Lompat ke isi

Suksinilkolina: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29037342; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''suksinilkolina''', juga dikenal sebagai '''suksametonium''' atau '''suksametonium klorida''', atau ditulis '''sux''' dalam singkatan medis, adalah obat yang digunakan untuk menyebabkan [[kelumpuhan]] jangka pendek sebagai bagian dari [[anestesi umum]]. Hal ini dilakukan untuk membantu [[intubasi endotrakeal]] atau terapi elektrokonvulsif. Obat ini diberikan melalui suntikan, baik ke dalam vena atau otot. Ketika digunakan dalam vena, onset aksi umumnya dalam waktu satu menit dan efeknya bertahan hingga 10 menit.
[[File:Suxamethonium_chloride_ball-and-stick.png|thumb|right|280px|Suxamethonium chloride ball-and-stick]]


Efek samping yang umum termasuk [[tekanan darah rendah]], peningkatan produksi [[air liur]], [[mialgia|nyeri otot]], dan ruam. Efek samping yang serius termasuk [[hipertermia]] ganas, [[hiperkalemia]], dan reaksi alergi. Obat ini tidak direkomendasikan pada orang yang berisiko [[hiperkalemia|kalium darah tinggi]] atau memiliki riwayat [[miopati]]. Penggunaan selama kehamilan tampaknya aman untuk bayi.
'''suksinilkolina''', juga dikenal sebagai '''suksametonium''' atau '''suksametonium klorida''', atau ditulis '''sux''' dalam singkatan medis,<ref>''Clinical implications of new neuromuscular concepts and agents: so long, neostigmine! So long, sux!''. ''Journal of Critical Care''. March 2009. Vol. 24 (1). hlm. 43–49. doi:10.1016/j.jcrc.2008.08.009.</ref> adalah obat yang digunakan untuk menyebabkan [[kelumpuhan]] jangka pendek sebagai bagian dari [[anestesi umum]]. Hal ini dilakukan untuk membantu [[intubasi endotrakeal]] atau terapi elektrokonvulsif.<ref>[https://archive.org/details/whomodelformular00unse WHO Model Formulary 2008]. World Health Organization. 2009. hlm. [https://archive.org/details/whomodelformular00unse/page/n437 426]–8. ISBN 9789241547659.</ref> Obat ini diberikan melalui suntikan, baik ke dalam vena atau otot. Ketika digunakan dalam vena, onset aksi umumnya dalam waktu satu menit dan efeknya bertahan hingga 10 menit.<ref>[https://www.drugs.com/monograph/succinylcholine-chloride.html Succinylcholine Chloride]. The American Society of Health-System Pharmacists.</ref>


Suksametonium termasuk dalam kelompok obat penghambat neuromuskular, dan termasuk jenis depolarisasi. Obat ini bekerja dengan cara menghalangi aksi [[asetilkolina]] pada [[otot lurik]].
Efek samping yang umum termasuk [[tekanan darah rendah]], peningkatan produksi [[air liur]], [[mialgia|nyeri otot]], dan ruam.<ref>[https://www.drugs.com/monograph/succinylcholine-chloride.html Succinylcholine Chloride]. The American Society of Health-System Pharmacists.</ref> Efek samping yang serius termasuk [[hipertermia]] ganas, [[hiperkalemia]], dan reaksi alergi.<ref>[https://www.medicines.org.uk/emc/medicine/704 Anectine Injection - Summary of Product Characteristics (SPC) - (eMC)]. ''www.medicines.org.uk''. 12 January 2016.</ref><ref>[https://www.fda.gov/news-events/press-announcements/coronavirus-covid-19-update-december-22-2020 Coronavirus (COVID-19) Update: December 22, 2020]. ''U.S. Food and Drug Administration''. 22 December 2020.</ref> Obat ini tidak direkomendasikan pada orang yang berisiko [[hiperkalemia|kalium darah tinggi]] atau memiliki riwayat [[miopati]].<ref>[https://archive.org/details/whomodelformular00unse WHO Model Formulary 2008]. World Health Organization. 2009. hlm. [https://archive.org/details/whomodelformular00unse/page/n437 426]–8. ISBN 9789241547659.</ref> Penggunaan selama kehamilan tampaknya aman untuk bayi.<ref>[https://www.tga.gov.au/prescribing-medicines-pregnancy-database Prescribing medicines in pregnancy database]. ''Therapeutic Goods Administration (TGA)''. 16 December 2016.</ref>


Suksametonium pertama kali dideskripsikan pada tahun 1906 dan mulai digunakan dalam dunia medis pada tahun 1951. Obat ini tercantum dalam [[Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia]]. Suksametonium tersedia sebagai [[obat generik]].
Suksametonium termasuk dalam kelompok obat penghambat neuromuskular, dan termasuk jenis depolarisasi. Obat ini bekerja dengan cara menghalangi aksi [[asetilkolina]] pada [[otot lurik]].<ref>[https://www.drugs.com/monograph/succinylcholine-chloride.html Succinylcholine Chloride]. The American Society of Health-System Pharmacists.</ref>
 
