Tongkang: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29604815; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Tongkang''' atau '''ponton''' atau ''barge'' adalah suatu jenis [[kapal]] yang dengan lambung datar atau suatu kotak besar yang mengapung, digunakan untuk mengangkut barang dan ditarik dengan [[kapal tunda]] atau dengan mesin pendorong digunakan untuk mengangkut dan membawa muatan. | '''Tongkang''' atau '''ponton''' atau ''barge'' adalah suatu jenis [[kapal]] yang dengan lambung datar atau suatu kotak besar yang mengapung, digunakan untuk mengangkut barang dan ditarik dengan [[kapal tunda]] atau dengan mesin pendorong digunakan untuk mengangkut dan membawa muatan. | ||
Kata "barge" pertama kali diyakini muncul sekitar tahun 1300 Masehi. Kata ini berasal dari bahasa Latin "barga," yang pada awalnya digunakan untuk merujuk pada perahu kecil. Seiring waktu, istilah ini berkembang dan digunakan untuk menggambarkan kapal dengan tiga tiang layar. Dalam konteks modern, "barge" merujuk pada jenis kapal yang disebutkan dalam definisi terkini. | Kata "barge" pertama kali diyakini muncul sekitar tahun 1300 Masehi. Kata ini berasal dari bahasa Latin "barga," yang pada awalnya digunakan untuk merujuk pada perahu kecil. Seiring waktu, istilah ini berkembang dan digunakan untuk menggambarkan kapal dengan tiga tiang layar. Dalam konteks modern, "barge" merujuk pada jenis kapal yang disebutkan dalam definisi terkini.<ref>Leo Bye. [https://www.archwaymarinelighting.com/inland-waterway/the-history-of-barges/ The History of Barges]. ''Archway Marine''. 2021-09-10.</ref> | ||
Ponton digunakan juga untuk mengangkut [[mobil]] menyeberangi [[sungai]], didaerah yang belum memiliki [[jembatan]]. Sangat banyak digunakan pada tahun 1960an hingga 1980an di jalur lintas [[Sumatra]], [[Kalimantan]], [[Sulawesi]], [[Papua]]. Sekarang sebagian besar sudah digantikan dengan [[jembatan]]. | Ponton digunakan juga untuk mengangkut [[mobil]] menyeberangi [[sungai]], didaerah yang belum memiliki [[jembatan]]. Sangat banyak digunakan pada tahun 1960an hingga 1980an di jalur lintas [[Sumatra]], [[Kalimantan]], [[Sulawesi]], [[Papua]]. Sekarang sebagian besar sudah digantikan dengan [[jembatan]]. | ||
| Baris 16: | Baris 16: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tongkang&oldid=29604815 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29604815 (2026-08-20T11:46:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tongkang&oldid=29604815 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29604815 (2026-08-20T11:46:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 04.15
Tongkang atau ponton atau barge adalah suatu jenis kapal yang dengan lambung datar atau suatu kotak besar yang mengapung, digunakan untuk mengangkut barang dan ditarik dengan kapal tunda atau dengan mesin pendorong digunakan untuk mengangkut dan membawa muatan.
Kata "barge" pertama kali diyakini muncul sekitar tahun 1300 Masehi. Kata ini berasal dari bahasa Latin "barga," yang pada awalnya digunakan untuk merujuk pada perahu kecil. Seiring waktu, istilah ini berkembang dan digunakan untuk menggambarkan kapal dengan tiga tiang layar. Dalam konteks modern, "barge" merujuk pada jenis kapal yang disebutkan dalam definisi terkini.[1]
Ponton digunakan juga untuk mengangkut mobil menyeberangi sungai, didaerah yang belum memiliki jembatan. Sangat banyak digunakan pada tahun 1960an hingga 1980an di jalur lintas Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua. Sekarang sebagian besar sudah digantikan dengan jembatan.
Untuk keperluan wisata, ponton juga masih digunakan. Untuk meningkatkan kestabilan kapal biasanya digunakan dua ponton yang digabungkan secara paralel.
Tongkang sendiri ada yang memiliki sistem pendorong (propulsi) seperti kapal pada umumnya sebutanya SPOB (Self Propelled Oil Barge). perbedain utama dengan kapal adalah desain dan konstruksi. Tongkang sendiri umum digunakan untuk mengangkut muatan dalam jumlah besar seperti kayu, batubara, pasir, minyak dan lain-lain. Di Indonesia tongkang banyak diproduksi di daerah Batam (Kepulauan Riau) dan Samarinda (Kalimantan Timur) yang merupakan salah satu basis produksi perkapalan di indonesia.
Lihat pula
Referensi
- ↑ Leo Bye. The History of Barges. Archway Marine. 2021-09-10.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29604815 (2026-08-20T11:46:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.