Perahu Kajang: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29368103; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Perahu kajang''' awal mulanya dibuat karna kondisi masyarakat disekitaran [[Sungai Musi|sungai musi]] zaman [[Kerajaan Sriwijaya|kerajaan sriwijaya]] sebagai transportasi. dikarnakan kondisi tempat tinggal mereka dipenuhi air dan sulitnya menjangkau tempat tujuan dengan kendaraan transportasi darat. dari tahun ke tahun perahu [[kajang]] menjadi populer sebagai [[transportasi]] yang sering di pakai masyarakat saat itu dan menjadi salah satu ikon di salah satu daerah palembang yaitu ogan [[komering]] ilir. | '''Perahu kajang''' awal mulanya dibuat karna kondisi masyarakat disekitaran [[Sungai Musi|sungai musi]] zaman [[Kerajaan Sriwijaya|kerajaan sriwijaya]] sebagai transportasi.<ref>[https://id.scribd.com/presentation/515924196/Sejarah-singkat-perahu-kajang Client Challenge]. ''id.scribd.com''.</ref> dikarnakan kondisi tempat tinggal mereka dipenuhi air dan sulitnya menjangkau tempat tujuan dengan kendaraan transportasi darat. dari tahun ke tahun perahu [[kajang]] menjadi populer sebagai [[transportasi]] yang sering di pakai masyarakat saat itu dan menjadi salah satu ikon di salah satu daerah palembang yaitu ogan [[komering]] ilir.<ref>Taufik Wijaya. [https://news.detik.com/berita/d-1921871/pertama-di-dunia-gedung-olahraga-seperti-perahu-dibangun-di-oki-sumsel Pertama di Dunia Gedung Olahraga Seperti Perahu, Dibangun di OKI Sumsel]. ''detiknews''.</ref> | ||
== Deskripsi fisik == | == Deskripsi fisik == | ||
perahu kajang biasanya terbuat dari kayu [[rengas]], berukuran panjang 8 m dan lebar 2 m, perahu ini dilengkapi atap yang terbuat dari daun [[nipah]] dan lain sebagainya. fungsinya agar bisa berteduh dan tidak kehujanan saat menggunakan perahu kajang saat ke tujuan. perahu ini terbagi tiga bagian secara umum yaitu bagian depan(kajang tarik), bagian tengah(kajang tetap), bagian belakang(kajang [[tunjang]]). | perahu kajang biasanya terbuat dari kayu [[rengas]], berukuran panjang 8 m dan lebar 2 m, perahu ini dilengkapi atap yang terbuat dari daun [[nipah]] dan lain sebagainya. fungsinya agar bisa berteduh dan tidak kehujanan saat menggunakan perahu kajang saat ke tujuan. perahu ini terbagi tiga bagian secara umum yaitu bagian depan(kajang tarik), bagian tengah(kajang tetap), bagian belakang(kajang [[tunjang]])<ref>[https://id.scribd.com/presentation/515924196/Sejarah-singkat-perahu-kajang Client Challenge]. ''id.scribd.com''.</ref>. | ||
== Fungsi dan kegunaan == | == Fungsi dan kegunaan == | ||
fungsi bagian tengah perahu kajang untuk [[ruang keluarga]], bagian depan sebagai tempat penyimpanan [[komoditi]] dagangan, bagain belakang biasanya sebagai kamar mandi, untuk dayung berukuran 3 m pada bagian depan dan sedangkan kemudi sebesar 2 m di bagian belakang. | fungsi bagian tengah perahu kajang untuk [[ruang keluarga]], bagian depan sebagai tempat penyimpanan [[komoditi]] dagangan, bagain belakang biasanya sebagai kamar mandi, untuk dayung berukuran 3 m pada bagian depan dan sedangkan kemudi sebesar 2 m di bagian belakang.<ref>[https://id.scribd.com/presentation/515924196/Sejarah-singkat-perahu-kajang Client Challenge]. ''id.scribd.com''.</ref> | ||
== Sebaran dan Penggunaan == | == Sebaran dan Penggunaan == | ||
Perahu Kajang berasal dari daerah [[Kayu Agung, Ogan Komering Ilir|Kayuagung]] di Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan pada masa lalu banyak dijumpai di [[Sungai Musi]], Palembang. Di wilayah Sumatera Selatan, sisa-sisa perahu kuno banyak ditemukan di berbagai situs arkeologi, antara lain di Situs [[Samirejo, Dawe, Kudus|Samirejo]] dan [[Mariana]] di Kabupaten Banyuasin, Situs Kolam Pinisi di Palembang, serta Situs [[Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir|Tulung Selapan]] di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi penggunaan perahu di kawasan OKI telah berlangsung sejak masa yang sangat tua. | Perahu Kajang berasal dari daerah [[Kayu Agung, Ogan Komering Ilir|Kayuagung]] di Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan pada masa lalu banyak dijumpai di [[Sungai Musi]], Palembang. Di wilayah Sumatera Selatan, sisa-sisa perahu kuno banyak ditemukan di berbagai situs arkeologi, antara lain di Situs [[Samirejo, Dawe, Kudus|Samirejo]] dan [[Mariana]] di Kabupaten Banyuasin, Situs Kolam Pinisi di Palembang, serta Situs [[Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir|Tulung Selapan]] di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi penggunaan perahu di kawasan OKI telah berlangsung sejak masa yang sangat tua.<ref>Wee ElLen. [https://www.kayuagung.com/2011/07/perahu-kajang-kayuagung.html PERAHU KAJANG KAYUAGUNG]. ''Info Ogan Komering Ilir Kayuagung.com''.</ref> | ||
