Lompat ke isi

Angka Khmer: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
Baris 3: Baris 3:
'''Angka Khmer''' merupakan simbol angka-angka yang mewakili [[Bahasa Khmer]]. Angka Khmer diyakini telah digunakan setidaknya sejak abad ke 7 masehi.<ref>David Eugene Smith. ''The Hindu–Arabic Numerals''. Courier Dover Publications. 2004. hlm. 39. ISBN 0-486-43913-5.</ref><ref>Mahesh Kumar Sharan. ''Studies In Sanskrit Inscriptions Of Ancient Cambodia''. Abhinav Publications. 2003. hlm. 293. ISBN 81-7017-006-0.</ref>
'''Angka Khmer''' merupakan simbol angka-angka yang mewakili [[Bahasa Khmer]]. Angka Khmer diyakini telah digunakan setidaknya sejak abad ke 7 masehi.<ref>David Eugene Smith. ''The Hindu–Arabic Numerals''. Courier Dover Publications. 2004. hlm. 39. ISBN 0-486-43913-5.</ref><ref>Mahesh Kumar Sharan. ''Studies In Sanskrit Inscriptions Of Ancient Cambodia''. Abhinav Publications. 2003. hlm. 293. ISBN 81-7017-006-0.</ref>


== Angka ==
Angka ini merupakan aksara dengan bukti material pertama yang masih ada tentang angka nol sebagai angka numerik, yang penggunaannya dimulai pada abad ketujuh, dua abad sebelum penggunaannya yang pasti di [[India]].<ref>David Eugene Smith. ''The Hindu–Arabic Numerals''. Courier Dover Publications. 2004. hlm. 39. ISBN 0-486-43913-5.</ref><ref>Anthony Diller. [http://www.lc.mahidol.ac.th/Documents/Publication/MKS/25/diller1996new.pdf New zeroes and Old Khmer]. Australian National University. 1996.</ref> Angka Khmer kuno, atau angka Khmer Angkorian, juga memiliki simbol terpisah untuk angka 10, 20, dan 100.
Karena berasal dari angka Hindu, angka Khmer modern juga merupakan sistem notasi posisi desimal. Angka ini merupakan aksara dengan bukti material pertama yang masih ada tentang angka nol sebagai angka numerik, yang penggunaannya dimulai pada abad ketujuh, dua abad sebelum penggunaannya yang pasti di [[India]].<ref>David Eugene Smith. ''The Hindu–Arabic Numerals''. Courier Dover Publications. 2004. hlm. 39. ISBN 0-486-43913-5.</ref><ref>Anthony Diller. [http://www.lc.mahidol.ac.th/Documents/Publication/MKS/25/diller1996new.pdf New zeroes and Old Khmer]. Australian National University. 1996.</ref> Angka Khmer kuno, atau angka Khmer Angkorian, juga memiliki simbol terpisah untuk angka 10, 20, dan 100.


Setiap kelipatan 20 atau 100 pada angka Khmer memerlukan goresan tambahan di atas angka tersebut, sehingga angka 47 dibuat menggunakan simbol 20 dengan goresan atas tambahan, diikuti oleh simbol angka 7.<ref>Judith M. Jacob. [http://sealang.com/sala/archives/pdf8/jacob1993notes.pdf Cambodian Linguistics, Literature and History]. Rootledge & University of London School of Oriental and African Studies. 1993. hlm. 28–37. ISBN 0-7286-0218-0.</ref> Ketidakkonsistenan dengan sistem desimalnya menunjukkan bahwa bahasa Khmer Angkorian yang diucapkan menggunakan sistem vigesimal.
Setiap kelipatan 20 atau 100 pada angka Khmer memerlukan goresan tambahan di atas angka tersebut, sehingga angka 47 dibuat menggunakan simbol 20 dengan goresan atas tambahan, diikuti oleh simbol angka 7.<ref>Judith M. Jacob. [http://sealang.com/sala/archives/pdf8/jacob1993notes.pdf Cambodian Linguistics, Literature and History]. Rootledge & University of London School of Oriental and African Studies. 1993. hlm. 28–37. ISBN 0-7286-0218-0.</ref> Ketidakkonsistenan dengan sistem desimalnya menunjukkan bahwa bahasa Khmer Angkorian yang diucapkan menggunakan sistem vigesimal.

