Lompat ke isi

Bentuk tubuh dan psikologi konstitusi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29456382; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Bentuk tubuh merupakan [[taksonomi]] yang dikembangkan pada tahun 1940-an oleh psikolog asal Amerika, yaitu [[William Herbert Sheldon]] dalam mengkategorikan bentuk fisik manusia yang sesuai dengan kontribusi relatif dari tiga elemen mendasar yang disebutnya "somatotypes" atau "bentuk tubuh". Dia menamai jenis-jenis ini setelah tiga lapisan yang tumbuh dalam [[perkembangan embrio]]: endoderma, (yang berkembang menjadi [[saluran pencernaan]]), mesoderma, (yang kemudian berkembang menjadi [[otot]], [[jantung]] dan [[pembuluh darah]]) serta [[ektoderma]] (yang kemudian membentuk kulit dan [[sistem saraf]]). Metodologi visual awalnya telah diperhitungkan secara subjektif dan sebagian besarnya dihilangkan, tetapi variasi formula metodologi yang kemudian, yang dikembangkan oleh asisten peneliti aslinya yaitu Barbara Heath, dan kemudian Lindsay Carter serta Rob Rempel masih dalam penggunaan akademis.
Bentuk tubuh merupakan [[taksonomi]] yang dikembangkan pada tahun 1940-an oleh psikolog asal Amerika, yaitu [[William Herbert Sheldon]] dalam mengkategorikan bentuk fisik manusia yang sesuai dengan kontribusi relatif dari tiga elemen mendasar yang disebutnya "somatotypes" atau "bentuk tubuh". Dia menamai jenis-jenis ini setelah tiga lapisan yang tumbuh dalam [[perkembangan embrio]]: endoderma, (yang berkembang menjadi [[saluran pencernaan]]), mesoderma, (yang kemudian berkembang menjadi [[otot]], [[jantung]] dan [[pembuluh darah]]) serta [[ektoderma]] (yang kemudian membentuk kulit dan [[sistem saraf]]).<ref>Clive R. Hollin. [https://archive.org/details/psychologycrimei0000holl_r3w9 Psychology and Crime: An Introduction to Criminological Psychology]. Routledge. 2012. hlm. [https://archive.org/details/psychologycrimei0000holl_r3w9/page/59 59]. ISBN 0415497035.</ref> Metodologi visual awalnya telah diperhitungkan secara subjektif dan sebagian besarnya dihilangkan, tetapi variasi formula metodologi yang kemudian, yang dikembangkan oleh asisten peneliti aslinya yaitu Barbara Heath, dan kemudian Lindsay Carter serta Rob Rempel masih dalam penggunaan akademis.<ref>P Vertinsky. [http://www.cbmh.ca/index.php/cbmh/article/viewFile/928/923 Physique as destiny: William H. Sheldon, Barbara Honeyman Heath and the struggle for hegemony in the science of somatotyping]. ''Canadian Bulletin of Medical History''. 2007. Vol. 24 (2). hlm. 291–316.</ref><ref>Jon E. Roeckelein. [https://books.google.com/books?id=6mu3DLkyGfUC&pg=PA427 Dictionary of Theories, Laws, and Concepts in Psychology]. Greenwood. 1998. hlm. 427–8. ISBN 9780313304606.</ref><ref>JEC Genovese. [http://www.epjournal.net/wp-content/uploads/EP06369385.pdf Physique correlates with reproductive success in an archival sample of delinquent youth]. ''Evolutionary Psychology''. 2008. Vol. 6 (3). hlm. 369–85. doi:10.1177/147470490800600301.</ref>


'''Psikologi konstitusional''' merupakan teori yang kini diabaikan, yang juga dikembangkan oleh Sheldon pada tahun 1940-an, yang mencoba mengaitkan klasifikasi bentuk tubuhnya dengan jenis-jenis [[temperamen]] manusia. Dasar atas gagasan ini berasal dari [[Francis Galton]] dan [[eugenika]]. Sheldon dan Earnest Hooton dipandang sebagai pemimpin sebuah [[mazhab pemikiran]], yang populer di dalam antropologi pada saat itu, yang berpendapat bahwa ukuran dan bentuk tubuh seseorang menunjukkan kecerdasan, nilai moral dan prestasi masa depan.
'''Psikologi konstitusional''' merupakan teori yang kini diabaikan, yang juga dikembangkan oleh Sheldon pada tahun 1940-an, yang mencoba mengaitkan klasifikasi bentuk tubuhnya dengan jenis-jenis [[temperamen]] manusia.<ref>N Rafter. ''Somatotyping, antimodernism, and the production of criminological knowledge''. ''Criminology''. 2008. Vol. 45 (4). hlm. 805–33. doi:10.1111/j.1745-9125.2007.00092.x.</ref><ref>[https://archive.org/details/penguindictionar0000rebe_c4w1 The Penguin Dictionary of Psychology]. Penguin. 2009. ISBN 9780141030241.</ref> Dasar atas gagasan ini berasal dari [[Francis Galton]] dan [[eugenika]].<ref>P Vertinsky. [http://www.cbmh.ca/index.php/cbmh/article/viewFile/928/923 Physique as destiny: William H. Sheldon, Barbara Honeyman Heath and the struggle for hegemony in the science of somatotyping]. ''Canadian Bulletin of Medical History''. 2007. Vol. 24 (2). hlm. 291–316.</ref> Sheldon dan Earnest Hooton dipandang sebagai pemimpin sebuah [[mazhab pemikiran]], yang populer di dalam antropologi pada saat itu, yang berpendapat bahwa ukuran dan bentuk tubuh seseorang menunjukkan kecerdasan, nilai moral dan prestasi masa depan.<ref>P Vertinsky. [http://www.cbmh.ca/index.php/cbmh/article/viewFile/928/923 Physique as destiny: William H. Sheldon, Barbara Honeyman Heath and the struggle for hegemony in the science of somatotyping]. ''Canadian Bulletin of Medical History''. 2007. Vol. 24 (2). hlm. 291–316.</ref>


