Clara Immerwahr: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29517238; atribusi sumber disertakan. |
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula |
||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
Dari tahun 1901 sampai kematiannya karena bunuh diri pada tahun 1915, ia menikah dengan [[Fritz Haber]] yang juga seorang ahli kimia dan kelak memenangkan penghargaan nobel. | Dari tahun 1901 sampai kematiannya karena bunuh diri pada tahun 1915, ia menikah dengan [[Fritz Haber]] yang juga seorang ahli kimia dan kelak memenangkan penghargaan nobel. | ||
Immerwahr belajar di Universitas Breslau, memperoleh gelar dan gelar Ph.D. dalam [[kimia]] di bawah bimbingan [[Richard Abegg]] ditahun 1900, setelah 8 semester masa studi (dua semester lebih banyak dari yang dipersyaratkan untuk kandidat doktor laki-laki). Disertasinya berjudul (Kontribusi terhadap Kelarutan Garam-Garam yang Sedikit Larut dari Merkuri, Tembaga, Timbal, Kadmium, dan Seng). Ia menjadi perempuan pertama yang meraih gelar Ph.D. di Universitas Breslau dan lulus sebagai ''magna cum laude''. Sidang tesisnya dilaksanakan di aula utama universitas dan dihadiri oleh banyak perempuan muda yang tertarik untuk melihat "" ("dokter perempuan pertama kami"). Beberapa bulan setelah memperoleh gelarnya, ia memberikan kuliah umum berjudul "Kimia dan Fisika dalam Rumah Tangga." | Immerwahr belajar di Universitas Breslau, memperoleh gelar dan gelar Ph.D. dalam [[kimia]] di bawah bimbingan [[Richard Abegg]] ditahun 1900, setelah 8 semester masa studi (dua semester lebih banyak dari yang dipersyaratkan untuk kandidat doktor laki-laki). Disertasinya berjudul (Kontribusi terhadap Kelarutan Garam-Garam yang Sedikit Larut dari Merkuri, Tembaga, Timbal, Kadmium, dan Seng). Ia menjadi perempuan pertama yang meraih gelar Ph.D. di Universitas Breslau dan lulus sebagai ''magna cum laude''. Sidang tesisnya dilaksanakan di aula utama universitas dan dihadiri oleh banyak perempuan muda yang tertarik untuk melihat "" ("dokter perempuan pertama kami"). Beberapa bulan setelah memperoleh gelarnya, ia memberikan kuliah umum berjudul "Kimia dan Fisika dalam Rumah Tangga." | ||
Karena [[peran gender|harapan masyarakat]] bahwa tempat seorang perempuan yang telah menikah adalah di rumah, kemampuannya melakukan penelitian menjadi terbatas. Ia malah berkontribusi pada pekerjaan suaminya dengan pengakuan yang sangat minim, menerjemahkan beberapa makalahnya ke dalam [[bahasa Inggris]]. Pada tanggal 1 Juni 1902 ia melahirkan Hermann Haber (1902–1946), anak tunggal dari pernikahan mereka. | Karena [[peran gender|harapan masyarakat]] bahwa tempat seorang perempuan yang telah menikah adalah di rumah, kemampuannya melakukan penelitian menjadi terbatas. Ia malah berkontribusi pada pekerjaan suaminya dengan pengakuan yang sangat minim, menerjemahkan beberapa makalahnya ke dalam [[bahasa Inggris]]. Pada tanggal 1 Juni 1902 ia melahirkan Hermann Haber (1902–1946), anak tunggal dari pernikahan mereka. | ||
| Baris 35: | Baris 31: | ||
* [https://www.unisyscat.de/clara-immerwahr-award.html Clara Immerwahr Award launched by UniCat in 2011] | * [https://www.unisyscat.de/clara-immerwahr-award.html Clara Immerwahr Award launched by UniCat in 2011] | ||
* [https://jwa.org/encyclopedia/article/immerwahr-clara Clara Immerwahr in the Jewish Women's Archive] | * [https://jwa.org/encyclopedia/article/immerwahr-clara Clara Immerwahr in the Jewish Women's Archive] | ||
Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.41
Clara Helene Immerwahr (; ) adalah seorang ahli kimia dari Jerman. Ia menjadi perempuan Jerman pertama yang mendapatkan gelar doktor dalam bidang kimia dari Universitas Breslau, dan dianggap sebagai seorang pasifis serta "pahlawan dalam gerakan hak perempuan".
Dari tahun 1901 sampai kematiannya karena bunuh diri pada tahun 1915, ia menikah dengan Fritz Haber yang juga seorang ahli kimia dan kelak memenangkan penghargaan nobel.
