Holddown: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28889041; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''''Holddown''''' adalah mekanisme dalam protokol perutean jarak-vektor yang digunakan untuk mencegah [[perute]] menerima pembaruan rute yang berpotensi tidak konsisten setelah suatu jaringan dinyatakan tidak dapat dijangkau. Mekanisme ini bekerja dengan memulai sebuah penanda waktu ketika perute pertama kali menerima [[informasi]] bahwa suatu rute tidak lagi tersedia. | '''''Holddown''''' adalah mekanisme dalam protokol perutean jarak-vektor yang digunakan untuk mencegah [[perute]] menerima pembaruan rute yang berpotensi tidak konsisten setelah suatu jaringan dinyatakan tidak dapat dijangkau. Mekanisme ini bekerja dengan memulai sebuah penanda waktu ketika perute pertama kali menerima [[informasi]] bahwa suatu rute tidak lagi tersedia. | ||
Selama periode ''holddown'', perute akan mengabaikan pembaruan rute berikutnya yang menyatakan bahwa jaringan tersebut kembali dapat dijangkau. Pendekatan ini digunakan untuk mencegah terbentuknya informasi perutean yang keliru dalam kondisi jaringan yang belum stabil, termasuk skenario di mana teknik ''split horizon'' dan ''split horizon with poison reverse'' tidak efektif. | Selama periode ''holddown'', perute akan mengabaikan pembaruan rute berikutnya yang menyatakan bahwa jaringan tersebut kembali dapat dijangkau. Pendekatan ini digunakan untuk mencegah terbentuknya informasi perutean yang keliru dalam kondisi jaringan yang belum stabil, termasuk skenario di mana teknik ''split horizon'' dan ''split horizon with poison reverse'' tidak efektif.<ref>[http://www.tcpipguide.com/free/t_RIPSpecialFeaturesForResolvingRIPAlgorithmProblems-4.htm The TCP/IP Guide - RIP Special Features For Resolving RIP Algorithm Problems]. ''www.tcpipguide.com''.</ref> | ||
''Holddown'' umumnya diimplementasikan menggunakan waktu dengan durasi tertentu. Setelah jaringan dinyatakan tidak dapat dijangkau, perute akan menunggu hingga periode ''holddown'' berakhir sebelum kembali menerima pembaruan rute dari perute lain. Periode ini dapat berakhir lebih awal apabila rute yang lebih baik dan tersedia terdeteksi. Sebagai contoh, pada protokol [[Routing Information Protocol]], nilai waktu ''holddown'' bawaan adalah 180 detik. | ''Holddown'' umumnya diimplementasikan menggunakan waktu dengan durasi tertentu. Setelah jaringan dinyatakan tidak dapat dijangkau, perute akan menunggu hingga periode ''holddown'' berakhir sebelum kembali menerima pembaruan rute dari perute lain. Periode ini dapat berakhir lebih awal apabila rute yang lebih baik dan tersedia terdeteksi. Sebagai contoh, pada protokol [[Routing Information Protocol]], nilai waktu ''holddown'' bawaan adalah 180 detik. | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Holddown&oldid=28889041 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28889041 (2026-01-24T18:51:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Holddown&oldid=28889041 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28889041 (2026-01-24T18:51:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 09.01
Holddown adalah mekanisme dalam protokol perutean jarak-vektor yang digunakan untuk mencegah perute menerima pembaruan rute yang berpotensi tidak konsisten setelah suatu jaringan dinyatakan tidak dapat dijangkau. Mekanisme ini bekerja dengan memulai sebuah penanda waktu ketika perute pertama kali menerima informasi bahwa suatu rute tidak lagi tersedia.
Selama periode holddown, perute akan mengabaikan pembaruan rute berikutnya yang menyatakan bahwa jaringan tersebut kembali dapat dijangkau. Pendekatan ini digunakan untuk mencegah terbentuknya informasi perutean yang keliru dalam kondisi jaringan yang belum stabil, termasuk skenario di mana teknik split horizon dan split horizon with poison reverse tidak efektif.[1]
Holddown umumnya diimplementasikan menggunakan waktu dengan durasi tertentu. Setelah jaringan dinyatakan tidak dapat dijangkau, perute akan menunggu hingga periode holddown berakhir sebelum kembali menerima pembaruan rute dari perute lain. Periode ini dapat berakhir lebih awal apabila rute yang lebih baik dan tersedia terdeteksi. Sebagai contoh, pada protokol Routing Information Protocol, nilai waktu holddown bawaan adalah 180 detik.
Referensi
- ↑ The TCP/IP Guide - RIP Special Features For Resolving RIP Algorithm Problems. www.tcpipguide.com.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28889041 (2026-01-24T18:51:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.