Di dalam buku yang terbit tahun 1954-an dengan judul ''Atlas of Men'', Sheldon mengelompokkan semua jenis-jenis tubuh yang mungkin; sesuai dengan skala dengan kisaran antara 1 hingga 7 bagi masing-masing dari tiga "bentuk tubuh", di mana nilai "endomorfis" murni adalah 7-1-1, mesomorfis murni 1-7-1 dan "ektomorfis" murni adalah 1-1-7. Dari jumlah jenis tubuh ini, karakteristik mental seseorang dapat diprediksikan kisarannya. Barbara Honeyman Heath yaitu asisten utama Sheldon dalam menyusun Atlas of Men, menuduhnya telah memalsukan data yang dia gunakan dalam menulis buku tersebut.
Di dalam buku yang terbit tahun 1954-an dengan judul ''Atlas of Men'', Sheldon mengelompokkan semua jenis-jenis tubuh yang mungkin; sesuai dengan skala dengan kisaran antara 1 hingga 7 bagi masing-masing dari tiga "bentuk tubuh", di mana nilai "endomorfis" murni adalah 7-1-1, mesomorfis murni 1-7-1 dan "ektomorfis" murni adalah 1-1-7.<ref>William Herbert Sheldon. [https://archive.org/details/atlasofmen01shel Atlas of Men: A Guide for Somatotyping the Adult Male at All Ages]. Harper. 1954.</ref><ref>M.L. Kamlesh. [https://books.google.com/books?id=up-Bc_E_w9UC&pg=PT508 Psychology in Physical Education and Sport]. Pinnacle Technology. 2011. ISBN 9781618202482.</ref> Dari jumlah jenis tubuh ini, karakteristik mental seseorang dapat diprediksikan kisarannya.<ref>William Herbert Sheldon. [https://archive.org/details/atlasofmen01shel Atlas of Men: A Guide for Somatotyping the Adult Male at All Ages]. Harper. 1954.</ref> Barbara Honeyman Heath yaitu asisten utama Sheldon dalam menyusun Atlas of Men, menuduhnya telah memalsukan data yang dia gunakan dalam menulis buku tersebut.<ref>P Vertinsky. [http://www.cbmh.ca/index.php/cbmh/article/viewFile/928/923 Physique as destiny: William H. Sheldon, Barbara Honeyman Heath and the struggle for hegemony in the science of somatotyping]. ''Canadian Bulletin of Medical History''. 2007. Vol. 24 (2). hlm. 291–316.</ref>


== Tiga jenis tubuh ==
== Tiga jenis tubuh ==
"Somatotip" Sheldon dan ciri fisik dan psikologisnya yang terkait ditandai sebagai berikut:
"Somatotip" Sheldon dan ciri fisik dan psikologisnya yang terkait ditandai sebagai berikut:<ref>Jon E. Roeckelein. [https://books.google.com/books?id=6mu3DLkyGfUC&pg=PA427 Dictionary of Theories, Laws, and Concepts in Psychology]. Greenwood. 1998. hlm. 427–8. ISBN 9780313304606.</ref><ref>M.L. Kamlesh. [https://books.google.com/books?id=up-Bc_E_w9UC&pg=PT508 Psychology in Physical Education and Sport]. Pinnacle Technology. 2011. ISBN 9781618202482.</ref>


* Ektomorfik: digambarkan sebagai linier, kurus, biasanya tinggi, rapuh, berotot ringan, dada datar dan halus; dikategorikan sebagai cerebrotonik (intelektual), cenderung menginginkan isolasi, kesendirian dan penyembunyian; dan suka tegang, cemas, menahan diri dalam postur tubuh dan gerakan, tertutup dan suka menyimpan rahasia.
* Ektomorfik: digambarkan sebagai linier, kurus, biasanya tinggi, rapuh, berotot ringan, dada datar dan halus; dikategorikan sebagai cerebrotonik (intelektual), cenderung menginginkan isolasi, kesendirian dan penyembunyian; dan suka tegang, cemas, menahan diri dalam postur tubuh dan gerakan, tertutup dan suka menyimpan rahasia.<ref>Jon E. Roeckelein. [https://books.google.com/books?id=6mu3DLkyGfUC&pg=PA427 Dictionary of Theories, Laws, and Concepts in Psychology]. Greenwood. 1998. hlm. 427–8. ISBN 9780313304606.</ref><ref>M.L. Kamlesh. [https://books.google.com/books?id=up-Bc_E_w9UC&pg=PT508 Psychology in Physical Education and Sport]. Pinnacle Technology. 2011. ISBN 9781618202482.</ref>
* Mesomorfik: digambarkan sebagai keras, kasar, berbentuk segitiga, dibentuk secara atletik dengan otot yang cukup berkembang dengan baik, kulit tebal serta postur tubuh yang baik; dikategorikan sebagai somatotonik, cenderung suka petualangan fisik dan suka mengambil risiko; dan bersikap gencar, berani, tegas, langsung dan dominan.
* Mesomorfik: digambarkan sebagai keras, kasar, berbentuk segitiga, dibentuk secara atletik dengan otot yang cukup berkembang dengan baik, kulit tebal serta postur tubuh yang baik; dikategorikan sebagai somatotonik, cenderung suka petualangan fisik dan suka mengambil risiko; dan bersikap gencar, berani, tegas, langsung dan dominan.<ref>Jon E. Roeckelein. [https://books.google.com/books?id=6mu3DLkyGfUC&pg=PA427 Dictionary of Theories, Laws, and Concepts in Psychology]. Greenwood. 1998. hlm. 427–8. ISBN 9780313304606.</ref><ref>M.L. Kamlesh. [https://books.google.com/books?id=up-Bc_E_w9UC&pg=PT508 Psychology in Physical Education and Sport]. Pinnacle Technology. 2011. ISBN 9781618202482.</ref>
* Endomorfik: digambarkan sebagai bulat, biasanya pendek dan lembut dengan otot yang kurang berkembang dan mengalami kesulitan menurunkan berat badan; dikategorikan sebagai viscerotonik, suka menikmati makanan, orang-orang dan [[afeksi]]; memiliki reaksi yang lambat; serta merasa puas diri.
* Endomorfik: digambarkan sebagai bulat, biasanya pendek dan lembut dengan otot yang kurang berkembang dan mengalami kesulitan menurunkan berat badan; dikategorikan sebagai viscerotonik, suka menikmati makanan, orang-orang dan [[afeksi]]; memiliki reaksi yang lambat; serta merasa puas diri.<ref>Jon E. Roeckelein. [https://books.google.com/books?id=6mu3DLkyGfUC&pg=PA427 Dictionary of Theories, Laws, and Concepts in Psychology]. Greenwood. 1998. hlm. 427–8. ISBN 9780313304606.</ref><ref>M.L. Kamlesh. [https://books.google.com/books?id=up-Bc_E_w9UC&pg=PT508 Psychology in Physical Education and Sport]. Pinnacle Technology. 2011. ISBN 9781618202482.</ref>


