Lompat ke isi

Februari: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
Baris 17: Baris 17:
Dalam [[bahasa Makedonia]] bulan ini dahulu disebut  (), yang berarti "potong", "pangkas", atau "tebang". Dalam [[bahasa Ceska]], bulan ini disebut , yang mungkin berarti "menenggelamkan (es)".
Dalam [[bahasa Makedonia]] bulan ini dahulu disebut  (), yang berarti "potong", "pangkas", atau "tebang". Dalam [[bahasa Ceska]], bulan ini disebut , yang mungkin berarti "menenggelamkan (es)".


Dalam [[bahasa Slovenia]], bulan Februari dahulu bernama , yang mungkin merujuk pada ''sveča'' ("lilin"), terutama yang digunakan pada saat perayaan [[Yesus dipersembahkan di Bait Allah]].<ref>[http://www.dobrova-polhovgradec.si/doc/priponke/koledar%20prir%2007%20zadnji.pdf Koledar prireditev v letu 2007 in druge informacije občine Dobrova–Polhov Gradec]. Municipality of Dobrova-Polhov Gradec. 2006.</ref> Nama tersebut awalnya dieja sebagai ,<ref>[https://books.google.com/books?id=0V9gAAAAMAAJ Zeitschrift für slavische Philologie]. Markert&Petters. 1972. Vol. 36–37. hlm. 115.</ref> kemudian sebagai  dalam ''Almanak Krain'' tahun 1775 dan dieja dalam bentuk akhir tersebut oleh Franc Metelko dalam buku ''Almanak Baru'' yang ia terbitkan pada tahun 1824. Variasi dari nama tersebut adalah , yang dapat berarti "memotong" atau "menebang".<ref>[http://www.dobrova-polhovgradec.si/doc/priponke/koledar%20prir%2007%20zadnji.pdf Koledar prireditev v letu 2007 in druge informacije občine Dobrova–Polhov Gradec]. Municipality of Dobrova-Polhov Gradec. 2006.</ref> Pada tahun 1848, penerbit [[Masyarakat Slovenia]] dari [[Ljubljana]] mengusulkan dalam buku ''[[Kmetijske in rokodelske novice]]'' untuk memanggil bulan ini dengan nama , yang berhubungan dengan ''taliti'' ("mencair"), tetapi nama tersebut tidak populer dalam masyarakat. Ide tersebut diusulkan oleh [[Imamat dalam Gereja Katolik|imam Katolik]] bernama Blaž Potočnik.<ref>[http://www.dlib.si/details/URN:NBN:SI:doc-ACZAUJWT/?&language=eng Slovenska imena mesecev]. ''Kmetijske in Rokodelske Novice''. 13 September 1848. Vol. 6 (37).</ref> Nama lain untuk bulan ini dalam bahasa Slovenia adalah , yang merujuk pada tokoh mitologis bernama Vesna.<ref>Janez Bogataj. [http://www.posta.si/downloadfile.aspx?fileid=14263 Slovenska mitologija – Vesna]. ''Bilten; poštne znamke [Bulletin: Postage Stamps]''. 2005.</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==

Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.39

Februari adalah nama dari bulan kedua dalam setahun pada tarikh Kalender Gregorius dan Julius.[1] Bulan Februari memiliki 28 hari pada tahun-tahun biasa dan 29 hari pada tahun-tahun kabisat. Tanggal 29 Februari, yang hanya muncul sekali dalam empat tahun, dikenal dengan nama hari kabisat.

Bulan Februari menjadi bulan ketiga dan terakhir untuk musim dingin meteorologis di belahan Bumi utara, serta bulan ketiga dan terakhir untuk musim panas meteorologis di belahan Bumi selatan. Di Indonesia, bulan ini menjadi salah satu puncak musim hujan, yaitu periode dengan curah hujan tertinggi dalam setahun.

Nama

Nama "Februari" diserap dari kata dalam , yang berakar dari kata bahasa Latin, Februarius, yakni singkatan dari mensis februarius, yang berarti "bulan Februa". Kata "Februarius" tersebut merujuk pada suatu festival penyucian di Romawi Kuno yang diadakan pada tanggal 15 Februari, yang disebut sebagai Februa, atau yang kemudian lebih dikenal sebagai Lupercalia. Kata tersebut juga terkadang merujuk pada Februus, yaitu dewa penyucian dalam mitologi Romawi.

