6G: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28605561; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[telekomunikasi]], '''6G''' adalah standar generasi keenam yang sedang dikembangkan untuk teknologi-teknologi [[komunikasi nirkabel]] yang mendukung [[jaringan data seluler]]. Jaringan tersebut direncanakan menjadi penerus [[5G]] dan tampaknya akan lebih cepat. Beberapa perusahaan ([[Nokia]], [[Ericsson]], [[Huawei]], [[Samsung]], [[LG]], [[Apple Inc.|Apple]], [[Xiaomi]]), serta beberapa negara ([[Tiongkok]], [[Jepang]] dan [[Singapura]]), menunjukan peminatan terhadap jaringan 6G. | [[File:Cellular_network_standards_and_generation_timeline.svg|thumb|right|280px|Cellular network standards and generation timeline]] | ||
Dalam [[telekomunikasi]], '''6G''' adalah standar generasi keenam yang sedang dikembangkan untuk teknologi-teknologi [[komunikasi nirkabel]] yang mendukung [[jaringan data seluler]]. Jaringan tersebut direncanakan menjadi penerus [[5G]] dan tampaknya akan lebih cepat. Beberapa perusahaan ([[Nokia]], [[Ericsson]], [[Huawei]], [[Samsung]], [[LG]], [[Apple Inc.|Apple]], [[Xiaomi]]), serta beberapa negara ([[Tiongkok]], [[Jepang]] dan [[Singapura]]), menunjukan peminatan terhadap jaringan 6G.<ref>Theodore S. Rappaport for CNN Business Perspectives. [https://www.cnn.com/2020/02/10/perspectives/6g-future-communications/index.html Opinion: Think 5G is exciting? Just wait for 6G]. ''CNN''.</ref><ref>Arjun Kharpal. [https://www.cnbc.com/2019/11/07/china-starts-6g-development-having-just-turned-on-its-5g-mobile-network.html China starts development of 6G, having just turned on its 5G mobile network]. ''CNBC''. November 7, 2019.</ref><ref>Andy Boxall. [https://www.digitaltrends.com/mobile/what-is-6g/ What is 6G, how fast will it be, and when is it coming?]. DigitalTrends. January 21, 2021.</ref><ref>Jane Li. [https://qz.com/1743790/forget-5g-china-begins-development-of-6g/ Forget about 5G, China has kicked off its development of 6G]. ''Quartz''.</ref><ref>[https://www.lifewire.com/6g-wireless-4685524 6G: What It Is & When to Expect It]. ''Lifewire''.</ref><ref>[https://www.greyb.com/6g-companies/ 6G Companies: Telecom Players Kickstart Research Activities]. ''GreyB''. 2020-11-09.</ref> | |||
== Perkembangan terahertz dan gelombang milimeter == | == Perkembangan terahertz dan gelombang milimeter == | ||
[[Frekuensi sangat tinggi|Gelombang milimeter]] (30 hingga 300 GHz) dan [[radiasi terahertz]] (300 hingga 3.000 GHz) mungkin, menurut beberapa spekulasi, digunakan dalam 6G. Akan tetapi, perambatan gelombang frekuensi ini jauh lebih sensitif terhadap hambatan daripada frekuensi [[gelombang mikro]] (sekitar 2 hingga 30 GHz) yang digunakan dalam [[5G]] dan [[Wi-Fi]], yang lebih sensitif daripada [[gelombang radio]] yang digunakan dalam [[1G]], [[2G]], [[3G]], dan [[4G]]. Oleh karena itu, ada kekhawatiran frekuensi tersebut mungkin tidak layak secara komersial, terutama mengingat bahwa penerapan mmWave 5G sangat terbatas karena biaya penerapan. | [[Frekuensi sangat tinggi|Gelombang milimeter]] (30 hingga 300 GHz) dan [[radiasi terahertz]] (300 hingga 3.000 GHz) mungkin, menurut beberapa spekulasi, digunakan dalam 6G. Akan tetapi, perambatan gelombang frekuensi ini jauh lebih sensitif terhadap hambatan daripada frekuensi [[gelombang mikro]] (sekitar 2 hingga 30 GHz) yang digunakan dalam [[5G]] dan [[Wi-Fi]], yang lebih sensitif daripada [[gelombang radio]] yang digunakan dalam [[1G]], [[2G]], [[3G]], dan [[4G]]. Oleh karena itu, ada kekhawatiran frekuensi tersebut mungkin tidak layak secara komersial, terutama mengingat bahwa penerapan mmWave 5G sangat terbatas karena biaya penerapan. | ||
