Tf–idf: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29588112; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[temu balik informasi]], '''tf–idf''', '''TF*IDF''', atau '''TFIDF''' (singkatan dari , ) adalah ukuran statistik yang menggambarkan pentingnya suatu istilah terhadap sebuah [[dokumen]] dalam sebuah kumpulan atau [[korpus]]. Ukuran ini sering dipakai sebagai [[Pembobotan|faktor pembobot]] dalam pencarian temu balik informasi, [[penambangan teks]], dan [[pemodelan pengguna]]. Nilai tf–idf bertambah [[Kesebandingan (matematika)|sebanding]] dengan jumlah kemunculan istilah dalam dan bergantung pada jumlah dokumen dalam korpus yang memiliki istilah tersebut. | Dalam [[temu balik informasi]], '''tf–idf''', '''TF*IDF''', atau '''TFIDF''' (singkatan dari , ) adalah ukuran statistik yang menggambarkan pentingnya suatu istilah terhadap sebuah [[dokumen]] dalam sebuah kumpulan atau [[korpus]].<ref>A. Rajaraman. [http://i.stanford.edu/~ullman/mmds/ch1.pdf Mining of Massive Datasets]. 2011. doi:10.1017/CBO9781139058452.002. ISBN 978-1-1390-5845-2.</ref> Ukuran ini sering dipakai sebagai [[Pembobotan|faktor pembobot]] dalam pencarian temu balik informasi, [[penambangan teks]], dan [[pemodelan pengguna]]. Nilai tf–idf bertambah [[Kesebandingan (matematika)|sebanding]] dengan jumlah kemunculan istilah dalam dan bergantung pada jumlah dokumen dalam korpus yang memiliki istilah tersebut. | ||
== Latar belakang == | == Latar belakang == | ||
== Definisi == | == Definisi == | ||
=== Frekuensi istilah === | === Frekuensi istilah === | ||
Frekuensi istilah, , adalah frekuensi istilah , | Frekuensi istilah, , adalah frekuensi istilah , | ||
: <math>\mathrm{tf}(t, d) = \frac{f_{t,d}}{\sum_{t' \in d} f_{t'\!,d}}</math> | : <math>\mathrm{tf}(t, d) = \frac{f_{t,d}}{\sum_{t' \in d} f_{t'\!,d}}</math> | ||
dengan adalah ''pencacahan mentah'' istilah dalam dokumen, yaitu jumlah kemunculan istilah dalam dokumen . Semakin sering suatu istilah muncul, semakin besar nilai tf-nya. Terdapat beberapa cara untuk mendefinisikan frekuensi istilah. | dengan adalah ''pencacahan mentah'' istilah dalam dokumen, yaitu jumlah kemunculan istilah dalam dokumen . Semakin sering suatu istilah muncul, semakin besar nilai tf-nya. Terdapat beberapa cara untuk mendefinisikan frekuensi istilah.<ref>C. D. Manning. [http://nlp.stanford.edu/IR-book/pdf/06vect.pdf Introduction to Information Retrieval]. 2008. hlm. 100. doi:10.1017/CBO9780511809071.007. ISBN 978-0-5118-0907-1.</ref> | ||
{| class="wikitable" | |||
|+ Ragam bobot frekuensi istilah (tf) | |||
! skema !! bobot tf | |||
|- | |||
| biner || | |||
|- | |||
| pencacahan mentah || | |||
|- | |||
| frekuensi istilah || <math>\frac{f_{t,d}}{\sum_{t' \in d} f_{t'\!,d}}</math> | |||
|- | |||
| penormalan log || | |||
|- | |||
| penormalan ganda 0,5 || <math>0,\!5 + 0,\!5 \times \frac {f_{t,d}}{\max_{\{t' \in d\}} {f_{t'\!,d}}}</math> | |||
|- | |||
| penormalan ganda || <math>K + (1 - K) \frac {f_{t,d}}{\max_{\{t' \in d\}} {f_{t'\!,d}}}</math> | |||
|} | |||
=== Inversi frekuensi dokumen === | === Inversi frekuensi dokumen === | ||
