Lompat ke isi

Titik layar: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28570007; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Points_of_sail.svg|thumb|right|280px|Berbagai titik layar]]
'''Titik layar''' adalah arah perjalanan kapal [[Pelayaran|layar]] di bawah layar sehubungan dengan arah angin sebenarnya di permukaan.
'''Titik layar''' adalah arah perjalanan kapal [[Pelayaran|layar]] di bawah layar sehubungan dengan arah angin sebenarnya di permukaan.


Titik-titik utama layar kira-kira sama dengan ruas lingkaran 45°, dimulai dari 0° langsung ke arah angin. Bagi banyak [[kapal layar]], sudut 45° di kedua sisi angin merupakan zona ''terlarang'', di mana layar tidak mampu mengerahkan tenaga dari angin. Berlayar pada jalur yang sedekat mungkin dengan angin—kira-kira 45°—disebut ''tebahan'' , titik layar ketika layar dalam posisi ''sanding-angin''. Pada sudut 90° dari arah angin, bidang tersebut berada pada arah ''simpang-angin''. Titik layar antara pemukulan dan jangkauan sinar disebut ''lenceng-angin''. Pada suhu 135° dari arah angin, sebuah kapal berada pada posisi ''serong-angin''. Pada sudut 180° melawan arah angin (berlayar searah dengan arah angin), sebuah kapal berada pada posisi ''terpa''-a''ngin''.
Titik-titik utama layar kira-kira sama dengan ruas lingkaran 45°, dimulai dari 0° langsung ke arah angin. Bagi banyak [[kapal layar]], sudut 45° di kedua sisi angin merupakan zona ''terlarang'', di mana layar tidak mampu mengerahkan tenaga dari angin. Berlayar pada jalur yang sedekat mungkin dengan angin—kira-kira 45°—disebut ''tebahan'' , titik layar ketika layar dalam posisi ''sanding-angin''. Pada sudut 90° dari arah angin, bidang tersebut berada pada arah ''simpang-angin''. Titik layar antara pemukulan dan jangkauan sinar disebut ''lenceng-angin''. Pada suhu 135° dari arah angin, sebuah kapal berada pada posisi ''serong-angin''. Pada sudut 180° melawan arah angin (berlayar searah dengan arah angin), sebuah kapal berada pada posisi ''terpa''-a''ngin''. <ref>Rousmaniere, John. [https://archive.org/details/annapolisbookofs0000rous_h5p0 The Annapolis book of seamanship]. 7 January 2014. hlm. [https://archive.org/details/annapolisbookofs0000rous_h5p0/page/47 47]–9. ISBN 978-1-4516-5019-8.</ref>


Titik layar tertentu (tebahan, lenceng-angin, simpang angin, serong angin, dalam angin) ditentukan dengan mengacu pada angin sebenarnya — angin yang dirasakan oleh pengamat yang tidak bergerak. Kekuatan motif, dan posisi layar yang sesuai, ditentukan oleh angin semu : angin relatif terhadap pengamat di kapal layar.   Angin semu adalah efek gabungan dari [[kecepatan]] angin sebenarnya dan kecepatan kapal layar.
Titik layar tertentu (tebahan, lenceng-angin, simpang angin, serong angin, dalam angin) ditentukan dengan mengacu pada angin sebenarnya — angin yang dirasakan oleh pengamat yang tidak bergerak. Kekuatan motif, dan posisi layar yang sesuai, ditentukan oleh angin semu : angin relatif terhadap pengamat di kapal layar. <ref>Rousmaniere, John. [https://archive.org/details/annapolisbookofs0000rous_h5p0 The Annapolis book of seamanship]. 7 January 2014. hlm. [https://archive.org/details/annapolisbookofs0000rous_h5p0/page/47 47]–9. ISBN 978-1-4516-5019-8.</ref> <ref>John Kimball. [https://books.google.com/books?id=Xe_i23UL4sAC&q=Kimball+%22physics+of+sailing%22 Physics of Sailing]. CRC Press. 2009. hlm. 296. ISBN 978-1466502666.</ref> Angin semu adalah efek gabungan dari [[kecepatan]] angin sebenarnya dan kecepatan kapal layar. <ref>Rousmaniere, John. [https://archive.org/details/annapolisbookofs0000rous_h5p0 The Annapolis book of seamanship]. 7 January 2014. hlm. [https://archive.org/details/annapolisbookofs0000rous_h5p0/page/47 47]–9. ISBN 978-1-4516-5019-8.</ref>


