Lompat ke isi

Merek pribadi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29345518; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Merek pribadi''' adalah proses strategis yang bertujuan untuk menciptakan, memposisikan, dan mempertahankan [[Opini publik|persepsi publik]] yang positif terhadap diri sendiri dengan memanfaatkan karakteristik individu yang unik dan menyajikan narasi yang berbeda kepada [[Target audience|audiens target]]. Konsep ini berakar pada dua landasan teoretis utama: teori pemasaran dan perilaku presentasi diri. Personal branding sering dibingkai dalam istilah pemasaran seperti 'produk,' 'nilai tambah,' dan 'janji,' yang menyoroti paralelnya dengan branding produk dan fokusnya pada kekhasan dan posisi pasar. Sebaliknya, definisi presentasi diri berfokus pada identitas pribadi, reputasi, dan pengelolaan citra seseorang, menggarisbawahi bagaimana orang menampilkan diri mereka sendiri untuk memengaruhi bagaimana orang lain memandang mereka. Keberhasilan dalam personal branding dipandang sebagai hasil dari pengemasan diri yang efektif. Ini lebih tentang promosi diri daripada ekspresi diri yang autentik. Perbedaan antara keduanya terletak pada kenyataan bahwa promosi diri disengaja dalam segala hal, karena orang tersebut secara sadar membentuk citra atau persona mereka. Sebaliknya, ekspresi diri terkadang muncul secara tidak sengaja akibat promosi.
'''Merek pribadi''' adalah proses strategis yang bertujuan untuk menciptakan, memposisikan, dan mempertahankan [[Opini publik|persepsi publik]] yang positif terhadap diri sendiri dengan memanfaatkan karakteristik individu yang unik dan menyajikan narasi yang berbeda kepada [[Target audience|audiens target]].<ref>Sergey Gorbatov. ''Personal Branding: Interdisciplinary Systematic Review and Research Agenda''. ''Frontiers in Psychology''. 2018-11-21. Vol. 9. hlm. 2238. doi:10.3389/fpsyg.2018.02238.</ref> Konsep ini berakar pada dua landasan teoretis utama: teori pemasaran dan perilaku presentasi diri. Personal branding sering dibingkai dalam istilah pemasaran seperti 'produk,' 'nilai tambah,' dan 'janji,' yang menyoroti paralelnya dengan branding produk dan fokusnya pada kekhasan dan posisi pasar. Sebaliknya, definisi presentasi diri berfokus pada identitas pribadi, reputasi, dan pengelolaan citra seseorang, menggarisbawahi bagaimana orang menampilkan diri mereka sendiri untuk memengaruhi bagaimana orang lain memandang mereka.<ref>Franziska-1, Gretchen-2, Myfanwy-3 Bendisch-1, Larsen-2, Trueman-3. [https://www.researchgate.net/publication/263146907 Fame and fortune: A conceptual model of CEO brands]. March 2013.</ref> Keberhasilan dalam personal branding dipandang sebagai hasil dari pengemasan diri yang efektif.<ref>Daniel J. Lair. [https://archive.org/details/sim_management-communication-quarterly-mcq_2005-02_18_3/page/307 Marketization and the Recasting of the Professional Self]. ''Management Communication Quarterly''. 2005. Vol. 18 (3). hlm. 307–343. doi:10.1177/0893318904270744.</ref> Ini lebih tentang promosi diri daripada ekspresi diri yang autentik. Perbedaan antara keduanya terletak pada kenyataan bahwa promosi diri disengaja dalam segala hal, karena orang tersebut secara sadar membentuk citra atau persona mereka.<ref>Shoba K.N. [https://www.thehindu.com/education/redefining-the-role-of-teachers-through-personal-branding/article69570230.ece Redefining the role of teachers through personal branding]. The Hindu. 25 May 2025.</ref> Sebaliknya, ekspresi diri terkadang muncul secara tidak sengaja akibat promosi.


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Creative disruption|Gangguan kreatif]]
* [[Creative disruption|Gangguan kreatif]]
* [[Dandy|Pesolek]]
* [[Dandy|Pesolek]]
Baris 14: Baris 13:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Merek+pribadi&oldid=29345518 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29345518 (2026-06-14T11:47:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Merek+pribadi&oldid=29345518 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29345518 (2026-06-14T11:47:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 23.08

Merek pribadi adalah proses strategis yang bertujuan untuk menciptakan, memposisikan, dan mempertahankan persepsi publik yang positif terhadap diri sendiri dengan memanfaatkan karakteristik individu yang unik dan menyajikan narasi yang berbeda kepada audiens target.[1] Konsep ini berakar pada dua landasan teoretis utama: teori pemasaran dan perilaku presentasi diri. Personal branding sering dibingkai dalam istilah pemasaran seperti 'produk,' 'nilai tambah,' dan 'janji,' yang menyoroti paralelnya dengan branding produk dan fokusnya pada kekhasan dan posisi pasar. Sebaliknya, definisi presentasi diri berfokus pada identitas pribadi, reputasi, dan pengelolaan citra seseorang, menggarisbawahi bagaimana orang menampilkan diri mereka sendiri untuk memengaruhi bagaimana orang lain memandang mereka.[2] Keberhasilan dalam personal branding dipandang sebagai hasil dari pengemasan diri yang efektif.[3] Ini lebih tentang promosi diri daripada ekspresi diri yang autentik. Perbedaan antara keduanya terletak pada kenyataan bahwa promosi diri disengaja dalam segala hal, karena orang tersebut secara sadar membentuk citra atau persona mereka.[4] Sebaliknya, ekspresi diri terkadang muncul secara tidak sengaja akibat promosi.

Lihat pula

Referensi

  1. Sergey Gorbatov. Personal Branding: Interdisciplinary Systematic Review and Research Agenda. Frontiers in Psychology. 2018-11-21. Vol. 9. hlm. 2238. doi:10.3389/fpsyg.2018.02238.
  2. Franziska-1, Gretchen-2, Myfanwy-3 Bendisch-1, Larsen-2, Trueman-3. Fame and fortune: A conceptual model of CEO brands. March 2013.
  3. Daniel J. Lair. Marketization and the Recasting of the Professional Self. Management Communication Quarterly. 2005. Vol. 18 (3). hlm. 307–343. doi:10.1177/0893318904270744.
  4. Shoba K.N. Redefining the role of teachers through personal branding. The Hindu. 25 May 2025.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29345518 (2026-06-14T11:47:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.