Inversi frekuensi dokumen, , adalah ukuran informasi yang diberikan oleh istilah , yaitu seberapa sering atau jarang sebuah istilah muncul dalam seluruh dokumen. Semakin jarang suatu istilah di antara dokumen, semakin besar nilai idf-nya. Nilainya adalah logaritma dari kebalikan dari jumlah dokumen yang memiliki istilah yang dibagi jumlah seluruh dokumen (), | Inversi frekuensi dokumen, , adalah ukuran informasi yang diberikan oleh istilah , yaitu seberapa sering atau jarang sebuah istilah muncul dalam seluruh dokumen. Semakin jarang suatu istilah di antara dokumen, semakin besar nilai idf-nya. Nilainya adalah logaritma dari kebalikan dari jumlah dokumen yang memiliki istilah yang dibagi jumlah seluruh dokumen (), | ||
: <math>\mathrm{idf}(t, D) = \log \frac{N}</math> | : <math>\mathrm{idf}(t, D) = \log \frac{N}{|\{d \in D: t \in d\}|}</math> | ||
dengan himpunan adalah himpunan dokumen dalam yang memiliki istilah . | dengan himpunan adalah himpunan dokumen dalam yang memiliki istilah . | ||
{| class="wikitable" | |||
|+ Ragam bobot inversi frekuensi dokumen (idf) | |||
! skema !! bobot idf | |||
|- | |||
| basis satu || | |||
|- | |||
| inversi frekuensi dokumen || <math>\log \frac{N}{n_t} = - \log \frac{n_t}{N}</math> | |||
|- | |||
| halus || <math>\log \left(\frac{N}{1 + n_t}\right) + 1</math> | |||
|- | |||
| maks. || <math>\log \left(\frac{\max_{\{t' \in d\}} n_{t'}} {1 + n_t}\right)</math> | |||
|- | |||
| probabilistik || <math>\log \frac{N - n_t}{n_t}</math> | |||
|- | |||
| colspan="2" style="font-size: 90%;" | Keterangan: | |||
|} | |||
=== Frekuensi istilah–inversi frekuensi dokumen === | === Frekuensi istilah–inversi frekuensi dokumen === | ||
Nilai frekuensi istilah–inversi frekuensi dokumen (tf–idf) dapat dihitung dengan | Nilai frekuensi istilah–inversi frekuensi dokumen (tf–idf) dapat dihitung dengan | ||
: | : | ||
Nilai ini akan besar ketika istilah tersebut sering muncul (tf besar), tetapi hanya dalam sedikit dokumen (idf besar atau df kecil). Nilai ini biasanya membuang istilah-istilah umum. | Nilai ini akan besar ketika istilah tersebut sering muncul (tf besar), tetapi hanya dalam sedikit dokumen (idf besar atau df kecil). Nilai ini biasanya membuang istilah-istilah umum. | ||
{| class="wikitable" | |||
|+ Skema tf-idf yang disarankan | |||
! skema | |||
! bobot istilah dokumen () | |||
! bobot istilah kueri () | |||
|- | |||
| 1 | |||
| <math>f_{t,d} \cdot \log \frac{N}{n_t}</math> | |||
| <math>\left(0,\!5 + 0,\!5 \times \frac{f_{t,q}}{\max_t f_{t,q}}\right) \times \log \frac{N}{n_t}</math> | |||
|- | |||
| 2 | |||
| | |||
| <math>\log \left(1 + \frac{N}{n_t}\right)</math> | |||
|- | |||
| 3 | |||
| <math>(1 + \log f_{t,d}) \times \log \frac{N}{n_t}</math> | |||
| <math>(1 + \log f_{t,q}) \times \log \frac{N}{n_t}</math> | |||
|} | |||
== Peran idf == | == Peran idf == | ||
Nilai idf dikenalkan sebagai "kekhasan istilah" oleh [[Karen Spärck Jones]] dalam sebuah makalah tahun 1972. Meski ia bekerja dengan baik sebagai [[heuristik]], dasar-dasar teoretisnya telah menjadi masalah setidaknya selama tiga puluh tahun. Para peneliti mencoba untuk mencari alasannya secara [[teori informasi|teoretis informasi]]. | Nilai idf dikenalkan sebagai "kekhasan istilah" oleh [[Karen Spärck Jones]] dalam sebuah makalah tahun 1972. Meski ia bekerja dengan baik sebagai [[heuristik]], dasar-dasar teoretisnya telah menjadi masalah setidaknya selama tiga puluh tahun. Para peneliti mencoba untuk mencari alasannya secara [[teori informasi|teoretis informasi]].<ref name="Robertson2004">S. Robertson. [https://archive.org/details/sim_journal-of-documentation_2004_60_5/page/503 Understanding inverse document frequency: On theoretical arguments for IDF]. ''Journal of Documentation''. 2004. Vol. 60 (5). doi:10.1108/00220410410560582.</ref> | ||