Sebuah layar dengan aliran udara sejajar dengan permukaannya, sementara menyudut terhadap angin semu, [[Pelayaran|pada dasarnya bertindak seperti sayap]] dengan [[gaya angkat]] sebagai gaya yang bekerja tegak lurus terhadap permukaannya. Sebuah layar dengan angin semu tegak lurus dengan permukaannya, [[Pelayaran|bertindak seperti parasut]] dengan gaya hambat pada layar sebagai kekuatan dominan. Saat kapal layar bertransisi dari jarak dekat menjadi berjalan melawan arah angin, gaya angkat berkurang dan gaya hambat meningkat. Pada saat yang sama, resistensi terhadap gerakan ke samping yang diperlukan untuk menjaga pesawat tetap pada jalurnya juga berkurang, seiring dengan gaya guling ke samping.
Sebuah layar dengan aliran udara sejajar dengan permukaannya, sementara menyudut terhadap angin semu, [[Pelayaran|pada dasarnya bertindak seperti sayap]] dengan [[gaya angkat]] sebagai gaya yang bekerja tegak lurus terhadap permukaannya. Sebuah layar dengan angin semu tegak lurus dengan permukaannya, [[Pelayaran|bertindak seperti parasut]] dengan gaya hambat pada layar sebagai kekuatan dominan. Saat kapal layar bertransisi dari jarak dekat menjadi berjalan melawan arah angin, gaya angkat berkurang dan gaya hambat meningkat. Pada saat yang sama, resistensi terhadap gerakan ke samping yang diperlukan untuk menjaga pesawat tetap pada jalurnya juga berkurang, seiring dengan gaya guling ke samping. <ref>Rousmaniere, John. [https://archive.org/details/annapolisbookofs0000rous_h5p0 The Annapolis book of seamanship]. 7 January 2014. hlm. [https://archive.org/details/annapolisbookofs0000rous_h5p0/page/47 47]–9. ISBN 978-1-4516-5019-8.</ref>


Terdapat zona sekitar 45° di kedua sisi angin sebenarnya, di mana layar tidak dapat menghasilkan gaya angkat, yang disebut "zona larangan bepergian". Sudut yang dicakup oleh zona larangan bepergian bergantung pada efisiensi [[Penampang udara (umum)|penampang udara]] layar kapal dan hambatan lateral kapal di permukaan (dari [[Lempeng air|penampang air]], [[cadik]], atau [[Lunas kapal|lunas]] di dalam air, [[Berperahu es|pelari di atas es]], atau [[Berlayar darat|roda di darat]] ). Sebuah kapal yang tersisa di zona larangan bepergiannya akan melambat hingga berhenti—akan berada pada posisi "songsong angin".
Terdapat zona sekitar 45° di kedua sisi angin sebenarnya, di mana layar tidak dapat menghasilkan gaya angkat, yang disebut "zona larangan bepergian". Sudut yang dicakup oleh zona larangan bepergian bergantung pada efisiensi [[Penampang udara (umum)|penampang udara]] layar kapal dan hambatan lateral kapal di permukaan (dari [[Lempeng air|penampang air]], [[cadik]], atau [[Lunas kapal|lunas]] di dalam air, [[Berperahu es|pelari di atas es]], atau [[Berlayar darat|roda di darat]] ). Sebuah kapal yang tersisa di zona larangan bepergiannya akan melambat hingga berhenti—akan berada pada posisi "songsong angin". <ref>John Kimball. [https://books.google.com/books?id=Xe_i23UL4sAC&q=Kimball+%22physics+of+sailing%22 Physics of Sailing]. CRC Press. 2009. hlm. 296. ISBN 978-1466502666.</ref>


== Titik-titik layar ==
== Titik-titik layar ==
* '''Tuju angin''' di mana kapal layar diarahkan langsung melawan arah angin di tengah '''zona larangan bepergian''', di mana layar tidak dapat menghasilkan tenaga.
* '''Tuju angin''' di mana kapal layar diarahkan langsung melawan arah angin di tengah '''zona larangan bepergian''', di mana layar tidak dapat menghasilkan tenaga.
* '''Sanding angin''' tempat kapal berlayar, diarahkan ke dekat zona larangan bepergian.
* '''Sanding angin''' tempat kapal berlayar, diarahkan ke dekat zona larangan bepergian.
Baris 20: Baris 21:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Titik+layar&oldid=28570007 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28570007 (2025-11-20T14:09:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Titik+layar&oldid=28570007 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28570007 (2025-11-20T14:09:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 04.08

Berkas:Points of sail.svg
Berbagai titik layar

Titik layar adalah arah perjalanan kapal layar di bawah layar sehubungan dengan arah angin sebenarnya di permukaan.