Revisi terkini sejak 9 September 2026 09.09

4 fonts of Khmer Numbers

Angka Khmer merupakan simbol angka-angka yang mewakili Bahasa Khmer. Angka Khmer diyakini telah digunakan setidaknya sejak abad ke 7 masehi.[1][2]

Angka ini merupakan aksara dengan bukti material pertama yang masih ada tentang angka nol sebagai angka numerik, yang penggunaannya dimulai pada abad ketujuh, dua abad sebelum penggunaannya yang pasti di India.[3][4] Angka Khmer kuno, atau angka Khmer Angkorian, juga memiliki simbol terpisah untuk angka 10, 20, dan 100.

Setiap kelipatan 20 atau 100 pada angka Khmer memerlukan goresan tambahan di atas angka tersebut, sehingga angka 47 dibuat menggunakan simbol 20 dengan goresan atas tambahan, diikuti oleh simbol angka 7.[5] Ketidakkonsistenan dengan sistem desimalnya menunjukkan bahwa bahasa Khmer Angkorian yang diucapkan menggunakan sistem vigesimal.

Karena aksara Thai dan Lao sama-sama berasal dari aksara Khmer Kuno,[6] bentuk modern aksara tersebut masih memiliki banyak kemiripan dengan aksara Khmer Kuno, seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut:

Angka Khmer Thai Lao
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Angka Khmer Modern

Nama-nama yang diucapkan dari bilangan Khmer modern mewakili sistem biquinary, dengan basis 5 dan basis 10 yang digunakan. Misalnya angka 6 (enam) dibentuk dari 5 (lima) ditambah 1 (satu).

Angka Khmer 0 hingga 5

Kecuali angka 0 yang berasal dari bahasa Sanskerta, etimologi angka Khmer dari 1 sampai 5 berasal dari proto-Austroasiatik.

Nilai Angka Khmer Aksara Khmer IPA UNGEGN GD ALA-LC Keterangan
0 Dari bahasa Sansekerta
1 Sebelum pengklasifikasi, disederhanakan menjadi dalam tuturan bahasa.[7]
2 ,
3
4
5
  • Untuk rincian berbagai sistem latinisasi alternatif, lihat Latinisasi bahasa Khmer.
  • Beberapa penulis mungkin menandai [ɓiː] sebagai pelafalan kata angka dua, dan [ɓəj] atau [ɓei] untuk kata angka tiga.

Angka Khmer 6 hingga 20

Angka 6 hingga 9 dapat dibentuk dengan menambahkan angka apa pun antara 1 sampai 4 ke angka dasar 5 (ប្រាំ), sehingga 7 secara harfiah dibentuk sebagai 5+2. Selain itu, bahasa Khmer menggunakan basis desimal, sehingga 14 dibentuk sebagai 10+4, bukan 2x5+4, dan 16 dibentuk sebagai 10+5+1.

Dalam bahasa sehari-hari, bilangan majemuk dari sebelas sampai sembilan belas dapat dibentuk dengan menggunakan kata ដណ្ដប់ [dɔnɗɑp] yang diawali dengan bilangan apa saja dari satu sampai sembilan, sehingga 15 dibuat sebagai ប្រាំដណ្ដប់ [pram dɔnɗɑp].

Nilai Angka Khmer Aksara Khmer IPA UNGEGN GD ALA-LC Keterangan
6 brămmuŏy brammuoy prāṃmuay
7 , brămpir brampir prāṃbīr
8 brămbei brambei prāṃpī
9 brămbuŏn brambuon prāṃpuan
10 dáb dab ṭáp Old Chinese *.[8]
11 dábmuŏy dabmuoy ṭápmuay Colloquially muŏydândáb .
20 , , mphey mphey mbhai Contraction of + (i.e. one + twenty)

Angka Khmer 30 hingga 90

Angka Khmer modern dari 30 hingga 90 adalah sebagai berikut:

Nilai Angka Khmer Aksara Khmer IPA UNGEGN GD ALA-LC Keterangan
30 samsĕb samseb sāmsip Berasal dari Bahasa Thai สามสิบ (samsip)
40 sêsĕb saeseb saesip Berasal dari Bahasa Thai (si sip)
50 hasĕb haseb hāsip Berasal dari Bahasa Thai (hasip)
60 hŏksĕb hokseb huksip Berasal dari Bahasa Thai (hoksip)
70 chĕtsĕb chetseb citsip Berasal dari Bahasa Thai (chetsip)
80 pêtsĕb paetseb p″aetsip Berasal dari Bahasa Thai (paetsip)
90 kausĕb kauseb kausip Berasal dari Bahasa Thai (kaosip)

Dalam sejarah, bahasa Khmer menggunakan sebutan angka 30 hingga 90 dari varietas bahasa Tiongkok Tengah bagian selatan melalui bahasa Thai yang berdekatan, kemungkinan besar menggunakan bahasa Thai. Hal ini dibuktikan oleh fakta bahwa angka dalam bahasa Khmer paling mirip dengan angka dalam bahasa Thai, dan juga fakta bahwa angka tersebut tidak dapat didekonstruksi dalam bahasa Khmer.[9] Misalnya, សែ [sae] tidak digunakan sendiri untuk berarti "empat" dalam bahasa Khmer dan សិប [səp] tidak digunakan sendiri untuk berarti "sepuluh", sedangkan keduanya digunakan dalam bahasa Thai. Tabel di bawah ini menunjukkan bagaimana kata-kata dalam bahasa Khmer dibandingkan dengan bahasa Thai dan varietas bahasa Tiongkok lainnya.

Perbandingan bahasa
Nilai Bahasa Khmer (Latin) Bahasa Thai daerah Barat Daya Bahasa Thai daerah Utara Varietas bahasa Tiongkok
Bahasa Thai Bahasa Thai Kuno Bahasa Lao Bahasa Zhuang (Tiongkok)[10] Bahasa Yong-Xun Yue/Nanning (Tiongkok)[11] Bahasa Kanton (Tiongkok) Bahasa Teochew (Tiongkok) Bahasa Hokkien (Tiongkok) Bahasa Tionghoa Baku
3 ‒ sam sǎam sãam ɬaːm1 ɬam41 saam1 1 sa1 (sam1) sān
4 ‒ si sài sii ɬi5 ɬi55 sei3 si3 si3 (su3)
5 ‒ ha ngùa hàa ha3 ŋ̩13 ng5 ŋou6 go2 (ngo2)
6 ‒ hok lòk hók huk7 løk24 luk6 lak8 lak2 (liok8) liù
7 ‒ chet jèd jét tɕit7 tsʰɐt33 cat1 tsʰik4 chit2
8 ‒ paet pàed pàet pet7 pat33 baat3 poiʔ4 pueh4 (pat4)
9 ‒ kao jao kâo kau3 kou33 gau2 kao2 kau4 (kiu2) jiǔ
10 ‒ sip jǒng síp ɬip7 ɕɐp22 sap6 tsap8 tzhap2 (sip8) shí

Kata-kata dalam tanda kurung menunjukkan pelafalan sastra, sementara kata-kata yang didahului tanda bintang hanya muncul dalam konstruksi tertentu dan tidak digunakan untuk angka dasar dari 3 hingga 10.

Sebelum menggunakan sistem desimal dan mengadopsi kata-kata ini, Khmer menggunakan sistem basis 20, sehingga angka yang lebih besar dari 20 dibentuk dengan mengalikan atau menambahkan angka pokok untuk dua puluh. Contoh angka 30 dibentuk sebagai (20×1)+10, dan angka 80 dibentuk sebagai 4×20.