Penjelasan dari Spärck Jones sendiri tidak terlalu mengajukan banyak teori selain hubungannya dengan [[hukum Zipf]]. Beberapa upaya telah dilakukan untuk menempatkan idf dalam bidang [[Peluang (matematika)|probabilistik]] dengan memperkirakan probabilitas bahwa dokumen memiliki istilah sebagai frekuensi relatif dokumen, | Penjelasan dari Spärck Jones sendiri tidak terlalu mengajukan banyak teori selain hubungannya dengan [[hukum Zipf]].<ref name="Robertson2004" /> Beberapa upaya telah dilakukan untuk menempatkan idf dalam bidang [[Peluang (matematika)|probabilistik]] dengan memperkirakan probabilitas<ref>Lihat pula [http://nlp.stanford.edu/IR-book/html/htmledition/probability-estimates-in-practice-1.html#p:justificationofidf "Probability estimates in practice"] dalam ''Introduction to Information Retrieval''.</ref> bahwa dokumen memiliki istilah sebagai frekuensi relatif dokumen, | ||
: <math>P(t|D) = \frac{N},</math> | : <math>P(t|D) = \frac{|\{d \in D: t \in d\}|}{N},</math> | ||
sehingga kita bisa mendefinisikan idf sebagai berikut. | sehingga kita bisa mendefinisikan idf sebagai berikut. | ||
| Baris 37: | Baris 85: | ||
\mathrm{idf} &= -\log P(t|D) \\ | \mathrm{idf} &= -\log P(t|D) \\ | ||
&= \log \frac{1}{P(t|D)} \\ | &= \log \frac{1}{P(t|D)} \\ | ||
&= \log \frac{N} | &= \log \frac{N}{|\{d \in D: t \in d\}|} | ||
\end{align} | \end{align} | ||
</math> | </math> | ||
| Baris 43: | Baris 91: | ||
Dengan kata lain, inversi frekuensi dokumen adalah logaritma dari "inversi" frekuensi dokumen relatif. | Dengan kata lain, inversi frekuensi dokumen adalah logaritma dari "inversi" frekuensi dokumen relatif. | ||
Penafsiran probabilistik ini memakai bentuk yang sama dengan [[isi informasi]]. Namun, penerapan cara pandang informasi-teoretis ke masalah dalam temu balik informasi menyebabkan masalah ketika mencoba untuk mendefinisikan [[ruang sampel]] untuk [[sebaran probabilitas]]: tidak hanya dokumen yang harus diperhatikan, tetapi juga kueri dan istilah. | Penafsiran probabilistik ini memakai bentuk yang sama dengan [[isi informasi]]. Namun, penerapan cara pandang informasi-teoretis ke masalah dalam temu balik informasi menyebabkan masalah ketika mencoba untuk mendefinisikan [[ruang sampel]] untuk [[sebaran probabilitas]]: tidak hanya dokumen yang harus diperhatikan, tetapi juga kueri dan istilah.<ref name="Robertson2004" /> | ||
== Kaitan dengan teori informasi == | == Kaitan dengan teori informasi == | ||
== Contoh tf–idf == | == Contoh tf–idf == | ||
Misalkan terdapat tabel jumlah istilah dalam korpus yang berisi dua dokumen seperti tabel-tabel di samping. | Misalkan terdapat tabel jumlah istilah dalam korpus yang berisi dua dokumen seperti tabel-tabel di samping. | ||
{| class="wikitable" style="float: right; margin-left: 1.5em;" | |||