Pada bulan Oktober 2020, [[Alliance for Telecommunications Industry Solutions]] (ATIS) meluncurkan "Next G Alliance", aliansi yang terdiri dari [[AT&T]], [[Ericsson]], [[Telus]], [[Verizon]], [[T-Mobile US|T-Mobile]], [[Microsoft]], [[Samsung]], dan lainnya yang "akan memajukan kepemimpinan teknologi seluler Amerika Utara dalam 6G dan seterusnya selama dekade berikutnya." | Pada bulan Oktober 2020, [[Alliance for Telecommunications Industry Solutions]] (ATIS) meluncurkan "Next G Alliance", aliansi yang terdiri dari [[AT&T]], [[Ericsson]], [[Telus]], [[Verizon]], [[T-Mobile US|T-Mobile]], [[Microsoft]], [[Samsung]], dan lainnya yang "akan memajukan kepemimpinan teknologi seluler Amerika Utara dalam 6G dan seterusnya selama dekade berikutnya."<ref>Marcella Wolfe. [https://www.atis.org/press-releases/atis-launches-next-g-alliance-to-advance-north-american-leadership-in-6g/ ATIS Meluncurkan Next G Alliance untuk Memajukan Kepemimpinan Amerika Utara dalam 6G]. Atis. 13 Oktober 2020.</ref> | ||
Pada bulan Januari 2022, Purple Mountain Laboratories dari Tiongkok mengklaim bahwa tim penelitinya telah mencapai rekor dunia kecepatan data 206,25 gigabit per detik (Gbit/s) untuk pertama kalinya di lingkungan lab dalam pita frekuensi terahertz, yang seharusnya menjadi dasar teknologi seluler 6G. | Pada bulan Januari 2022, Purple Mountain Laboratories dari Tiongkok mengklaim bahwa tim penelitinya telah mencapai rekor dunia kecepatan data 206,25 gigabit per detik (Gbit/s) untuk pertama kalinya di lingkungan lab dalam pita frekuensi terahertz, yang seharusnya menjadi dasar teknologi seluler 6G.<ref>Che Pan. [https://www.scmp.com/tech/big-tech/article/3162411/chinese-lab-says-it-made-breakthrough-6g-mobile-technology-global Laboratorium Tiongkok mengatakan telah membuat terobosan dalam teknologi seluler 6G saat perlombaan penetapan standar global memanas]. ''South China Morning Post''. 6 Januari 2022.</ref> | ||
Pada bulan Februari 2022, peneliti Tiongkok menyatakan bahwa mereka telah mencapai rekor kecepatan streaming data menggunakan [[Pusaran optik|gelombang milimeter pusaran]], suatu bentuk gelombang radio frekuensi sangat tinggi dengan putaran yang berubah cepat, para peneliti mengirimkan 1 terabita data melalui jarak 1 km (3.300 kaki) dalam sedetik. Potensi putaran gelombang radio pertama kali dilaporkan oleh fisikawan Inggris [[John Henry Poynting]] pada tahun 1909, tetapi memanfaatkannya terbukti sulit. Zhang dan rekan-rekannya mengatakan terobosan mereka dibangun atas kerja keras banyak tim peneliti di seluruh dunia selama beberapa dekade terakhir. Para peneliti di Eropa melakukan eksperimen komunikasi paling awal menggunakan gelombang pusaran pada tahun 1990-an. Tantangan utamanya adalah bahwa ukuran gelombang yang berputar meningkat seiring jarak, dan sinyal yang melemah membuat transmisi data berkecepatan tinggi menjadi sulit. Tim Tiongkok membangun pemancar unik untuk menghasilkan pancaran pusaran yang lebih terfokus, membuat gelombang berputar dalam tiga mode berbeda untuk membawa lebih banyak informasi, dan mengembangkan perangkat penerima berkinerja tinggi yang dapat menangkap dan mendekode sejumlah besar data dalam sepersekian detik. | Pada bulan Februari 2022, peneliti Tiongkok menyatakan bahwa mereka telah mencapai rekor kecepatan streaming data menggunakan [[Pusaran optik|gelombang milimeter pusaran]], suatu bentuk gelombang radio frekuensi sangat tinggi dengan putaran yang berubah cepat, para peneliti mengirimkan 