Suksametonium pertama kali dideskripsikan pada tahun 1906 dan mulai digunakan dalam dunia medis pada tahun 1951.<ref>''Clinical implications of new neuromuscular concepts and agents: so long, neostigmine! So long, sux!''. ''Journal of Critical Care''. March 2009. Vol. 24 (1). hlm. 43–49. doi:10.1016/j.jcrc.2008.08.009.</ref> Obat ini tercantum dalam [[Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia]].<ref>''World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019''. World Health Organization. 2019.</ref> Suksametonium tersedia sebagai [[obat generik]].<ref>[https://www.drugs.com/monograph/succinylcholine-chloride.html Succinylcholine Chloride]. The American Society of Health-System Pharmacists.</ref>


==Sejarah==
==Sejarah==
Suksametonium pertama kali ditemukan pada tahun 1906 oleh Reid Hunt dan René de M. Taveau. Ketika mempelajari obat tersebut, hewan diberi ''curare'' sehingga mereka tidak merasakan khasiat penghambatan neuromuskular dari suksametonium. Sebaliknya, pada tahun 1949, sebuah kelompok Italia yang dipimpin oleh [[Daniel Bovet]] adalah yang pertama kali mendeskripsikan kelumpuhan yang disebabkan oleh suksinilkolin. Pengenalan klinis suksametonium dideskripsikan pada tahun 1951 oleh beberapa kelompok. Makalah yang diterbitkan oleh Stephen Thesleff dan Otto von Dardel di Swedia penting; tetapi yang juga perlu disebutkan adalah karya Bruck, Mayrhofer, dan Hassfurther di Austria; Scurr dan Bourne di Britania Raya; dan Foldes di Amerika.
Suksametonium pertama kali ditemukan pada tahun 1906 oleh Reid Hunt dan René de M. Taveau. Ketika mempelajari obat tersebut, hewan diberi ''curare'' sehingga mereka tidak merasakan khasiat penghambatan neuromuskular dari suksametonium. Sebaliknya, pada tahun 1949, sebuah kelompok Italia yang dipimpin oleh [[Daniel Bovet]] adalah yang pertama kali mendeskripsikan kelumpuhan yang disebabkan oleh suksinilkolin. Pengenalan klinis suksametonium dideskripsikan pada tahun 1951 oleh beberapa kelompok. Makalah yang diterbitkan oleh Stephen Thesleff dan Otto von Dardel di Swedia penting; tetapi yang juga perlu disebutkan adalah karya Bruck, Mayrhofer, dan Hassfurther di Austria; Scurr dan Bourne di Britania Raya; dan Foldes di Amerika.<ref>''Suxamethonium-the development of a modern drug from 1906 to the present day''. ''Medical History''. April 1982. Vol. 26 (2). hlm. 145–168. doi:10.1017/S0025727300041132.</ref>


==Kegunaan medis==
==Kegunaan medis==
Selain anestesi umum, injeksi suksinilkolin klorida diindikasikan untuk memfasilitasi intubasi trakea dan memberikan relaksasi otot rangka selama pembedahan atau ventilasi mekanis.<ref>[https://www.fda.gov/news-events/press-announcements/coronavirus-covid-19-update-december-22-2020 Coronavirus (COVID-19) Update: December 22, 2020]. ''U.S. Food and Drug Administration''. 22 December 2020.</ref>


Selain anestesi umum, injeksi suksinilkolin klorida diindikasikan untuk memfasilitasi intubasi trakea dan memberikan relaksasi otot rangka selama pembedahan atau ventilasi mekanis.
Kegunaan medisnya terbatas pada relaksasi otot jangka pendek dalam [[pembiusan|anestesi]] dan perawatan intensif, biasanya untuk memfasilitasi [[intubasi endotrakeal]]. Obat ini populer dalam pengobatan darurat karena onsetnya yang cepat dan durasi kerjanya yang singkat. Yang pertama merupakan poin pertimbangan utama dalam konteks perawatan trauma, di mana intubasi endotrakeal mungkin perlu diselesaikan dengan sangat cepat. Yang terakhir berarti bahwa, jika upaya [[intubasi]] endotrakeal gagal dan penderita tidak dapat diberi [[ventilator|ventilasi]], ada prospek pemulihan neuromuskular dan timbulnya pernapasan spontan sebelum [[hipoksemia|kadar oksigen darah rendah]] terjadi. Obat ini mungkin lebih baik daripada [[rokuronium bromida]] pada orang tanpa kontraindikasi karena onset kerjanya yang lebih cepat dan durasi kerjanya yang lebih pendek.<ref>''Rocuronium versus succinylcholine for rapid sequence induction intubation''. ''The Cochrane Database of Systematic Reviews''. October 2015. Vol. 2015 (10). hlm. CD002788. doi:10.1002/14651858.CD002788.pub3.</ref>


