Kesiapan elektronik: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28895057; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Kesiapan elektronik''' ([[Bahasa Inggris]]: ''E-readiness'') adalah konsep yang merujuk pada tingkat kesiapan suatu [[negara]] dalam berpartisipasi dalam lingkungan [[digital]] dan elektronik. Kesiapan ini mencerminkan kemampuan struktural dan institusional negara dalam memanfaatkan teknologi digital secara efektif. Tingkat ''e-readiness'' umumnya diukur berdasarkan ketersediaan infrastruktur [[teknologi informasi komunikasi]] (TIK), serta kemampuan [[pemerintah]], sektor swasta, dan masyarakat dalam memanfaatkan TIK untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. | '''Kesiapan elektronik''' ([[Bahasa Inggris]]: ''E-readiness'') adalah konsep yang merujuk pada tingkat kesiapan suatu [[negara]] dalam berpartisipasi dalam lingkungan [[digital]] dan elektronik. Kesiapan ini mencerminkan kemampuan struktural dan institusional negara dalam memanfaatkan teknologi digital secara efektif.<ref>[https://www.igi-global.com/dictionary/e-readiness/8895 What is E-Readiness IGI Global]. ''www.igi-global.com''.</ref> Tingkat ''e-readiness'' umumnya diukur berdasarkan ketersediaan infrastruktur [[teknologi informasi komunikasi]] (TIK), serta kemampuan [[pemerintah]], sektor swasta, dan masyarakat dalam memanfaatkan TIK untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.<ref>[http://www.apc.org/en/glossary/term/284 e-readiness Association for Progressive Communications]. ''www.apc.org''.</ref> | ||
== Langkah langkah == | == Langkah langkah == | ||
Pendekatan untuk mengevaluasi Kesiapan elektronik ''(e-readiness)'' bervariasi antarnegara dan bergantung pada tingkat analisis yang digunakan, baik pada level mikro, meso, maupun makro. Evaluasi ini tidak hanya bertujuan menilai kesiapan digital suatu negara secara umum, tetapi juga mencakup kondisi dan karakteristik lingkungan atau sektor tertentu. | Pendekatan untuk mengevaluasi Kesiapan elektronik ''(e-readiness)'' bervariasi antarnegara dan bergantung pada tingkat analisis yang digunakan, baik pada level mikro, meso, maupun makro. Evaluasi ini tidak hanya bertujuan menilai kesiapan digital suatu negara secara umum, tetapi juga mencakup kondisi dan karakteristik lingkungan atau sektor tertentu. | ||
Secara umum, faktor-faktor yang digunakan untuk mengukur tingkat e-readiness suatu negara meliputi ketersediaan dan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tingkat kesiapan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan organisasi nonpemerintah dalam memanfaatkan TIK untuk pembangunan berkelanjutan, serta posisi negara tersebut dalam peringkat ekonomi digital. | Secara umum, faktor-faktor yang digunakan untuk mengukur tingkat e-readiness suatu negara meliputi ketersediaan dan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tingkat kesiapan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan organisasi nonpemerintah dalam memanfaatkan TIK untuk pembangunan berkelanjutan, serta posisi negara tersebut dalam peringkat ekonomi digital.<ref>[http://www.cob.calpoly.edu/~ijeb/2.pdf Wayback Machine]. ''www.cob.calpoly.edu''.</ref> | ||
== Lihat juga == | == Lihat juga == | ||
* [[Pemerintahan elektronik]] | * [[Pemerintahan elektronik]] | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kesiapan+elektronik&oldid=28895057 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28895057 (2026-01-26T13:42:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kesiapan+elektronik&oldid=28895057 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28895057 (2026-01-26T13:42:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 23.00
Kesiapan elektronik (Bahasa Inggris: E-readiness) adalah konsep yang merujuk pada tingkat kesiapan suatu negara dalam berpartisipasi dalam lingkungan digital dan elektronik. Kesiapan ini mencerminkan kemampuan struktural dan institusional negara dalam memanfaatkan teknologi digital secara efektif.[1] Tingkat e-readiness umumnya diukur berdasarkan ketersediaan infrastruktur teknologi informasi komunikasi (TIK), serta kemampuan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam memanfaatkan TIK untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.[2]
Langkah langkah
Pendekatan untuk mengevaluasi Kesiapan elektronik (e-readiness) bervariasi antarnegara dan bergantung pada tingkat analisis yang digunakan, baik pada level mikro, meso, maupun makro. Evaluasi ini tidak hanya bertujuan menilai kesiapan digital suatu negara secara umum, tetapi juga mencakup kondisi dan karakteristik lingkungan atau sektor tertentu.
Secara umum, faktor-faktor yang digunakan untuk mengukur tingkat e-readiness suatu negara meliputi ketersediaan dan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tingkat kesiapan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan organisasi nonpemerintah dalam memanfaatkan TIK untuk pembangunan berkelanjutan, serta posisi negara tersebut dalam peringkat ekonomi digital.[3]
Lihat juga
Referensi
- ↑ What is E-Readiness IGI Global. www.igi-global.com.
- ↑ e-readiness Association for Progressive Communications. www.apc.org.
- ↑ Wayback Machine. www.cob.calpoly.edu.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28895057 (2026-01-26T13:42:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.