|+ Dokumen 2 | |||
|- | |||
! Istilah !! Jumlah | |||
|- | |||
| ini || 1 | |||
|- | |||
| adalah || 1 | |||
|- | |||
| contoh || 3 | |||
|- | |||
| lainnya || 2 | |||
|} | |||
{| class="wikitable" style="float: right; margin-left: 1.5em;" | |||
|+ Dokumen 1 | |||
|- | |||
! Istilah !! Jumlah | |||
|- | |||
| ini || 1 | |||
|- | |||
| adalah || 1 | |||
|- | |||
| sebuah || 2 | |||
|- | |||
| sampel || 1 | |||
|} | |||
Untuk menghitung tf–idf istilah ''ini'', dapat dilakukan langkah-langkah berikut. | Untuk menghitung tf–idf istilah ''ini'', dapat dilakukan langkah-langkah berikut. | ||
| Baris 80: | Baris 153: | ||
== Penggunaan lain == | == Penggunaan lain == | ||
Konsep tf–idf juga dipakai untuk hal selain istilah. Pada tahun 1998, konsep idf dipakai untuk sitasi. Peneliti tersebut mengusulkan bahwa, bila sitasi yang jarang dipakai itu dipakai oleh dua dokumen berbeda, ia harus berbobot lebih tinggi daripada sitasi yang dipakai oleh banyak dokumen. Selain itu, tf–idf juga diterapkan untuk "kata visual" dengan tujuan untuk mencocokan objek dalam video dan kalimat lengkap. | Konsep tf–idf juga dipakai untuk hal selain istilah. Pada tahun 1998, konsep idf dipakai untuk sitasi.<ref>Kurt D. Bollacker. [https://www.semanticscholar.org/paper/b23a5a62b7cb5278ceb5a6cc021c28a92041d792 CiteSeer: An Autonomous Web Agent for Automatic Retrieval and Identification of Interesting Publications]. ''Proceedings of the Second International Conference on Autonomous Agents''. 1 Januari 1998. doi:10.1145/280765.280786. ISBN 978-0-8979-1983-8.</ref> Peneliti tersebut mengusulkan bahwa, bila sitasi yang jarang dipakai itu dipakai oleh dua dokumen berbeda, ia harus berbobot lebih tinggi daripada sitasi yang dipakai oleh banyak dokumen. Selain itu, tf–idf juga diterapkan untuk "kata visual" dengan tujuan untuk mencocokan objek dalam video<ref>Josef Sivic. [http://dl.acm.org/citation.cfm?id=946247.946751 Video Google: A Text Retrieval Approach to Object Matching in Videos]. ''Proceedings of the Ninth IEEE International Conference on Computer Vision – Volume 2''. 1 Januari 2003. doi:10.1109/ICCV.2003.1238663. ISBN 978-0-7695-1950-0.</ref> dan kalimat lengkap.<ref>Yohei Seki. [http://research.nii.ac.jp/ntcir/workshop/OnlineProceedings3/NTCIR3-TSC-SekiY.pdf Sentence Extraction by tf/idf and Position Weighting from Newspaper Articles]. National Institute of Informatics.</ref> | ||
Namun, konsep tf–idf tidak terbukti lebih efektif daripada hanya tf (tanpa idf) untuk semua kasus. Ketika tf–idf diterapkan untuk sitasi, para peneliti tidak menemukan peningkatan kinerja dibanding pencacahan-sitasi sederhana yang tidak memakai komponen idf. | Namun, konsep tf–idf tidak terbukti lebih efektif daripada hanya tf (tanpa idf) untuk semua kasus. Ketika tf–idf diterapkan untuk sitasi, para peneliti tidak menemukan peningkatan kinerja dibanding pencacahan-sitasi sederhana yang tidak memakai komponen idf.<ref>Joeran Beel. [http://beel.org/publications/2017%20iConference%20--%20Evaluating%20the%20CC-IDF%20citation-weighting%20scheme%20--%20preprint.pdf Evaluating the CC-IDF citation-weighting scheme – How effectively can 'Inverse Document Frequency' (IDF) be applied to references?]. ''Proceedings of the 12th IConference''. 2017.</ref> | ||
