Hyper-V: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28820450; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Hyper-V.png|thumb|right|280px|Diagram arsitektur Hyper-V yang menunjukkan hubungan antara perangkat keras, hypervisor, dan partisi]] | |||
'''Hyper-V''', yang sebelumnya dikenal sebagai '''Windows Server Virtualization''', adalah teknologi [[hipervisor]] tipe-1 yang dikembangkan oleh [[Microsoft]]. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk melakukan [[virtualisasi]] perangkat keras, sehingga satu komputer fisik (''host'') dapat menjalankan satu atau lebih [[mesin virtual]] (''Virtual Machines'' atau VM) secara bersamaan. | '''Hyper-V''', yang sebelumnya dikenal sebagai '''Windows Server Virtualization''', adalah teknologi [[hipervisor]] tipe-1 yang dikembangkan oleh [[Microsoft]]. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk melakukan [[virtualisasi]] perangkat keras, sehingga satu komputer fisik (''host'') dapat menjalankan satu atau lebih [[mesin virtual]] (''Virtual Machines'' atau VM) secara bersamaan. | ||
Setiap mesin virtual berjalan di lingkungan yang terisolasi, memungkinkan instalasi berbagai [[sistem operasi]] (seperti [[Linux]], [[FreeBSD]], atau versi Windows yang berbeda) tanpa mengganggu sistem operasi utama. Sebagai hipervisor tipe-1, Hyper-V berjalan langsung di atas lapisan perangkat keras, sehingga alokasi sumber daya fisik ke setiap VM menjadi lebih efisien dan stabil. | Setiap mesin virtual berjalan di lingkungan yang terisolasi, memungkinkan instalasi berbagai [[sistem operasi]] (seperti [[Linux]], [[FreeBSD]], atau versi Windows yang berbeda) tanpa mengganggu sistem operasi utama. Sebagai hipervisor tipe-1, Hyper-V berjalan langsung di atas lapisan perangkat keras, sehingga alokasi sumber daya fisik ke setiap VM menjadi lebih efisien dan stabil. | ||
| Baris 36: | Baris 37: | ||
* [[VirtualBox]] | * [[VirtualBox]] | ||
== | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hyper-V&oldid=28820450 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28820450 (2026-01-14T08:06:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 08.55

Hyper-V, yang sebelumnya dikenal sebagai Windows Server Virtualization, adalah teknologi hipervisor tipe-1 yang dikembangkan oleh Microsoft. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk melakukan virtualisasi perangkat keras, sehingga satu komputer fisik (host) dapat menjalankan satu atau lebih mesin virtual (Virtual Machines atau VM) secara bersamaan.
Setiap mesin virtual berjalan di lingkungan yang terisolasi, memungkinkan instalasi berbagai sistem operasi (seperti Linux, FreeBSD, atau versi Windows yang berbeda) tanpa mengganggu sistem operasi utama. Sebagai hipervisor tipe-1, Hyper-V berjalan langsung di atas lapisan perangkat keras, sehingga alokasi sumber daya fisik ke setiap VM menjadi lebih efisien dan stabil.
Arsitektur
Arsitektur Hyper-V terdiri dari tiga komponen utama:
- Hipervisor: Lapisan inti yang mengelola interaksi antara perangkat keras fisik dan mesin virtual.
- Parent Partition: Partisi utama yang menjalankan OS Windows (seperti Windows 10/11 atau Windows Server). Partisi ini mengelola tumpukan virtualisasi dan memiliki akses langsung ke perangkat keras.
- Child Partition: Partisi tempat mesin virtual tamu (guest OS) berjalan. Partisi ini terisolasi dan berkomunikasi dengan perangkat keras melalui perantara hipervisor.
Fitur Utama
- Layanan Integrasi (Integration Services): Driver khusus yang diinstal pada OS tamu untuk meningkatkan performa dan fungsi (seperti sinkronisasi waktu dan shutdown otomatis).
- Koneksi Mesin Virtual (Virtual Machine Connection): Alat akses jarak jauh yang memungkinkan pengguna melihat tampilan konsol VM, bahkan saat sistem sedang melakukan booting.
- Checkpoint: Memungkinkan pengguna mengambil "cuplikan" kondisi VM pada waktu tertentu, sehingga sistem bisa dikembalikan (restore) jika terjadi kesalahan saat pengujian.
- Live Migration: Fitur pada versi server yang memungkinkan pemindahan VM dari satu komputer fisik ke komputer lain tanpa mematikan layanan yang sedang berjalan.
- Virtualisasi Bersarang (Nested Virtualization): Kemampuan untuk menjalankan Hyper-V di dalam sebuah mesin virtual yang juga berjalan di atas Hyper-V.
Persyaratan Sistem
Untuk mengaktifkan fitur ini, perangkat harus memenuhi syarat berikut:
- Prosesor 64-bit dengan dukungan Second Level Address Translation (SLAT).
- Ekstensi virtualisasi yang diaktifkan di BIOS/UEFI (Intel VT-x atau AMD-V).
- Fitur Hardware-enforced Data Execution Prevention (DEP) harus aktif.
- Minimal RAM 4 GB.
Sistem Operasi Tamu yang Didukung
Hyper-V mendukung berbagai sistem operasi, termasuk:
- Windows: Hampir semua versi sejak Windows XP SP3 hingga Windows 11.
- Linux: Distribusi besar seperti Ubuntu, CentOS, Debian, Red Hat, dan SUSE.
- FreeBSD: Didukung secara resmi dengan driver integrasi khusus.
Lihat Pula
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28820450 (2026-01-14T08:06:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.