22T09:58:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proyeksi+sosial&oldid=22712103 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22712103 (2023-01-22T09:58:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 14.09
Proyeksi sosial adalah kecenderungan dalam mengharapkan persamaan antara diri dengan orang lain.[1] Proyeksi sosial dapat juga didefinisikan sebagai proses ketika seseorang menjadi percaya bahwa orang lain serupa dengannya. Definisi ini melampaui pandangan lama bahwa proyeksi dapat didefinisikan dalam hal hasilnya, yaitu korelasi positif antara penilaian tentang diri dengan penilaian tentang orang lain.[2] Dengan menggunakan preferensi sendiri sebagai data, seseorang dapat membuat prediksi cepat tentang hal yang mungkin dilakukan oleh orang lain.[3]
Sejarah
Istilah proyeksi sosial dicetuskan pertama kali pada tahun 1924 oleh Floyd Henry Allport. Allport menggambarkan proyeksi sosial sebagai sikap dan imajinasi yang terlibat dalam referensi dari reaksi diri kepada orang lain.[4] Sejak itu, penelitian tentang proyeksi sosial menekankan pada efek konsensus palsu, menunjukkan bahwa individu yang memiliki karakteristik tertentu, biasanya menilai prevalensinya dalam populasi yang lebih tinggi daripada individu yang tidak memiliki karakteristik tersebut.[5][6] Konstruk sosial-psikologis dari proyeksi sosial saat ini didefinisikan sebagai kecenderungan untuk memperkirakan karakter, pemikiran, dan perilaku orang lain agar serupa dengan milik sendiri. Orang-orang lebih mungkin memproyeksikan sifat dan sikap pribadi kepada orang lain dibandingkan mengintrojeksi sifat atau sikap orang lain kepada dirinya.[7] Proyeksi informasi tentang diri seseorang ke orang lain dapat digunakan sebagai pedoman untuk membuat penilaian tentang orang lain atau kelompok.[8]
Bukti penelitian
Proyeksi sosial bekerja sejauh individu kekurangan informasi tentang pilihan orang lain. Sebagai contoh, agar kerja sama dapat meningkat, orang bisa dibuat lebih bodoh. Strategi seperti itu menimbulkan kekhawatiran politik dan etika.[9] Untuk menghindari penghapusan atau penahanan informasi, seseorang dapat mengambil keuntungan dari kategorisasi sosial, mengetahui bahwa proyeksi sosial paling kuat ketika orang melihat diri mereka sendiri dan orang lain sebagai anggota dari kelompok yang sama.[10] Kemampuan untuk melihat kemanusiaan yang sama dalam diri orang lain mungkin bukan hanya tanda kebijaksanaan tetapi juga tanda rasionalitas. Proyeksi sosial memungkinkan orang untuk membentuk ekspektasi rasional tentang hal yang akan dilakukan orang lain dan bertindak sesuai dengan hal itu. Teori proyeksi sosial dapat digeneralisasikan. Logikanya berlaku dalam berbagai permainan eksperimental dan dilema sosial, seperti dilema tahanan. Di sisi lain, teori ini tidak berlaku untuk permainan yang pemainnya bergerak secara berurutan atau hadiahnya tidak seimbang. Teori proyeksi sosial tidak dapat membantu menjelaskan bagaimana orang menemukan cara untuk melakukan kebalikan dari apa yang dilakukan pemain lain, misalnya dalam permainan mencocokkan uang.[11]
Referensi
- ↑ Jordan M. Robbins. Social Projection to Ingroups and Outgroups: A Review and Meta-Analysis. Personality and Social Psychology Review. 2005. Vol. 9 (1). hlm. 32–47. doi:10.1207/s15327957pspr0901_3.
- ↑ Joachim I. Krueger. From social projection to social behaviour. European Review of Social Psychology. 2007. Vol. 18 (1). hlm. 1–35. doi:10.1080/10463280701284645.
- ↑ Jordan M. Robbins. Social Projection to Ingroups and Outgroups: A Review and Meta-Analysis. Personality and Social Psychology Review. 2005. Vol. 9 (1). hlm. 32–47. doi:10.1207/s15327957pspr0901_3.
- ↑ Florian Thurner. Social projection vs. self-stereotyping : the role of socio-cognitive mindsets in the activation of cognitive inferential processes. University of Mannheim. 2018.
- ↑ B. Mullen. Availability and Social Projection. Personality and Social Psychology Bulletin. 1989. Vol. 15 (1). hlm. 84–90.
- ↑ L. Ross. The “false consensus effect”: An egocentric bias in social perception and attribution processes. Journal of Experimental Social Psychology. 1977. Vol. 13 (3). hlm. 279-301.
- ↑ J. I. Krueger. On the reduction of self-other asymmetries: Benefits, pitfalls, and other correlates of social projection. Psychologica Belgica. 2002. Vol. 42 (1/2). hlm. 23-42.
- ↑ Florian Thurner. Social projection vs. self-stereotyping : the role of socio-cognitive mindsets in the activation of cognitive inferential processes. University of Mannheim. 2018.
- ↑ J. I. Krueger. Social Projection as a Source of Cooperation. Current Directions in Psychological Science. 2013. Vol. 22 (4). hlm. 289–294. doi:10.1177/0963721413481352.
- ↑ Jordan M. Robbins. Social Projection to Ingroups and Outgroups: A Review and Meta-Analysis. Personality and Social Psychology Review. 2005. Vol. 9 (1). hlm. 32–47. doi:10.1207/s15327957pspr0901_3.
- ↑ J. I. Krueger. Social Projection as a Source of Cooperation. Current Directions in Psychological Science. 2013. Vol. 22 (4). hlm. 289–294. doi:10.1177/0963721413481352.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22712103 (2023-01-22T09:58:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.