Protein serat: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29578629; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Protein serat''' atau '''skleroprotein''' adalah salah satu dari tiga jenis struktur protein (bersama [[protein globular]] dan [[protein membran|membran]]). Protein serat terdiri dari kumpulan rantai polipeptida yang membentuk struktur berfilamen dan seperti lembaran. Berbeda dengan protein globular, protein serat memiliki kelarutan yang rendah di dalam [[air]]. Protein ini berfungsi menyusun struktur tubuh dan rangka makhluk hidup seperti [[jaringan ikat]], [[tendon]], [[tulang rawan]], dan serat [[otot]]. | '''Protein serat''' atau '''skleroprotein''' adalah salah satu dari tiga jenis struktur protein (bersama [[protein globular]] dan [[protein membran|membran]]).<ref>A Andreeva. ''SCOP2 prototype: a new approach to protein structure mining''. ''Nucleic Acids Res''. 2014. Vol. 42 (Database issue). hlm. D310-4. doi:10.1093/nar/gkt1242.</ref> Protein serat terdiri dari kumpulan rantai polipeptida yang membentuk struktur berfilamen dan seperti lembaran. Berbeda dengan protein globular, protein serat memiliki kelarutan yang rendah di dalam [[air]]. Protein ini berfungsi menyusun struktur tubuh dan rangka makhluk hidup seperti [[jaringan ikat]], [[tendon]], [[tulang rawan]], dan serat [[otot]].<ref>Dr La Ode Sumarlin M.Si. [https://books.google.co.id/books?id=GLStEAAAQBAJ&pg=PA94&dq=asam+karboksilat)+adalah+golongan+asam+organik+alifatik+yang+memiliki+gugus+karboksil&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjknrHK1emDAxVUamwGHcULDPYQ6AF6BAgJEAI#v=onepage&q&f=false BIOKIMIA: Dasar-Dasar Biomolekul dan Konsep Metabolisme]. PT. RajaGrafindo Persada - Rajawali Pers. 2023-02-14. ISBN 978-623-231-171-8.</ref> | ||
Contoh protein yang tergolong ke dalam jenis ini ialah [[keratin]], [[kolagen]], [[elastin]], dan [[fibrin]]. Kolagen adalah protein serat yang paling melimpah di mana kolagen terdapat dalam jaringan ikat vertebrata seperti tendon, tulang rawan, dan [[Tulang|tulang keras]]. | Contoh protein yang tergolong ke dalam jenis ini ialah [[keratin]], [[kolagen]], [[elastin]], dan [[fibrin]]. Kolagen adalah protein serat yang paling melimpah di mana kolagen terdapat dalam jaringan ikat vertebrata seperti tendon, tulang rawan, dan [[Tulang|tulang keras]].<ref>MD Shoulders. [https://archive.org/details/sim_annual-review-of-biochemistry_2009_78/page/929 Collagen structure and stability]. ''Annual Review of Biochemistry''. 2009. Vol. 78. hlm. 929–58. doi:10.1146/annurev.biochem.77.032207.120833.</ref> | ||
== Struktur biomolekul == | == Struktur biomolekul == | ||
Protein berserat berbentuk filamen protein panjang, yang menyerupai batang atau kabel. Protein serat juga memiliki sifat [[lengai]] (tidak mudah bereaksi) dan tidak larut dalam air. Sifatnya yang cenderung nonpolar disebabkan oleh strukturnya yang didominasi oleh gugus samping hidrofobik. | Protein berserat berbentuk filamen protein panjang, yang menyerupai batang atau kabel. Protein serat juga memiliki sifat [[lengai]] (tidak mudah bereaksi) dan tidak larut dalam air. Sifatnya yang cenderung nonpolar disebabkan oleh strukturnya yang didominasi oleh gugus samping hidrofobik.<ref>Dr La Ode Sumarlin M.Si. [https://books.google.co.id/books?id=GLStEAAAQBAJ&pg=PA94&dq=asam+karboksilat)+adalah+golongan+asam+organik+alifatik+yang+memiliki+gugus+karboksil&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjknrHK1emDAxVUamwGHcULDPYQ6AF6BAgJEAI#v=onepage&q&f=false BIOKIMIA: Dasar-Dasar Biomolekul dan Konsep Metabolisme]. PT. RajaGrafindo Persada - Rajawali Pers. 2023-02-14. ISBN 978-623-231-171-8.</ref> | ||