Kegunaan medisnya terbatas pada relaksasi otot jangka pendek dalam [[pembiusan|anestesi]] dan perawatan intensif, biasanya untuk memfasilitasi [[intubasi endotrakeal]]. Obat ini populer dalam pengobatan darurat karena onsetnya yang cepat dan durasi kerjanya yang singkat. Yang pertama merupakan poin pertimbangan utama dalam konteks perawatan trauma, di mana intubasi endotrakeal mungkin perlu diselesaikan dengan sangat cepat. Yang terakhir berarti bahwa, jika upaya [[intubasi]] endotrakeal gagal dan penderita tidak dapat diberi [[ventilator|ventilasi]], ada prospek pemulihan neuromuskular dan timbulnya pernapasan spontan sebelum [[hipoksemia|kadar oksigen darah rendah]] terjadi. Obat ini mungkin lebih baik daripada [[rokuronium bromida]] pada orang tanpa kontraindikasi karena onset kerjanya yang lebih cepat dan durasi kerjanya yang lebih pendek.
Suksametonium juga umumnya digunakan sebagai satu-satunya relaksan otot selama [[terapi elektrokonvulsif]], disukai karena durasi kerjanya yang singkat.<ref>''Goodbye suxamethonium!''. ''Anaesthesia''. March 2009. Vol. 64 (Suppl 1). hlm. 73–81. doi:10.1111/j.1365-2044.2008.05873.x.</ref>


Suksametonium juga umumnya digunakan sebagai satu-satunya relaksan otot selama [[terapi elektrokonvulsif]], disukai karena durasi kerjanya yang singkat.
Suksametonium cepat terdegradasi oleh plasma butirilkolinesterase dan durasi efeknya biasanya berkisar beberapa menit. Ketika kadar plasma butirilkolinesterase sangat berkurang atau bentuk atipikal muncul (kelainan bawaan yang tidak berbahaya), kelumpuhan dapat berlangsung lebih lama, seperti halnya pada gagal hati atau pada neonatus.<ref>[https://books.google.com/books?id=6Go5RQAACAAJ Rang and Dale's Pharmacology]. Elsevier Science Health Science Division. 25 March 2011. ISBN 978-0-7020-3471-8.</ref>


Suksametonium cepat terdegradasi oleh plasma butirilkolinesterase dan durasi efeknya biasanya berkisar beberapa menit. Ketika kadar plasma butirilkolinesterase sangat berkurang atau bentuk atipikal muncul (kelainan bawaan yang tidak berbahaya), kelumpuhan dapat berlangsung lebih lama, seperti halnya pada gagal hati atau pada neonatus.
Vial biasanya disimpan pada suhu antara 2–8&nbsp;°C, tetapi masalah telah dilaporkan pada suhu penyimpanan yang lebih rendah.<ref>''Frozen succinylcholine: the danger of being overzealous with its cold storage''. ''Br J Anaesth''. February 2016. Vol. 116 (2). hlm. 299–300. doi:10.1093/bja/aev465.</ref> Vial multidosis stabil hingga 14 hari pada suhu kamar tanpa kehilangan potensi yang signifikan.<ref>[https://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/drugInfo.cfm?setid=fb08161e-7711-406d-e7b3-ea4515c07983 Quelicin- succinylcholine chloride injection, solution]. ''DailyMed''. U.S. National Library of Medicine. 15 February 2019.</ref> Kecuali dinyatakan lain dalam informasi resep, suhu kamar untuk penyimpanan obat adalah 15–25&nbsp;°C (59–77&nbsp;°F).<ref>[https://apps.who.int/medicinedocs/en/d/Js4885e/6.5.html Guidelines for the Storage of Essential Medicines and Other Health Commodities: 3. Maintaining the Quality of Your Products: Controlling temperature]. World Health Organization.</ref>
 
Vial biasanya disimpan pada suhu antara 2–8&nbsp;°C, tetapi masalah telah dilaporkan pada suhu penyimpanan yang lebih rendah. Vial multidosis stabil hingga 14 hari pada suhu kamar tanpa kehilangan potensi yang signifikan. Kecuali dinyatakan lain dalam informasi resep, suhu kamar untuk penyimpanan obat adalah 15–25&nbsp;°C (59–77&nbsp;°F).


