Internasionalisme liberal: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26467338; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 12: | Baris 12: | ||
== Contoh == | == Contoh == | ||
Salah saut tokoh internasionalis liberal adalah Perdana Menteri Britania Raya [[Tony Blair]]. Di [[Amerika Serikat]], internasionalisme liberal sering dikaitkan dengan [[Partai Demokrat (Amerika Serikat)|Partai Demokrat]]; akan tetapi, banyak pemikir [[neokonservatif]] di Amerika Serikat yang mulai menggunakan argumen internasionalis liberal dan ini membuktikan bahwa pemikiran internasionalis liberal juga menyebar di [[Partai Republik (Amerika Serikat)|Partai Republik]]. Pihak lain berpendapat bahwa neokonservatisme dan internasionalisme liberal adalah filsafat kebijakan luar negeri yang berbeda, dan kaum neokonservatif hanya mampu menggunakan teori internasionalis liberal apabila tujuan dna metode intervensi kebijakan luar negerinya jauh berbeda. | Salah saut tokoh internasionalis liberal adalah Perdana Menteri Britania Raya [[Tony Blair]].<ref>Timothy Garton Ash. [http://www.guardian.co.uk/commentisfree/2007/apr/26/comment.labour Timothy Garton Ash: After 10 years Blair knows exactly what he stands for | Comment is free]. The Guardian. 2010-01-08.</ref> Di [[Amerika Serikat]], internasionalisme liberal sering dikaitkan dengan [[Partai Demokrat (Amerika Serikat)|Partai Demokrat]];<ref>http://prospect.org/article/debating-liberal-internationalism</ref> akan tetapi, banyak pemikir [[neokonservatif]] di Amerika Serikat yang mulai menggunakan argumen internasionalis liberal dan ini membuktikan bahwa pemikiran internasionalis liberal juga menyebar di [[Partai Republik (Amerika Serikat)|Partai Republik]].<ref>Washington Monthly Online. [http://www.washingtonmonthly.com/features/2006/0605.chotiner.html "The Neo-Neo-Conservative" by Isaac Chotiner]. Washingtonmonthly.com.</ref> Pihak lain berpendapat bahwa neokonservatisme dan internasionalisme liberal adalah filsafat kebijakan luar negeri yang berbeda, dan kaum neokonservatif hanya mampu menggunakan teori internasionalis liberal apabila tujuan dna metode intervensi kebijakan luar negerinya jauh berbeda.<ref>[http://www.mitpressjournals.org/doi/abs/10.1162/isec.2007.32.2.7 International Security - Abstract]. MIT Press Journals.</ref> | ||
Contoh tindakan intervensionisme liberal adalah [[intervensi NATO di Bosnia dan Herzegovina]]; [[pengeboman NATO di Yugoslavia]] 1999; [[intervensi militer Britania Raya pada Perang Saudara Sierra Leone]]; dan [[intervensi militer di Libya 2011]]. | Contoh tindakan intervensionisme liberal adalah [[intervensi NATO di Bosnia dan Herzegovina]]; [[pengeboman NATO di Yugoslavia]] 1999; [[intervensi militer Britania Raya pada Perang Saudara Sierra Leone]]; dan [[intervensi militer di Libya 2011]].<ref>Timothy Garton Ash. [http://www.guardian.co.uk/commentisfree/2011/mar/03/libya-escalating-drama-case-liberal-intervention Libya's escalating drama reopens the case for liberal intervention]. The Guardian. 2011-03-03.</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 29: | Baris 29: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Internasionalisme+liberal&oldid=26467338 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26467338 (2024-10-27T07:08:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Internasionalisme+liberal&oldid=26467338 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26467338 (2024-10-27T07:08:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 14.10
Internasionalisme liberal adalah doktrin kebijakan luar negeri yang menyatakan bahwa negara-negara liberal harus ikut campur di negara berdaulat lain untuk mencapai tujuan liberalnya. Campur tangan seperti itu mencakup invasi militer dan bantuan kemanusiaan. Doktrin ini berbeda dengan doktrin kebijakan luar negeri isolasionis, realis, atau non-intervensionis. Para kritikus menjulukinya "intervensionisme liberal".
Sejarah
Internasionalisme liberal muncul pada abad ke-19 di bawah pengaruh Menteri Luar Negeri dan Perdana Menteri Britania Raya Lord Palmerston dan berkembang pada dasawarsa kedua abad ke-20 pada masa pemerintahan Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson.
Teori
Tujuan internasionalisme liberal adalah mencapai menciptakan struktur global dalam sistem internasional yang condong ke tatanan dunia liberal. Demi mencapai tujuan tersebut, perdagangan bebas global, ekonomi liberal, dan sistem politik liberal digalakkan habis-habisan. Selain itu, kaum internasionalis liberal berusaha menciptakan demokrasi di seluruh dunia. Setelah tujuan ini terwujud, "untung perdamaian" akan tercipta, artinya negara-negara liberal memiliki hubungan tanpa kekerasan, dan hubungan antarnegara demokratik sesuai dengan teori perdamaian demokratik.
Internasionalisme liberal menyatakan bahwa melalui organisasi multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, "politik kekuasaan" yang berlebih dalam hubungan antarnegara dapat dihindari.
Di sisi lain, para pendukung realisme skeptis terhadap internasionalisme liberal. Mereka berpendapat bahwa pada akhirnya kekuasaanlah (pengaruh diplomatik dan kekuatan militer) yang akan menang.
Contoh
Salah saut tokoh internasionalis liberal adalah Perdana Menteri Britania Raya Tony Blair.[1] Di Amerika Serikat, internasionalisme liberal sering dikaitkan dengan Partai Demokrat;[2] akan tetapi, banyak pemikir neokonservatif di Amerika Serikat yang mulai menggunakan argumen internasionalis liberal dan ini membuktikan bahwa pemikiran internasionalis liberal juga menyebar di Partai Republik.[3] Pihak lain berpendapat bahwa neokonservatisme dan internasionalisme liberal adalah filsafat kebijakan luar negeri yang berbeda, dan kaum neokonservatif hanya mampu menggunakan teori internasionalis liberal apabila tujuan dna metode intervensi kebijakan luar negerinya jauh berbeda.[4]
Contoh tindakan intervensionisme liberal adalah intervensi NATO di Bosnia dan Herzegovina; pengeboman NATO di Yugoslavia 1999; intervensi militer Britania Raya pada Perang Saudara Sierra Leone; dan intervensi militer di Libya 2011.[5]
Lihat pula
- City upon a Hill
- Demokrasi kosmopolitan
- Empire of Liberty
- Intervensi kemanusiaan
- Idealisme (hubungan internasional)
- Internasionalisme (politik)
- Elang liberal
- Pembangunan bangsa
- Neokonservatisme
- Perdamaian abadi
Referensi
- ↑ Timothy Garton Ash. Timothy Garton Ash: After 10 years Blair knows exactly what he stands for | Comment is free. The Guardian. 2010-01-08.
- ↑ http://prospect.org/article/debating-liberal-internationalism
- ↑ Washington Monthly Online. "The Neo-Neo-Conservative" by Isaac Chotiner. Washingtonmonthly.com.
- ↑ International Security - Abstract. MIT Press Journals.
- ↑ Timothy Garton Ash. Libya's escalating drama reopens the case for liberal intervention. The Guardian. 2011-03-03.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26467338 (2024-10-27T07:08:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.