== Turunan == | == Turunan == | ||
Ada beberapa skema pembobotan istilah yang dikembangkan dari tf–idf. Salah satunya adalah TF–PDF (frekuensi istilah–frekuensi dokumen seimbang). TF–PDF dikenalkan pada tahun 2001 dalam konteks pengidentifikasi topik baru di media. Komponen PDF mengukur perbedaan jumlah kemunculan sebuah istilah dalam berbagai bidang. | Ada beberapa skema pembobotan istilah yang dikembangkan dari tf–idf. Salah satunya adalah TF–PDF (frekuensi istilah–frekuensi dokumen seimbang).<ref>Khoo Khyou Bun. ''Emerging Topic Tracking System''. ''Proceedings Third International Workshop on Advanced Issues of E-Commerce and Web-Based Information Systems. WECWIS 2001''. 2001. doi:10.1109/wecwis.2001.933900. ISBN 978-0-7695-1224-2.</ref> TF–PDF dikenalkan pada tahun 2001 dalam konteks pengidentifikasi topik baru di media. Komponen PDF mengukur perbedaan jumlah kemunculan sebuah istilah dalam berbagai bidang. | ||
Skema lainnya adalah TF–IDuF. Dalam TF–IDuF, nilai idf tidak dihitung berdasarkan korpus yang akan dicari, tetapi dihitung dari kumpulan dokumen pribadi pengguna. Penulis tersebut melaporkan bahwa TF–IDuF hampir seefektif tf–idf, tetapi juga bisa dipakai dalam keadaan semisal tiada akses ke korpus dokumen global. | Skema lainnya adalah TF–IDuF. Dalam TF–IDuF, nilai idf tidak dihitung berdasarkan korpus yang akan dicari, tetapi dihitung dari kumpulan dokumen pribadi pengguna.<ref>Stefan Langer. [https://www.gipp.com/wp-content/papercite-data/pdf/beel17.pdf TF-IDuF: A Novel Term-Weighting Scheme for User Modeling based on Users' Personal Document Collections]. ''IConference''. 2017.</ref> Penulis tersebut melaporkan bahwa TF–IDuF hampir seefektif tf–idf, tetapi juga bisa dipakai dalam keadaan semisal tiada akses ke korpus dokumen global. | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Alokasi laten Dirichlet]] | * [[Alokasi laten Dirichlet]] | ||
* [[Analisis semantik laten]] | * [[Analisis semantik laten]] | ||
| Baris 102: | Baris 174: | ||
* [[Penyimpangan Kullback–Leibler]] | * [[Penyimpangan Kullback–Leibler]] | ||
* [[SMART Information Retrieval System]] | * [[SMART Information Retrieval System]] | ||
== Daftar pustaka == | == Daftar pustaka == | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tf%E2%80%93idf&oldid=29588112 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29588112 (2026-08-16T11:09:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tf%E2%80%93idf&oldid=29588112 Wikipedia bahasa Indonesia], | |||
revisi 29588112 (2026-08-16T11:09:42Z) | <!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | ||
Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA) | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 03.07
Dalam temu balik informasi, tf–idf, TF*IDF, atau TFIDF (singkatan dari , ) adalah ukuran statistik yang menggambarkan pentingnya suatu istilah terhadap sebuah dokumen dalam sebuah kumpulan atau korpus.[1] Ukuran ini sering dipakai sebagai faktor pembobot dalam pencarian temu balik informasi, penambangan teks, dan pemodelan pengguna. Nilai tf–idf bertambah sebanding dengan jumlah kemunculan istilah dalam dan bergantung pada jumlah dokumen dalam korpus yang memiliki istilah tersebut.