1 terabita data melalui jarak 1 km (3.300 kaki) dalam sedetik. Potensi putaran gelombang radio pertama kali dilaporkan oleh fisikawan Inggris [[John Henry Poynting]] pada tahun 1909, tetapi memanfaatkannya terbukti sulit. Zhang dan rekan-rekannya mengatakan terobosan mereka dibangun atas kerja keras banyak tim peneliti di seluruh dunia selama beberapa dekade terakhir. Para peneliti di Eropa melakukan eksperimen komunikasi paling awal menggunakan gelombang pusaran pada tahun 1990-an. Tantangan utamanya adalah bahwa ukuran gelombang yang berputar meningkat seiring jarak, dan sinyal yang melemah membuat transmisi data berkecepatan tinggi menjadi sulit. Tim Tiongkok membangun pemancar unik untuk menghasilkan pancaran pusaran yang lebih terfokus, membuat gelombang berputar dalam tiga mode berbeda untuk membawa lebih banyak informasi, dan mengembangkan perangkat penerima berkinerja tinggi yang dapat menangkap dan mendekode sejumlah besar data dalam sepersekian detik.<ref>Stephen Chen. [https://www.scmp.com/news/china/science/article/3166372/race-6g-chinese-researchers-declare-data-streaming-record Perlombaan menuju 6G: Peneliti Tiongkok mendeklarasikan rekor streaming data dengan gelombang radio yang berputar]. ''South China Morning Post''. 10 Februari 2022.</ref> | ||
Pada tahun 2023, [[Universitas Nagoya]] di Jepang melaporkan keberhasilan fabrikasi pemandu gelombang tiga dimensi dengan logam [[niobium]], | Pada tahun 2023, [[Universitas Nagoya]] di Jepang melaporkan keberhasilan fabrikasi pemandu gelombang tiga dimensi dengan logam [[niobium]],<ref>Universitas Nagoya. [https://techxplore.com/news/2023-10-superconducting-niobium-waveguide-high-precision-communications.html Pemandu gelombang niobium superkonduktor menghasilkan komunikasi presisi tinggi untuk jaringan B5G/6G]. ''techxplore.com''. 5 Oktober 2023.</ref> | ||
material [[superkonduktivitas|superkonduktor]] yang meminimalkan redaman akibat penyerapan dan radiasi, untuk transmisi gelombang dalam pita frekuensi , yang dianggap berguna dalam jaringan 6G. | material [[superkonduktivitas|superkonduktor]] yang meminimalkan redaman akibat penyerapan dan radiasi, untuk transmisi gelombang dalam pita frekuensi , yang dianggap berguna dalam jaringan 6G. | ||
== Harapan == | == Harapan == | ||
Jaringan 6G diharapkan akan dikembangkan dan dirilis pada awal tahun 2030-an. Jumlah paten 6G terbesar telah diajukan di [[Cina]]. | Jaringan 6G diharapkan akan dikembangkan dan dirilis pada awal tahun 2030-an.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=6G&oldid=28605561 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=6G&oldid=28605561 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Jumlah paten 6G terbesar telah diajukan di [[Cina]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=6G&oldid=28605561 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
=== Fitur === | === Fitur === | ||
Publikasi akademis terkini telah mengonseptualisasikan 6G dan fitur-fitur baru yang mungkin disertakan. Kecerdasan buatan (AI) disertakan dalam banyak prediksi, mulai dari infrastruktur AI pendukung 6G hingga "AI yang merancang dan mengoptimalkan arsitektur, protokol, dan operasi 6G." Studi lain dalam [[Nature (jurnal)|''Nature Electronics'']] berupaya menyediakan kerangka kerja untuk penelitian 6G yang menyatakan "Kami menyarankan bahwa komunikasi seluler yang berpusat pada manusia akan tetap menjadi aplikasi 6G yang paling penting dan jaringan 6G harus berpusat pada manusia. Dengan demikian, keamanan, kerahasiaan, dan privasi yang tinggi harus menjadi fitur utama 6G dan harus mendapat perhatian khusus oleh komunitas penelitian nirkabel." | Publikasi akademis terkini telah mengonseptualisasikan 6G dan fitur-fitur baru yang mungkin disertakan. Kecerdasan buatan (AI) disertakan dalam banyak prediksi, mulai dari infrastruktur AI pendukung 6G hingga "AI yang merancang dan mengoptimalkan arsitektur, protokol, dan operasi 6G."