==Efek samping==
==Efek samping==
[[Efek samping]]nya meliputi [[hipertermia]] maligna, nyeri otot, [[rabdomiolisis]] akut dengan [[hiperkalemia|kadar kalium darah tinggi]], [[hipertensi okular]] sementara, [[sembelit|konstipasi]] serta perubahan irama jantung termasuk [[bradikardia|denyut jantung lambat]] dan [[henti jantung]]. Pada orang dengan penyakit neuromuskular atau [[luka bakar]], suntikan suksametonium dapat menyebabkan pelepasan kalium dalam jumlah besar dari [[otot lurik]], yang berpotensi mengakibatkan henti jantung. Kondisi yang rentan terhadap kalium darah tinggi akibat suksametonium adalah luka bakar, cedera kepala tertutup, [[asidosis]], [[sindrom Guillain–Barré]], strok serebral, [[tenggelam]], sepsis intra-abdomen berat, trauma masif, miopati, dan [[tetanus]].
[[Efek samping]]nya meliputi [[hipertermia]] maligna, nyeri otot, [[rabdomiolisis]] akut dengan [[hiperkalemia|kadar kalium darah tinggi]],<ref>[https://books.google.com/books?id=6Go5RQAACAAJ Rang and Dale's Pharmacology]. Elsevier Science Health Science Division. 25 March 2011. ISBN 978-0-7020-3471-8.</ref> [[hipertensi okular]] sementara, [[sembelit|konstipasi]]<ref>''Matzke Pharmacotherapy: A Pathophysiologicḣ Approach''. McGraw-Hill. 2005. hlm. 685.</ref> serta perubahan irama jantung termasuk [[bradikardia|denyut jantung lambat]] dan [[henti jantung]]. Pada orang dengan penyakit neuromuskular atau [[luka bakar]], suntikan suksametonium dapat menyebabkan pelepasan kalium dalam jumlah besar dari [[otot lurik]], yang berpotensi mengakibatkan henti jantung. Kondisi yang rentan terhadap kalium darah tinggi akibat suksametonium adalah luka bakar, cedera kepala tertutup, [[asidosis]], [[sindrom Guillain–Barré]], strok serebral, [[tenggelam]], sepsis intra-abdomen berat, trauma masif, miopati, dan [[tetanus]].
===Hiperkalemia===
===Hiperkalemia===
Efek samping [[hiperkalemia|kalium darah tinggi]] dapat terjadi karena reseptor [[asetilkolina]] terbuka, yang memungkinkan aliran ion [[kalium]] terus menerus ke dalam cairan ekstraseluler. Peningkatan konsentrasi serum ion kalium yang khas pada pemberian suksametonium adalah 0,5&nbsp;mmol per liter. Peningkatan ini bersifat sementara pada pasien yang sehat. Kisaran normal kalium adalah 3,5 hingga 5 mEq per liter. Kalium darah tinggi umumnya tidak mengakibatkan efek samping di bawah konsentrasi 6,5 hingga 7 mEq per liter. Oleh karena itu, peningkatan kadar kalium serum biasanya tidak bersifat bencana pada pasien yang sehat. Kadar kalium darah yang sangat tinggi dapat menyebabkan perubahan elektrofisiologi jantung, yang jika parah dapat mengakibatkan [[aritmia]] atau bahkan henti jantung.
Efek samping [[hiperkalemia|kalium darah tinggi]] dapat terjadi karena reseptor [[asetilkolina]] terbuka, yang memungkinkan aliran ion [[kalium]] terus menerus ke dalam cairan ekstraseluler. Peningkatan konsentrasi serum ion kalium yang khas pada pemberian suksametonium adalah 0,5&nbsp;mmol per liter. Peningkatan ini bersifat sementara pada pasien yang sehat. Kisaran normal kalium adalah 3,5 hingga 5 mEq per liter. Kalium darah tinggi umumnya tidak mengakibatkan efek samping di bawah konsentrasi 6,5 hingga 7 mEq per liter. Oleh karena itu, peningkatan kadar kalium serum biasanya tidak bersifat bencana pada pasien yang sehat. Kadar kalium darah yang sangat tinggi dapat menyebabkan perubahan elektrofisiologi jantung, yang jika parah dapat mengakibatkan [[aritmia]] atau bahkan henti jantung.<ref>[https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499984/ Succinylcholine Chloride]. StatPearls. 2022.</ref><ref>[https://archive.org/details/sim_anesthesiology_2006-01_104_1/page/158 Succinylcholine-induced hyperkalemia in acquired pathologic states: etiologic factors and molecular mechanisms]. ''Anesthesiology''. January 2006. Vol. 104 (1). hlm. 158–169. doi:10.1097/00000542-200601000-00022.</ref>


===Apnea===
===Apnea===
Durasi kerja suksametonium yang singkat disebabkan oleh metabolisme obat yang cepat oleh kolinesterase plasma nonspesifik. Namun, aktivitas kolinesterase plasma berkurang pada beberapa orang karena variasi genetik atau kondisi yang didapat, yang mengakibatkan durasi blok neuromuskular yang lebih lama. Secara genetik, sembilan puluh enam persen populasi memiliki genotipe (Eu:Eu) dan durasi blok yang normal, tetapi beberapa orang memiliki gen atipikal (Ea, Es, Ef) yang dapat ditemukan dalam berbagai kombinasi dengan gen Eu, atau gen atipikal lainnya (lihat Defisiensi pseudokolinesterase). Gen tersebut akan mengakibatkan durasi kerja obat yang lebih lama, mulai dari 20 menit hingga beberapa jam. Faktor yang didapat, yang memengaruhi aktivitas kolinesterase plasma meliputi kehamilan, penyakit hati, gagal ginjal, [[gagal jantung]], [[hipertiroidisme|tirotoksikosis]], dan [[kanker]].
Durasi kerja suksametonium yang singkat disebabkan oleh metabolisme obat yang cepat oleh kolinesterase plasma nonspesifik. Namun, aktivitas kolinesterase plasma berkurang pada beberapa orang karena variasi genetik atau kondisi yang didapat, yang mengakibatkan durasi blok neuromuskular yang lebih lama. Secara genetik, sembilan puluh enam persen populasi memiliki genotipe (Eu:Eu) dan durasi blok yang normal, tetapi beberapa orang memiliki gen atipikal (Ea, Es, Ef) yang dapat ditemukan dalam berbagai kombinasi dengan gen Eu, atau gen atipikal lainnya (lihat Defisiensi pseudokolinesterase). Gen tersebut akan mengakibatkan durasi kerja obat yang lebih lama, mulai dari 20 menit hingga beberapa jam. Faktor yang didapat, yang memengaruhi aktivitas kolinesterase plasma meliputi kehamilan, penyakit hati, gagal ginjal, [[gagal jantung]], [[hipertiroidisme|tirotoksikosis]], dan [[kanker]].<ref>''Pharmacology for Anaesthesia and Intensive Care''. Greenwich Medical Media Limited. 2003. ISBN 1-84110-166-4.</ref>