Latar belakang
Definisi
Frekuensi istilah
Frekuensi istilah, , adalah frekuensi istilah ,
dengan adalah pencacahan mentah istilah dalam dokumen, yaitu jumlah kemunculan istilah dalam dokumen . Semakin sering suatu istilah muncul, semakin besar nilai tf-nya. Terdapat beberapa cara untuk mendefinisikan frekuensi istilah.[2]
| skema | bobot tf |
|---|---|
| biner | |
| pencacahan mentah | |
| frekuensi istilah | |
| penormalan log | |
| penormalan ganda 0,5 | |
| penormalan ganda |
Inversi frekuensi dokumen
Inversi frekuensi dokumen, , adalah ukuran informasi yang diberikan oleh istilah , yaitu seberapa sering atau jarang sebuah istilah muncul dalam seluruh dokumen. Semakin jarang suatu istilah di antara dokumen, semakin besar nilai idf-nya. Nilainya adalah logaritma dari kebalikan dari jumlah dokumen yang memiliki istilah yang dibagi jumlah seluruh dokumen (),
dengan himpunan adalah himpunan dokumen dalam yang memiliki istilah .
| skema | bobot idf |
|---|---|
| basis satu | |
| inversi frekuensi dokumen | |
| halus | |
| maks. | |
| probabilistik | |
| Keterangan: | |
Frekuensi istilah–inversi frekuensi dokumen
Nilai frekuensi istilah–inversi frekuensi dokumen (tf–idf) dapat dihitung dengan
Nilai ini akan besar ketika istilah tersebut sering muncul (tf besar), tetapi hanya dalam sedikit dokumen (idf besar atau df kecil). Nilai ini biasanya membuang istilah-istilah umum.
| skema | bobot istilah dokumen () | bobot istilah kueri () |
|---|---|---|
| 1 | ||
| 2 | ||
| 3 |
Peran idf
Nilai idf dikenalkan sebagai "kekhasan istilah" oleh Karen Spärck Jones dalam sebuah makalah tahun 1972. Meski ia bekerja dengan baik sebagai heuristik, dasar-dasar teoretisnya telah menjadi masalah setidaknya selama tiga puluh tahun. Para peneliti mencoba untuk mencari alasannya secara teoretis informasi.[3]
Penjelasan dari Spärck Jones sendiri tidak terlalu mengajukan banyak teori selain hubungannya dengan hukum Zipf.[3] Beberapa upaya telah dilakukan untuk menempatkan idf dalam bidang probabilistik dengan memperkirakan probabilitas[4] bahwa dokumen memiliki istilah sebagai frekuensi relatif dokumen,
sehingga kita bisa mendefinisikan idf sebagai berikut.
Dengan kata lain, inversi frekuensi dokumen adalah logaritma dari "inversi" frekuensi dokumen relatif.
Penafsiran probabilistik ini memakai bentuk yang sama dengan isi informasi. Namun, penerapan cara pandang informasi-teoretis ke masalah dalam temu balik informasi menyebabkan masalah ketika mencoba untuk mendefinisikan ruang sampel untuk sebaran probabilitas: tidak hanya dokumen yang harus diperhatikan, tetapi juga kueri dan istilah.[3]
Kaitan dengan teori informasi
Contoh tf–idf
Misalkan terdapat tabel jumlah istilah dalam korpus yang berisi dua dokumen seperti tabel-tabel di samping.
| Istilah | Jumlah |
|---|---|
| ini | 1 |
| adalah | 1 |
| contoh | 3 |
| lainnya | 2 |
| Istilah | Jumlah |
|---|---|
| ini | 1 |
| adalah | 1 |
| sebuah | 2 |
| sampel | 1 |
Untuk menghitung tf–idf istilah ini, dapat dilakukan langkah-langkah berikut.
Dalam bentuk frekuensi mentahnya, tf hanyalah frekuensi istilah ini dalam tiap dokumen. Dalam tiap dokumen, istilah ini sama-sama muncul sekali. Namun, karena dokumen 2 punya lebih banyak kata, frekuensi relatifnya lebih kecil.
Nilai idf bersifat tetap per korpus dan bergantung pada jumlah dokumen yang memiliki istilah ini. Dalam kasus ini, kita memiliki korpus yang semua dokumennya memiliki istilah ini.
Jadi, nilai tf–idf istilah ini adalah nol yang berarti bahwa istilah ini tidak terlalu bermakna karena muncul dalam seluruh dokumen.
Contoh lainnya, istilah contoh muncul tiga kali, tetapi hanya dalam dokumen 2.