Angka Khmer 100 hingga 10.000.000

Angka standar Khmer yang dimulai dari 100 hingga 10.000.000 adalah sebagai berikut:

Nilai Angka Khmer Aksara Khmer IPA UNGEGN GD ALA-LC Keterangan[12]
100 (, ) muŏy rôy muoy roy muay raya Berasal dari Bahasa Thai (roi).
1,000 muŏy poăn muoy poan muaya bân Berasal dari Bahasa Thai (phan).
10,000 muŏy mœn muoy mueun muaya mȳna Berasal dari Bahasa Thai (muen).
100,000 muŏy sên muoy saen muaya saena Berasal dari Bahasa Thai (saen).
1,000,000 muŏy léan muoy lean muaya lâna Berasal dari Bahasa Thai (lan).
10,000,000 muŏy kaôdĕ muoy kaot muaya koṭi Berasal dari bahasa Sanskerta dan Pali: koṭi.

Pengaruh Bahasa Sanskerta dan Pali

Akibat pengaruh sastra yang berkepanjangan dari bahasa Sansekerta dan Bahasa Pali , bahasa Khmer terkadang menggunakan kata-kata serapan untuk berhitung. Secara umum, selain beberapa pengecualian seperti angka 0 dan 100 yang tidak memiliki padanan dalam bahasa Khmer, kata-kata serapan lebih sering terbatas pada teks sastra, agama, dan sejarah daripada digunakan dalam percakapan sehari-hari. Salah satu alasan penurunan angka-angka ini adalah bahwa gerakan nasionalisme Khmer, yang muncul pada tahun 1960-an, berupaya menghapus semua kata yang berasal dari bahasa Sanskerta dan Pali. Khmer Merah juga berupaya membersihkan bahasa tersebut dengan menghapus semua kata yang dianggap tidak benar secara politis.[13]

Nilai Angka Khmer Aksara Khmer IPA UNGEGN GD ALA-LC Keterangan
10 tôs tos dasa Berasal dari bahasa Sanskerta dan Pali dasa
12 , tvéatôs tveatos, tveateaksak dvādasa Berasal dari bahasa Sanskerta dan Pali dvādasa
13 atau 30 atau treitôs treitos trīdasa Berasal dari bahasa Sanskerta dan Pali trayodasa
28 âsdapisâ asdapisa ‛astābīsa Berasal dari bahasa Sanskerta aṣṭá- (8) dan vimsati (20)
100 sâtâ saktak sata berasal dari bahasa Sanskerta sata

Angka Urut

Angka urut Khmer dibentuk dengan menempatkan aksara kata ទី [tiː] di depan angka pokok.[14][15]

Nilai Angka Khmer Aksara Khmer IPA UNGEGN GD ALA-LC
Pertama ti muŏy ti muoy dī muaya
Kedua , ti pir ti pi dī bīra
Ketiga ti bĕi ti bei dī pī

Angka Angkor

Secara umum diasumsikan bahwa sistem bilangan Angkor dan pra-Angkor juga menggunakan sistem basis ganda (quinquavigesimal), dengan basis 5 dan basis 20 yang digunakan. Tidak seperti sistem bilangan Khmer modern, sistem desimal sangat terbatas, dengan sebutan angka sepuluh dan seratus diambil dari bahasa Tiongkok dan Sanskerta. Sistem bilangan Khmer Angkor juga menggunakan angka Sanskerta untuk mencatat tanggal, terkadang mencampurnya dengan angka asli Khmer, praktik yang masih berlanjut hingga abad terakhir.[16]

Angka untuk dua puluh, empat puluh, dan empat ratus dapat diikuti dengan angka perkalian, dengan digit tambahan yang ditambahkan di akhir, contohnya angka 27 dibangun menjadi dua puluh satu tujuh, atau 20×1+7.

Nilai Angka Khmer Bacaan Eja[17] Catatan
1 mvay
2 vyar
3 pi
4 pvan
5 pram (7 : pramvyar atau pramvyal)
10 tap Berasal dari bahasa Tiongkok Kuno ().[18]
20 bhai
40 plon
80 bhai pvan Dibaca "empat dua puluh"
100 çata Diambil dari bahasa Sansekerta (100, sata).
400 slik