Induksi apnea sadar yang disengaja menggunakan obat ini menyebabkan penggunaannya sebagai bentuk terapi aversi pada tahun 1960-an dan 1970-an di beberapa penjara dan tempat-tempat institusional.
Induksi apnea sadar yang disengaja menggunakan obat ini menyebabkan penggunaannya sebagai bentuk terapi aversi pada tahun 1960-an dan 1970-an di beberapa penjara dan tempat-tempat institusional.<ref>''Succinylcholine as a modifier of acting-out behavior''. ''Clinical Medicine''. 1970. Vol. 77 (7). hlm. 28.</ref><ref>[https://news.google.com/newspapers?nid=1755&dat=19720408&id=rLkqAAAAIBAJ&pg=7180%2C2668925 A Bit of 'Clockwork Orange,' California-Style]. ''Washington Post''. 5 April 1972.</ref><ref>[https://archive.org/details/punishmentcureho0000sans_b2u8 The Punishment Cure]. Mason/Charter. 1975. ISBN 0-88405-118-8.</ref>


==Kimia==
==Kimia==
Suksametonium adalah zat [[kristal]] putih yang tidak berbau. Larutan berairnya memiliki [[pH]] sekitar 4. Di[[hidrat]]nya meleleh pada suhu 160&nbsp;°C, sedangkan [[anhidrat]]nya meleleh pada suhu 190&nbsp;°C. Suksametonium sangat larut dalam air (1 gram dalam sekitar 1 mL), larut dalam [[etil alkohol]] (1 gram dalam sekitar 350 mL), sedikit larut dalam [[kloroform]], dan tidak larut dalam [[eter]]. Suksametonium adalah senyawa [[higroskopi]]s. Senyawa ini terdiri dari dua molekul [[asetilkolina]] yang dihubungkan oleh [[gugus asetil]]nya. Suksametonium juga dapat dilihat sebagai bagian tengah asam suksinat dengan dua bagian [[kolina]], satu di setiap ujungnya.
Suksametonium adalah zat [[kristal]] putih yang tidak berbau. Larutan berairnya memiliki [[pH]] sekitar 4. Di[[hidrat]]nya meleleh pada suhu 160&nbsp;°C, sedangkan [[anhidrat]]nya meleleh pada suhu 190&nbsp;°C. Suksametonium sangat larut dalam air (1 gram dalam sekitar 1 mL), larut dalam [[etil alkohol]] (1 gram dalam sekitar 350 mL), sedikit larut dalam [[kloroform]], dan tidak larut dalam [[eter]]. Suksametonium adalah senyawa [[higroskopi]]s.<ref>''The Science and Practice of Pharmacy''. Lippincott Williams & Wilkins. 2000. hlm. 1336.</ref> Senyawa ini terdiri dari dua molekul [[asetilkolina]] yang dihubungkan oleh [[gugus asetil]]nya. Suksametonium juga dapat dilihat sebagai bagian tengah asam suksinat dengan dua bagian [[kolina]], satu di setiap ujungnya.


==Penyalahgunaan==
==Penyalahgunaan==
Pihak berwenang Dubai menyatakan bahwa pembunuhan Mahmoud Al-Mabhouh, seorang anggota Hamas, dilakukan di wilayah mereka oleh agen Mossad dengan menggunakan suntikan suksametonium klorida. Memasuki Dubai dengan paspor palsu pada tahun 2010, agen Mossad menemukan al-Mabhouh di sebuah hotel, melumpuhkannya dengan obat bius, menyetrumnya, dan mencekiknya dengan bantal. Konsentrasi tinggi suksametonium klorida ditemukan di tubuh al-Mabhouh setelah kematian. Insiden tersebut memicu krisis diplomatik yang signifikan di Timur Tengah, Eropa, dan Australia.
Pihak berwenang Dubai menyatakan bahwa pembunuhan Mahmoud Al-Mabhouh, seorang anggota Hamas, dilakukan di wilayah mereka oleh agen Mossad dengan menggunakan suntikan suksametonium klorida. Memasuki Dubai dengan paspor palsu pada tahun 2010, agen Mossad menemukan al-Mabhouh di sebuah hotel, melumpuhkannya dengan obat bius, menyetrumnya, dan mencekiknya dengan bantal. Konsentrasi tinggi suksametonium klorida ditemukan di tubuh al-Mabhouh setelah kematian. Insiden tersebut memicu krisis diplomatik yang signifikan di Timur Tengah, Eropa, dan Australia.<ref>[https://abcnews.go.com/Blotter/dubai-hit-police-mahmoud-al-mabhouh-killed/story?id=9973592 Dubai Hit: Police Say They Know How Mahmoud al-Mabhouh Was Killed]. ABC News.</ref><ref>[https://www.medgadget.com/2010/03/succinylcholine_a_perfect_poison_makes_appearance_in_the_dubai_murder.html Succinylcholine, A Perfect Poison, Makes Appearance in the Dubai Killing]. ''Medgadget''. 8 March 2010.</ref>