Terakhir,
Penggunaan lain
Konsep tf–idf juga dipakai untuk hal selain istilah. Pada tahun 1998, konsep idf dipakai untuk sitasi.[5] Peneliti tersebut mengusulkan bahwa, bila sitasi yang jarang dipakai itu dipakai oleh dua dokumen berbeda, ia harus berbobot lebih tinggi daripada sitasi yang dipakai oleh banyak dokumen. Selain itu, tf–idf juga diterapkan untuk "kata visual" dengan tujuan untuk mencocokan objek dalam video[6] dan kalimat lengkap.[7]
Namun, konsep tf–idf tidak terbukti lebih efektif daripada hanya tf (tanpa idf) untuk semua kasus. Ketika tf–idf diterapkan untuk sitasi, para peneliti tidak menemukan peningkatan kinerja dibanding pencacahan-sitasi sederhana yang tidak memakai komponen idf.[8]
Turunan
Ada beberapa skema pembobotan istilah yang dikembangkan dari tf–idf. Salah satunya adalah TF–PDF (frekuensi istilah–frekuensi dokumen seimbang).[9] TF–PDF dikenalkan pada tahun 2001 dalam konteks pengidentifikasi topik baru di media. Komponen PDF mengukur perbedaan jumlah kemunculan sebuah istilah dalam berbagai bidang.
Skema lainnya adalah TF–IDuF. Dalam TF–IDuF, nilai idf tidak dihitung berdasarkan korpus yang akan dicari, tetapi dihitung dari kumpulan dokumen pribadi pengguna.[10] Penulis tersebut melaporkan bahwa TF–IDuF hampir seefektif tf–idf, tetapi juga bisa dipakai dalam keadaan semisal tiada akses ke korpus dokumen global.
Lihat pula
- Alokasi laten Dirichlet
- Analisis semantik laten
- Informasi bersama
- Jumlah kata
- Kelompok kata benda
- Model ruang vektor
- Okapi BM25
- PageRank
- Penyematan kata
- Penyimpangan Kullback–Leibler
- SMART Information Retrieval System
Daftar pustaka
Referensi
- ↑ A. Rajaraman. Mining of Massive Datasets. 2011. doi:10.1017/CBO9781139058452.002. ISBN 978-1-1390-5845-2.
- ↑ C. D. Manning. Introduction to Information Retrieval. 2008. hlm. 100. doi:10.1017/CBO9780511809071.007. ISBN 978-0-5118-0907-1.
- ↑ 3,0 3,1 3,2 S. Robertson. Understanding inverse document frequency: On theoretical arguments for IDF. Journal of Documentation. 2004. Vol. 60 (5). doi:10.1108/00220410410560582.
- ↑ Lihat pula "Probability estimates in practice" dalam Introduction to Information Retrieval.
- ↑ Kurt D. Bollacker. CiteSeer: An Autonomous Web Agent for Automatic Retrieval and Identification of Interesting Publications. Proceedings of the Second International Conference on Autonomous Agents. 1 Januari 1998. doi:10.1145/280765.280786. ISBN 978-0-8979-1983-8.
- ↑ Josef Sivic. Video Google: A Text Retrieval Approach to Object Matching in Videos. Proceedings of the Ninth IEEE International Conference on Computer Vision – Volume 2. 1 Januari 2003. doi:10.1109/ICCV.2003.1238663. ISBN 978-0-7695-1950-0.
- ↑ Yohei Seki. Sentence Extraction by tf/idf and Position Weighting from Newspaper Articles. National Institute of Informatics.
- ↑ Joeran Beel. Evaluating the CC-IDF citation-weighting scheme – How effectively can 'Inverse Document Frequency' (IDF) be applied to references?. Proceedings of the 12th IConference. 2017.
- ↑ Khoo Khyou Bun. Emerging Topic Tracking System. Proceedings Third International Workshop on Advanced Issues of E-Commerce and Web-Based Information Systems. WECWIS 2001. 2001. doi:10.1109/wecwis.2001.933900. ISBN 978-0-7695-1224-2.
- ↑ Stefan Langer. TF-IDuF: A Novel Term-Weighting Scheme for User Modeling based on Users' Personal Document Collections. IConference. 2017.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29588112 (2026-08-16T11:09:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.