Angka Proto-Khmer

Proto-Khmer adalah nenek moyang hipotetis bahasa Khmer modern yang memiliki berbagai refleksi dari bahasa proto-Mon–Khmer yang diusulkan. Dengan membandingkan jumlah bahasa Khmer dan Khmer Angkor modern dengan jumlah bahasa Mon–Khmer Timur (atau Khmero-Vietik) lainnya seperti Pearic ,Proto-Viet–Muong, Katuic, dan Bahnaric.[19]

Angka Proto-Khmer menggunakan sistem desimal tunggal. Khusus angka 1 sampai 5, angka Proto-Khmer menggunakan bahasa Khmer modern dan bahasa Mon–Khmer, sedangkan angka 6 sampai 9 tidak memiliki sisa-sisa bahasa Khmer modern, dengan angka sepuluh (*kraaj atau *kraay) sesuai dengan angka Khmer modern "seratus". Kemungkinan besar tulisan *k di bagian paling awal yang ditemukan pada angka 6 hingga 10 adalah awalan.

Angka Proto-Khmer dari angka 5 hingga 10 adalah sebagai berikut:

Value Angka Khmer Rekonstruksi[20][21] Catatan
5 *pram
6 *
7 *knuul
8 *ktii
9 *ksaar
10 *kraaj Sesuai dengan sebutan (angka 100) sekarang.

Referensi

  1. David Eugene Smith. The Hindu–Arabic Numerals. Courier Dover Publications. 2004. hlm. 39. ISBN 0-486-43913-5.
  2. Mahesh Kumar Sharan. Studies In Sanskrit Inscriptions Of Ancient Cambodia. Abhinav Publications. 2003. hlm. 293. ISBN 81-7017-006-0.
  3. David Eugene Smith. The Hindu–Arabic Numerals. Courier Dover Publications. 2004. hlm. 39. ISBN 0-486-43913-5.
  4. Anthony Diller. New zeroes and Old Khmer. Australian National University. 1996.
  5. Judith M. Jacob. Cambodian Linguistics, Literature and History. Rootledge & University of London School of Oriental and African Studies. 1993. hlm. 28–37. ISBN 0-7286-0218-0.
  6. Khmer/Cambodian alphabet. Omniglot. 2008.
  7. Madeline E. Ehrman. Contemporary Cambodian: Grammatical Sketch. Superintendent of Documents, U.S. Government Printing Office. 1972. hlm. 18.
  8. Yu A. Gorgoniev. Khmer language. 1961. hlm. 72.
  9. Judith M. Jacob. Cambodian Linguistics, Literature and History. Rootledge & University of London School of Oriental and African Studies. 1993. hlm. 28–37. ISBN 0-7286-0218-0.
  10. Zuojiang Zhuang /South Zhuang.
  11. Nanning Pinghua.
  12. Jacob. Notes on the numerals and numeral coefficients in Old, Middle, and Modern Khmer. 1993. hlm. 28.
  13. Khmer: Introduction. National Virtual Translation Center. 2007.
  14. Judith M. Jacob. Cambodian Linguistics, Literature and History. Rootledge & University of London School of Oriental and African Studies. 1993. hlm. 28–37. ISBN 0-7286-0218-0.
  15. Khmer Cardinal Number. 2003.
  16. Judith M. Jacob. Mon–Khmer Studies VI: Sanskrit Loanwords in Pre-Angkorian Khmer. School of Oriental and African Studies, University of London.
  17. Judith M. Jacob. Cambodian Linguistics, Literature and History. Rootledge & University of London School of Oriental and African Studies. 1993. hlm. 28–37. ISBN 0-7286-0218-0.
  18. Yu A. Gorgoniev. Khmer language. 1961. hlm. 72.
  19. Jadranka Gvozdanović. Numeral Types and Changes Worldwide. Walter de Gruyter. 1999. hlm. 263–265. ISBN 3-11-016113-3.
  20. Phillip N. Jenner. Les noms de nombre en Khmer. Linguistics. Mouton Publishers. 1976. Vol. 14 (174). hlm. 48. doi:10.1515/ling.1976.14.174.39.
  21. Jacek Fisiak. Linguistic Reconstruction. Walter de Gruyter. 1997. hlm. 275. ISBN 3-11-014905-2.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28707170 (2025-12-17T00:54:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.