=== Stereotip ===
=== Stereotip ===
Ada bukti bahwa berbagai bentuk fisik membawa stereotip budaya. Sebagai contoh, satu studi menemukan bahwa endomorfik cenderung dianggap lamban, ceroboh, dan malas. Mesomorfik, sebaliknya, biasanya diberikan stereotip sebagai orang yang populer dan pekerja keras, sedangkan ektomorfik sering dipandang cerdas tapi takut dan biasanya ikut serta dalam olahraga jarak jauh, seperti lari maraton.
Ada bukti bahwa berbagai bentuk fisik membawa stereotip budaya. Sebagai contoh, satu studi menemukan bahwa endomorfik cenderung dianggap lamban, ceroboh, dan malas. Mesomorfik, sebaliknya, biasanya diberikan stereotip sebagai orang yang populer dan pekerja keras, sedangkan ektomorfik sering dipandang cerdas tapi takut dan biasanya ikut serta dalam olahraga jarak jauh, seperti lari maraton.<ref>RM Ryckman. [https://archive.org/details/sim_personality-and-social-psychology-bulletin_1989-06_15_2/page/244 Male and female raters' stereotyping of male and female physiques]. ''Personality and Social Psychology Bulletin''. 1989. Vol. 15 (2). hlm. 244–51. doi:10.1177/0146167289152011.</ref>


== Formula Heath-Carter ==
== Formula Heath-Carter ==
Meskipun ikatan psikologis sebagian besarnya telah diabaikan, taksonomi fisik Sheldon tetap bertahan, terutama varian Heath-Carter yang berdasarkan metodologinya. Pendekatan formula ini menggunakan komponen-komponen individu seperti berat (kg), tinggi (cm), lingkar lengan atas (cm), lingkar betis maksimal (cm), luas femur (cm), luas pinggang (cm), ketak otot tricep (mm), lipatan kulit subscapular (mm), lipatan kulit subskapular (mm), dan lipatan kulit betis medial (mm), dan tetap populer dalam penelitian antropomorfis, seperti mengutip Rob Rempel, "Dengan modifikasi oleh Parnell pada akhir 1950-an, dan oleh Heath dan Carter pada pertengahan tahun 1960-an, konsep "somatotipe" atau bentuk tubuh terus menjadi kualifikasi tunggal terbaik dari keseluruhan bentuk tubuh".
Meskipun ikatan psikologis sebagian besarnya telah diabaikan, taksonomi fisik Sheldon tetap bertahan, terutama varian Heath-Carter yang berdasarkan metodologinya.<ref>Kevin Norton. [https://archive.org/details/anthropometricat0000unse Anthropometrica: A Textbook of Body Measurement for Sports and Health Courses]. Australian Sports Commission; UNSW Press. 1996. ISBN 978-0868402239.</ref> Pendekatan formula ini menggunakan komponen-komponen individu seperti berat (kg), tinggi (cm), lingkar lengan atas (cm), lingkar betis maksimal (cm), luas femur (cm), luas pinggang (cm), ketak otot tricep (mm), lipatan kulit subscapular (mm), lipatan kulit subskapular (mm), dan lipatan kulit betis medial (mm), dan tetap populer dalam penelitian antropomorfis, seperti mengutip Rob Rempel, "Dengan modifikasi oleh Parnell pada akhir 1950-an, dan oleh Heath dan Carter pada pertengahan tahun 1960-an, konsep "somatotipe" atau bentuk tubuh terus menjadi kualifikasi tunggal terbaik dari keseluruhan bentuk tubuh".<ref>R Rempel. ''A Modified Somatotype Assessment Methodology''. Simon Fraser University. 1994. ISBN 978-0-612-06785-1.</ref>


Varian ini menggunakan rangkaian persamaan berikut dalam menilai sifat subjek terhadap masing-masing dari tiga somatotipe, di mana masing-masing dinilai pada skala tujuh poin, dengan 0 menunjukkan tidak ada korelasi dan 7 menunjukkan sangat kuat:
Varian ini menggunakan rangkaian persamaan berikut dalam menilai sifat subjek terhadap masing-masing dari tiga somatotipe, di mana masing-masing dinilai pada skala tujuh poin, dengan 0 menunjukkan tidak ada korelasi dan 7 menunjukkan sangat kuat:
Baris 30: Baris 30:
Pendekatan numerik ini telah dimasukkan ke dalam kurikulum [[ilmu pengetahuan olahraga]] dan [[kurikulum pendidikan jasmani]] terkini dari berbagai institusi, mulai dari kurikulum GCSE tingkat menengah Inggris (anak usia 14 hingga 16 tahun), Ujian Layanan Sipil UPSC India, serta program MSc di seluruh dunia, dan telah digunakan di berbagai makalah akademis, termasuk diantaranya:
Pendekatan numerik ini telah dimasukkan ke dalam kurikulum [[ilmu pengetahuan olahraga]] dan [[kurikulum pendidikan jasmani]] terkini dari berbagai institusi, mulai dari kurikulum GCSE tingkat menengah Inggris (anak usia 14 hingga 16 tahun), Ujian Layanan Sipil UPSC India, serta program MSc di seluruh dunia, dan telah digunakan di berbagai makalah akademis, termasuk diantaranya:


* Atlet mendayung
* Atlet mendayung<ref>D Kerr. [https://archive.org/details/sim_journal-of-sports-sciences_2007-01-01_25_1/page/n45 Olympic Lightweight and Open Rowers possess distinctive physical and proportionality characteristics for selecting elite athletes]. ''Journal of Sports Sciences''. 2007. Vol. 25. hlm. 43–53. doi:10.1080/02640410600812179.</ref>
* Atlet Tennis
* Atlet Tennis<ref>C Sánchez‐Muñoz. ''Anthropometric characteristics, body composition and somatotype of elite junior tennis players''. ''Br J Sports Med''. November 2007. Vol. 41. hlm. 793–799. doi:10.1136/bjsm.2007.037119.</ref>
* Atlet Judo
* Atlet Judo<ref>J Lewandowska. ''Somatotype Variables Related to Muscle Torque and Power in Judoists''. ''Journal of Human Kinetics''. 2011. Vol. 30. hlm. 21–28. doi:10.2478/v10078-011-0069-y.</ref>
* Atlet Bola Voli
* Atlet Bola Voli<ref>S Papadopoulou. ''Anthropometric characteristics and body composition of Greek elite women volleyball players''. ''Kinanthropometry VII''. Pochefstroom University for CHE. January 2003. hlm. 93–110.</ref>
* Pesenam
* Pesenam<ref>T Purenović-Ivanović. ''Somatotype of Top-Level Serbian Rhythmic Gymnasts''. ''Journal of Human Kinetics''. April 2014. Vol. 40. hlm. 181–187. doi:10.2478/hukin-2014-0020.</ref><ref>Alfredo Irurtia Amigó. ''Height, weight, somatotype and body composition in elite Spanish gymnasts from childhood to adulthood''. ''Apunts Med Esport''. 2009. Vol. 61. hlm. 18–28.</ref>
* Atlet Sepak Bola
* Atlet Sepak Bola<ref>A Adhikari. ''Anthropometric characteristic, body composition and somatotype of Canadian female soccer players''. ''American Journal of Sports Science''. 2014. Vol. 2. hlm. 14–18.</ref><ref>Petroski. ''Anthropometric, morphological and somatotype characteristics of athletes of the Brazilian Men’s volleyball team: an 11-year descriptive study''. ''Brazilian Journal of Kineanthropometry & Human Performance''. 2013. Vol. 15. hlm. 184.</ref>
* Triathletes
* Triathletes<ref>Christopher N. Leake. [https://archive.org/details/sim_journal-of-sports-sciences_summer-1991_9_2/page/125 Comparison of body composition and somatotype of trained female triathletes]. ''Journal of Sports Sciences''. 1991. Vol. 9. hlm. 125–135. doi:10.1080/02640419108729874.</ref>
* [[Suku Han]]
* [[Suku Han]]<ref>LT Yang. ''Study on the adult physique with the Heath-Carter anthropometric somatotype in the Han of Xi'an, China''. ''Anat Sci Int''. 2015. Vol. 91. hlm. 180–7. doi:10.1007/s12565-015-0283-0.</ref>
* Orang dengan [[diabetes]]
* Orang dengan [[diabetes]]<ref>AG Baltadjiev. ''Somatotype characteristics of female patients with type 2 diabetes mellitus''. ''Folia Med (Plovdiv)''. 2013. Vol. 55. hlm. 64–9. doi:10.2478/folmed-2013-0007.</ref><ref>AG Baltadjiev. ''Somatotype characteristics of male patients with type 2 diabetes mellitus''. ''Folia Med (Plovdiv)''. 2012. Vol. 54. hlm. 40–5. doi:10.2478/v10153-011-0087-5.</ref>
* Atlet [[Taekwondo]]
* Atlet [[Taekwondo]]<ref>Noh et al. ''Somatotype analysis of elite Taekwondo athletes compared to non-athletes for sports health sciences''. ''Toxicology and Environmental Health Sciences''. 2013. Vol. 5. hlm. 189–196. doi:10.1007/s13530-013-0178-1.</ref>
* Orang dengan gangguan makan
* Orang dengan gangguan makan<ref>Stewarta et al. ''Somatotype: a more sophisticated approach to body image work with eating disorder sufferers''. ''Advances in Eating Disorders: Theory, Research and Practice''. 2014. Vol. 2. hlm. 125–135. doi:10.1080/21662630.2013.874665.</ref>
* Partisipan [[perahu Naga]]
* Partisipan [[perahu Naga]]<ref>Pourbehzadi et al. ''The Relationship between Posture and Somatotype and Certain Biomechanical Parameters of Iran Women’s National Dragon Boat Team''. ''Annals of Biological Research''. 2012. Vol. 3. hlm. 3657–3662.</ref>


== Kritik ==
== Kritik ==
Gagasan Sheldon yang menyatakan bahwa tipe tubuh merupakan indikator suatu temperamen, karakter moral atau sebuah potensi—yang populer dalam sebuah atmosfer yang menerima teori eugenika—yang segera dijelekkan secara luas.
Gagasan Sheldon yang menyatakan bahwa tipe tubuh merupakan indikator suatu temperamen, karakter moral atau sebuah potensi—yang populer dalam sebuah atmosfer yang menerima teori eugenika—yang segera dijelekkan secara luas.<ref>P Vertinsky. [http://www.cbmh.ca/index.php/cbmh/article/viewFile/928/923 Physique as destiny: William H. Sheldon, Barbara Honeyman Heath and the struggle for hegemony in the science of somatotyping]. ''Canadian Bulletin of Medical History''. 2007. Vol. 24 (2). hlm. 291–316.</ref><ref>''Encyclopedia of Special Education: A Reference for the Education of Children, Adolescents, and Adults with Disabilities and Other Exceptional Individuals''. Wiley. 2007. ISBN 9780471678021.</ref>


Kritik utama atas teori konstitusi Sheldon adalah bahwa teori ini bukan teori sama sekali; tetapi sebuah asumsi umum, kontinuitas antara struktur dan perilaku, serta serangkaian konsep deskriptif dalam mengukur fisik dan perilaku secara berskala.
Kritik utama atas teori konstitusi Sheldon adalah bahwa teori ini bukan teori sama sekali; tetapi sebuah asumsi umum, kontinuitas antara struktur dan perilaku, serta serangkaian konsep deskriptif dalam mengukur fisik dan perilaku secara berskala.<ref>Jon E. Roeckelein. [https://books.google.com/books?id=6mu3DLkyGfUC&pg=PA427 Dictionary of Theories, Laws, and Concepts in Psychology]. Greenwood. 1998. hlm. 427–8. ISBN 9780313304606.</ref>


Penggunaan ribuan foto telanjang sarjana Liga Ivy, diperoleh tanpa persetujuan eksplisit, dari program yang sudah ada yang sebelumnya telah mengevaluasi postur tubuh siswa, yang digambarkan sebagai skandal, dan sesat ("studi tentang orang-orang telanjang oleh orang-orang cabul").
Penggunaan ribuan foto telanjang sarjana Liga Ivy, diperoleh tanpa persetujuan eksplisit, dari program yang sudah ada yang sebelumnya telah mengevaluasi postur tubuh siswa, yang digambarkan sebagai skandal, dan sesat ("studi tentang orang-orang telanjang oleh orang-orang cabul").<ref>P Vertinsky. [http://www.cbmh.ca/index.php/cbmh/article/viewFile/928/923 Physique as destiny: William H. Sheldon, Barbara Honeyman Heath and the struggle for hegemony in the science of somatotyping]. ''Canadian Bulletin of Medical History''. 2007. Vol. 24 (2). hlm. 291–316.</ref><ref>Ron Rosenbaum. [https://www.nytimes.com/1995/01/15/magazine/the-great-ivy-league-nude-posture-photo-scandal.html The great ivy league nude posture photo scandal]. ''The New York Times''. January 15, 1995.</ref>


