Lompat ke isi

Ramalan swawujud: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 23003205; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:SNA_segment.png|thumb|right|280px|SNA segment]]
'''Ramalan swawujud''' adalah prediksi yang secara langsung atau tidak langsung membuatnya terwujud sendiri akibat [[umpan balik positif]] antara keyakinan dan kelakuan. Meski contoh [[ramalan]] semacam itu sudah dijelaskan di literatur-literatur [[Yunani kuno]] dan [[Sejarah India|India kuno]], istilah "''self-fulfilling prophecy''" dicetuskan oleh [[sosiolog]] abad ke-20 [[Robert K. Merton]]. Ia menetapkan struktur dan konsekuensinya. Dalam buku ''[[Social Theory and Social Structure]]'', Merton menggambarkan ramalan swawujud seperti ini: Jika Roxanna salah paham dan yakin bahwa pernikahannya akan berakhir, ketakutannya terhadap perceraian justru benar-benar mengakibatkan pernikahannya berakhir.
'''Ramalan swawujud''' adalah prediksi yang secara langsung atau tidak langsung membuatnya terwujud sendiri akibat [[umpan balik positif]] antara keyakinan dan kelakuan. Meski contoh [[ramalan]] semacam itu sudah dijelaskan di literatur-literatur [[Yunani kuno]] dan [[Sejarah India|India kuno]], istilah "''self-fulfilling prophecy''" dicetuskan oleh [[sosiolog]] abad ke-20 [[Robert K. Merton]]. Ia menetapkan struktur dan konsekuensinya. Dalam buku ''[[Social Theory and Social Structure]]'', Merton menggambarkan ramalan swawujud seperti ini: Jika Roxanna salah paham dan yakin bahwa pernikahannya akan berakhir, ketakutannya terhadap perceraian justru benar-benar mengakibatkan pernikahannya berakhir.


Singkat kata, suatu ramalan positif atau negatif, kepercayaan yang dipegang erat, atau [[delusi]]—yang dianggap benar padahal tidak—mampu memengaruhi seseorang sampai-sampai reaksinya sendiri justru mengakibatkan ramalan kelirunya terwujud.
Singkat kata, suatu ramalan positif atau negatif, kepercayaan yang dipegang erat, atau [[delusi]]—yang dianggap benar padahal tidak—mampu memengaruhi seseorang sampai-sampai reaksinya sendiri justru mengakibatkan ramalan kelirunya terwujud.


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Perjalanan buruk]]
* [[Perjalanan buruk]]
* [[Pembenaran perilaku]]
* [[Pembenaran perilaku]]
Baris 32: Baris 32:
* [[Sunspots (ekonomi)]]
* [[Sunspots (ekonomi)]]
* [[The Clash of Civilizations]]
* [[The Clash of Civilizations]]
== Catatan kaki ==


== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
* [[Dorothy L. Sayers]], "Oedipus Simplex: Freedom and Fate in Folklore and Fiction"
* [[Dorothy L. Sayers]], "Oedipus Simplex: Freedom and Fate in Folklore and Fiction"


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ramalan+swawujud&oldid=23003205 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23003205 (2023-02-23T14:05:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ramalan+swawujud&oldid=23003205 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23003205 (2023-02-23T14:05:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 18.05

Berkas:SNA segment.png
SNA segment

Ramalan swawujud adalah prediksi yang secara langsung atau tidak langsung membuatnya terwujud sendiri akibat umpan balik positif antara keyakinan dan kelakuan. Meski contoh ramalan semacam itu sudah dijelaskan di literatur-literatur Yunani kuno dan India kuno, istilah "self-fulfilling prophecy" dicetuskan oleh sosiolog abad ke-20 Robert K. Merton. Ia menetapkan struktur dan konsekuensinya. Dalam buku Social Theory and Social Structure, Merton menggambarkan ramalan swawujud seperti ini: Jika Roxanna salah paham dan yakin bahwa pernikahannya akan berakhir, ketakutannya terhadap perceraian justru benar-benar mengakibatkan pernikahannya berakhir.

Singkat kata, suatu ramalan positif atau negatif, kepercayaan yang dipegang erat, atau delusi—yang dianggap benar padahal tidak—mampu memengaruhi seseorang sampai-sampai reaksinya sendiri justru mengakibatkan ramalan kelirunya terwujud.

Lihat pula

Bacaan lanjutan

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23003205 (2023-02-23T14:05:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.