<ref>Khaled B. Letaief. ''Peta jalan menuju 6G: Jaringan nirkabel yang didukung AI''. Agustus 2019. Vol. 57 (8). hlm. 84–90. doi:10.1109/mcom.2019.1900271.</ref> Studi lain dalam [[Nature (jurnal)|''Nature Electronics'']] berupaya menyediakan kerangka kerja untuk penelitian 6G yang menyatakan "Kami menyarankan bahwa komunikasi seluler yang berpusat pada manusia akan tetap menjadi aplikasi 6G yang paling penting dan jaringan 6G harus berpusat pada manusia. Dengan demikian, keamanan, kerahasiaan, dan privasi yang tinggi harus menjadi fitur utama 6G dan harus mendapat perhatian khusus oleh komunitas penelitian nirkabel."<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=6G&oldid=28605561 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
== Satelit uji == | == Satelit uji == | ||
Pada tanggal 6 November 2020, Tiongkok meluncurkan [[Kendaraan peluncur|roket]] [[Long March 6]] dengan muatan tiga belas satelit ke orbit. Salah satu satelit tersebut dilaporkan berfungsi sebagai tempat uji coba eksperimental untuk teknologi 6G, yang digambarkan sebagai "satelit 6G pertama di dunia." | Pada tanggal 6 November 2020, Tiongkok meluncurkan [[Kendaraan peluncur|roket]] [[Long March 6]] dengan muatan tiga belas satelit ke orbit. Salah satu satelit tersebut dilaporkan berfungsi sebagai tempat uji coba eksperimental untuk teknologi 6G, yang digambarkan sebagai "satelit 6G pertama di dunia."<ref>[https://www.bbc.com/news/av/world-asia-china-54852131 China mengirim satelit uji '6G pertama di dunia' ke orbit].</ref> | ||
== Geopolitik == | == Geopolitik == | ||
Selama peluncuran [[5G]], Tiongkok melarang [[Ericsson]] dan mendukung pemasok Tiongkok, terutama [[Huawei]] dan [[ZTE]]. [[Huawei]] dan [[ZTE]] dilarang di banyak negara Barat karena kekhawatiran akan kegiatan mata-mata. Hal ini menimbulkan risiko fragmentasi jaringan 6G. Banyak perebutan kekuasaan yang diharapkan selama pengembangan standar umum. Pada bulan Februari 2024, AS, Australia, Kanada, Ceko, Finlandia, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Swedia, dan Inggris merilis pernyataan bersama yang menyatakan bahwa mereka mendukung serangkaian prinsip bersama untuk 6G demi "konektivitas yang terbuka, bebas, global, dapat dioperasikan, andal, tangguh, dan aman." | Selama peluncuran [[5G]], Tiongkok melarang [[Ericsson]] dan mendukung pemasok Tiongkok, terutama [[Huawei]] dan [[ZTE]].<ref>Iain Morris. [https://www.lightreading.com/5g/ericsson-and-nokia-are-nearer-to-the-endgame-in-china Ericsson dan Nokia semakin dekat dengan akhir permainan di Tiongkok]. ''lightreading.com''. 24 Oktober 2022.</ref> [[Huawei]] dan [[ZTE]] dilarang di banyak negara Barat karena kekhawatiran akan kegiatan mata-mata.<ref>Raymond Zhong. [https://www.nytimes.com/2019/07/05/technology/huawei-lawsuit-us-government.html 'Ancaman Prospektif' dari Kegiatan Mata-mata Tiongkok Membenarkan Larangan Huawei, Kata AS]. ''The New York Times''. 5 Juli 2019.</ref> Hal ini menimbulkan risiko fragmentasi jaringan 6G.<ref>Mike Dano. [https://www.lightreading.com/6g/fragmentasi-6g-mungkin-baru-saja-menjadi-sedikit-lebih-dekat Fragmentasi 6G mungkin baru saja semakin dekat]. ''lightreading.com''. 5 Oktober 2023.