Perahu Kajang digunakan secara luas di sepanjang aliran [[Sungai Komering]] dan Sungai Musi, yang menjadi jalur utama [[transportasi]] dan perdagangan masyarakat setempat. Perahu ini memiliki tata ruang yang khas, di mana bagian depan digunakan untuk muatan dan kemudi, sedangkan bagian tengah berfungsi sebagai ruang keluarga, sehingga perahu kajang tidak sekadar menjadi alat transportasi, melainkan juga tempat tinggal sementara bagi para penggunanya selama berada di atas air.. | Perahu Kajang digunakan secara luas di sepanjang aliran [[Sungai Komering]] dan Sungai Musi, yang menjadi jalur utama [[transportasi]] dan perdagangan masyarakat setempat. Perahu ini memiliki tata ruang yang khas, di mana bagian depan digunakan untuk muatan dan kemudi, sedangkan bagian tengah berfungsi sebagai ruang keluarga, sehingga perahu kajang tidak sekadar menjadi alat transportasi, melainkan juga tempat tinggal sementara bagi para penggunanya selama berada di atas air..<ref>Yanti. [https://www.ketikpos.com/pariwisata-kebudayaan/95911549005/biduk-kajang-perahu-khas-kayuagung-yang-menceritakan-sejarah-sriwijaya Biduk Kajang: Perahu Khas Kayuagung yang Menceritakan Sejarah Sriwijaya - Ketik Pos]. ''Biduk Kajang: Perahu Khas Kayuagung yang Menceritakan Sejarah Sriwijaya - Ketik Pos''.</ref> | ||
== Nilai Budaya == | == Nilai Budaya == | ||
Ciri khas Perahu Kajang Kayuagung adalah adanya tonjolan seperti kepala di bagian depan perahu yang disebut selungku, yang membedakannya dari jenis perahu [[tradisional]] lainnya. Keunikan bentuk ini bukan sekadar [[elemen]] [[estetika]], melainkan mencerminkan kekayaan tradisi dan kearifan lokal masyarakat OKI dalam merancang alat [[transportasi air]]. | Ciri khas Perahu Kajang Kayuagung adalah adanya tonjolan seperti kepala di bagian depan perahu yang disebut selungku, yang membedakannya dari jenis perahu [[tradisional]] lainnya. Keunikan bentuk ini bukan sekadar [[elemen]] [[estetika]], melainkan mencerminkan kekayaan tradisi dan kearifan lokal masyarakat OKI dalam merancang alat [[transportasi air]]. <ref>Yanti. [https://www.ketikpos.com/pariwisata-kebudayaan/95911549005/biduk-kajang-perahu-khas-kayuagung-yang-menceritakan-sejarah-sriwijaya Biduk Kajang: Perahu Khas Kayuagung yang Menceritakan Sejarah Sriwijaya - Ketik Pos]. ''Biduk Kajang: Perahu Khas Kayuagung yang Menceritakan Sejarah Sriwijaya - Ketik Pos''.</ref> | ||
Teknologi pembuatan perahu tradisional di wilayah Sumatera Selatan menggunakan teknik papan ikat dan kupingan pengikat, di mana tonjolan segi empat yang disebut tambuku digunakan untuk mengikat papan-papan dengan gading menggunakan tali ijuk, sebuah teknik yang mencerminkan tingginya pengetahuan [[maritim]] leluhur masyarakat setempat. Perahu Kajang kini telah menjadi ikon [[budaya]] Kabupaten OKI dan diabadikan dalam berbagai bentuk, mulai dari [[arsitektur]] gedung olahraga daerah hingga motif [[batik]] khas OKI yang terus dikembangkan sebagai produk [[ekonomi kreatif]].. | Teknologi pembuatan perahu tradisional di wilayah Sumatera Selatan menggunakan teknik papan ikat dan kupingan pengikat, di mana tonjolan segi empat yang disebut tambuku digunakan untuk mengikat papan-papan dengan gading menggunakan tali ijuk, sebuah teknik yang mencerminkan tingginya pengetahuan [[maritim]] leluhur masyarakat setempat. Perahu Kajang kini telah menjadi ikon [[budaya]] Kabupaten OKI dan diabadikan dalam berbagai bentuk, mulai dari [[arsitektur]] gedung olahraga daerah hingga motif [[batik]] khas OKI yang terus dikembangkan sebagai produk [[ekonomi kreatif]]..<ref>Wee ElLen. [https://www.kayuagung.com/2011/07/perahu-kajang-kayuagung.html PERAHU KAJANG KAYUAGUNG]. ''Info Ogan Komering Ilir Kayuagung.com''.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perahu+Kajang&oldid=29368103 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29368103 (2026-06-20T17:27:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perahu+Kajang&oldid=29368103 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29368103 (2026-06-20T17:27:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 04.07
Perahu kajang awal mulanya dibuat karna kondisi masyarakat disekitaran sungai musi zaman kerajaan sriwijaya sebagai transportasi.[1] dikarnakan kondisi tempat tinggal mereka dipenuhi air dan sulitnya menjangkau tempat tujuan dengan kendaraan transportasi darat. dari tahun ke tahun perahu kajang menjadi populer sebagai transportasi yang sering di pakai masyarakat saat itu dan menjadi salah satu ikon di salah satu daerah palembang yaitu ogan komering ilir.[2]
Deskripsi fisik
perahu kajang biasanya terbuat dari kayu rengas, berukuran panjang 8 m dan lebar 2 m, perahu ini dilengkapi atap yang terbuat dari daun nipah dan lain sebagainya. fungsinya agar bisa berteduh dan tidak kehujanan saat menggunakan perahu kajang saat ke tujuan. perahu ini terbagi tiga bagian secara umum yaitu bagian depan(kajang tarik), bagian tengah(kajang tetap), bagian belakang(kajang tunjang)[3].
