Lompat ke isi

Keramba: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27952005; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Keramba''' adalah keranjang atau kotak dari bilah [[bambu]] untuk membudidayakan [[ikan]]. Definisi lain dari keramba adalah wadah [[budi daya ikan]] berupa [[kandang]] yang terbuat dari bambu atau [[papan]] [[kayu]] yang ditempatkan di badan [[sungai]]. Keramba umumnya ditempatkan di sungai sehingga air sungai dapat mengalir melewati keramba dan air di dalam keramba senantiasa bersirkulasi mengikuti arus air. Keramba bambu dapat ditempatkan tenggelam maupun mengapung sebagian, dan masing-masing dilakukan sesuai kebutuhan. Di perairan yang dalam dan luas, keramba ditempatkan mengapung sebagian dengan bantuan pelampung.
[[File:Sungai_Anyar,_Tabalong.jpg|thumb|right|280px|Sungai Anyar, Tabalong]]


Salah satu varian keramba yaitu keramba jaring apung yang ditempatkan di laut. Keramba jaring apung terdiri dari rangka dengan pijakan untuk inspeksi. Jaring apung menggunakan pelampung agar tetap mengapung, serta tertambat pada rangka dan jangkar sehinga tidak berpindah dari posisinya. Ikan tetap berada di dalam keramba karena terkurung oleh jaring. Jenis keramba lain yaitu keramba hampang, dibangun dengan menggunakan jaring yang ditegakkan dengan tonggak kayu atau bambu. Keramba jenis ini umumnya dibangun di pinggir sungai dan perairan yang dangkal.
'''Keramba''' adalah keranjang atau kotak dari bilah [[bambu]] untuk membudidayakan [[ikan]].<ref>http://artikata.com/arti-334411-keramba.html</ref> Definisi lain dari keramba adalah wadah [[budi daya ikan]] berupa [[kandang]] yang terbuat dari bambu atau [[papan]] [[kayu]] yang ditempatkan di badan [[sungai]].<ref>Mahyudin, Kholis. [http://books.google.co.id/books?isbn=9790021992 Panduan Lengkap Agribisnis Lele]. Niaga Swadaya. ISBN 9790021992.</ref> Keramba umumnya ditempatkan di sungai sehingga air sungai dapat mengalir melewati keramba dan air di dalam keramba senantiasa bersirkulasi mengikuti arus air.<ref>Mahyudin, Kholis. [http://books.google.co.id/books?isbn=9790021992 Panduan Lengkap Agribisnis Lele]. Niaga Swadaya. ISBN 9790021992.</ref> Keramba bambu dapat ditempatkan tenggelam maupun mengapung sebagian, dan masing-masing dilakukan sesuai kebutuhan. Di perairan yang dalam dan luas, keramba ditempatkan mengapung sebagian dengan bantuan pelampung.<ref>Cahyono, Bambang. [http://books.google.co.id/books?isbn=9796727285 Budi daya ikan air tawar: ikan gurami, ikan nila, ikan mas]. Kanisius. 2000. ISBN 9796727285.</ref>


Pemeliharaan ikan dengan keramba di sungai memiliki permasalahan di antaranya rentan terhadap [[pencemaran air|pencemaran sungai]] dan [[sampah]] yang berada di sungai. Selain itu, keramba sungai maupun laut dapat memengaruhi kuat arus air yang mengalir di belakangnya.
Salah satu varian keramba yaitu keramba jaring apung yang ditempatkan di laut. Keramba jaring apung terdiri dari rangka dengan pijakan untuk inspeksi. Jaring apung menggunakan pelampung agar tetap mengapung, serta tertambat pada rangka dan jangkar sehinga tidak berpindah dari posisinya. Ikan tetap berada di dalam keramba karena terkurung oleh jaring.<ref>Mahyudin, Kholis. [http://books.google.co.id/books?isbn=9790021992 Panduan Lengkap Agribisnis Lele]. Niaga Swadaya. ISBN 9790021992.</ref> Jenis keramba lain yaitu keramba hampang, dibangun dengan menggunakan jaring yang ditegakkan dengan tonggak kayu atau bambu. Keramba jenis ini umumnya dibangun di pinggir sungai dan perairan yang dangkal.<ref>Cahyono, Bambang. [http://books.google.co.id/books?isbn=9796729962 Budi Daya Ikan di Perairan Umum]. Kanisius. ISBN 9796729962.</ref>
 