Dalam bahasa Indonesia zaman kuno, bulan ini sering dieja sebagai "Pebruari". Saat ini, kata tersebut dianggap sebagai versi takbaku dari kata "Februari".[2]

Nama lain

Nama-nama historis yang merujuk pada bulan ini, di antaranya, ialah istilah Februarius dari penamaan Romawi asli, istilah Solmonath ("bulan lumpur") atau Kale-monath ("bulan kol") dari penamaan Inggris Kuno, serta istilah Hornung dari penamaan Karolus.

Dalam bahasa Suomi, bulan ini dinamai ', yang berarti "bulan mutiara", yang berasal dari fakta bahwa pada bulan ini salju-salju dari pohon mulai meleleh dan membentuk tetesan air, tetapi kemudian membeku kembali dan membentuk es-es berupa mirip mutiara.

Dalam bahasa Polski, bulan ini dinamai ', sementara dalam bahasa Ukraina, dinamai (), keduanya kurang lebih berarti "keras", "berat", atau "parah".

Dalam bahasa Makedonia bulan ini dahulu disebut (), yang berarti "potong", "pangkas", atau "tebang". Dalam bahasa Ceska, bulan ini disebut , yang mungkin berarti "menenggelamkan (es)".


Sejarah

Bulan Januari dan Februari ditambahkan paling akhir ke dalam Kalender Romawi oleh Numa Pompilius sekitar tahun 713 SM, setelah kedua bulan pada musim dingin tersebut sebelumnya dianggap sebagai "periode tanpa bulan" oleh bangsa Romawi. Bulan Februari awalnya menjadi bulan terakhir dalam setahun, hingga akhirnya dipindahkan menjadi bulan kedua oleh para Desemviri sekitar tahun 450 SM. Pada masa tertentu dalam sejarah, bulan Februari dipotong menjadi 23 atau 24 hari, sementara bulan kabisat berjumlah 27 hari, yang disebut Intercalaris atau Mercedonius, ditambahkan setelah bulan Februari dalam jangka waktu dua atau tiga tahun sekali untuk menyesuaikan kalender dengan musim yang ada.

Perayaan-perayaan Romawi Kuno yang dirayakan dalam bulan ini meliputi Amburbium (tanggal pasti tak diketahui), Sementivae (2 Februari), Februa atau Lupercalia (13–15 Februari), Parentalia (February 13–22), Quirinalia (17 Februari), Feralia (21 Februari), Caristia (22 Februari), Terminalia (23 Februari), Regifugium (24 Februari), dan Agonium Martiale (27 Februari). Tanggal-tanggal ini sudah tidak sesuai dengan tanggal-tanggal pada kalender Gregorius modern.

Sewaktu Kalender Romawi diubah menjadi Kalender Julius, sistem bulan Intercalaris ikut dihapus dan sebagai gantinya sistem tahun kabisat diperkenalkan. Dalam sistem baru tersebut, tahun kabisat terjadi sekali setiap empat tahun, dan dalam tahun kabisat tersebut, bulan Februari mendapat tambahan hari ke-29. Selain itu, bulan Februari ditetapkan sebagai bulan kedua dalam setahun, sehingga urutan bulan selalu ditampilkan seperti kalender tahunan saat ini. Bahkan pada Abad Pertengahan, ketika pergantian tarikh Masehi dimulai pada tanggal 25 Maret atau 25 Desember, bulan Februari tetap berada pada urutan kedua ketika kalender menampilkan kedua belas bulan. Kalender Gregorius, yang kemudian menggantikan Kalender Julius, membuat sedikit perubahan pada sistem yang mengatur tahun yang mana saja yang merupakan tahun kabisat yang mengandung tanggal 29 Februari, yaitu tambahan bahwa tahun dengan kelipatan 100 bukanlah tahun kabisat, kecuali jika tahun tersebut habis dibagi 400.

Simbol

  • Nama untuk bulan purnama yang muncul pada bulan Februari disebut "bulan salju".
  • Bunga lahir yang merujuk pada bulan ini adalah bunga violet (Viola), bunga primrose (Primula vulgaris),[3] dan bunga iris (Iris).[4]
  • Batu lahir yang merujuk pada bulan ini adalah batu kecubung, yang melambangkan kesalehan, kerendahan hati, kebijaksanaan, dan ketulusan.
  • Lambang zodiak untuk bulan Februari adalah Akuarius (hingga tanggal 18 Februari) dan Pises (19 Februari dan seterusnya).[5]

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28170760 (2025-10-26T12:52:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.