Metodologi penilaian visual aslinya, berdasarkan foto-foto, yang juga telah dikritik sebagai subjektif.
Metodologi penilaian visual aslinya, berdasarkan foto-foto, yang juga telah dikritik sebagai subjektif.<ref>P Vertinsky. [http://www.cbmh.ca/index.php/cbmh/article/viewFile/928/923 Physique as destiny: William H. Sheldon, Barbara Honeyman Heath and the struggle for hegemony in the science of somatotyping]. ''Canadian Bulletin of Medical History''. 2007. Vol. 24 (2). hlm. 291–316.</ref><ref>Jon E. Roeckelein. [https://books.google.com/books?id=6mu3DLkyGfUC&pg=PA427 Dictionary of Theories, Laws, and Concepts in Psychology]. Greenwood. 1998. hlm. 427–8. ISBN 9780313304606.</ref><ref>JEC Genovese. [http://www.epjournal.net/wp-content/uploads/EP06369385.pdf Physique correlates with reproductive success in an archival sample of delinquent youth]. ''Evolutionary Psychology''. 2008. Vol. 6 (3). hlm. 369–85. doi:10.1177/147470490800600301.</ref>


[[Tesis]] aslinya juga telah digambarkan sebagai penipuan karena secara sadar gagal dalam mengakui atau memperhitungkan bentuk tubuh yang berubah seiring bertambahnya usia.
[[Tesis]] aslinya juga telah digambarkan sebagai penipuan karena secara sadar gagal dalam mengakui atau memperhitungkan bentuk tubuh yang berubah seiring bertambahnya usia.<ref>P Vertinsky. [http://www.cbmh.ca/index.php/cbmh/article/viewFile/928/923 Physique as destiny: William H. Sheldon, Barbara Honeyman Heath and the struggle for hegemony in the science of somatotyping]. ''Canadian Bulletin of Medical History''. 2007. Vol. 24 (2). hlm. 291–316.</ref>


Sarannya tentang hubungan [[genetika]] dengan bentuk tubuh dan sifat kepribadian juga telah digambarkan sebagai suatu keberatan.
Sarannya tentang hubungan [[genetika]] dengan bentuk tubuh dan sifat kepribadian juga telah digambarkan sebagai suatu keberatan.<ref>JEC Genovese. [http://www.epjournal.net/wp-content/uploads/EP06369385.pdf Physique correlates with reproductive success in an archival sample of delinquent youth]. ''Evolutionary Psychology''. 2008. Vol. 6 (3). hlm. 369–85. doi:10.1177/147470490800600301.</ref>


Karya Sheldon juga telah dikritik karena sangat terbebani oleh pandangan stereotip dan diskriminatifnya sendiri.
Karya Sheldon juga telah dikritik karena sangat terbebani oleh pandangan stereotip dan diskriminatifnya sendiri.<ref>P Vertinsky. [http://www.cbmh.ca/index.php/cbmh/article/viewFile/928/923 Physique as destiny: William H. Sheldon, Barbara Honeyman Heath and the struggle for hegemony in the science of somatotyping]. ''Canadian Bulletin of Medical History''. 2007. Vol. 24 (2). hlm. 291–316.</ref><ref>N Rafter. ''Somatotyping, antimodernism, and the production of criminological knowledge''. ''Criminology''. 2008. Vol. 45 (4). hlm. 805–33. doi:10.1111/j.1745-9125.2007.00092.x.</ref>


Tetapi karyanya pernah populer pada tahun 1950-an, di mana klaim Sheldon telah diabaikan oleh para ilmuwan modern, serta menyebut mereka "ketinggalan zaman" atau "quackery" (tidak ilmiah).
Tetapi karyanya pernah populer pada tahun 1950-an,<ref>Ron Rosenbaum. [https://www.nytimes.com/1995/01/15/magazine/the-great-ivy-league-nude-posture-photo-scandal.html The great ivy league nude posture photo scandal]. ''The New York Times''. January 15, 1995.</ref> di mana klaim Sheldon telah diabaikan oleh para ilmuwan modern, serta menyebut mereka "ketinggalan zaman" atau "quackery" (tidak ilmiah).<ref>Jon E. Roeckelein. [https://books.google.com/books?id=6mu3DLkyGfUC&pg=PA427 Dictionary of Theories, Laws, and Concepts in Psychology]. Greenwood. 1998. hlm. 427–8. ISBN 9780313304606.</ref><ref>JEC Genovese. [http://www.epjournal.net/wp-content/uploads/EP06369385.pdf Physique correlates with reproductive success in an archival sample of delinquent youth]. ''Evolutionary Psychology''. 2008. Vol. 6 (3). hlm. 369–85. doi:10.1177/147470490800600301.</ref><ref>N Rafter. ''Somatotyping, antimodernism, and the production of criminological knowledge''. ''Criminology''. 2008. Vol. 45 (4). hlm. 805–33. doi:10.1111/j.1745-9125.2007.00092.x.</ref><ref>Marcel Zentner. ''Handbook of Tempermaent''. Guilford. 2012. hlm. [https://books.google.com/books?id=bxHlV2UeXwYC&pg=PA6 6]. ISBN 9781462506514.</ref><ref>Richard M. Ryckman. ''Theories of Personality''. Cengage Learning. 2007. hlm. [https://books.google.com/books?id=_1mQhvUfYFwC&pg=PA260 260–1]. ISBN 9780495099086.</ref><ref>[https://www.nytimes.com/1995/01/21/us/nude-photos-are-sealed-at-smithsonian.html Nude photos are sealed at Smithsonian]. ''The New York Times''. January 21, 1995.</ref>


== Lihat ==
== Lihat ==
Baris 68: Baris 68:
* [[Kinanthropometri]]
* [[Kinanthropometri]]
* [[Pengaruh tubuh terhadap latihan fisik]]
* [[Pengaruh tubuh terhadap latihan fisik]]
== Referensi ==


== Sumber ==
== Sumber ==
*
*  
*
*  


== Bacaan lanjut ==
== Bacaan lanjut ==
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*
*  
* [http://www.topendsports.com/testing/somatotype.htm Bentuk tubuh dan olahraga]
* [http://www.topendsports.com/testing/somatotype.htm Bentuk tubuh dan olahraga]
* [http://www.somatotype.org/Heath-CarterManual.pdf Bentuk tubuh Antropometris Heath-Carter]
* [http://www.somatotype.org/Heath-CarterManual.pdf Bentuk tubuh Antropometris Heath-Carter]
* [http://changingminds.org/explanations/personality/sheldon_personality.htm Kepribadian atas tubuh menurut Sheldon]
* [http://changingminds.org/explanations/personality/sheldon_personality.htm Kepribadian atas tubuh menurut Sheldon]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bentuk+tubuh+dan+psikologi+konstitusi&oldid=29456382 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29456382 (2026-07-14T06:20:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bentuk+tubuh+dan+psikologi+konstitusi&oldid=29456382 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29456382 (2026-07-14T06:20:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 09.03