Pemeliharaan ikan dengan keramba di sungai memiliki permasalahan di antaranya rentan terhadap [[pencemaran air|pencemaran sungai]] dan [[sampah]] yang berada di sungai.<ref>Mahyudin, Kholis. [http://books.google.co.id/books?isbn=9790021992 Panduan Lengkap Agribisnis Lele]. Niaga Swadaya. ISBN 9790021992.</ref> Selain itu, keramba sungai maupun laut dapat memengaruhi kuat arus air yang mengalir di belakangnya.<ref>M. Ghufran H. Kodri K. [http://books.google.co.id/books?isbn=9790064438 Budi Daya Nila Unggul]. AgroMedia. 2013. ISBN 9790064438.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keramba&oldid=27952005 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27952005 (2025-10-11T09:34:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keramba&oldid=27952005 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27952005 (2025-10-11T09:34:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 04.16

Berkas:Sungai Anyar, Tabalong.jpg
Sungai Anyar, Tabalong

Keramba adalah keranjang atau kotak dari bilah bambu untuk membudidayakan ikan.[1] Definisi lain dari keramba adalah wadah budi daya ikan berupa kandang yang terbuat dari bambu atau papan kayu yang ditempatkan di badan sungai.[2] Keramba umumnya ditempatkan di sungai sehingga air sungai dapat mengalir melewati keramba dan air di dalam keramba senantiasa bersirkulasi mengikuti arus air.[3] Keramba bambu dapat ditempatkan tenggelam maupun mengapung sebagian, dan masing-masing dilakukan sesuai kebutuhan. Di perairan yang dalam dan luas, keramba ditempatkan mengapung sebagian dengan bantuan pelampung.[4]

Salah satu varian keramba yaitu keramba jaring apung yang ditempatkan di laut. Keramba jaring apung terdiri dari rangka dengan pijakan untuk inspeksi. Jaring apung menggunakan pelampung agar tetap mengapung, serta tertambat pada rangka dan jangkar sehinga tidak berpindah dari posisinya. Ikan tetap berada di dalam keramba karena terkurung oleh jaring.[5] Jenis keramba lain yaitu keramba hampang, dibangun dengan menggunakan jaring yang ditegakkan dengan tonggak kayu atau bambu. Keramba jenis ini umumnya dibangun di pinggir sungai dan perairan yang dangkal.[6]

Pemeliharaan ikan dengan keramba di sungai memiliki permasalahan di antaranya rentan terhadap pencemaran sungai dan sampah yang berada di sungai.[7] Selain itu, keramba sungai maupun laut dapat memengaruhi kuat arus air yang mengalir di belakangnya.[8]

Referensi

  1. http://artikata.com/arti-334411-keramba.html
  2. Mahyudin, Kholis. Panduan Lengkap Agribisnis Lele. Niaga Swadaya. ISBN 9790021992.
  3. Mahyudin, Kholis. Panduan Lengkap Agribisnis Lele. Niaga Swadaya. ISBN 9790021992.
  4. Cahyono, Bambang. Budi daya ikan air tawar: ikan gurami, ikan nila, ikan mas. Kanisius. 2000. ISBN 9796727285.
  5. Mahyudin, Kholis. Panduan Lengkap Agribisnis Lele. Niaga Swadaya. ISBN 9790021992.
  6. Cahyono, Bambang. Budi Daya Ikan di Perairan Umum. Kanisius. ISBN 9796729962.
  7. Mahyudin, Kholis. Panduan Lengkap Agribisnis Lele. Niaga Swadaya. ISBN 9790021992.
  8. M. Ghufran H. Kodri K. Budi Daya Nila Unggul. AgroMedia. 2013. ISBN 9790064438.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27952005 (2025-10-11T09:34:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.