</ref> Banyak perebutan kekuasaan yang diharapkan selama pengembangan standar umum.<ref>[https://spectrum.ieee.org/6g-geopolitics 6G Masih Bertahun-tahun Lagi, tetapi Perebutan Kekuasaan Sudah Dimulai]. ''IEEE Spectrum''. 29 November 2021.</ref> Pada bulan Februari 2024, AS, Australia, Kanada, Ceko, Finlandia, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Swedia, dan Inggris merilis pernyataan bersama yang menyatakan bahwa mereka mendukung serangkaian prinsip bersama untuk 6G demi "konektivitas yang terbuka, bebas, global, dapat dioperasikan, andal, tangguh, dan aman."<ref>Sareen Habeshian. [https://www.axios.com/2024/02/27/6g-wireless-us-allies-principles-china-race AS dan sekutu mendukung prinsip 6G di tengah perlombaan teknologi dengan Tiongkok]. ''Axios''. 26 Februari 2024.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=6G&oldid=28605561 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
6G dianggap sebagai teknologi kunci untuk daya saing ekonomi, keamanan nasional, dan fungsi masyarakat. Ini merupakan prioritas nasional di banyak negara dan disebut sebagai prioritas dalam [[Rencana lima tahun keempat belas (Tiongkok)|Rencana lima tahun keempat belas]]. | 6G dianggap sebagai teknologi kunci untuk daya saing ekonomi, keamanan nasional, dan fungsi masyarakat. Ini merupakan prioritas nasional di banyak negara dan disebut sebagai prioritas dalam [[Rencana lima tahun keempat belas (Tiongkok)|Rencana lima tahun keempat belas]].<ref>Stacie Pettyjohn. [https://www.cnas.org/publications/commentary/u-s-china-competition-and-the-race-to-6g Persaingan AS-Tiongkok dan Perlombaan menuju 6G]. ''cnas.org''. 14 November 2023.</ref><ref>[https://digichina.stanford.edu/work/translation-14th-five-year-plan-for-national-informatization-dec-2021/ Terjemahan: Rencana Lima Tahun ke-14 untuk Informatisasi Nasional – Desember 2021]. ''DigiChina''. 24 Januari 2022.</ref> | ||
Banyak negara yang mendukung pendekatan Open[[Radio access network|RAN]], di mana berbagai pemasok dapat diintegrasikan bersama dan perangkat keras serta perangkat lunak bersifat independen dari pemasok.<ref>Mi-jin Kim. ''Geopolitik standardisasi komunikasi seluler generasi berikutnya: Kasus RAN terbuka''. ''Telecommunications Policy''. Elsevier BV. 2023. Vol. 47 (10). doi:10.1016/j.telpol.2023.102625.</ref> | |||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=6G&oldid=28605561 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28605561 (2025-11-22T14:56:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 03.56
Dalam telekomunikasi, 6G adalah standar generasi keenam yang sedang dikembangkan untuk teknologi-teknologi komunikasi nirkabel yang mendukung jaringan data seluler. Jaringan tersebut direncanakan menjadi penerus 5G dan tampaknya akan lebih cepat. Beberapa perusahaan (Nokia, Ericsson, Huawei, Samsung, LG, Apple, Xiaomi), serta beberapa negara (Tiongkok, Jepang dan Singapura), menunjukan peminatan terhadap jaringan 6G.[1][2][3][4][5][6]
Perkembangan terahertz dan gelombang milimeter
Gelombang milimeter (30 hingga 300 GHz) dan radiasi terahertz (300 hingga 3.000 GHz) mungkin, menurut beberapa spekulasi, digunakan dalam 6G. Akan tetapi, perambatan gelombang frekuensi ini jauh lebih sensitif terhadap hambatan daripada frekuensi gelombang mikro (sekitar 2 hingga 30 GHz) yang digunakan dalam 5G dan Wi-Fi, yang lebih sensitif daripada gelombang radio yang digunakan dalam 1G, 2G, 3G, dan 4G. Oleh karena itu, ada kekhawatiran frekuensi tersebut mungkin tidak layak secara komersial, terutama mengingat bahwa penerapan mmWave 5G sangat terbatas karena biaya penerapan.