Bentuk tubuh merupakan taksonomi yang dikembangkan pada tahun 1940-an oleh psikolog asal Amerika, yaitu William Herbert Sheldon dalam mengkategorikan bentuk fisik manusia yang sesuai dengan kontribusi relatif dari tiga elemen mendasar yang disebutnya "somatotypes" atau "bentuk tubuh". Dia menamai jenis-jenis ini setelah tiga lapisan yang tumbuh dalam perkembangan embrio: endoderma, (yang berkembang menjadi saluran pencernaan), mesoderma, (yang kemudian berkembang menjadi otot, jantung dan pembuluh darah) serta ektoderma (yang kemudian membentuk kulit dan sistem saraf).[1] Metodologi visual awalnya telah diperhitungkan secara subjektif dan sebagian besarnya dihilangkan, tetapi variasi formula metodologi yang kemudian, yang dikembangkan oleh asisten peneliti aslinya yaitu Barbara Heath, dan kemudian Lindsay Carter serta Rob Rempel masih dalam penggunaan akademis.[2][3][4]

Psikologi konstitusional merupakan teori yang kini diabaikan, yang juga dikembangkan oleh Sheldon pada tahun 1940-an, yang mencoba mengaitkan klasifikasi bentuk tubuhnya dengan jenis-jenis temperamen manusia.[5][6] Dasar atas gagasan ini berasal dari Francis Galton dan eugenika.[7] Sheldon dan Earnest Hooton dipandang sebagai pemimpin sebuah mazhab pemikiran, yang populer di dalam antropologi pada saat itu, yang berpendapat bahwa ukuran dan bentuk tubuh seseorang menunjukkan kecerdasan, nilai moral dan prestasi masa depan.[8]

Di dalam buku yang terbit tahun 1954-an dengan judul Atlas of Men, Sheldon mengelompokkan semua jenis-jenis tubuh yang mungkin; sesuai dengan skala dengan kisaran antara 1 hingga 7 bagi masing-masing dari tiga "bentuk tubuh", di mana nilai "endomorfis" murni adalah 7-1-1, mesomorfis murni 1-7-1 dan "ektomorfis" murni adalah 1-1-7.[9][10] Dari jumlah jenis tubuh ini, karakteristik mental seseorang dapat diprediksikan kisarannya.[11] Barbara Honeyman Heath yaitu asisten utama Sheldon dalam menyusun Atlas of Men, menuduhnya telah memalsukan data yang dia gunakan dalam menulis buku tersebut.[12]

Tiga jenis tubuh

"Somatotip" Sheldon dan ciri fisik dan psikologisnya yang terkait ditandai sebagai berikut:[13][14]

  • Ektomorfik: digambarkan sebagai linier, kurus, biasanya tinggi, rapuh, berotot ringan, dada datar dan halus; dikategorikan sebagai cerebrotonik (intelektual), cenderung menginginkan isolasi, kesendirian dan penyembunyian; dan suka tegang, cemas, menahan diri dalam postur tubuh dan gerakan, tertutup dan suka menyimpan rahasia.[15][16]
  • Mesomorfik: digambarkan sebagai keras, kasar, berbentuk segitiga, dibentuk secara atletik dengan otot yang cukup berkembang dengan baik, kulit tebal serta postur tubuh yang baik; dikategorikan sebagai somatotonik, cenderung suka petualangan fisik dan suka mengambil risiko; dan bersikap gencar, berani, tegas, langsung dan dominan.[17][18]
  • Endomorfik: digambarkan sebagai bulat, biasanya pendek dan lembut dengan otot yang kurang berkembang dan mengalami kesulitan menurunkan berat badan; dikategorikan sebagai viscerotonik, suka menikmati makanan, orang-orang dan afeksi; memiliki reaksi yang lambat; serta merasa puas diri.[19][20]

Stereotip

Ada bukti bahwa berbagai bentuk fisik membawa stereotip budaya. Sebagai contoh, satu studi menemukan bahwa endomorfik cenderung dianggap lamban, ceroboh, dan malas. Mesomorfik, sebaliknya, biasanya diberikan stereotip sebagai orang yang populer dan pekerja keras, sedangkan ektomorfik sering dipandang cerdas tapi takut dan biasanya ikut serta dalam olahraga jarak jauh, seperti lari maraton.[21]

Formula Heath-Carter

Meskipun ikatan psikologis sebagian besarnya telah diabaikan, taksonomi fisik Sheldon tetap bertahan, terutama varian Heath-Carter yang berdasarkan metodologinya.[22] Pendekatan formula ini menggunakan komponen-komponen individu seperti berat (kg), tinggi (cm), lingkar lengan atas (cm), lingkar betis maksimal (cm), luas femur (cm), luas pinggang (cm), ketak otot tricep (mm), lipatan kulit subscapular (mm), lipatan kulit subskapular (mm), dan lipatan kulit betis medial (mm), dan tetap populer dalam penelitian antropomorfis, seperti mengutip Rob Rempel, "Dengan modifikasi oleh Parnell pada akhir 1950-an, dan oleh Heath dan Carter pada pertengahan tahun 1960-an, konsep "somatotipe" atau bentuk tubuh terus menjadi kualifikasi tunggal terbaik dari keseluruhan bentuk tubuh".[23]

Varian ini menggunakan rangkaian persamaan berikut dalam menilai sifat subjek terhadap masing-masing dari tiga somatotipe, di mana masing-masing dinilai pada skala tujuh poin, dengan 0 menunjukkan tidak ada korelasi dan 7 menunjukkan sangat kuat:

  • Endomorfik: = 0.7182+(0.145X)(0.00068X2)+(0.0000014X3)
    • di mana:X=(tricepSkinfoldMM+subscapularSkinfoldMM+supraspinalSkinfoldMM)(170.18heightCM)
  • Mesomorfik: = (0.858LuasHumerusCM)+(0.601LuasFemurCM)+(0.188UkurankelilingLenganAtasCM)+(0.161UkurankelilingBetisCM)(0.131tinggiCM)+4.5
  • Ektomorfik: dihitung berdasarkan Indeks Ponderal: PI=height[cm](mass[kg])1/3
    • If PI>40.74, Ektomorfik = (0.732PI)28.58
    • If 39.65<PI<40.74, Ektomorfik = (0.463PI)17.615
    • If PI<39.65, Ektomorfik = 0.5

Pendekatan numerik ini telah dimasukkan ke dalam kurikulum ilmu pengetahuan olahraga dan kurikulum pendidikan jasmani terkini dari berbagai institusi, mulai dari kurikulum GCSE tingkat menengah Inggris (anak usia 14 hingga 16 tahun), Ujian Layanan Sipil UPSC India, serta program MSc di seluruh dunia, dan telah digunakan di berbagai makalah akademis, termasuk diantaranya:

Kritik

Gagasan Sheldon yang menyatakan bahwa tipe tubuh merupakan indikator suatu temperamen, karakter moral atau sebuah potensi—yang populer dalam sebuah atmosfer yang menerima teori eugenika—yang segera dijelekkan secara luas.[39][40]

Kritik utama atas teori konstitusi Sheldon adalah bahwa teori ini bukan teori sama sekali; tetapi sebuah asumsi umum, kontinuitas antara struktur dan perilaku, serta serangkaian konsep deskriptif dalam mengukur fisik dan perilaku secara berskala.[41]

Penggunaan ribuan foto telanjang sarjana Liga Ivy, diperoleh tanpa persetujuan eksplisit, dari program yang sudah ada yang sebelumnya telah mengevaluasi postur tubuh siswa, yang digambarkan sebagai skandal, dan sesat ("studi tentang orang-orang telanjang oleh orang-orang cabul").[42][43]

Metodologi penilaian visual aslinya, berdasarkan foto-foto, yang juga telah dikritik sebagai subjektif.[44][45][46]

Tesis aslinya juga telah digambarkan sebagai penipuan karena secara sadar gagal dalam mengakui atau memperhitungkan bentuk tubuh yang berubah seiring bertambahnya usia.[47]

Sarannya tentang hubungan genetika dengan bentuk tubuh dan sifat kepribadian juga telah digambarkan sebagai suatu keberatan.[48]

Karya Sheldon juga telah dikritik karena sangat terbebani oleh pandangan stereotip dan diskriminatifnya sendiri.[49][50]

Tetapi karyanya pernah populer pada tahun 1950-an,[51] di mana klaim Sheldon telah diabaikan oleh para ilmuwan modern, serta menyebut mereka "ketinggalan zaman" atau "quackery" (tidak ilmiah).[52][53][54][55][56][57]