==Merek==
==Merek==
Obat ini tersedia di negara-negara berbahasa Jerman dengan nama dagang Lysthenon.
Obat ini tersedia di negara-negara berbahasa Jerman dengan nama dagang Lysthenon.<ref>[https://compendium.ch/prod/pnr/29200/de?Platform=Desktop Compendium.ch: LYSTHENON 2% Inj Lös 100 mg/5ml]</ref>


==Referensi==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suksinilkolina&oldid=29037342 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29037342 (2026-03-14T19:45:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suksinilkolina&oldid=29037342 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29037342 (2026-03-14T19:45:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 03.57

Suxamethonium chloride ball-and-stick

suksinilkolina, juga dikenal sebagai suksametonium atau suksametonium klorida, atau ditulis sux dalam singkatan medis,[1] adalah obat yang digunakan untuk menyebabkan kelumpuhan jangka pendek sebagai bagian dari anestesi umum. Hal ini dilakukan untuk membantu intubasi endotrakeal atau terapi elektrokonvulsif.[2] Obat ini diberikan melalui suntikan, baik ke dalam vena atau otot. Ketika digunakan dalam vena, onset aksi umumnya dalam waktu satu menit dan efeknya bertahan hingga 10 menit.[3]

Efek samping yang umum termasuk tekanan darah rendah, peningkatan produksi air liur, nyeri otot, dan ruam.[4] Efek samping yang serius termasuk hipertermia ganas, hiperkalemia, dan reaksi alergi.[5][6] Obat ini tidak direkomendasikan pada orang yang berisiko kalium darah tinggi atau memiliki riwayat miopati.[7] Penggunaan selama kehamilan tampaknya aman untuk bayi.[8]

Suksametonium termasuk dalam kelompok obat penghambat neuromuskular, dan termasuk jenis depolarisasi. Obat ini bekerja dengan cara menghalangi aksi asetilkolina pada otot lurik.[9]

Suksametonium pertama kali dideskripsikan pada tahun 1906 dan mulai digunakan dalam dunia medis pada tahun 1951.[10] Obat ini tercantum dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[11] Suksametonium tersedia sebagai obat generik.[12]

Sejarah

Suksametonium pertama kali ditemukan pada tahun 1906 oleh Reid Hunt dan René de M. Taveau. Ketika mempelajari obat tersebut, hewan diberi curare sehingga mereka tidak merasakan khasiat penghambatan neuromuskular dari suksametonium. Sebaliknya, pada tahun 1949, sebuah kelompok Italia yang dipimpin oleh Daniel Bovet adalah yang pertama kali mendeskripsikan kelumpuhan yang disebabkan oleh suksinilkolin. Pengenalan klinis suksametonium dideskripsikan pada tahun 1951 oleh beberapa kelompok. Makalah yang diterbitkan oleh Stephen Thesleff dan Otto von Dardel di Swedia penting; tetapi yang juga perlu disebutkan adalah karya Bruck, Mayrhofer, dan Hassfurther di Austria; Scurr dan Bourne di Britania Raya; dan Foldes di Amerika.[13]

Kegunaan medis

Selain anestesi umum, injeksi suksinilkolin klorida diindikasikan untuk memfasilitasi intubasi trakea dan memberikan relaksasi otot rangka selama pembedahan atau ventilasi mekanis.[14]

Kegunaan medisnya terbatas pada relaksasi otot jangka pendek dalam anestesi dan perawatan intensif, biasanya untuk memfasilitasi intubasi endotrakeal. Obat ini populer dalam pengobatan darurat karena onsetnya yang cepat dan durasi kerjanya yang singkat. Yang pertama merupakan poin pertimbangan utama dalam konteks perawatan trauma, di mana intubasi endotrakeal mungkin perlu diselesaikan dengan sangat cepat. Yang terakhir berarti bahwa, jika upaya intubasi endotrakeal gagal dan penderita tidak dapat diberi ventilasi, ada prospek pemulihan neuromuskular dan timbulnya pernapasan spontan sebelum kadar oksigen darah rendah terjadi. Obat ini mungkin lebih baik daripada rokuronium bromida pada orang tanpa kontraindikasi karena onset kerjanya yang lebih cepat dan durasi kerjanya yang lebih pendek.[15]