Fungsi dan kegunaan
fungsi bagian tengah perahu kajang untuk ruang keluarga, bagian depan sebagai tempat penyimpanan komoditi dagangan, bagain belakang biasanya sebagai kamar mandi, untuk dayung berukuran 3 m pada bagian depan dan sedangkan kemudi sebesar 2 m di bagian belakang.[4]
Sebaran dan Penggunaan
Perahu Kajang berasal dari daerah Kayuagung di Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan pada masa lalu banyak dijumpai di Sungai Musi, Palembang. Di wilayah Sumatera Selatan, sisa-sisa perahu kuno banyak ditemukan di berbagai situs arkeologi, antara lain di Situs Samirejo dan Mariana di Kabupaten Banyuasin, Situs Kolam Pinisi di Palembang, serta Situs Tulung Selapan di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi penggunaan perahu di kawasan OKI telah berlangsung sejak masa yang sangat tua.[5]
Perahu Kajang digunakan secara luas di sepanjang aliran Sungai Komering dan Sungai Musi, yang menjadi jalur utama transportasi dan perdagangan masyarakat setempat. Perahu ini memiliki tata ruang yang khas, di mana bagian depan digunakan untuk muatan dan kemudi, sedangkan bagian tengah berfungsi sebagai ruang keluarga, sehingga perahu kajang tidak sekadar menjadi alat transportasi, melainkan juga tempat tinggal sementara bagi para penggunanya selama berada di atas air..[6]
Nilai Budaya
Ciri khas Perahu Kajang Kayuagung adalah adanya tonjolan seperti kepala di bagian depan perahu yang disebut selungku, yang membedakannya dari jenis perahu tradisional lainnya. Keunikan bentuk ini bukan sekadar elemen estetika, melainkan mencerminkan kekayaan tradisi dan kearifan lokal masyarakat OKI dalam merancang alat transportasi air. [7]
Teknologi pembuatan perahu tradisional di wilayah Sumatera Selatan menggunakan teknik papan ikat dan kupingan pengikat, di mana tonjolan segi empat yang disebut tambuku digunakan untuk mengikat papan-papan dengan gading menggunakan tali ijuk, sebuah teknik yang mencerminkan tingginya pengetahuan maritim leluhur masyarakat setempat. Perahu Kajang kini telah menjadi ikon budaya Kabupaten OKI dan diabadikan dalam berbagai bentuk, mulai dari arsitektur gedung olahraga daerah hingga motif batik khas OKI yang terus dikembangkan sebagai produk ekonomi kreatif..[8]
Referensi
- ↑ Client Challenge. id.scribd.com.
- ↑ Taufik Wijaya. Pertama di Dunia Gedung Olahraga Seperti Perahu, Dibangun di OKI Sumsel. detiknews.
- ↑ Client Challenge. id.scribd.com.
- ↑ Client Challenge. id.scribd.com.
- ↑ Wee ElLen. PERAHU KAJANG KAYUAGUNG. Info Ogan Komering Ilir Kayuagung.com.
- ↑ Yanti. Biduk Kajang: Perahu Khas Kayuagung yang Menceritakan Sejarah Sriwijaya - Ketik Pos. Biduk Kajang: Perahu Khas Kayuagung yang Menceritakan Sejarah Sriwijaya - Ketik Pos.
- ↑ Yanti. Biduk Kajang: Perahu Khas Kayuagung yang Menceritakan Sejarah Sriwijaya - Ketik Pos. Biduk Kajang: Perahu Khas Kayuagung yang Menceritakan Sejarah Sriwijaya - Ketik Pos.
- ↑ Wee ElLen. PERAHU KAJANG KAYUAGUNG. Info Ogan Komering Ilir Kayuagung.com.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29368103 (2026-06-20T17:27:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.