Pada bulan Oktober 2020, Alliance for Telecommunications Industry Solutions (ATIS) meluncurkan "Next G Alliance", aliansi yang terdiri dari AT&T, Ericsson, Telus, Verizon, T-Mobile, Microsoft, Samsung, dan lainnya yang "akan memajukan kepemimpinan teknologi seluler Amerika Utara dalam 6G dan seterusnya selama dekade berikutnya."[7] Pada bulan Januari 2022, Purple Mountain Laboratories dari Tiongkok mengklaim bahwa tim penelitinya telah mencapai rekor dunia kecepatan data 206,25 gigabit per detik (Gbit/s) untuk pertama kalinya di lingkungan lab dalam pita frekuensi terahertz, yang seharusnya menjadi dasar teknologi seluler 6G.[8]
Pada bulan Februari 2022, peneliti Tiongkok menyatakan bahwa mereka telah mencapai rekor kecepatan streaming data menggunakan gelombang milimeter pusaran, suatu bentuk gelombang radio frekuensi sangat tinggi dengan putaran yang berubah cepat, para peneliti mengirimkan 1 terabita data melalui jarak 1 km (3.300 kaki) dalam sedetik. Potensi putaran gelombang radio pertama kali dilaporkan oleh fisikawan Inggris John Henry Poynting pada tahun 1909, tetapi memanfaatkannya terbukti sulit. Zhang dan rekan-rekannya mengatakan terobosan mereka dibangun atas kerja keras banyak tim peneliti di seluruh dunia selama beberapa dekade terakhir. Para peneliti di Eropa melakukan eksperimen komunikasi paling awal menggunakan gelombang pusaran pada tahun 1990-an. Tantangan utamanya adalah bahwa ukuran gelombang yang berputar meningkat seiring jarak, dan sinyal yang melemah membuat transmisi data berkecepatan tinggi menjadi sulit. Tim Tiongkok membangun pemancar unik untuk menghasilkan pancaran pusaran yang lebih terfokus, membuat gelombang berputar dalam tiga mode berbeda untuk membawa lebih banyak informasi, dan mengembangkan perangkat penerima berkinerja tinggi yang dapat menangkap dan mendekode sejumlah besar data dalam sepersekian detik.[9] Pada tahun 2023, Universitas Nagoya di Jepang melaporkan keberhasilan fabrikasi pemandu gelombang tiga dimensi dengan logam niobium,[10] material superkonduktor yang meminimalkan redaman akibat penyerapan dan radiasi, untuk transmisi gelombang dalam pita frekuensi , yang dianggap berguna dalam jaringan 6G.
Harapan
Jaringan 6G diharapkan akan dikembangkan dan dirilis pada awal tahun 2030-an.[11][12] Jumlah paten 6G terbesar telah diajukan di Cina.[13]
Fitur
Publikasi akademis terkini telah mengonseptualisasikan 6G dan fitur-fitur baru yang mungkin disertakan. Kecerdasan buatan (AI) disertakan dalam banyak prediksi, mulai dari infrastruktur AI pendukung 6G hingga "AI yang merancang dan mengoptimalkan arsitektur, protokol, dan operasi 6G."[14] Studi lain dalam Nature Electronics berupaya menyediakan kerangka kerja untuk penelitian 6G yang menyatakan "Kami menyarankan bahwa komunikasi seluler yang berpusat pada manusia akan tetap menjadi aplikasi 6G yang paling penting dan jaringan 6G harus berpusat pada manusia. Dengan demikian, keamanan, kerahasiaan, dan privasi yang tinggi harus menjadi fitur utama 6G dan harus mendapat perhatian khusus oleh komunitas penelitian nirkabel."[15]
Satelit uji
Pada tanggal 6 November 2020, Tiongkok meluncurkan roket Long March 6 dengan muatan tiga belas satelit ke orbit. Salah satu satelit tersebut dilaporkan berfungsi sebagai tempat uji coba eksperimental untuk teknologi 6G, yang digambarkan sebagai "satelit 6G pertama di dunia."[16]
Geopolitik
Selama peluncuran 5G, Tiongkok melarang Ericsson dan mendukung pemasok Tiongkok, terutama Huawei dan ZTE.[17] Huawei dan ZTE dilarang di banyak negara Barat karena kekhawatiran akan kegiatan mata-mata.[18] Hal ini menimbulkan risiko fragmentasi jaringan 6G.[19] Banyak perebutan kekuasaan yang diharapkan selama pengembangan standar umum.[20] Pada bulan Februari 2024, AS, Australia, Kanada, Ceko, Finlandia, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Swedia, dan Inggris merilis pernyataan bersama yang menyatakan bahwa mereka mendukung serangkaian prinsip bersama untuk 6G demi "konektivitas yang terbuka, bebas, global, dapat dioperasikan, andal, tangguh, dan aman."[21][22] 6G dianggap sebagai teknologi kunci untuk daya saing ekonomi, keamanan nasional, dan fungsi masyarakat. Ini merupakan prioritas nasional di banyak negara dan disebut sebagai prioritas dalam Rencana lima tahun keempat belas.[23][24]
Banyak negara yang mendukung pendekatan OpenRAN, di mana berbagai pemasok dapat diintegrasikan bersama dan perangkat keras serta perangkat lunak bersifat independen dari pemasok.[25]
Pranala luar
Referensi
- ↑ Theodore S. Rappaport for CNN Business Perspectives. Opinion: Think 5G is exciting? Just wait for 6G. CNN.