Suksametonium juga umumnya digunakan sebagai satu-satunya relaksan otot selama terapi elektrokonvulsif, disukai karena durasi kerjanya yang singkat.[16]

Suksametonium cepat terdegradasi oleh plasma butirilkolinesterase dan durasi efeknya biasanya berkisar beberapa menit. Ketika kadar plasma butirilkolinesterase sangat berkurang atau bentuk atipikal muncul (kelainan bawaan yang tidak berbahaya), kelumpuhan dapat berlangsung lebih lama, seperti halnya pada gagal hati atau pada neonatus.[17]

Vial biasanya disimpan pada suhu antara 2–8 °C, tetapi masalah telah dilaporkan pada suhu penyimpanan yang lebih rendah.[18] Vial multidosis stabil hingga 14 hari pada suhu kamar tanpa kehilangan potensi yang signifikan.[19] Kecuali dinyatakan lain dalam informasi resep, suhu kamar untuk penyimpanan obat adalah 15–25 °C (59–77 °F).[20]

Efek samping

Efek sampingnya meliputi hipertermia maligna, nyeri otot, rabdomiolisis akut dengan kadar kalium darah tinggi,[21] hipertensi okular sementara, konstipasi[22] serta perubahan irama jantung termasuk denyut jantung lambat dan henti jantung. Pada orang dengan penyakit neuromuskular atau luka bakar, suntikan suksametonium dapat menyebabkan pelepasan kalium dalam jumlah besar dari otot lurik, yang berpotensi mengakibatkan henti jantung. Kondisi yang rentan terhadap kalium darah tinggi akibat suksametonium adalah luka bakar, cedera kepala tertutup, asidosis, sindrom Guillain–Barré, strok serebral, tenggelam, sepsis intra-abdomen berat, trauma masif, miopati, dan tetanus.

Hiperkalemia

Efek samping kalium darah tinggi dapat terjadi karena reseptor asetilkolina terbuka, yang memungkinkan aliran ion kalium terus menerus ke dalam cairan ekstraseluler. Peningkatan konsentrasi serum ion kalium yang khas pada pemberian suksametonium adalah 0,5 mmol per liter. Peningkatan ini bersifat sementara pada pasien yang sehat. Kisaran normal kalium adalah 3,5 hingga 5 mEq per liter. Kalium darah tinggi umumnya tidak mengakibatkan efek samping di bawah konsentrasi 6,5 hingga 7 mEq per liter. Oleh karena itu, peningkatan kadar kalium serum biasanya tidak bersifat bencana pada pasien yang sehat. Kadar kalium darah yang sangat tinggi dapat menyebabkan perubahan elektrofisiologi jantung, yang jika parah dapat mengakibatkan aritmia atau bahkan henti jantung.[23][24]

Apnea

Durasi kerja suksametonium yang singkat disebabkan oleh metabolisme obat yang cepat oleh kolinesterase plasma nonspesifik. Namun, aktivitas kolinesterase plasma berkurang pada beberapa orang karena variasi genetik atau kondisi yang didapat, yang mengakibatkan durasi blok neuromuskular yang lebih lama. Secara genetik, sembilan puluh enam persen populasi memiliki genotipe (Eu:Eu) dan durasi blok yang normal, tetapi beberapa orang memiliki gen atipikal (Ea, Es, Ef) yang dapat ditemukan dalam berbagai kombinasi dengan gen Eu, atau gen atipikal lainnya (lihat Defisiensi pseudokolinesterase). Gen tersebut akan mengakibatkan durasi kerja obat yang lebih lama, mulai dari 20 menit hingga beberapa jam. Faktor yang didapat, yang memengaruhi aktivitas kolinesterase plasma meliputi kehamilan, penyakit hati, gagal ginjal, gagal jantung, tirotoksikosis, dan kanker.[25]

Induksi apnea sadar yang disengaja menggunakan obat ini menyebabkan penggunaannya sebagai bentuk terapi aversi pada tahun 1960-an dan 1970-an di beberapa penjara dan tempat-tempat institusional.[26][27][28]

Kimia

Suksametonium adalah zat kristal putih yang tidak berbau. Larutan berairnya memiliki pH sekitar 4. Dihidratnya meleleh pada suhu 160 °C, sedangkan anhidratnya meleleh pada suhu 190 °C. Suksametonium sangat larut dalam air (1 gram dalam sekitar 1 mL), larut dalam etil alkohol (1 gram dalam sekitar 350 mL), sedikit larut dalam kloroform, dan tidak larut dalam eter. Suksametonium adalah senyawa higroskopis.[29] Senyawa ini terdiri dari dua molekul asetilkolina yang dihubungkan oleh gugus asetilnya. Suksametonium juga dapat dilihat sebagai bagian tengah asam suksinat dengan dua bagian kolina, satu di setiap ujungnya.