Immerwahr belajar di Universitas Breslau, memperoleh gelar dan gelar Ph.D. dalam kimia di bawah bimbingan Richard Abegg ditahun 1900, setelah 8 semester masa studi (dua semester lebih banyak dari yang dipersyaratkan untuk kandidat doktor laki-laki). Disertasinya berjudul (Kontribusi terhadap Kelarutan Garam-Garam yang Sedikit Larut dari Merkuri, Tembaga, Timbal, Kadmium, dan Seng). Ia menjadi perempuan pertama yang meraih gelar Ph.D. di Universitas Breslau dan lulus sebagai magna cum laude. Sidang tesisnya dilaksanakan di aula utama universitas dan dihadiri oleh banyak perempuan muda yang tertarik untuk melihat "" ("dokter perempuan pertama kami"). Beberapa bulan setelah memperoleh gelarnya, ia memberikan kuliah umum berjudul "Kimia dan Fisika dalam Rumah Tangga."
Karena harapan masyarakat bahwa tempat seorang perempuan yang telah menikah adalah di rumah, kemampuannya melakukan penelitian menjadi terbatas. Ia malah berkontribusi pada pekerjaan suaminya dengan pengakuan yang sangat minim, menerjemahkan beberapa makalahnya ke dalam bahasa Inggris. Pada tanggal 1 Juni 1902 ia melahirkan Hermann Haber (1902–1946), anak tunggal dari pernikahan mereka.
Dalam curhatannya kepada Abegg, Immerwahr mengungkapkan rasa ketidakpuasannya yang mendalam dengan peran yang bersifat subordinat ini:
Haber terus menerus mengabaikan istri dan anaknya, pergi bertamasya ke fasilitas ilmiah di Amerika ketika putranya baru berusia beberapa bulan. Saat berada di pedesaan, ia sering menghabiskan waktu makan siang dan malam hari di tempat kerja atau bersama rekan kerjanya daripada di rumah. Dalam suratnya pada tahun 1915 kepada Setsuro Tamaru, seorang rekan Haber dari Jepang, Immerwahr mengungkapkan kekecewaannya karena suaminya bekerja "18 jam sehari, hampir selalu di Berlin (bukan di Dahlem!)"
Selama Perang Dunia I, Fritz Haber menjadi pendukung setia upaya militer Jerman dan memainkan peran penting dalam pengembangan senjata kimia (khususnya gas beracun). Upayanya akan berpuncak pada pengawasannya penyebaran pertama yang berhasil dari senjata pemusnah massal dalam sejarah militer, di Flanders, Belgia, pada tanggal 22 April 1915. Immerwahr dilaporkan berbicara menentang penelitian suaminya dan menganggapnya sebagai "penyimpangan terhadap cita-cita ilmu pengetahuan" dan "tanda kebiadaban yang merusak keberlangsungan ilmu pengetahuan yang seharusnya membawa wawasan baru ke dalam kehidupan." Immerwahr juga menjadi saksi kematian tidak disengaja salah satu mantan teman sekelasnya di perguruan tinggi, Otto Sackur, yang mencoba menjinakkan cacodyl chloride di laboratorium Haber sebagai bagian dari penelitian Haber mengenai senjata kimia.
Kematian
Tak lama setelah Haber kembali dari Belgia, Immerwahr menembak dadanya sendiri menggunakan pistol militer Haber. Pada tanggal 2 Mei 1915, dia meninggal di pelukan putranya. Pagi hari setelah kematiannya, Haber berangkat untuk melakukan serangan gas pertama terhadap Rusia di Front Timur.
Bunuh dirinya sebagian besar tidak dilaporkan. Enam hari setelah kematiannya, hanya surat kabar lokal kecil Grunewald-Zeitung melaporkan bahwa "istri Dr H. di Dahlem, yang saat ini berada di garis depan, telah mengakhiri hidupnya dengan menembak dirinya sendiri. Alasan di balik tindakan perempuan malang itu tidak diketahui." Keadaan kematiannya yang kurang terdokumentasikan telah mengakibatkan diskusi dan kontroversi yang cukup besar mengenai alasan sebenernya, termasuk bahwa ia menentang pekerjaan Haber dalam senjata kimia dan bunuh dirinya adalah respon terhadap ia yang secara pribadi mengawasi keberhasilan pertama dalam penggunaan gas klorin selama Pertempuran Ypres Kedua, yang mengakibatkan lebih dari 67.000 korban.
Abu Immerwahr dipindahkan dari Dahlem ke Basel dan dimakamkan bersama dengan Haber setelah kematiannya pada tahun 1934. Selanjutnya, putra mereka Hermann Haber beremigrasi ke Amerika Serikat, ia meninggal karena bunuh diri pada tahun 1946.
Referensi
Pranala luar
- Short biography of Clara Haber (Immerwahr) at Doomed Engineers
- Clara Immerwahr Award launched by UniCat in 2011
- Clara Immerwahr in the Jewish Women's Archive
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29517238 (2026-08-03T01:14:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.