Lihat

Sumber

Bacaan lanjut

Pranala luar

Referensi

  1. Clive R. Hollin. Psychology and Crime: An Introduction to Criminological Psychology. Routledge. 2012. hlm. 59. ISBN 0415497035.
  2. P Vertinsky. Physique as destiny: William H. Sheldon, Barbara Honeyman Heath and the struggle for hegemony in the science of somatotyping. Canadian Bulletin of Medical History. 2007. Vol. 24 (2). hlm. 291–316.
  3. Jon E. Roeckelein. Dictionary of Theories, Laws, and Concepts in Psychology. Greenwood. 1998. hlm. 427–8. ISBN 9780313304606.
  4. JEC Genovese. Physique correlates with reproductive success in an archival sample of delinquent youth. Evolutionary Psychology. 2008. Vol. 6 (3). hlm. 369–85. doi:10.1177/147470490800600301.
  5. N Rafter. Somatotyping, antimodernism, and the production of criminological knowledge. Criminology. 2008. Vol. 45 (4). hlm. 805–33. doi:10.1111/j.1745-9125.2007.00092.x.
  6. The Penguin Dictionary of Psychology. Penguin. 2009. ISBN 9780141030241.
  7. P Vertinsky. Physique as destiny: William H. Sheldon, Barbara Honeyman Heath and the struggle for hegemony in the science of somatotyping. Canadian Bulletin of Medical History. 2007. Vol. 24 (2). hlm. 291–316.
  8. P Vertinsky. Physique as destiny: William H. Sheldon, Barbara Honeyman Heath and the struggle for hegemony in the science of somatotyping. Canadian Bulletin of Medical History. 2007. Vol. 24 (2). hlm. 291–316.
  9. William Herbert Sheldon. Atlas of Men: A Guide for Somatotyping the Adult Male at All Ages. Harper. 1954.
  10. M.L. Kamlesh. Psychology in Physical Education and Sport. Pinnacle Technology. 2011. ISBN 9781618202482.
  11. William Herbert Sheldon. Atlas of Men: A Guide for Somatotyping the Adult Male at All Ages. Harper. 1954.
  12. P Vertinsky. Physique as destiny: William H. Sheldon, Barbara Honeyman Heath and the struggle for hegemony in the science of somatotyping. Canadian Bulletin of Medical History. 2007. Vol. 24 (2). hlm. 291–316.
  13. Jon E. Roeckelein. Dictionary of Theories, Laws, and Concepts in Psychology. Greenwood. 1998. hlm. 427–8. ISBN 9780313304606.
  14. M.L. Kamlesh. Psychology in Physical Education and Sport. Pinnacle Technology. 2011. ISBN 9781618202482.
  15. Jon E. Roeckelein. Dictionary of Theories, Laws, and Concepts in Psychology. Greenwood. 1998. hlm. 427–8. ISBN 9780313304606.
  16. M.L. Kamlesh. Psychology in Physical Education and Sport. Pinnacle Technology. 2011. ISBN 9781618202482.
  17. Jon E. Roeckelein. Dictionary of Theories, Laws, and Concepts in Psychology. Greenwood. 1998. hlm. 427–8. ISBN 9780313304606.
  18. M.L. Kamlesh. Psychology in Physical Education and Sport. Pinnacle Technology. 2011. ISBN 9781618202482.
  19. Jon E. Roeckelein. Dictionary of Theories, Laws, and Concepts in Psychology. Greenwood. 1998. hlm. 427–8. ISBN 9780313304606.
  20. M.L. Kamlesh. Psychology in Physical Education and Sport. Pinnacle Technology. 2011. ISBN 9781618202482.
  21. RM Ryckman. Male and female raters' stereotyping of male and female physiques. Personality and Social Psychology Bulletin. 1989. Vol. 15 (2). hlm. 244–51. doi:10.1177/0146167289152011.
  22. Kevin Norton. Anthropometrica: A Textbook of Body Measurement for Sports and Health Courses. Australian Sports Commission; UNSW Press. 1996. ISBN 978-0868402239.
  23. R Rempel. A Modified Somatotype Assessment Methodology. Simon Fraser University. 1994. ISBN 978-0-612-06785-1.
  24. D Kerr. Olympic Lightweight and Open Rowers possess distinctive physical and proportionality characteristics for selecting elite athletes. Journal of Sports Sciences. 2007. Vol. 25. hlm. 43–53. doi:10.1080/02640410600812179.
  25. C Sánchez‐Muñoz. Anthropometric characteristics, body composition and somatotype of elite junior tennis players. Br J Sports Med. November 2007. Vol. 41. hlm. 793–799. doi:10.1136/bjsm.2007.037119.
  26. J Lewandowska. Somatotype Variables Related to Muscle Torque and Power in Judoists. Journal of Human Kinetics. 2011. Vol. 30. hlm. 21–28. doi:10.2478/v10078-011-0069-y.
  27. S Papadopoulou. Anthropometric characteristics and body composition of Greek elite women volleyball players. Kinanthropometry VII. Pochefstroom University for CHE. January 2003. hlm. 93–110.
  28. T Purenović-Ivanović. Somatotype of Top-Level Serbian Rhythmic Gymnasts. Journal of Human Kinetics. April 2014. Vol. 40. hlm. 181–187. doi:10.2478/hukin-2014-0020.
  29. Alfredo Irurtia Amigó. Height, weight, somatotype and body composition in elite Spanish gymnasts from childhood to adulthood. Apunts Med Esport. 2009. Vol. 61. hlm. 18–28.
  30. A Adhikari. Anthropometric characteristic, body composition and somatotype of Canadian female soccer players. American Journal of Sports Science. 2014. Vol. 2. hlm. 14–18.
  31. Petroski. Anthropometric, morphological and somatotype characteristics of athletes of the Brazilian Men’s volleyball team: an 11-year descriptive study. Brazilian Journal of Kineanthropometry & Human Performance. 2013. Vol. 15. hlm. 184.
  32. Christopher N. Leake. Comparison of body composition and somatotype of trained female triathletes. Journal of Sports Sciences. 1991. Vol. 9. hlm. 125–135. doi:10.1080/02640419108729874.
  33. LT Yang. Study on the adult physique with the Heath-Carter anthropometric somatotype in the Han of Xi'an, China. Anat Sci Int. 2015. Vol. 91. hlm. 180–7. doi:10.1007/s12565-015-0283-0.
  34. AG Baltadjiev. Somatotype characteristics of female patients with type 2 diabetes mellitus. Folia Med (Plovdiv). 2013. Vol. 55. hlm. 64–9. doi:10.2478/folmed-2013-0007.
  35. AG Baltadjiev. Somatotype characteristics of male patients with type 2 diabetes mellitus. Folia Med (Plovdiv). 2012. Vol. 54. hlm. 40–5. doi:10.2478/v10153-011-0087-5.
  36. Noh et al. Somatotype analysis of elite Taekwondo athletes compared to non-athletes for sports health sciences. Toxicology and Environmental Health Sciences. 2013. Vol. 5. hlm. 189–196. doi:10.1007/s13530-013-0178-1.
  37. Stewarta et al. Somatotype: a more sophisticated approach to body image work with eating disorder sufferers. Advances in Eating Disorders: Theory, Research and Practice. 2014. Vol. 2. hlm. 125–135. doi:10.1080/21662630.2013.874665.
  38. Pourbehzadi et al. The Relationship between Posture and Somatotype and Certain Biomechanical Parameters of Iran Women’s National Dragon Boat Team. Annals of Biological Research. 2012. Vol. 3. hlm. 3657–3662.
  39. P Vertinsky. Physique as destiny: William H. Sheldon, Barbara Honeyman Heath and the struggle for hegemony in the science of somatotyping. Canadian Bulletin of Medical History. 2007. Vol. 24 (2). hlm. 291–316.
  40. Encyclopedia of Special Education: A Reference for the Education of Children, Adolescents, and Adults with Disabilities and Other Exceptional Individuals. Wiley. 2007. ISBN 9780471678021.
  41. Jon E. Roeckelein. Dictionary of Theories, Laws, and Concepts in Psychology. Greenwood. 1998. hlm. 427–8. ISBN 9780313304606.
  42. P Vertinsky. Physique as destiny: William H. Sheldon, Barbara Honeyman Heath and the struggle for hegemony in the science of somatotyping. Canadian Bulletin of Medical History. 2007. Vol. 24 (2). hlm. 291–316.
  43. Ron Rosenbaum. The great ivy league nude posture photo scandal. The New York Times. January 15, 1995.
  44. P Vertinsky. Physique as destiny: William H. Sheldon, Barbara Honeyman Heath and the struggle for hegemony in the science of somatotyping. Canadian Bulletin of Medical History. 2007. Vol. 24 (2). hlm. 291–316.
  45. Jon E. Roeckelein. Dictionary of Theories, Laws, and Concepts in Psychology. Greenwood. 1998. hlm. 427–8. ISBN 9780313304606.
  46. JEC Genovese. Physique correlates with reproductive success in an archival sample of delinquent youth. Evolutionary Psychology. 2008. Vol. 6 (3). hlm. 369–85. doi:10.1177/147470490800600301.
  47. P Vertinsky. Physique as destiny: William H. Sheldon, Barbara Honeyman Heath and the struggle for hegemony in the science of somatotyping. Canadian Bulletin of Medical History. 2007. Vol. 24 (2). hlm. 291–316.
  48. JEC Genovese. Physique correlates with reproductive success in an archival sample of delinquent youth. Evolutionary Psychology. 2008. Vol. 6 (3). hlm. 369–85. doi:10.1177/147470490800600301.
  49. P Vertinsky. Physique as destiny: William H. Sheldon, Barbara Honeyman Heath and the struggle for hegemony in the science of somatotyping. Canadian Bulletin of Medical History. 2007. Vol. 24 (2). hlm. 291–316.
  50. N Rafter. Somatotyping, antimodernism, and the production of criminological knowledge. Criminology. 2008. Vol. 45 (4). hlm. 805–33. doi:10.1111/j.1745-9125.2007.00092.x.
  51. Ron Rosenbaum. The great ivy league nude posture photo scandal. The New York Times. January 15, 1995.
  52. Jon E. Roeckelein. Dictionary of Theories, Laws, and Concepts in Psychology. Greenwood. 1998. hlm. 427–8. ISBN 9780313304606.
  53. JEC Genovese. Physique correlates with reproductive success in an archival sample of delinquent youth. Evolutionary Psychology. 2008. Vol. 6 (3). hlm. 369–85. doi:10.1177/147470490800600301.
  54. N Rafter. Somatotyping, antimodernism, and the production of criminological knowledge. Criminology. 2008. Vol. 45 (4). hlm. 805–33. doi:10.1111/j.1745-9125.2007.00092.x.
  55. Marcel Zentner. Handbook of Tempermaent. Guilford. 2012. hlm. 6. ISBN 9781462506514.
  56. Richard M. Ryckman. Theories of Personality. Cengage Learning. 2007. hlm. 260–1. ISBN 9780495099086.
  57. Nude photos are sealed at Smithsonian. The New York Times. January 21, 1995.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29456382 (2026-07-14T06:20:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.