Titik-titik utama layar kira-kira sama dengan ruas lingkaran 45°, dimulai dari 0° langsung ke arah angin. Bagi banyak kapal layar, sudut 45° di kedua sisi angin merupakan zona terlarang, di mana layar tidak mampu mengerahkan tenaga dari angin. Berlayar pada jalur yang sedekat mungkin dengan angin—kira-kira 45°—disebut tebahan , titik layar ketika layar dalam posisi sanding-angin. Pada sudut 90° dari arah angin, bidang tersebut berada pada arah simpang-angin. Titik layar antara pemukulan dan jangkauan sinar disebut lenceng-angin. Pada suhu 135° dari arah angin, sebuah kapal berada pada posisi serong-angin. Pada sudut 180° melawan arah angin (berlayar searah dengan arah angin), sebuah kapal berada pada posisi terpa-angin. [1]

Titik layar tertentu (tebahan, lenceng-angin, simpang angin, serong angin, dalam angin) ditentukan dengan mengacu pada angin sebenarnya — angin yang dirasakan oleh pengamat yang tidak bergerak. Kekuatan motif, dan posisi layar yang sesuai, ditentukan oleh angin semu : angin relatif terhadap pengamat di kapal layar. [2] [3] Angin semu adalah efek gabungan dari kecepatan angin sebenarnya dan kecepatan kapal layar. [4]

Sebuah layar dengan aliran udara sejajar dengan permukaannya, sementara menyudut terhadap angin semu, pada dasarnya bertindak seperti sayap dengan gaya angkat sebagai gaya yang bekerja tegak lurus terhadap permukaannya. Sebuah layar dengan angin semu tegak lurus dengan permukaannya, bertindak seperti parasut dengan gaya hambat pada layar sebagai kekuatan dominan. Saat kapal layar bertransisi dari jarak dekat menjadi berjalan melawan arah angin, gaya angkat berkurang dan gaya hambat meningkat. Pada saat yang sama, resistensi terhadap gerakan ke samping yang diperlukan untuk menjaga pesawat tetap pada jalurnya juga berkurang, seiring dengan gaya guling ke samping. [5]

Terdapat zona sekitar 45° di kedua sisi angin sebenarnya, di mana layar tidak dapat menghasilkan gaya angkat, yang disebut "zona larangan bepergian". Sudut yang dicakup oleh zona larangan bepergian bergantung pada efisiensi penampang udara layar kapal dan hambatan lateral kapal di permukaan (dari penampang air, cadik, atau lunas di dalam air, pelari di atas es, atau roda di darat ). Sebuah kapal yang tersisa di zona larangan bepergiannya akan melambat hingga berhenti—akan berada pada posisi "songsong angin". [6]

Titik-titik layar

  • Tuju angin di mana kapal layar diarahkan langsung melawan arah angin di tengah zona larangan bepergian, di mana layar tidak dapat menghasilkan tenaga.
  • Sanding angin tempat kapal berlayar, diarahkan ke dekat zona larangan bepergian.
  • Titik gapaian, antara lain:
    • Lenceng angin : antara sanding angin dan simpang angin.
    • Simpang angin : bidang memiliki angin sebenarnya yang tegak lurus terhadap arahnya (pada sinarnya).
    • Serong angin : angin sesungguhnya datang dari belakang, namun tidak langsung dari belakang.
  • Terpa angin di mana pesawat mendapat angin yang datang tepat dari belakang.

Referensi

  1. Rousmaniere, John. The Annapolis book of seamanship. 7 January 2014. hlm. 47–9. ISBN 978-1-4516-5019-8.
  2. Rousmaniere, John. The Annapolis book of seamanship. 7 January 2014. hlm. 47–9. ISBN 978-1-4516-5019-8.
  3. John Kimball. Physics of Sailing. CRC Press. 2009. hlm. 296. ISBN 978-1466502666.
  4. Rousmaniere, John. The Annapolis book of seamanship. 7 January 2014. hlm. 47–9. ISBN 978-1-4516-5019-8.
  5. Rousmaniere, John. The Annapolis book of seamanship. 7 January 2014. hlm. 47–9. ISBN 978-1-4516-5019-8.
  6. John Kimball. Physics of Sailing. CRC Press. 2009. hlm. 296. ISBN 978-1466502666.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28570007 (2025-11-20T14:09:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.