- ↑ Arjun Kharpal. China starts development of 6G, having just turned on its 5G mobile network. CNBC. November 7, 2019.
- ↑ Andy Boxall. What is 6G, how fast will it be, and when is it coming?. DigitalTrends. January 21, 2021.
- ↑ Jane Li. Forget about 5G, China has kicked off its development of 6G. Quartz.
- ↑ 6G: What It Is & When to Expect It. Lifewire.
- ↑ 6G Companies: Telecom Players Kickstart Research Activities. GreyB. 2020-11-09.
- ↑ Marcella Wolfe. ATIS Meluncurkan Next G Alliance untuk Memajukan Kepemimpinan Amerika Utara dalam 6G. Atis. 13 Oktober 2020.
- ↑ Che Pan. Laboratorium Tiongkok mengatakan telah membuat terobosan dalam teknologi seluler 6G saat perlombaan penetapan standar global memanas. South China Morning Post. 6 Januari 2022.
- ↑ Stephen Chen. Perlombaan menuju 6G: Peneliti Tiongkok mendeklarasikan rekor streaming data dengan gelombang radio yang berputar. South China Morning Post. 10 Februari 2022.
- ↑ Universitas Nagoya. Pemandu gelombang niobium superkonduktor menghasilkan komunikasi presisi tinggi untuk jaringan B5G/6G. techxplore.com. 5 Oktober 2023.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Khaled B. Letaief. Peta jalan menuju 6G: Jaringan nirkabel yang didukung AI. Agustus 2019. Vol. 57 (8). hlm. 84–90. doi:10.1109/mcom.2019.1900271.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ China mengirim satelit uji '6G pertama di dunia' ke orbit.
- ↑ Iain Morris. Ericsson dan Nokia semakin dekat dengan akhir permainan di Tiongkok. lightreading.com. 24 Oktober 2022.
- ↑ Raymond Zhong. 'Ancaman Prospektif' dari Kegiatan Mata-mata Tiongkok Membenarkan Larangan Huawei, Kata AS. The New York Times. 5 Juli 2019.
- ↑ Mike Dano. Fragmentasi 6G mungkin baru saja semakin dekat. lightreading.com. 5 Oktober 2023.
- ↑ 6G Masih Bertahun-tahun Lagi, tetapi Perebutan Kekuasaan Sudah Dimulai. IEEE Spectrum. 29 November 2021.
- ↑ Sareen Habeshian. AS dan sekutu mendukung prinsip 6G di tengah perlombaan teknologi dengan Tiongkok. Axios. 26 Februari 2024.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Stacie Pettyjohn. Persaingan AS-Tiongkok dan Perlombaan menuju 6G. cnas.org. 14 November 2023.
- ↑ Terjemahan: Rencana Lima Tahun ke-14 untuk Informatisasi Nasional – Desember 2021. DigiChina. 24 Januari 2022.
- ↑ Mi-jin Kim. Geopolitik standardisasi komunikasi seluler generasi berikutnya: Kasus RAN terbuka. Telecommunications Policy. Elsevier BV. 2023. Vol. 47 (10). doi:10.1016/j.telpol.2023.102625.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28605561 (2025-11-22T14:56:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.