Anti-CRISPR: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 16802598; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:AcrIIA4_structure_PDB.jpg|thumb|right|280px|AcrIIA4 structure PDB]] | |||
Sebelum ditemukannya protein Anti-CRISPR, [[mutasi]] merupakan satu-satunya cara yang diketahui oleh peneliti untuk menjelaskan bahwa bakteriofag dapat menghindari pemotongan yang dimediasi oleh CRISPR-Cas, yaitu dengan mengurangi afinitas pengikatan fag dan CRISPR. Meskipun demikian, bakteri memiliki mekanisme untuk menargetkan kembali bakteriofag mutan, melalui suatu proses yang disebut "''priming adaptation''". Sejauh yang diketahui para peneliti, anti-CRISPR merupakan cara paling efektif untuk memastikan kelangsungan hidup bakteriofag sepanjang proses infeksi bakteri. | '''Anti-CRISPR''' ( atau '''Acr''') adalah sekelompok [[protein]] yang ditemukan dalam [[bakteriofag]] (kadang hanya disebut fag), yang menghambat aktivitas normal [[CRISPR]]-Cas, sistem kekebalan [[bakteri]] tertentu.<ref>''Anti-CRISPR-mediated control of gene editing and synthetic circuits in eukaryotic cells''. ''Nature Communications''. January 2019. Vol. 10 (1). hlm. 194. doi:10.1038/s41467-018-08158-x.</ref> CRISPR terdiri dari urutan [[genom]] yang dapat ditemukan pada [[prokariota|organisme prokariotik]], yang berasal dari bakteriofag yang menginfeksi bakteri tersbut sebelumnya, dan digunakan untuk mempertahankan sel dari serangan virus lebih lanjut.<ref>''The roles of CRISPR-Cas systems in adaptive immunity and beyond''. ''Current Opinion in Immunology''. February 2015. Vol. 32. hlm. 36–41. doi:10.1016/j.coi.2014.12.008.</ref> Anti-CRISPR merupakan hasil dari proses evolusi terjadi dalam bakteriofag untuk mencegah genomnya dihancurkan oleh sel prokariotik yang akan mereka infeksi.<ref>''Anti-CRISPR-Associated Proteins Are Crucial Repressors of Anti-CRISPR Transcription''. ''Cell''. September 2019. Vol. 178 (6). hlm. 1452–1464.e13. doi:10.1016/j.cell.2019.07.046.</ref> | ||
Sebelum ditemukannya protein Anti-CRISPR, [[mutasi]] merupakan satu-satunya cara yang diketahui oleh peneliti untuk menjelaskan bahwa bakteriofag dapat menghindari pemotongan yang dimediasi oleh CRISPR-Cas, yaitu dengan mengurangi afinitas pengikatan fag dan CRISPR. Meskipun demikian, bakteri memiliki mekanisme untuk menargetkan kembali bakteriofag mutan, melalui suatu proses yang disebut "''priming adaptation''". Sejauh yang diketahui para peneliti, anti-CRISPR merupakan cara paling efektif untuk memastikan kelangsungan hidup bakteriofag sepanjang proses infeksi bakteri.<ref>''The Anti-CRISPR Story: A Battle for Survival''. ''Molecular Cell''. October 2017. Vol. 68 (1). hlm. 8–14. doi:10.1016/j.molcel.2017.09.002.</ref> | |||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anti-CRISPR&oldid=16802598 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 16802598 (2020-04-08T00:29:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 04.15

Anti-CRISPR ( atau Acr) adalah sekelompok protein yang ditemukan dalam bakteriofag (kadang hanya disebut fag), yang menghambat aktivitas normal CRISPR-Cas, sistem kekebalan bakteri tertentu.[1] CRISPR terdiri dari urutan genom yang dapat ditemukan pada organisme prokariotik, yang berasal dari bakteriofag yang menginfeksi bakteri tersbut sebelumnya, dan digunakan untuk mempertahankan sel dari serangan virus lebih lanjut.[2] Anti-CRISPR merupakan hasil dari proses evolusi terjadi dalam bakteriofag untuk mencegah genomnya dihancurkan oleh sel prokariotik yang akan mereka infeksi.[3]
Sebelum ditemukannya protein Anti-CRISPR, mutasi merupakan satu-satunya cara yang diketahui oleh peneliti untuk menjelaskan bahwa bakteriofag dapat menghindari pemotongan yang dimediasi oleh CRISPR-Cas, yaitu dengan mengurangi afinitas pengikatan fag dan CRISPR. Meskipun demikian, bakteri memiliki mekanisme untuk menargetkan kembali bakteriofag mutan, melalui suatu proses yang disebut "priming adaptation". Sejauh yang diketahui para peneliti, anti-CRISPR merupakan cara paling efektif untuk memastikan kelangsungan hidup bakteriofag sepanjang proses infeksi bakteri.[4]
Referensi
- ↑ Anti-CRISPR-mediated control of gene editing and synthetic circuits in eukaryotic cells. Nature Communications. January 2019. Vol. 10 (1). hlm. 194. doi:10.1038/s41467-018-08158-x.
- ↑ The roles of CRISPR-Cas systems in adaptive immunity and beyond. Current Opinion in Immunology. February 2015. Vol. 32. hlm. 36–41. doi:10.1016/j.coi.2014.12.008.
- ↑ Anti-CRISPR-Associated Proteins Are Crucial Repressors of Anti-CRISPR Transcription. Cell. September 2019. Vol. 178 (6). hlm. 1452–1464.e13. doi:10.1016/j.cell.2019.07.046.
- ↑ The Anti-CRISPR Story: A Battle for Survival. Molecular Cell. October 2017. Vol. 68 (1). hlm. 8–14. doi:10.1016/j.molcel.2017.09.002.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 16802598 (2020-04-08T00:29:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.