Protein berserat cenderung tidak mudah [[Denaturasi|terdenaturasi]] semudah protein globular. | Protein berserat cenderung tidak mudah [[Denaturasi|terdenaturasi]] semudah protein globular. | ||
Miroshnikov dkk. (1998) adalah salah satu peneliti yang mencoba mensintesis protein berserat. | Miroshnikov dkk. (1998) adalah salah satu peneliti yang mencoba mensintesis protein berserat.<ref>''Engineering trimeric fibrous proteins based on bacteriophage T4 adhesins''. ''Protein Eng''. April 1998. Vol. 11 (4). hlm. 329–32. doi:10.1093/protein/11.4.329.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Protein+serat&oldid=29578629 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29578629 (2026-08-14T19:47:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Protein+serat&oldid=29578629 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29578629 (2026-08-14T19:47:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 04.16
Protein serat atau skleroprotein adalah salah satu dari tiga jenis struktur protein (bersama protein globular dan membran).[1] Protein serat terdiri dari kumpulan rantai polipeptida yang membentuk struktur berfilamen dan seperti lembaran. Berbeda dengan protein globular, protein serat memiliki kelarutan yang rendah di dalam air. Protein ini berfungsi menyusun struktur tubuh dan rangka makhluk hidup seperti jaringan ikat, tendon, tulang rawan, dan serat otot.[2]
Contoh protein yang tergolong ke dalam jenis ini ialah keratin, kolagen, elastin, dan fibrin. Kolagen adalah protein serat yang paling melimpah di mana kolagen terdapat dalam jaringan ikat vertebrata seperti tendon, tulang rawan, dan tulang keras.[3]
Struktur biomolekul
Protein berserat berbentuk filamen protein panjang, yang menyerupai batang atau kabel. Protein serat juga memiliki sifat lengai (tidak mudah bereaksi) dan tidak larut dalam air. Sifatnya yang cenderung nonpolar disebabkan oleh strukturnya yang didominasi oleh gugus samping hidrofobik.[4]
Protein berserat cenderung tidak mudah terdenaturasi semudah protein globular.
Miroshnikov dkk. (1998) adalah salah satu peneliti yang mencoba mensintesis protein berserat.[5]
Referensi
- ↑ A Andreeva. SCOP2 prototype: a new approach to protein structure mining. Nucleic Acids Res. 2014. Vol. 42 (Database issue). hlm. D310-4. doi:10.1093/nar/gkt1242.
- ↑ Dr La Ode Sumarlin M.Si. BIOKIMIA: Dasar-Dasar Biomolekul dan Konsep Metabolisme. PT. RajaGrafindo Persada - Rajawali Pers. 2023-02-14. ISBN 978-623-231-171-8.
- ↑ MD Shoulders. Collagen structure and stability. Annual Review of Biochemistry. 2009. Vol. 78. hlm. 929–58. doi:10.1146/annurev.biochem.77.032207.120833.
- ↑ Dr La Ode Sumarlin M.Si. BIOKIMIA: Dasar-Dasar Biomolekul dan Konsep Metabolisme. PT. RajaGrafindo Persada - Rajawali Pers. 2023-02-14. ISBN 978-623-231-171-8.
- ↑ Engineering trimeric fibrous proteins based on bacteriophage T4 adhesins. Protein Eng. April 1998. Vol. 11 (4). hlm. 329–32. doi:10.1093/protein/11.4.329.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29578629 (2026-08-14T19:47:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.