Penyalahgunaan

Pihak berwenang Dubai menyatakan bahwa pembunuhan Mahmoud Al-Mabhouh, seorang anggota Hamas, dilakukan di wilayah mereka oleh agen Mossad dengan menggunakan suntikan suksametonium klorida. Memasuki Dubai dengan paspor palsu pada tahun 2010, agen Mossad menemukan al-Mabhouh di sebuah hotel, melumpuhkannya dengan obat bius, menyetrumnya, dan mencekiknya dengan bantal. Konsentrasi tinggi suksametonium klorida ditemukan di tubuh al-Mabhouh setelah kematian. Insiden tersebut memicu krisis diplomatik yang signifikan di Timur Tengah, Eropa, dan Australia.[30][31]

Merek

Obat ini tersedia di negara-negara berbahasa Jerman dengan nama dagang Lysthenon.[32]

Referensi

  1. Clinical implications of new neuromuscular concepts and agents: so long, neostigmine! So long, sux!. Journal of Critical Care. March 2009. Vol. 24 (1). hlm. 43–49. doi:10.1016/j.jcrc.2008.08.009.
  2. WHO Model Formulary 2008. World Health Organization. 2009. hlm. 426–8. ISBN 9789241547659.
  3. Succinylcholine Chloride. The American Society of Health-System Pharmacists.
  4. Succinylcholine Chloride. The American Society of Health-System Pharmacists.
  5. Anectine Injection - Summary of Product Characteristics (SPC) - (eMC). www.medicines.org.uk. 12 January 2016.
  6. Coronavirus (COVID-19) Update: December 22, 2020. U.S. Food and Drug Administration. 22 December 2020.
  7. WHO Model Formulary 2008. World Health Organization. 2009. hlm. 426–8. ISBN 9789241547659.
  8. Prescribing medicines in pregnancy database. Therapeutic Goods Administration (TGA). 16 December 2016.
  9. Succinylcholine Chloride. The American Society of Health-System Pharmacists.
  10. Clinical implications of new neuromuscular concepts and agents: so long, neostigmine! So long, sux!. Journal of Critical Care. March 2009. Vol. 24 (1). hlm. 43–49. doi:10.1016/j.jcrc.2008.08.009.
  11. World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019. World Health Organization. 2019.
  12. Succinylcholine Chloride. The American Society of Health-System Pharmacists.
  13. Suxamethonium-the development of a modern drug from 1906 to the present day. Medical History. April 1982. Vol. 26 (2). hlm. 145–168. doi:10.1017/S0025727300041132.
  14. Coronavirus (COVID-19) Update: December 22, 2020. U.S. Food and Drug Administration. 22 December 2020.
  15. Rocuronium versus succinylcholine for rapid sequence induction intubation. The Cochrane Database of Systematic Reviews. October 2015. Vol. 2015 (10). hlm. CD002788. doi:10.1002/14651858.CD002788.pub3.
  16. Goodbye suxamethonium!. Anaesthesia. March 2009. Vol. 64 (Suppl 1). hlm. 73–81. doi:10.1111/j.1365-2044.2008.05873.x.
  17. Rang and Dale's Pharmacology. Elsevier Science Health Science Division. 25 March 2011. ISBN 978-0-7020-3471-8.
  18. Frozen succinylcholine: the danger of being overzealous with its cold storage. Br J Anaesth. February 2016. Vol. 116 (2). hlm. 299–300. doi:10.1093/bja/aev465.
  19. Quelicin- succinylcholine chloride injection, solution. DailyMed. U.S. National Library of Medicine. 15 February 2019.
  20. Guidelines for the Storage of Essential Medicines and Other Health Commodities: 3. Maintaining the Quality of Your Products: Controlling temperature. World Health Organization.
  21. Rang and Dale's Pharmacology. Elsevier Science Health Science Division. 25 March 2011. ISBN 978-0-7020-3471-8.
  22. Matzke Pharmacotherapy: A Pathophysiologicḣ Approach. McGraw-Hill. 2005. hlm. 685.
  23. Succinylcholine Chloride. StatPearls. 2022.
  24. Succinylcholine-induced hyperkalemia in acquired pathologic states: etiologic factors and molecular mechanisms. Anesthesiology. January 2006. Vol. 104 (1). hlm. 158–169. doi:10.1097/00000542-200601000-00022.
  25. Pharmacology for Anaesthesia and Intensive Care. Greenwich Medical Media Limited. 2003. ISBN 1-84110-166-4.
  26. Succinylcholine as a modifier of acting-out behavior. Clinical Medicine. 1970. Vol. 77 (7). hlm. 28.
  27. A Bit of 'Clockwork Orange,' California-Style. Washington Post. 5 April 1972.
  28. The Punishment Cure. Mason/Charter. 1975. ISBN 0-88405-118-8.
  29. The Science and Practice of Pharmacy. Lippincott Williams & Wilkins. 2000. hlm. 1336.
  30. Dubai Hit: Police Say They Know How Mahmoud al-Mabhouh Was Killed. ABC News.
  31. Succinylcholine, A Perfect Poison, Makes Appearance in the Dubai Killing. Medgadget. 8 March 2010.
  32. Compendium.ch: LYSTHENON 2% Inj Lös 100 mg/5ml

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29037342 (2026-03-14T19:45:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.